
Keesokan harinya, Nuge pergi sekolah dan memasuki kelasnya. Namun betapa terkejutnya saat jam pelajaran, Ilyas tidak kunjung datang juga. Saat Absen alasan keterangannya sakit dan masuk rumah sakit, Nuge secara sembunyi-sembunyi mengirimkan Rika pesan
“aku mohon jawablah…” gumam Nuge sambil chat bersembunyi.
Lalu ada balasan dari Rika dengan foto Ilyas yang penuh dengan perban. matanya seperti tatapan yang kosong melihat ke arah Jendela. Seketika Nuge berdiri dan berkata pada ibu Nur
“bu, aku minta izin ke WC. Kebelet” kata Nuge.
Namun ibu Nur curiga dan bertanya
“lalu kenapa kau memakai Jaket hitammu itu ?” Tanya bu Nur curiga.
“tadi pagi aku masuk angin bu, subuh-subuh aku berangkat membersihkan perpustakaan menggunakan motor tampa pake jaket” balas Nuge.
Karena alasan yang masuk akal, Nuge akhirnya di persilahkan oleh ibu Nur.
Keluar dari Kelas, Nuge langsung ke parkiran dan pintu pagar terbuka karena barusan ada mobil yang lewat masuk, dengan kencang Nuge menerobos pagar itu sebelum di tutup dan pergi.
“Waduh Gusti janangeh Oppaaaaa….. tuh anak bikin kaget aja keluar tampa minta izin” kata Satpan yang bertugas menutup pagar.
Sampai di rumah sakit, Nuge menanyakan ruangan Ilyas. Saat mengetahui tempatnya, Nuge berlari sampai di sana. terlihat ibu Ilyas yang keluar dari pintu hampir menebrak Nuge.
“Maaf bu, tidak sengaja” kata Nuge buru-buru.
Ibu Ilyas tersenyum kepada Nuge
“Ilyas ada di dalam kok. Semoga kedatanganmu membuatnya sadar dan bisa ngomong” balas ibu Ilyas dan meninggalkan ruang inapnya.
Nuge memasuki ruangan Ilyas dan melihatnya terikat dengan perban. Begitupun dengan tangannya yang menggunakan besi seperti tangan yang patah.
“Ilyas, kenapa kau bisa seperti ini ?. Katakan siapa yang melakukan ini padamu !!!?” bentak Nuge kesal.
Namun Rika menyuruhnya diam
“jangan berisik Nuge, ini rumah sakit” kata Rika memperingatkan Nuge.
“aku mohon bicaralah Ilyas” kata Nuge yang mau menyadarkan Ilyas.
Akhirnya Ilyas melihat kearahnya dan mulai sadar. tetapi, respon Ilyas seperti wajah yang penuh dengan kekecewaan
“apa urusanmu ?. bukankah kau punya banyak waktu untuk kencan dengan bu Haspita ?. pergilah dengannya. Sejak kapan kau peduli dengan sahabatmu ini ?” balas Ilyas dengan suara yang rendah.
__ADS_1
“masalahmu adalah masalahku Ilyas, kau ingat aku mengatakan itu padamu kan ?. sebagai One Eagle, aku tak bisa membiarkanmu di sakiti seperti ini” kata Nuge meyakinkan Ilyas.
Namun balasannya cukup membuat Nuge kecewa
“aku sudah menganggap One Eagle sudah berakhir. Kau pergilah dengan kehidupanku, aku akan menjalani kehidupanku. Kita sudah bubar, tidak ada yang namanya One Eagle lagi” kata Ilyas yang membuat Nuge terdiam dan tidak bicara.
Seketika perawat datang dan menyuruh para tamu untuk keluar sementara. Di luar Rika dan Nuge terdiam sampai akhirnya Rika meminta permisi dengan Nuge
“aku harus kembali ke sekolah. Sebentar lagi lonceng Jam Club Ekstrakulikuler berbunyi” kata Rika berjalan melewati Nuge dan berhenti di sampingnya.
“Faksi Monyet, dialah yang melakukannya” kata Rika yang membuat Nuge terkejut.
“apa maksudmu ?” Tanya Nuge pada Rika.
“Ilyas pernah ingin membicarakan ini padamu tapi kau tidak pernah punya waktu. Ilyas di incar oleh faksi itu dan mata-mata mereka adalah Khaled. Cuma itu yang aku tahu karena kami tidak bisa membicarakan informasinya tampa dirimu” balas Rika.
Lalu Nuge tiba-tiba pergi dengan perasaan kesal
“jangan terlalu mengamuk di sekolah Nuge si IQ rendah, nanti kau kena Skors seperti Ilyas. ingat, ujian Semester akhir sudah dekat” kata Rika memperingati Nuge.
“terima kasih sudah khawatir Baka no Onna (Perempuan Bodoh)” balas Nuge dan pergi meninggalkan rumah sakit.
“mana Faksi Monyet, Ngaku kalian !!!!” bentak Nuge di ruangan kelas dua.
Di antara mereka ada yang berdiri. Nuge tidak mengambil banyak waktu dan langsung menghajar mereka satu per satu. Semua orang terkejut dan ketakutan. Kecuali Faksi Monyet menyerang Nuge namun Nuge pantang mundur menyerang mereka sampai habis. Saat mereka tumbang, Nuge menarik salah satu kerah baju mereka dan bertanya
“di mana baj*ngan yang bernama Aco itu” Tanya Nuge dengan perasaan marah.
“cari aja sendiri Sial*n” balas anggota Faksi monyet itu.
Saking kesalnya Nuge melemparnya sampai mengenai papan tulis dan membantai seluruh kelas E dan mempertanyakan di mana keberadaan Aco.
Di sisi lain, bu Haspita mengunjungi Ilyas saat Rika sudah pergi dari rumah sakit. Ilyas yang melihat itu akhirnya memaksa duduk dan bicara pada bu Haspita.
“silahkan duduk bu” kata Ilyas mempersilahkan.
Saat duduk di samping Ilyas, bu Haspita tidak mampu bicara, dan akhirnya Ilyas yang memulainya
“aku serahkan Nuge pada Ibu. Tenang saja, kolaborasi kami sudah bubar. Aku tidak bisa mengganggu kehidupan pribadi sahabatku yang satu itu” kata Ilyas.
“dia memang agak berisik dan bodoh. Tapi aku yakin, bersama ibu semua itu akan berkurang. Atau mungkin akan ibu terbiasa dengan sikap anehnya itu” lanjut Ilyas yang membuat bu Haspita menangis.
__ADS_1
“ada apa ibu ?. kok anda menangis ?” Tanya Ilyas terkejut.
“aku cemburu pada hubungan persahabatan kalian. Ternyata kalian saling menguatkan, saling merelakan satu sama lain. Aku tidak tahu ternyata Nuge sesayang itu dengan sahabatnya hiks...” kata bu Haspita sambil menangis.
“apa maksud ibu ?” Tanya Ilyas penasaran.
Bu haspita menceritakan kejadian semalam. Saat Nuge di berikan pilihan untuk meninggalkan Ilyas, Nuge berkata
“aku akan memberikan segalanya untukmu Haspita. Dan akan ku tinggalkan segalanya untukmu. Tapi, tidak untuk Ilyas” kata Nuge yang membuat bu Haspita tidak menyangkanya.
“dia adalah satu-satunya sahabatku, satu-satunya orang yang berbicara padaku saat aku sendirian tidak di kenal oleh siapapun. Dan dia berkorban untukku agar semua orang kelas mulai bicara padaku. Aku tidak bisa menghianati sahabat sebaik dirinya” lanjut Nuge.
“Cuma dia satu-satunya teman yang menerima kekuranganku yang selalu cari perhatian dan berisik tidak jelas. Kami juga sudah berjuang bersama-sama sebagai kolaborasi One Eagle. Sudah ku duga, maafkan aku bu. aku tidak mampu” kata Nuge lalu memakai bajunya kembali.
Bu Haspita yang mengingat kesetiaan Nuge pada sahabatnya membuatnya sangat terharu.
“jujur saja, setelah Nuge mengatakan itu aku jadi semakin mencintainya. Aku tak pernah melihat orang setulus dirinya. Dia benar-benar menganggapmu sebagai sahabatnya Ilyas. Karena itulah, maafkan dia” kata Bu Haspita yang membuat air mata Ilyas keluar di sebelah matanya.
Sambil menggosok matanya, Ilyas meminta kepada Bu Haspita
“ibu, aku minta tolong mintakan air sama suster. Air yang ada di sini sudah habis. Aku haus bu” kata Ilyas meminta pada bu Haspita.
“tunggu sebentar yaa” balas bu Haspita dan pergi mencari perawat rumah sakit.
Setelah menemukannya, bu haspita meminta pada Suster
“suster, bisa bawa air ke kamar yang sebelah sana ?. katanya airnya habis dan pasiennya sedang kehausan” kata bu Haspita.
“lah barusan air sudah di bawakan ke sana sebelum ibu datang” balas suster yang di sana.
“tapi, pasien mengatakannya suster” kata bu Haspita meminta.
"ada kok bu di bawa kasur, mari saya temani. Sekaligus saya akan menaruhnya di atas meja agar mudah di lihat” balas suster dan menemani bu Haspita.
Namun betapa mengejutkannya, saat Bu Haspita dan Suster memasuki ruangan itu, Ilyas sudah tidak ada.
"Lho Bu, Pasiennya mana ?" tanya Suster yang sedang panik.
Bu Haspita sempat terkejut lalu saat membayangkan mereka berdua, akhirnya Bu Haspita tersenyum.
“anak itu, pasti pergi menyusul Nuge” gumam bu Haspita.
__ADS_1