Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Chapter 63 (Season 2) : Kekompakan One Eagle yang Baru


__ADS_3

Pagi menjelang Siang itu penuh dengan ketegangan karena akhirnya Bagas dan Nuge bertemu langsung dengan Maddo'. Date yang akhirnya sadar, mulai berusaha berdiri dan berbicara.


“Bagas..., Nuge..... Maaf telah membuat kalian sebagai Pentolan turun tangan” kata Date menundukkan kepala menyesal.


Nuge dan Bagas melepas tangkisannya dan memukul kepala Date secara tiba-tiba.


“Auucckk !!!. kok malah aku yang di pukul sih !!!?” bentak Date kesal.


“Yaa ini semua kesalahanmu malah ngarep lindungan dari kami lagi” kata Bagas kesal.


“kalau bukan karena kau, ini semua tidak bakal terjadi, Bakayaroo… (Bodooh...)” lanjut Nuge yang juga kesal.


“Heh ?. Kau tau masalahnya ?” tanya Bagas pada Nuge.


“yaa karena rumornya beredar di Grub sekolah sih” balas Nuge.


Setelah melakukan hal itu, Bagas menatap mereka dan menundukkan kepala.


“aku adalah Pentolan di sekolah ini. Aku mohon, maafkan perbuatan Juniorku itu. Dia baru di sini makanya dia belum memahami hal itu” kata Bagas sambil menundukkan kepala.


“heh, memang gampang minta maaf tapi, teman kami di hajar sampai luka memangnya kalian mau bertanggung jawab ?. Perbuatannya bahkan menjelekkan Citra kami sebagai anak STM” kata Maddo’ memancing mereka.


“Pak, bagaimana ini ?. Apakah kita harus melapor ke polisi ?” kata salah satu guru kepada kepala sekolah.


“masalah seperti ini biarkan mereka menyelesaikannya. Kita cukup mengawasinya. Aku bahkan belum mengalami hal yang seperti ini, makadari itu aku tidak tahu bertindak seperti apa” kata Kepala Sekolah yang ragu.


“kenapa baru kali ini bapak ragu ?. Kalau kasus Indah kemarin bapak gercep kok. Bapak pilih kasih yaa ?” kata Khaled yang datang sambil memainkan hpnya.


“lagipula, aku sudah menghubungi mereka. Mereka akan segera kemari” lanjut Khaled kepada kepala sekolah.


Semua guru terkejut karena Khaled dengan santainya langsung menghubungi Polisi. Di sisi lain, Nuge kesal mendengarkan pernyataan Maddo’ yang secara sepihak kepada Bagas.


“kau sudah melukai teman kita juga kan ?. bukankah kita sudah Impas ?” kata Nuge menawarkan.


Mendengar tawaran Nuge, Juanda diam lalu memegang pundak Maddo’.


“sepertinya kita sudah selesai Maddo’” kata Juanda menenangkan Maddo’.


“BELUM !!!. Ini belum berakhir kalau si Pentolan belum SUJUD DI HADAPAN KAMI !!!” kata Maddo’ masih mengancam.


“OOII !!!. ITU SUDAH BERLEBIHAN !!!” bentak Nuge.


Namun Bagas langsung sujud di hadapan para anak STM 66.


“aku mohon maafkan dia, untuk pertama kalinya di semester ini akhirnya sekolah kami tidak membedakan murid-murid lagi dan kami bisa belajar dengan tenang. Aku mohon..., jangan buat ini berakhir dengan buruk” kata Bagas sambil sujud.


Melihat hal itu, seluruh teman-teman Bagas jadi kesal dan murid-murid yang melihatnya tidak tega dengan kejadian itu namun takut untuk menanggapi. Sedangkan anak-anak dari STM 66 itu langsung memfoto Bagas yang kini memalukan. Maddo’ mendekati Bagas dan mengangkat kakinya


“Heh, dasar rendahan” kata Maddo’ lalu mau menginjak kepala Bagas.


Tapi tiba-tiba, kaki Nuge menahan kaki Maddo’ agar tidak menginjak kepala Bagas.


“Ternyata, adegan yang di lakukan Bajak Laut itu ada gunanya juga. WOOEEE !!!, kau sudah berlebihan. HENTIKAN PERBUATANMU !!!!” bentak Nuge kesal.


Maddo’ memaksa menurunkan kakinya tapi tidak mampu karena tertahan oleh kaki Nuge.


“Kaki anak ini sangat kuat. Bahkan dia menahan pukulan Juanda tadi dengan satu tangan. Seperti, menghadapi batu yang sangat keras” gumam Maddo’ dalam hatinya.

__ADS_1


Melihat anak STM 66 itu belum pulang, guru yang sebelumnya berkata kasar pada mereka kembali dengan kata-kata yang lebih buruk.


“Dasar Murid-murid sampah, seharusnya kau sudah meninggalkan tempat ini karena kami sudah memanggil Polisi. Karena inilah aku tidak setuju kelas E di gabungkan dengan Murid dari kelas gedung Umum pak kepala sekolah" kata guru itu mengejek


"Murid-murid seperti mereka hanyalah Sampah Masyarakat !!!, Beban Negara !!!, Berandalan !!!, Mahluk Liar !!!” lanjut bentak guru itu yang membuat seluruh murid STM 66 kesal begitupun dengan Maddo’ dan Nuge melihat guru itu dengan tatapan tajam.


Guru itu ketakutan dan berlindung di belakang Khaled.


"Bapak ini kenapa sih ?" kata Khaled yang risih.


Tiba-tiba semua orang terkejut karena Ilyas datang melewati anak-anak STM itu dari belakang sambil menggeser mereka satu-satu hingga melewati Juanda dan Maddo dengan santainya menguap membawa kantongan yang berisi beberapa makanan dari Marimart. Ilyas mendekati guru yang di belakang Khaled dan memeluk guru.


"Ii.. Ilyas... aku tahu pelukan itu nyaman tapi, Bapak normal lho. Bapak masih suka perempuan" kata Guru yang di peluk Ilyas.


Tiba-tiba, Ilyas memeluknya dengan keras dan memberikannya bantingan Suplex tanpa basa-basi sedikit pun.


“I.. ilyas. Aa.. apa yang kau lakukan ?” kata Ibu Nur yang sudah tidak lama melihat Ilyas.


“Ahh... ibu Nur lama nggak ketemu. Gimana Program S2 nya ?. berjalan lancar ?” tanya Ilyas dan membuat ibu Nur hanya menganggukkan kepala.


Di susul oleh Natasya yang mendekati Ilyas dan Rika yang menarik Bagas.


“Kak Bagas kalau memang pentolan, perlihatkan sikap kepemimpinan kakak. Jangan mau di buat tunduk. Karena orang jahat akan selamanya jahat kalau tidak sadar diri” kata Rika menyinggung Maddo’ yang akhirnya diam.


Guru lain yang melihat Ilyas menjadi kesal karena menyerang Guru.


“ILYAS !!!. APA-APAAN SIKAPMU INI !!!?”.


“SIKAPMU ITU TIDAK BERUBAH PADAHAL SUDAH DI PINDAHKAN KE KELAS UMUM !!!”.


“MAU JADI APA KALAU SUDAH DEWASA HAAHH !!!?. Malah bersikap berandalan seperti ini” kata para guru yang melihat Ilyas dengan kesal.


“aku bertanya pada kalian. Seandainya bu Haspita masih ada di sini, apakah dia akan mengatakan hal sekasar itu pada murid ?” tanya Ilyas pada guru yang mengejeknya.


“seandainya The Absolute Teacher masih ada di sini, apakah dia tinggal saja membatu memperhatikan saat Muridnya terluka seperti ini ?. Pak ?” tanya Ilyas kepada kepala sekolah.


“Seandainya Bu Haspita masih ada, Apakah dia akan mengabaikan Murid-muridnya begitu saja


tampa mempedulikannya ?. AKU TANYA PADA KALIAN TEMAN-TEMAN !!!!” teriak Ilyas kepada murid-murid yang melihat dari balik jendela.


“tentu saja tidak. Kalau ada guru seperti bu Haspita sekarang, pasti di antara kalian ada yang di panggil The Absolute Teacher oleh murid-murid” lanjut Ilyas menyinggung para guru.


Lalu Natasya berjalan ke kumpulan anak STM 66 dengan mengenakan stelan Jasnya.


“kami adalah pelajar di sini. Apa yang di lakukan junior kami kemarin, itu adalah kesalahannya dan jujur saja, itu tidak ada kaitannya dengan kami. Kami menyuruh kalian pergi bukan karena kami takut, tapi kami terganggu saat proses pembelajaran” kata Natasya tegas pada anak STM 66.


Mendengar ketegasan dari Natasya, seluruh anak STM kesal. Tapi, Juanda mengangkat tangannya.


“hentikan teman-teman. Apa yang di katakan perempuan ini ada benarnya. Mereka adalah kaum pengisap jempol manja yang haus dengan pengetahuan. Tugas kita selesai dengan menghajar si Date dan kawan-kawannya. Polisi akan segera kemari, ayo pergi” kata Juanda pada teman-temannya.


Maddo’ tidak menerima ejekan dari Natasya dan membuatnya merasa di permalukan


“baru kali ini aku di permalukan. AKU TIDAK AKAN PULANG SEBELUM MENYAKITI PEREMPUAN ITU…. !!!!” teriak Maddo’ kesal mengayungkan pukulannya kearah Natasya.


“coba saja.... itupun kalau kau bisa menyentuhku karena sebelum menyentuhku, Teman-temanku akan membuatmu babak belur” ancam Natasya.


Dan benar, di belakang Natasya sudah siap Khaled mengayungkan Stickbat kearah pundak Maddo’. Ilyas yang mengayungkan pukulan ke dagu Maddo’, Nuge yang menggunakan tendangan Salto kearah kepala Maddo’, dan Rika yang mengarahkan tendangannya kearah pinggang Maddo.

__ADS_1


Dengan cepat, Juanda menariknya hingga seluruh serangan dari pasukan One Eagle bertabrakan. Semua orang terkejut melihat kekompakan itu dengan sigap hampir membuat Maddo'menjadi babak belur.


"aa... apa-apaan itu tadi ?" kata Maddo' panik.


“Fiuhh hampir saja” kata Rika legah.


“kalau kau tidak menghindar, kuberi kenangan di wajahmu” lanjut Nuge mengancam.


“Jangan sentuh Manejer kami” kata Ilyas melarang.


“kalau tidak, kupatahkan tulangmu” balas Khaled mengayungkan Stickbatnya menunuuk ke arah Murid-murid STM 66.


Maddo’ melihat kearah Juanda dan terlihat Juanda langsung tersenyum kearah mereka.


“Heee…. Bahkan berkelahi denganku kau tidak tersenyum. Mereka membuatmu tertarik yaa ?. Juanda ?” tanya Maddo’ pada Juanda.


“Haa… terlihat dari punggungnya One Eagle, sepertinya mereka lebih menarik daripada yang lain” balas Juanda menutup senyumnya dengan tangannya.


“Iiiuuwweeaaahkk senyumannya itu menjijikkan bikin merinding aja” kata Melly yang datang-datang langsung jijik.


“jangan dilihat atuh Melly” balas Khaled menegur.


“suatu saat kita akan ketemu lagi, One Eagle !!!” kata Maddo’ dan berlari meninggalkan sekolah Unggulan Kebangsaan karena sirine polisi mulai mendekat.


Saat mereka pergi, Melly menghawatirkan Natasya dan mendekatinya.


“Natasya, kau tidak apa-apa ?. Sepertinya kau hampir di hajar tadi” kata Melly khawatir.


Namun tiba-tiba, Melly terkejut karena Natasya terharu dengan mata yang belo seperti kucing


“teman-teman... hikss... kalian melindungiku ?” tanya Natasya terharu.


“ITU KARENA KAU CEROBOH BODOH !!!!” bentak teman-temannya kesal.


"Muweeeheeee..... aku ketakutan tadi huwaaahaaaaaa..... !!!!!" teriak tangis Natasya yang punggungnya di usap oleh Melly.


"Gini amat jadi Asistennya" gumam Melly dalam hatinya.


Namun tiba-tiba, Ibu Nur meremuk tangannya hingga berbunyi lalu memegang kepala Natasya.


“Natasyaa… aku tahu kau Putri dari Puang Onding. tapi sebagai Pembimbingmu dari Club Perpustakaan Gedung E, ayahmu sudah berpesan untuk menghukum dan menegurmu kalau kau berbuat masalahkan ?. Ke ruang Club denganku sekarang” kata Bu Nur kesal.


“teman-teman, tolong aku… hiks…” kata Natasya ketakutan.


“ke kantin yuk teman-teman ?” tanya Khaled meninggalkan Natasya.


“Ayuukk !!!” jawab Rika dan Melly kompak meninggalkan Natsya.


“YAKISOBA ASAM MANIS, I AM COMIINNGGGG !!” teriak Ilyas dan Nuge berlari meninggalkan Natasya.


“TEGANYA KALIAAAHAAANNN… !!!!” teriak Natasya sambil menangis.


"Jangan lari Natasyaaa…” kata Ibu Nur yang sudah marah sampai bertampang seperti Iblis.


“TIDAAAAAAHAAAAAAKKKKKK….. !!!!!!” teriak Natasya di seret bu Nur.


...****...

__ADS_1


Facebook : HackBae. Instagram : hackbae2022


__ADS_2