
Kondisi di STM 66 menjadi rancau saat Maddo' telah di hajar semalam dengan lebam yang berada di wajahnya. Dengan tipu dayanya, dia melapor ke Juanda dengan laporan yang palsu.
"Sekolah Elite kebangsaan itu, tidak bisa kita percaya. Dia menghajarku diam-diam saat mereka punya kesempatan semalam padahal kami tidak mengusiknya" kata Maddo memberi laporan palsu.
"Haahh ?. Kamu aja kali yang menyerang duluan" balas Juanda.
"tapi itu kebenarannya Boss, dia sampai bilang pada kami semuanya adil dalam Cinta dan Perang dia melakukan kelicikan seperti itu"
"iya boss. Bahkan, dia tidak segan-segan membuat teman kita cedera. Si Doni tidak hadir sekolah karena cedera berat yang ia terima"
"Doni... melakukan pengorbanan yang luar biasa. Dia tinggal sendirian dan membiarkan kami kabur setelah di babak belur di keroyok oleh mereka" kata pengikut Maddo yang juga memberikan laporan palsu.
"memangnya, siapa yang memimpin penyerangan itu. Apakah kau mengenalnya ?" tanya Juanda yang penasaran.
"Namanya Lord Khaled Luthfi. Dia memakai Stick Bat. tapi, aku mempunyai ide curang yang sama kalau ingin menghadapinya" balas Maddo.
"jelaskan Maddo. Kali ini, kita akan menghadapinya bersama-sama" balas Juanda meyakinkannya.
"Kecurangan... harus di balas dengan kecurangan... malam itu mereka bermain curang, maka kita juga akan melakukan hal yang sama" balas Maddo sambil tersenyum jahat.
...****...
Di sore hari, Ilyas dan Nuge akhirnya pulang bersama sebelum menyalakan mesin motornya, mereka berdua membicarakan sesuatu.
"Nuge, ada satu hal yang membuatku penasaran" kata Ilyas pada Nuge.
"apa itu Aibo ?" tanya Nuge penasaran.
"setelah Nurhan mengundurkan diri baru-baru ini.... bagaimana kondisi Asoka sekarang ?" tanya Ilyas membuat Nuge kepikiran.
"Anjirr kau membuatku kepikiran. Mana aku nggak pernah melihat mereka belakangan ini" balas Nuge sambil menggaruk kepalanya.
"mau mengunjungi mereka ?" tanya Ilyas.
"Ide yang bagus" balas Nuge mengajukan jempol.
Namun, apa yang mereka bayangkan sangat berbeda. Markas mereka yang dulunya bersih di kepemimpinan Nurhan, kini sangat berantakan layaknya Markas Neraka para Berandalan.
"I... ini Asoka kan ?" tanya Nuge yang terkejut.
__ADS_1
"tidak mengherankan, semuanya sudah ketebak menurutku" balas Ilyas dan memasuki markas Asoka.
Saat memasuki Markas tersebut, begitu ramai layaknya pasar. Penuh dengan kebejatan di mana para Perempuan Pelacur bergoyang dengan alunan musik dan melayani pria di sana, begitu banyak bau alkohol dan puntung rokok berserakah serta, beberapa dari mereka mengkomsumsi Ganja dan beberapa Suntik serta obat-obat terlarang.
"Selamat datang di Asoka yang baru... Dek Ilyas dan Nuge...." kata salah satu orang di sana yang terlihat mengenakan jubah Pemimpin Geng Motor Asoka.
"Nazar... jadi kau pemimpin Asoka yang baru ?" tanya Nuge.
"iyadong. Setelah aku mengajukan diri, beberapa Pro dan Kontra bermunculan. Sebagian dari bukan pendukungku memisahkan diri dan membentuk Geng Berandalan tersendiri namun yang bertahan, kubuktikan dengan pukulan bahwa aku itu layak" balas Nazar yang begitu sombongnya.
"Jujur saja, kau tidak layak jadi pemimpin bagi Geng ini karena kau... tidak memenuhi harapan Nurhan" kata Ilyas mengejek Nazar.
Perkataannya itu membuat semua orang yang di dalam Geng itu geram dan meneriaki Ilyas dan Nuge lalu mengangkatkan bahkan menodongkan senjata padanya. Ilyas dan Nuge memperhatikan sekitarnya namun mereka sudah dikerumuni oleh Anggota Geng Asoka. Nazar mengangkat tangannya meredahkan amarah para Anggotanya. lalu melangkahkan kaki kearah mereka.
"dari awal aku memang tidak menyetujui dirimu yang orang luar masuk ke dalam kawasan kami Ilyas. Karena perkataanmu itulah, jangan berharap kau mendapatkan bantuan lagi dari Asoka" kata Nazar mengancam Ilyas.
"dari awal aku memang tidak mengharapkan bantuan kalian" balas Ilyas sambil tersenyum.
"kalau begitu keluarlah dari One Eagle kecuali dirimu Nuge, kau adalah bagian dari kami melalui Nurhan. Kau tetaplah bersama kami dan andalkanlah kami, maka kami akan datang" bujuk Nazar pada Nuge.
Nuge menghela nafas beratnya lalu memegang pundak Nazar.
"Apa Maksudmu ?" tanya Nazar mulai kesal.
"aku sudah bersumpah mengikuti Ilyas bahkan ke Neraka sekalipun, tentu saja aku rela keluar bahkan memusuhi Asoka sekalipun kalau Geng ini menganggu kami" balas Nuge menunjuk semua orang di sana membua semua orang geram.
"Saat kami tidak bisa mengandalkan Polisi, Guru, dan Orangtua sekalipun maka kami akan menjadi Berandalan..." kata Ilyas sambil mengeluarkan Nunchakunya.
"YANG TIDAK TAKUT DENGAN SIAPAPUN !!!" bentak Ilyas dan Nuge.
Dan Nuge, menunjuk Nazar dengan penuh hina sambil berkata.
"Tanpa terkecuali Asoka sekalipun..." lanjut Nuge mengancam.
Mereka berdua meninggalkan markas itu dan dengan kesalnya, Nazar mengambil sebuah botol dan melemparnya kelantai.
"INGAT INI BAIK-BAIK !!!. ASOKA TIDAK AKAN MELINDUNGI KALIAN LAGI !!!!. KALAU KAU MENGUSIK KAMI MAKA ORANG DI SEKITARMU AKAN MENJADI KORBANNYA, INGAT ITUU !!!" bentak Hans pada mereka.
Namun Ilyas dan Nuge melambaikan tangan sambil meninggalkan tempat itu. Dan karena kejadian inilah yang menimbulkan perpecahan antara Asoka dan One Eagle hingga muncul kebencian diantara kedua kelompok ini.
__ADS_1
...****...
Setelah meninggalkan tempat itu, Ilyas menaiki motornya begitupun dengan Nuge. sebelum berangkat, mereka sempat berbincang.
"apa kau yakin dengan keputusanmu Nuge ?" tanya Ilyas.
"Yaiyalah memangnya kenapa ?" tanya Nuge kembali.
"padahal kau bisa saja berada di bawah naungan mereka dan kau terlindungi dari bahaya manapun. Maaf, sepertinya aku membawamu di kondisi yang berbahaya" balas Ilyas menyesali dirinya.
"Aibo... kau ini kenapa sih ?. Sudah aku bilangkan ?. Aku akan mengikutimu bahkan keneraka sekalipun. Jadi, aku tak menyesalinya sedikitpun. terlebih lagi... kau melihatnya kan ?" tanya Nuge dengan serius.
"Yaahh... karena itulah aku menantang mereka. Asoka yang kita kenal, sudah tidak ada lagi. Mungkin akan ada masa kita akan benar-benar menghancurkan Asoka suatu saat nanti dengan tangan kita sendiri" balas Ilyas lalu menjalankan motornya.
"sepertinya kita harus menjadi lebih kuat lagi yaa ?. Amit-amit melawan orang sebanyak itu sekaligus dengan kekuatan yang sekarang" kata Nuge yang juga menjalangkan motornya.
"Yahh karena sepertinya... kita selangkah menuju ke Gerbang Neraka" balas Ilyas dan mulai mengendarai motornya bersama dengan Nuge.
Namun mereka tidak menyadari suatu hal. Di balik perselisihan mereka, salah satu murid STM 66 memata-matai mereka dan langsung menghubungi Maddo'.
"halo ?. Ada apa kau menghubungiku ?" kata Maddo' mengangkat teleponnya.
"halo Boss. Sepertinya aku tidak sengaja mendapatkan informasi penting dari One Eagle" balas murid STM 66 itu.
"Hmm ?. Apa itu ?" tanya Maddo' yang ternyata sedang bermain kartu bersama dengan kawanannya.
"One Eagle berselisih dengan Asoka dan memisahkan diri dari Geng Motor tersebut" balas Murid itu membuat Maddo' terkejut dan langsung berdiri.
"Apa katamu ?. Kalau berbohong lidahmu aku potong" balas Maddo tidak percaya.
"Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri Boss. Sekarang posisiku masih di dekat markas Asoka setelah Ilyas dan Nuge pergi" kata Siswa itu.
Mendengar kabar baik itu, Maddo' menutup teleponnya sambil tersenyum dan tertawa jahat dengan senangnya. Dia menendang Meja yang ia pakai main kartu dan duduk layaknya orang yang puas.
"One Eagle.... kini kau berada di ambang kehancuran. Sebentar lagi, eramu akan berakhir" kata Maddo' dengan percaya dirinya.
"ONE EAGLE TANPA ASOKA TIDAK ADA APA-APANYA BWAHAHAHAHAAAA !!!!!" tawa Maddo' dengan bahagianya.
...****...
__ADS_1
Facebook : HackBae. Instagram : hackbae2022