Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Chapter 29 (Season 2) : Nurhan dan Santi II


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, terdengar kabar bahwa ibu Santi memperkenalkan anak dari temannya yang kebetulan satu kampus dengan Santi yang bernama Andrew. Setiap hari laki-laki itu seperti mendekati Santi setelah di perkenalkan oleh ibunya tapi Santi selalu mengabaikannya.


Nurhan hanya mengawasi Santi dari jauh dan tidak pernah mendekatinya. Kesal dengan hal itu, Santi yang pergi mendekatinya.


"jadi, kenapa selama ini kau menjauh dariku ?. Kau itu pacarku kan ?" tanya Santi.


Nurhan aja berdiam dan pergi menjauh.


"Aku mencintaimu Nurhan, siapapun dirimu... aku tetap mencintaimu..." lanjut Santi meyakinkan Nurhan.


Nurhan menghentikan langkahnya dan berbicara.


"lupakan aku Santi.... kasta kita berbeda... aku hanyalah beban negara, sedangkan keluargamu orang kaya" kata Nurhan merendahkan diri.


"tapi Nurhan... kita bisa melewati semua ini..."


"jujur saja.... bersama denganmu membuatku tenang tapi juga menyakitkan... aku bukanlah pria yang kau idamkan Santi...."


Santi meneteskan air mata dan menundukkan kepala.


"seandainya aku hilang dan tidak bisa melihatmu lagi... apa yang akan kau lakukan ?" tanya Santi menahan air matanya.


"aku akan berdoa yang terbaik untukmu" balas Nurhan menaiki motornya dan pergi.


di tempat itu, Santi tidak kuat berdiri lagi dan menangis sedangkan Nurhan menancap gass motornya dengan kencang lalu mengutuk dirinya dalam hatinya.


"Sial.... Sial... Sial.... Kenapa aku harus berkata seperti itu padanya ?. Dasar Nurhan Rendahan...." gumam Nurhan dalam hatinya.


Hingga ada momen di mana, Nurhan menunggu Santi pulang tapi tidak lewat-lewat juga membuat Nurhan hawatir. dia mencari di sekitar kampus tapi ia tidak menemukannya. tetapi setelah menemukan Satpam, dia mulai bertanya.


"Pak, bapak lihat Mahasiswa yang namanya Santi ?" tanya Nurhan.


"tadi dia pingsan dan di bawa oleh beberapa mahasiswa Pria tuan. sebenarnya aku ingin menegur mereka tapi, mereka mengabaikanku dan pergi begitu saja"


Nurhan semakin terkejut mendengar hal itu, dan mulai menarik kera baju Satpamnya.


"DD MOBILNYA !!!?" bentak Nurhan.


"DD 696 MK, a.. aku tidak tahu mereka menuju kemana... Su... sumpah..."


Akhirnya dia mengingat, itu adalah DD mobil dari Andrew. Nurhan menghubungi seluruh kawanannya lalu membentak


"DD 696 MK CARI DI SELURUH KOTA INI SEKARANG JUGAA !!!" bentak Nurhan lalu mengendarai motornya mengelilingi kota.


setelah berkeliling, akhirnya dia mendapatkan Informasi bahwa dia berada di hotel Fathir yang terbilang sunyi itu.


Nurhan dan kawanannya masuk lalu berbicara dengan kasirnya. setelah menunjukkan kamar, Nurhan berlari dan mendobrak pintu kamar yang di tunjukkan.


"SANTIII !!!!!" teriak Nurhan setelah mendobrak Pintunya.


begitu syoknya Nurhan mendapati Santi yang sudah pasrah dengan wajah yang penuh dengan lebam dengan wajah yang syok menangis dengan keadaan telanjang setelah di gilir oleh beberapa pria.


Penjaga hotelpun begitu syok dan langsung berbicara dengan Nurhan


"tu.. tuan, kami mempunyai rekaman cctv. kami akan memberikannya pada anda dan melapor ke pihak polisi"


Namun Nurhan hanya mendekati Santi lalu mengenakan Jaket sambil menutupi badannya dengan selimut. Santi masih terlihat syok dan tidak mengatakan apa-apa. Nurhan menahan air matanya lalu memeluknya.


"Maaf.... Santi.... hiks... Maaf... Maaf...." tangis Nurhan tidak bisa terbendung lagi.


Kawan-kawannya tidak tega melihat pemimpinnya seperti itu hingga salah satu kawan Nurhan teriak.

__ADS_1


"DD 696 MK ANDREEWW !!!!. KITA CARI SEKARAAANNGGG !!!!!" teriakbsalah satu teman Nurhan.


"TUNGGU DULUUUU !!!!" bentak Nurhan


semua kawanan Nurhan langsungbdiam dan tidak berbicara bahkan pihak hotel sekalipun.


"Prioritaskan Santi dulu, biarkan mereka tidur nyenyak malam ini. Pihak hotel nggak usah ikut campur, kini ini adalah urusan Asoka..." kata Nurhan yang mulai mengangkat Santi keluar.


semua anggota Nurhan merinding dan ketakutan karena untuk pertama kalinya Nurhan yan sebelumnya sebagai pemimpin murah senyum dan penghibur kini memperlihatkan wajah yang penuh dengan kebencian.


"Besok pagi akan kutunjukkan padanya akibat membuat Singa yang tidur terbangun...." lanjutnya sambil menggigit bibirnya hingga berdarah.


...****...


keesokan harinya, Orang tua santi melapor ke pihak kampus tetapi, dia tidak mendapatkan jawaban.


"maaf... kami bahkan tidak tahu dia kemana karena dalam satu Fakultas itu mempunyai banyak mahasiswa" kata pihak kampus.


Sampai di mana Nurhan mengendarai motor bersama anggotannya. dia memasuki kampus lalu mendorong orang yang menghalanginya.


"MINGGIIRRR DASAR CALON TIKUS BERDASIII !!!" teriak salah satu kawanan Nurhan mendorong mahasiswa yang tidak membuka jalan.


Nurhan mencari Andrew dan setelah mendapatkannya sementara memasuki mata kuliahnya, Nurhan berlari dan langsung melompat menendangnya.


Nurhan menghajarnya berkali-kali tidak memberikan Andrew kesempatan. teman-teman Andrew mencoba menghentikan Nurhan tetapi mereka juga di hajar oleh kawanan Nurhan. Dosennya pun mencoba menghentikan amukan Nurhan tapi Nurhan menendangnya hingga terlempar.


"JANGAN MENGHALANGIKUUU !!!!" bentak Nurhan.


"Ooeee.... ambil 3 pria lainnya yang muncul di Cctv" lanjut Nurhan memerintah kawanannya.


"Maa.... Maafkan aku.." kata Andrew yang sudah babak belur.


Nurhan menendang wajahnya dan memukulnya berkali-kali.


"OOII !!!. APA BUK..." teriak teman Andrew yang lngsung di hajar sebelum sampai perkataannya.


"kalian ini Mahasiswa tapi tidak menerima perkataan orang yaa ?. akan ku beri tahu satu hal" kata Nurhan mengangkat satu jarinya.


"Mungkin tuhan memaafkanmu tapi aku tidak..." lanjut Nurhan dan membawanya.


setelah Andrew babak belur, Nurhan dan kawanannya menarik Andrew dan 3 orang yang telah memperkosa Santi menuju keluar kampus. Ayah dan Ibu Santi melihat Nurhan dengan wajah yang syok baru pertama kali melihat wajah Nurhan dengan penuh amarah. Kawanannya mendorong 3 teman Andrew dan Nurhan menarik rambut Andrew sambil menodongkan Kawali (Senjata adat bugis) ke leher Andrew.


"Aku sudah mempunyai bukti kuat atas kesalahanmu pada Santi semalam, tapi bagiku tidak cukup memasukkanmu dalam penjara. jadi katakan kesalahanmu di depan orangtuanya atau AKU GOROK LEHERMU SEKARANG JUGAAA !!!!" bentak Nurhan kesal.


"Ba.. baiklah.... akan ku akui... AKU SALAH... !!!!. ku mohon, jangan membunuhku.... hiksss... ibuu..." kata Andrew ketakutan lalu menjelaskan kesalahannya.


semua dosen dan mahasiswa pun tidak mendekati Nurhan yang sedang mengamuk saat itu. Bahkan ibu Nurhan saking syoknya, dia tidak kuat berdiri dan menangis. Nurhan melepaskan Andrew dan memukul punggung lehernya hingga pingsan.


Nurhan memberikan bukti-bukti kejahatannya dari hotel Fatir lewat Flashdisc kepada Ayah Santi dengan wajah yang sedikit murung.


"aku bahkan tak melakukan hal sekejam itu pada Santi, apakah ini pria pilihan kalian ?"


Ayah Santi memegang kera baju Nurhan dengan ketakutan.


"Santi... santi di mana nak ?"


"Rumah sakit wahidin, aku akan mengantar kalian ke sana"


Ibu Santi yang masih dalam keadaan syok menggaruk-garuk kepalanya sambil berkata.


"Ini kesalahanku... ini semua salahku... ini semua keslahanku... hiks...."

__ADS_1


Setelah mendengar penjelasan dari ayah Santi, pihak kampus menghubungi Polisi untuk memproses Andrew dan teman-temannya sedangkan Ayah dan Ibunya begitu syok saat melihat putrinya yang sudah berbaring di kamar rumah sakit dalam keadaan tidak baik-baik saja.


...****...


Hari-hari berlalu, Santi masih belum sadar dari Syoknya. bahkan untuk berbicarapun tidak sama sekali. Nurhan selalu mendatanginya lalu menghiburnya. Setiap hari, hari demi hari. hingga Ibunya sadar ia telah mengabaikan orang yang telah tulus mencintai putrinya sendiri.


merasa bersalah, ibunya meninggalkan rumah dan kembali ke rumah orangtuanya. ia meninggalkan Andi yang masih SD dan Suaminya sendiri karena tidak kuat lagi. Bisnis ayah Santi sempat anjlok karena rumor tentang Santi membuat nama baik perusahaannya jatuh.


Dan puncak penderitaan saat Nurhan membawakan buket bunga untuk Santi akan tetapi, Santi tidak ada di kamar.


"Santi.... aku membawa bunga yang harum hari in...." kata Nurhan yang langsung syok.


Nurhan berlari dan melapor kepada perawat akan tetapi, tidak ada yang mengetahuinya. semua pihak rumah sakit mulai mencarinya. sampai dari luar mendengar suara keributan, Nurhan melihat ke arah luar jendela semua orang melihat ke arah atas.


"OOIIII MUNDUURR BAHAYAAA !!!!"


"JANGAN LAKUKAN ITU !!!!"


"INGAT ORANG TUAMU NAAAKKK !!!" kata orang-orang yang panik.


saat Nurhan melihatnya, dia langsung berlari ke lantai atas karena melihat Santi yang berdiri mencoba untuk melompat.


"Aku mohon... aku mohon... TUHAAN !!!. BANTU AKU MENCAPAINYA !!!!" gumam Nurhan berlari menaiki tangga.


saat sampai di Rooftop, Santi sudah mulai melangkah. Nurhan mencoba untuk menggapainya akan tetapi, genggaman Nurhan tidak sampai padanya. Santi terjatuh dari lantai 5 rumah sakit.


"Kenapa.. kenapa... apakah aku memang selemah ini... yaa tuhan.... Hiks...." gumam Nurhan yang syok.


Nurhan menunduk dan memukul-mukul lantai hingga tangannya berdarah-darah.


"HAAAAAAAAAAAAAAAA......... !!!!!!!!" teriak Nurhan tidak menahan perasaannya.


"DIA TIDAK BERSALAH !!!. DIA CUMA PEREMPUAN BIASA !!!!. KENAPA KAU MENGHUKUMNYA TUHAANN !!!!" teriak Nurhan menangis.


"KENAPA KAU MEMBIARKANNYA MATI !!!. KALAU ADA YANG HARUS MATI, SEHARUSNYA KAU MEMILIHKU YA TUHAAANN !!!! HUUWAAAAAAAAAA........ !!!!!!" teriak Nurhan yang masih menjerit kesakitan.


Nurhan yang mengingat semua itu membuatnya menangis di depan kuburan Santi. Ayah Nurhan mengusap punggung Nurhan untuk menenangkannya. di perjalanan pulang, Nurhan mengingat lagi kejadian setelah Santi di bawah ke rumah duka. Santi tidak mengikuti acara pemakamannya.


Setelah kematian Santi saat itu, Nurhan akhirnya duduk di tempat perkumpulan Geng motor Asoka tanpa senyuman, tanpa candaan sedikit pun seperti biasanya. seluruh kawanannya duduk di hadapannya mencoba menenangkannya.


"Boss.... kami turut berduka..."


"jangan salahkan dirimu Boss. sebagian keslahan kami karena tidak cepat menemukannya"


"Boss... untuk sementara anda istirahat saja dulu" kata kawanannya mencoba untuk menghiburnya


Nurhan berdiri lalu menendang sebuah gentong besi hingga terlempar.


"Aku harus menjadi lebih kuat lagi... aku tak ingin mengorbankan siapapun lagi..." kata Nurhan dengan kesal.


Nurhan duduk di kursinya lalu memutuskan ke teman-temannya.


"Kita mempunyai tujuan lebih besar sekarang. Aku... ingin menguasai Makassar dengan menggunakan nama Asoka, seperti nama legenda Raja pertama yang menguasai India" kata Nurhan menatap kawanannya dengan penuh ancaman.


"MARI KITA MENJADI GENG MOTOR TERKUAT DI MAKASSAARRR !!!" bentak Nurhan menatap ssmua kawanannya.


Setelah melihat tatapan itu, tidak ada lagi yang berani berbicara dengan santai bahkan bercanda pada Nurhan. dengan geng motornya, dia berkeliling... berburu dan menyerbu geng motor yang ada di makassar hingga Asoka menjadi kelompok Geng Motor yang besar seperti sekarang.


\*\*\*\*


Instagram : hackbae2022

__ADS_1


Facebook : HackBae


__ADS_2