Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
One Eagle vs Asoka


__ADS_3

Sebelum melacak lokasi Geng Asoka, Ilyas Nampak menghubungi Brigjen Pol lewat telepon.


“ada apa anak muda ?. apa kau butuh bantuanku setelah sekian lama ?” Tanya pak Brigjen pada Ilyas.


“iya pak, aku butuh bantuan bapak” balasnya meminta.


“katakan, apa maumu ?” Tanya Brigjen lewat telepon.


“aku akan menghabisi Geng Asoka. Ini sangat menguntungkan buatmu bukan ?. sebagai gantinya, jangan menghalangiku menghabisinya, cukup jaga warga agar tidak mendekat” kata Ilyas meminta.


“apa kau super hero yang memberantas kejahatan sendirian ?” Tanya Brigjen yang sepertinya tidak percaya.


“aku hanya mau menuntaskan janjiku pada Kak Nurhan. Melindungi kota Makassar dari Geng Asoka” balas Ilyas.


Pak Brigjen Pol seketika diam dan memikirkannya. Setelah lama berpikir, dia akhirnya memutuskan.


“baiklah. Akan ku lakukan. tapi, setelah itu kami juga akan menangkapmu. Yaa itu hanya sebagai formalitas karena pasti ayahmu menebusmu lagi kalau kau di penjara” kata Pak Brigjen pada Ilyas.


“maaf merepotkanmu pak” kata Ilyas singkat.


“dan satu lagi, aku mohon nak kau masih muda. Jangan membunuh siapapun lagi di sana, kau bisa lebih baik dari itu” lanjut Pak Brigjen menghawatirkan Ilyas.


Mendengar hal itu, Ilyas Nampak bahagia dan tersenyum.


“terima kasih sudah menghawatirkanku pak” balas Ilyas singkat.


Dan kini Ilyas berhadapan dengan mereka. Ilyas mengeluarkan Rantai dan menggulungnya di tangannya sisanya dia ayungkan. Semua geng motor mulai memainkan gass motornya. Dan mulai mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi ke arah Ilyas.


"Serang dia !!!!. Its The Fcking Party* !!!!" teriak Sanca.


Ilyas berlari mengayungkan rantainya dan menghadapi Geng Motor itu. Ilyas mencabukkan salah satu dari mereka namun yang lainnya memukulinya. Ilyas berlari dan menendang mereka yang naik motor lalu naik di salah satu motor mereka dan mencekik leher orang itu dengan rantai.


"Kendarai motormu dengan gass tinggi ke arah Sanca sekarang !!!" teriak Ilyas lalu orang itu mematuhinya.


Motor itu hampir menebrak Sanca. Dia terjatuh dari motornya lalu menatap tajam ke arah Ilyas. Dia berdiri dan membuat orang yang memboncengnya pingsan. Ilyas menggulung rantainya dan membentak mereka semua


"turun dari motor kalian !!!, aku akan menghajar kalian sendirian !!!. Aku sendiri sudah cukup meratakan Geng Motor ini kembali !!!" teriak Ilyas mengamuk.


Warga terlihat mendukungnya. beberapa dari mereka ingin melindungi ilyas tapi di halangi oleh polisi. Semua geng motor itu turun dari motornya lalu berlari menyerang Ilyas. Begitupun dengan dirinya, dia berlari lalu memukul mereka satu-satu. Kali ini, Ilyas bertarung bertempur tidak seperti biasanya bahkan melihat wajahnya beberapa dari mereka ketakutan. Karena tatapannya seperti berniat untuk membunuh.

__ADS_1


Ilyas mengikat leher salah satu dari mereka  dengan rantai dan menariknya seperti sampah.


"Siapa lagi ?. Maju kalian !!!. Hibur aku sepuas kalian !!!" teriak Ilyas.


"Apa yang kalian tunggu, serang ilyas. Jumlah kalian banyak !!!. Jangan mau di bodohi olehnya !!!" teriak Sanca memerintahkan pengikutnya dan mereka akhirnya menyerang.


Ilyas teriak keras dan berpose layaknya monster mengamuk lalu berlari menyerang mereka.


                                                                                                ...*****...


Beberapa menit berlalu, Warga begitu terkejut karena menyaksikan Ilyas yang mampu meratakan Geng motor itu sendirian.


"Kenapa ?. Padahal kalian sudah sebanyak itu ?. Kenapa kalian tidak mampu meratakan satu orang !!!!. Dan kau siapa sebenarnya !!!?" teriak Sanca yang mulai ketakutan.


"Heh, sepertinya kau absen waktu aku dan Nuge meratakan Asoka yaa ?. aku adalah sisi Iblis dari One Eagle, Ilyas. Ini bahkan lebih mudah daripada meratakan Asoka sebelumnya" kata Ilyas mengejek Sanca.


"Waktu itu aku ada dalam penjara. kalau aku ada, Asoka tidak akan lenyap seperti ini !!!" teriak Sanca.


Ilyas tertawa terbahak-bahak sambil memuntahkan darah.


"ahh bekas pukulan dari kampus akhirnya keluar juga. Akan ku katakan sesuatu padamu" kata Ilyas berjalan ke arah Sanca.


Tidak percaya dengan hal itu, Sanca menghadapi Ilyas tetapi serangannya ditangkis dengan mudah lalu membalasnya dengan pukulan. Perkelahian mereka begitu Epik karena seimbang. Sanca menggunakan pisau untuk menyerangnya tetapi dengan sengaja Ilyas memegang pisau itu dan menghajar Sanca hingga terlempar mengenai sekumpulan motor Asoka.


"ternyata seperti ini kalian menjatuhkan Nuge, benar-benar licik. Butuh 1000 tahun untuk menjatuhkanku dengan cara ini" kata Ilyas sambil membuang pisaunya.


Karena geram, salah satu anggota Asoka menyiram punggung Ilyas dengan menggunakan bensin. Ilyas berbalik dan menghajar orang itu dengan satu pukulan. Tampa dia sadari, Sanca sudah membakar koreknya dan melemparkannya ke arah Ilyas


"matilah kau !!!, akan ku bakar kau seperti Nuge. Susul dia masuk rumah sakit sekarang !!!!" teriak Sanca lalu membakar punggung ilyas.


Icha yang baru datang melihat Ilyas yang terbakar berusaha mendekat tapi di halangi oleh polisi


"ilyaaasss !!!!" teriak Icha.


"jangan mendekat dik, ini perintah !!!!" kata Polisi di sana.


"tapi temanku terbakar di sana pak !!!" kata Icha Khawatir.


Polisi itu tersenyum dan mondorongnya ke tempat warga.

__ADS_1


"Woe !!!. jangan main dorong-dorong lu !!!" bentak Yusuf kesal menahan Icha.


"maaf kalau saya kasar tapi, anda terlalu meremehkannya. aku pernah melihat gaya bertarungnya, Bahkan api pun tunduk sama anak ini" balas Polisi itu menenangkan Icha.


Ilyas membalik badannya lalu melangkahkan Kaki ke arah Sanca dalam keadaan Punggung yang terbakar. Ajaibnya, darah Nuge membuat jiket itu tidak koyah terbakar. Sanca begitu terkejut dan ketakutan Dia hanya diam membatu.


“kenapa bisa seperti ini ?. ini tidak mungkin terjadi” katanya yang tidak percaya


“AKU ADALAH ORANG TERKUAT SETELAH NURHAAN !!!!” lanjut teriaknya ketakutan.


Saat Ilyas berdiri di dekat Sanca, Ilyas mengambil posisi terkuat dan mengambil posisi kuda-kuda yang di ajarkan pamannya.


“Jeet Kune Do : Pukulan 1 Inci 50% !!!” kata Ilyas di hadapan Sanca.


Ilyas memukul Sanca dari jarak satu inci hingga terpental jauh berguling dan berhenti karena tertebrak di mobil yang parkir hingga mobil itu penyek dan retak karena pukulan Ilyas.


"Era Asoka berakhir untuk ke dua kalinya" kata Ilyas.


Sanca tidak sadarkan diri setelah di hajar oleh Ilyas. Dan ilyas memegang pahanya agar kuat tetap berdiri walau sekarang dia hampir tumbang. Ilyas berteriak dengan kencang setelah kemenangannya membuat semua orang terkejut. Bahkan orang yang menonton live di kampusnya mulai membicarakannya.


“Anjirrr nggak nyangka Ilyas sekuat itu ternyata”


“waduh gawat ini, mana aku sering memukulnya lagi”


“aduuhh bagaimana dong. Aku sering mengejeknya dengan kata suram”


Bukankah dia terlihat keren di sini ?”


“aaahhhh mampus gua. Rasanya ingin cuti melihat ilyas sekuat itu aku takut njiirr” perkataan orang di kampus mulai membicarakan Ilyas.


“dari awal aku tidak pernah mengejeknya lho. Karena itulah aku berkata pada kalian, jangan liat buku dari sampulnya saja” balas Ammi menyadarkan teman-temannya.


Begitupun di tempat KKN, Kak Rahman dan Kak Kiki melihat live Instagram tersebut.


“fiiuuhhh syukurlah dia selamat” kata Kak Kiki.


“Sial*n anak itu, aku bahkan semakin menghormatinya. Aku melihat legenda One Eagle vs Asoka yang ke dua. Akan ku ceritakan ke generasiku kelak” lanjut Kak Rahman.


“WOOII JANGAN NONTON AJA, BANTUIN DONG !!!” bentak salah satu teman KKNnya yang sedang bekerja.

__ADS_1


Ilyas yang sudah kelelahan di tengah jalan melepaskan jaket Nuge yang akhirnya terrbakar dan koyah di makan api.


__ADS_2