Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Aku tidak tahu apa-apa tentangnya (cerita Icha)


__ADS_3

Hari itu setelah Ilyas menolong kami sendirian, kami akhirnya di bebaskan oleh para Polisi. Kak Kiki, Yusuf, dan Kak Rahman menghampiri Ilyas. Dan betapa terkejutnya aku setelah mendengar jeritan Kak Kiki. Begitupun dengan semua orang di sana.


"Siapapun tolong Ilyas !!!!. Di perutnya !!!!. Di perutnya tertancap Pisau !!!!. Dia tidak sadarkan diri !!!!. Siapapun tolong !!!!" teriak Kak Kiki ketakutan dan panik.


Kak Rahman mulai mengangkat Ilyas yang penuh dengan luka dan berlumuran darah. Aku berlari menghampirinya dan Ita juga begitu. Aku berusaha menyadarkan Ilyas tapi dia tidak sadarkan diri. Kak Rahman berlari menuju ke salah satu mobil polisi yang kosong dan menaruh Ilyas di sana.


"Pak !!!!. Cepetan bawa kami ke rumah sakit sekarang juga !!!. Teman kami sekarat !!!!" teriak Kak Rahman.


Polisi yang sebelumnya berbicara dengan Ilyas menghampiri kami dan memerintahkan pada kami.


"kalian menyusul saja nanti dengan mobil angkutan. Karena mobil kami bahkan tidak cukup untuk membawa berandalan ini. Kalian pergilah cepat cari Taxi Online" saran pak polisi itu.


Ita memakai hp nya dan mencari Taxi Online. Setelah mobilnya datang dia membawa kami ke rumah sakit terdekat, Anggapan kami Ilyas pasti ada di sana. Setelah sampai, ternyata dia beneran ada dan sekarang di UGD untuk di periksa. Kondisinya sedikit kritis dan itu membuat kami semakin panik. Polisi yang mengenal Ilyas menelpon salah satu temannya.


Kami semua menunggu di sana hingga sore hari. Boss di tempat kerja Ilyas dan pria yang tidak ku kenal menghampiri kami.


"bagaimana keadaan ilyas ?" tanya boss Ilyas pada Ita.


"Dia dalam keadaan kritis Boss... hiks.. Ini semua salahku... Ini semua salahku...." kata Ita yang menyalahkan dirinya dan membuatku ikut menangis.


Yusuf hanya memelukku dan menenangkanku. Pria yang tidakku kenal itu memukul kaca UGD dan berkata dengan Geram.


"Dia tidak akan mati. Dia hanya tidur istirahat. Jangan berani mengatakan dia sedang sekarat, karena dia adalah pria terkuat di daerah ini" kata pria itu.


Kak Rahman mendorong pria itu dengan perasaan kesal tidak tertahankan.


"jangan mencoba membuat kegaduhan, teman kami sedang sekarat terbaring lemah sekarang. Lebih baik kau tenang" kata kak rahman geram.


Pria itu memegang dan meremuk tangan kak Rahman dengan keras. Sampai kak Rahman menjerit kesakitan.


"Kau jangan seenaknya mengatakan dia lemah. Kau bahkan menjerit karena remukanku, dia itu bahkan lebih kuat dariku. Dia adalah Sayap Kananku" kata Pria itu.


Aku curiga dengan perkataannya dan mengingat perkataan Ilyas di gudang tua, dia mempunyai teman yang pernah meratakan Geng Motor Asoka. Saat aku melihat jaketnya yang berwarna hitam juga, aku melihat tulisan di punggungnya yang sesuai dugaanku.


"One Eagle. Jadi kau Rekannya Ilyas ?" kataku pada pria itu.


"Kau mengenalku ?" kata pria itu sambil melepaskan remukannya.


"Ilyas tadi menceritakanmu saat berkelahi menghadapi gerombolan Gangster. Dan aku adalah sahabatnya" jawabku sambil memperkenalkan diriku.


Pria itu tersenyum sejenak dan mendekatiku. Aku cukup ketakutan karena keganasannya tadi. Tapi…


"kalau begitu, kau pasti Ichi. Dia selalu menceritakanmu saat aku Telepon, Chat, dan ketemu dengannya. Terima kasih sudah menerima kekurangannya walaupun dia adalah orang yang aneh" kata pria itu yang ternyata mengenalku.

__ADS_1


Namun tiba-tiba dia melihat kearah Yusuf dengan tatapan marah, Yusuf terlihat tunduk ketakutan. Saat itu aku bertanya padanya.


“ada apa ?” tanyaku padanya.


“tidak apa-apa” balasnya singkat sambil mengalihkan perhatiannya.


"Namaku Anugrah. Orang akrab memanggilku Nuge. Dan benar, aku adalah partner Ilyas. Walau lebih tepatnya aku Rivalnya sih" lanjut pria itu mengenalkan diri.


"Ngomong-ngomong tentang kuat, sebenarnya kalian berdua ini siapa ?" tanya Kak Kiki penasaran.


Lalu polisi yang mengenal Ilyas mendekat dan menceritakan tentang merek berdua.


"Saat mereka berdua duduk di bangku SMA, mereka berdua di takuti di wilayah ini. Mereka awalnya di sebut sebagai Duo Iblis bagi mereka yang pernah menghadapinya. Sampai akhirnya mereka membuat kelompoknya sendiri dengan mengenakan Jaket layaknya seorang Gangster dengan sebutan One Eagle" kata pak Polisi yang membuat kami cukup terkejut.


"Puncak kejayaan mereka berdua saat mereka berhasil meratakan Geng Motor Asoka. Cuma mereka berdua yang meratakan Geng Motor gabungan tersebut dan dia di juluki sebagai pria terkuat. Apalagi saat itu Ilyas..." kata Pak Polisi.


Belum sampai omongan pak polisi, Nuge menegurnya


"lebih baik bapak tidak membuka aib kami lebih panjang. Karena melihat ekspresi mereka, sepertinya Ilyas menyembunyikan hal tersebut dari mereka semua" kata Nuge menegur pak polisi.


"Jadi benar yaa ?, Ilyas mencuci tangannya dan melakukan penebusan Dosa sebagai orang biasa. heh seperti di film-film saja" kata Pak polisi tidak menyangkanya.


"Ilyas yang kami kenal hanyalah orang yang paling suram di fakultas kami" kata kak Rahman.


"Dia adalah orang baik yang aku kenal" balas Yusuf.


"Ilyas-kun adalah seniorku di tempat kerja" kata Ita


"dia adalah pegawaiku yang paling ku banggakan. Walau dia sering terlambat" lanjut bossnya.


"Dia adalah sahabatku, orang biasa yang bisa di dapatkan di mana saja" balasku sambil menggenggam gantungan kunci keberuntungan kami.


Entah kenapa setelah mengatakan itu dan mendengar dari semua orang, aku ternyata tidak mengenal ilyas dengan baik. Justru dia yang mengenalku begitu baik.


Apakah aku ini benar-benar sahabat yang baik untuknya ?.


Kenapa aku baru menyadarinya sekarang ?.


Apalagi setelah pacaran dengan Yusuf, aku sudah jarang bertemu dengannya.


Sahabat macam apa aku ini ?.


Sahabat macam apa yang meninggalkan Sahabatnya sendirian ?.

__ADS_1


punya kekuatan dan ditakuti orang sepetti itu, dia pasti sangat kesepian.


Dia yang memanggilku Cahaya, nyatanya aku tidak terang seperti yang ia kira. Saat itu aku begitu cengen dan hanya meneteskan air mata. Aku menyesal, selama ini menjadi beban untuk Ilyas.


Saat kami semua merenungkan Ilyas, Nuge tersenyum dan melihat kearah Ilyas yang sedang di rawat oleh dokter.


"Ilyas memang hebat yaa ?. yang kalian kenal adalah Ilyas yang sebenarnya" kata Nuge yang membuat kami terkejut.


"Apa maksudmu Nuge ?" tanyaku padanya.


"Yaa Ilyas yang kalian sebutkan adalah Ilyas yang sebenarnya. Dan Ilyas yang ada di sisiku di masa lalu adalah Ilyas yang sudah menghilang" kata Nuge sambil tersenyum.


"Kami tidak paham apa yang kau katakan" balas Ita bingung.


Saat itu Nuge bercerita di pertempuran terakhir mereka, saat itu Nuge terkapar dan Ilyas masih berdiri dengan gagahnya. Melihat Nuge terbaring kalah, Ilyas pun baring di dekat Nuge dan berkata padanya.


"ini adalah pertempuran terakhirku. Setelah ini, Ilyas yang kau kenal akan menghilang" kata ilyas.


"Apa maksudmu itu ilyas ?. Kau ingin membersihkan tanganmu ?" tanya Nuge padanya.


"yah, lebih tepatnya aku akan melakukan Penebusan Dosaku dan menjadi orang normal dan aku akan Kuliah biar bisa jadi pintar. Dan suatu saat, aku akan menjadi Guru seperti apa yang di harapkan Indah dariku. Agar Siswa terlantar seperti kita berdua mempunyai tempat bernaung untuk berubah dan menjadi masyarakat yang layak" kata Ilyas sambil merentangkan tangannya ke atas dan melebarkan tangannya menutupi cahaya matahari.


Nuge yang melihat itu terkesima dan tersenyum.


"menurutku orang sepertimu pasti bisa. Karena kau adalah orang yang tidak mudah menelantarkan teman-temannya" balas Nuge mendukungnya.


Saat mendengar cerita masa lalu Ilyas akhirnya aku dan mungkin kami semua memahami kenapa ilyas tidak sesuai dengan apa yang di ceritakan oleh pak polisi dengan Nuge. Karena dia sedang melaksanakan penebusan dosanya serta berusaha menjadi orang yang normal. Rasanya sedih, padahal aku sahabatnya tapi aku tidak memahaminya. Nuge mengetuk jidatku dan berkata..


"kau mungkin berpikir padahal aku sahabatnya, kenapa aku tidak bisa mengetahui hal itu kan ?. Jujur saja, bahkan Ilyas tidak akan peduli dengan perkataanmu itu. Kau tau kan dia orangnya seperti apa ?" kata Nuge menyemangatiku.


Mendengar hal itu aku memikirkan Ilyas yang selama ini di sisiku.


Yah.... Dia tidak terlalu peduli di sekitarnya selama itu membuatnya nyaman.


Kalau aku bersedih begini, dia mungkin akan kecewa.


Karena itulah aku harus kuat.


Aku menghapus air mataku dan berdoa pada tuhan agar Ilyas segera di sembuhkan. Nuge berjalan menuju ke pintu UGD


"kalau kau sudah memahami Ilyas, maka seharusnya kau tahu ilyas tidak akan mati dengan mudah. Dia akan hidup karena kita semua masih membutuhkannya. Muridnya di masa depan membutuhkan bantuannya. Ilyas, tidak akan mati dengan mudah" kata Nuge meyakinkan kami yang hadir di sana.


Dan kami masih tetap mengharapkan Ilyas akan segera bangun walau dia dalam keadaan Kritis.

__ADS_1


__ADS_2