
Siang itu, Natasya mencoba mencari Ilyas di gedung kelas khusus E hingga sampai ke Roof top gedung E. Ia melihat sekitar kiri dan kanan dan terlihat, Ilyas yang duduk sendirian di sana.
“sudah kuduga kau ada di sini” kata Natasya yang menghampiri Ilyas.
“kenapa kau bisa tahu aku ada di sini ?” tanya Ilyas terkejut.
“karena waktu kecil dulu juga kau seperti ini. Memanjat pohon pasti menaiki sampai di puncaknya dimana Angin menghembus kencang” kata Natasya mengingatkan masa lalu Ilyas.
Ilyas memegang wajahnya dan mengusapnya lalu memukul pagar yang ia sandari.
“entah sejak kapan semuanya rancau seperti ini ?. Semuanya membuat kepalaku pusing” kata Ilyas dan mengusap-usap keapalanya dengan keras.
Natasya duduk di samping Ilyas dan berbicara dengannya.
“Tuhan tidak akan memberikan coba’an pada hambanya melainkan hamba itu bisa melewatinya. Tuhan tau sampai mana batasanmu sebagai hamba dan memberikan cobaan padamu sesuai porsinya” balas Natasya mencoba menenangkan Ilyas.
“kalau begitu, apa yang harus aku lakukan ?” tanya Ilyas yang kebingungan.
“jalani saja apa adanya. Mau kalian bertengkar kek atau apa kek, mau kau jatuh atau kalian misah, biarkan saja semuanya berlalu bagaikan angin yang menghembus ini....." kata Natasya meresapi angin yang bertiup.
"Biarkan takdir yang memberimu jalan dan pilihan, tugasmu hanya memilih sekarang” lanjut Natasya menyandarkan kepalanya di pundak Ilyas.
Ilyas melihat ke atas langit dan pikirannya kemana-mana memikirkan kejadian hari ini hingga akhirnya Ilyas mendapatkan sebuah jawaban.
“Kalau tuhan memberikanku Takdir yang susah, kenapa tidak aku melawan Takdir saja ?” kata Ilyas yang membuat Natasya terkejut.
“Heehh !!!?. K.. kka… kau mau melawan tuhan gitu ?” tanya Natasya terkejut.
“nggak, Cuma kepikiran saja” balas Ilyas dan tersenyum.
“Fiiuuhhh… kau ini jangan ngadi-ngadi gitu dong” kata Natasya legah.
Lalu Ilyas tertawa di lanjut Natasya yang juga tertawa.
“senang rasanya melihat Ilyas ceria kembali” kata Natasya pada Ilyas.
“maaf membuatmu Khawatir” balas Ilyas menyesal.
“Ngomong-ngomong... tadi aku juga menyaksikan kamu dan Indah lho dari awal sampai ciuman kalian” kata Natasya membuat wajah Ilyas merah merona.
“jangan di bahas lagi dong Natasya” kata Ilyas malu.
“aku akan tetap membahasnya. Karena apa yang di katakan Database-Sama ada benarnya juga. Seharusnya kau memperhatikan sekitarmu Ilyas, jangan sampai ada hati yang terluka Karena perbuatanmu” kata Natasya.
“jadi kau mendukung Database-Sama nih ?” tanya Ilyas pada Natasya.
“jujur saja iya. Karena aku mengalaminya juga” balas Natasya yang membuat Ilyas kebingungan.
“apa maksudmu ?” tanya Ilyas kebingungan.
“Aku juga mencintaimu Ilyas. Melihat hal itu dengan kalian berdua, jujur saja sangat menyakitiku juga. Tapi aku menahannya” kata Natasya dengan jujur.
"Sejak kapan ?" tanya Ilyas penasaran.
__ADS_1
Natasya melihat ke atas langit dan menceritakannya.
"Saat kita masih kecil dulu, aku sangat menyukaimu karena kau begitu baik hati dan periang. Tapi tetap saja, Indah selalu saja mendekatimu dan mendahuluiku. Rasanya seperti... aku orang ketiga diantara kalian" kata Natasya mulai bererita.
"hari itu aku memutuskan agar aku bisa mengejarmu dengan caraku sendiri dengan cara, mungkin tidak menemuimu untuk sementara membuatmu rindu padaku. Aku mulai balajar sendiri di rumah agar makin cerdas. Namun tiba-tiba... ibuku meninggal" lanjut Natasya bercerita.
Mendengar hal itu dari Natasya membuat Ilyas sangat terkejut dan tak mampu berkata apa-apa.
"hari itu membuatku sangat sakit hati dan Ayahku mulai tegas tidak seperti dulu. Bahkan aku yang mau sekolah di tempat yang sama denganmu dilarang oleh ayahku dan malah membuatku melakukan Home Schooling. Dia membawakanku guru-guru terhebat dan mengajarkanku sampai akhirnya..." kata Natasya lalu menutup mata.
"Di tengah jalan aku melihat kalian berdua yang sudah mengenakan seragam SMP. dan hal yang mengejutkanku adalah kalian sudah Pacaran saat itu. Hatiku sangat sakit dan mulai menyerah mengejarmu dan mulai menyibukkan diri dengan belajar bahkan mematuhi keinginan ayah sampai akhirnya kita bertemu di acara ulang tahun berdarah itu, jujur aku senang mendengar kalian sudah putus. itu artinya, aku punya kesempatan tapi...." lanjut Natasya dan menghapus air matanya.
"Hari ini kau membuktikannya... kau benar-benar mencintai Indah. Kau sampai mengejarnya dan tak rela kalian berpisah. Aku sampai membayangkan... seandainya kau melakukan itu juga padaku saat aku tak pernah muncul kembali tapi nyatanyaa... hiks... di hari ulang tahunku kau bahkan sempat melupakanku" kata Natasya yang akhirnya menangis.
Ilyas menundukkan kepala dan menampar kedua pipinya dengan keras membuat Natasya terkejut.
"Maaf... selama ini aku membuatmu sakit hati. Sepertinya..." kata Ilyas terputus yang mulutnya di tutup oleh Natasya.
“kau tidak perlu menjawabnya. Melihat kalian berdua saja membuatku berpikir, aku tidak akan punya kesempatan. Karena cinta kalian benar-benar tulus. Semoga suatu saat nanti, ada orang yang bisa menyembuhkan luka di hatimu itu” kata Natasya yang juga menyembunyikan wajahnya di pundak Ilyas.
Dan ternyata, ia menyembunyikan wajahnya yang sedang menangis.
“maafkan aku, Natasya” kata Ilyas dan memegang tangan Natasya.
“tidak apa-apa, santai saja” balas Natasya dan menghapus air matanya.
Dan mereka berbincang-bincang sampai jam 3 pelajaran berbunyi. Canda tawa yang mereka tertunda selama bertahun-tahun lamanya kini kembali di atas Roof top sekolah layaknya pada saat mereka kecil dulu diatas pohon bertiga.
...****...
“Rika, aku mencintai Ilyas. Bahkan aku menyukainya lebih dulu sebelum kau” kata Natasya mencoba membujuk Rika.
Dan semua orang terkejut yang mendengar Natasya secara tiba-tiba seperti itu.
“ini bukan waktunya Natasya, kau lihat dia sekarang dalam keadaan sedih ?” balas Khaled memperingati Natasya.
“Justru itu kenapa aku memberitahukan padanya. Aku ingin bertanya padanya, bukan kamu Database-Sama” kata Natasya mendekati Rika.
“maaf kalau kesannya kasar, tapi hanya sampai situkah kau mencintai Ilyas ?. Kalau memang iya, lebih baik Rika menyerah aja” kata Natasya menantang Rika.
"NATASYAA !!!"bentak Khaled dan mulutnya langsung di sumbat sama Melly sambil di bisik.
"kamu ini bodoh yaa ?. Kau lupa dia anak Puang Onding ?" bisik Melly pada Khaled.
Perkataan Melly membuat Khaled sadar dan langsung melotot menutup mulut.
"aku senang kau mau diam sejenak Khaled karena ini memang bukan urusan Pria, tapi ini urusan Wanita" kata Natasya sambil tersenyum.
“Rika, Indah sudah pergi. Sudah pasti Ilyas akan mencoba Muff On karena Indah tidak akan pernah kembali” lanjut Natasya meyakinkan Rika.
Dan ungkapan itu membuat semua orang terkejut termasuk Melly.
"apa maksudmudia tidak akan Kembali ?. Jangan bercanda....." kata Melly tidak memerima kenyataan.
__ADS_1
“darimana kau tahu, Indah tidak akan kembali ?” tnya Rika yang terkejut dengan perkataan Natasya.
Dia mengambil kursi dan duduk begitupun dengan teman-temannya yang penasaran dengan apa yang akan di ungkapkan Natasya.
“Indah, menyembunyikan sesuatu dari kita sebelum dia pergi” kata Natasya yang membuat teman-temannya penasaran.
“katakan Natasya, apa yang di rahasiakan Indah ?” tanya Melly penasaran.
“Ilyas memberi tahuku tadi. Dia ingin mengatakannya tapi tiba-tiba kondisinya jadi runyam, makanya Ilyas memilih diam dan memendamnya sendiri” balas Natasya melipatkan tangannya.
“Di malam itu mereka berjalan berdua saat pesta kecil-kecilan kita, Indah mengungkapkan sesuatu yang tidak bisa kita kira” lanjut Natasya yang membuat teman-temannya makin penasaran.
“Natasya… dari tadi kau menjengkelkan sekali. Katakan saja nggak usah bertele-tele” kata Nuge penasaran.
“Indah.... sedang hamil. Dia mengandung anak dari pria yang pernah menggilirnya secara bersamaan tanpa henti” kata Natasya sambil meremuk kain pakaiannya.
Semua temannya terkejut bahkan Khaled yang langsung berbicara padanya.
"kau bercanda kan ?" tanya Rika tidak menerima kenyataan.
“ini bukan waktunya membicarakan tentang mencintai Ilyas. INDAH BAHKAN TIDAK BILANG APA-APAA !!!” bentak Khaled khawatir.
Melly langsung menghubungi nomor Indah tapi tidak aktif.
“semuanya sia-sia saja, kini Indah sudah membuang nomor hp dan menghapus Linenya. Sekalipun kau melacaknya, mungkin dia sudah ada dalam pesawat” kata Natasya memperingati mereka.
Khaled mencoba melacak Indah dan benar saja, dia berada daalm pesawat sekarang dalam kondisi yang tidak bisa di hubungi atau pesawatnya mengalami gangguan.
“SIALANN !!!. apakah Cuma sebatas ini kemampuanku sebagai Hacker, Database-Sama ?” kata Khaled yang memukul meja.
“sekarang kalian tahu kan ?. Kenapa Ilyas sampai segitunya tersakiti ?. Bukan karena Cinta saja, tapi dia merasa bertanggung jawab. Kalau kita berada di posisinya, apa kita mampu membawa beban seberat itu ?” tanya Natasya yang menyadarkan teman-temannya.
“Tidak kan ?. Bahkan untuk menyalahkan dirinya, dia tidak berbicara satupun tentang Indah. Dia bahkan menyuruhku diam pada kalian. Tapi, mana mungkin aku diam ?. Indah juga adalah teman kecilku. Seandainya aku tidak mengetahu hal ini, aku akan sangat merasa bersalah” kata Natasya dengan mata yang berkaca-kaca.
“dimana Ilyas ?” tanya Rika.
“dia barusan pulang tadi” balas Natasya.
“aku akan pergi menemuinya” kata Nuge dan pergi sambil membawa Jiketnya.
"Nuge tung..." kata Rika yang mencoba menghentikan Nuge.
"Dia sudah pergi. Memang mestinya dialah yang pergi, kita hanya perlu menunggu kabar saja" balas Melly yang duduk sambil meminum tehnya menenangkan diri.
"memangnya, Nuge sedekat itu dengan Ilyas ?" tanya Natasya.
"Iya. Nuge bagaikan sayap Kiri bagi Ilyas. Tanpa Nuge, Ilyas tidak akan bisa terbang. Dan Nuge juga merupakan hati Ilyas. Saat Ilyas tersakiti, Nuge tidak akan tinggal diam dan begitupun sebaliknya. Rival yang keren bukan ?" lanjut Khaled sambil tersenyum.
"Yaahhh aku rasa, cuma Nuge yang bisa mengetuk hati ilyas kali ini" lanjut Rika yang duduk pasrah.
Nuge menuju ke motornya dan mengendarainya menuju ke rumah Ilyas dengan laju yang sangat kencang.
"Aibo.... Tunggu aku..." Gumam Nuge dengan laju motor yang sangat kencang.
__ADS_1
...****...
Facebook : HackBae. Instagram : hackbae2022