Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Chapter 31 (Season 2) : NOLEP (No Life)


__ADS_3

Sore hari, lonceng Jam tutup sekolah SMP Teratai akhirnya berbunyi. Terlihat Layla yang berjalan dan di hibur oleh temannya menuju keluar sekolah. Saat keluar, ia melihat kakaknya yang menunggunya di luar. “waahhh siapa tuh Layla, kelihatannya dia menunggumu” kata salah satu temannya.


“apakah dia pacarmu ?. dia terlihat tampan dengan rambut pirang dan motornya itu” lanjut temannya memuji Layla. “bukanlah, dia itu kakakku” balas Layla yang tersipu malu.


“wah kalau begitu, perkenalin dong. Dia tipeku bangeettt” kata teman Layla membujuknya.


Namun mobil sedan BMW menghampiri Layla beserta sopir yang membukakan pintu untuk Lalya.


“Silahkan Nyonya muda” kata Sopir pribadinya.


“eh, tapi kakakku datang menjemputku kok” balas Layla.


“tuan memerintahkanku menjemput anda secara langsung. Dia melarangku membiarkan anda pergi sekalipun bersama dengan tuan muda” balas Sopir pribadinya.


Tiba-tiba telepon Layla berbunyi dan dia mengangkatnya.


“tidak apa-apa kok Layla, pergilah. Mungkin ini keputusan ayah yang sangat tepat. Kalau kau bersamaku, aku takut kejadian saat aku di skorsing kemarin terjadi lagi” kata Ilyas di teleponnya.


Perkataan itu membuat Layla kesal dan berteriak lewat telepon


“TERSERAH KAU SAJA KAKAK BODOH !!!!” teriak kesal Layla dan masuk ke mobil dengan kesal.


Saat mobilnya pergi, Layla menahan air matanya dan bergumam dalam hatinya


“Kakak bodoh. padahal ini bukan salahnya, kenapa dia malah bertanggung jawab. Kalau seperti ini, aku seperti adik yang kejam pada kakaknya” gumam Layla seraya menghapus air matanya yang tidak bisa ia


tahan.


Di sisi lain, Khaled tidak sengaja menghampiri Ilyas dan berkata padanya


“kau yakin tidak apa-apa seperti ini ?” kata Khaled menghibur Ilyas.


“kau datang langsung ceramah aja Database-Sama. Dan juga, kenapa kau bisa da di sini ?” Tanya Ilyas curiga.


Khaled melepas penutup kepala Hodienya dan berkata pada Ilyas


“aku hanya takut kejadian seperti kemarin terjadi lagi. Karena itu aku menaruh beberapa pelacak di sekitarmu. Kalau lepas, akan ku pasang lagi sebisaku” kata Khaled menghawatirkan Ilyas.


Ilyas yang melihat Khaled menghawatirkannya, menghela nafas dengan berat dan merangkulnya


“ayo ke Café tani, aku yang teraktir” kata Ilyas memanggil Khaled.


“terima kasih atas tawarannya tuan muda” kata Khaled sedikit mengejek Ilyas.


Namun perkataan itu membuat Ilyas memukul kepala Khaled


“tadi kau bilang apa, Database Sialan ?” Tanya Ilyas kesal.

__ADS_1


“jangan kesal Ilyas, Sorry sorry. Tadi niatku Cuma bercanda agar kau terhibur” kata Khaled panik melihat Ilyas kesal.


“kau ini, candaanmu gelap banget lho Database-Sama, nanti kamu nggak dapat pacar kaalu seperti itu lho” balas Ilyas yang membalas ejekan Khaled.


“ciihhh sendirinya balik mengejek” kata Khaled yang membuat mereka diam sejenak dan tertawa terbahak-bahak.


                                                                                       *****


Apa yang di ceritakan khaled pada Ilyas saat ini adalah pengalaman pertama Ilyas yang sangat buruk. Hari itu,


di mana waktu Ilyas kena Skors, dia tinggal di dalam kamar dan tidak keluar sedikit pun. Bahkan saat Rika dan Khaled menemuinya dan membawakannya catatan, dia tidak peduli. dia mengurung diri di dalam kamar. Dan memainkan PS 3 sambil bermain Point Black di Komputer juga. Orang-orang menyebut penyakit ini sebagai Nolep (No Life).


Awalnya mereka terkejut karena mengetahui bahwa ternyata ayah Ilyas itu termasuk orang terkaya di daerah Makassar. Namun akhirnya mereka juga tahu, alasan kenapa Ilyas seperti itu setelah melihat ayahnya.


“ahh pam- maksudku tuan, namaku Rika dan dia adalah temanku Khaled. Kami membawakan catatan untuk Ilyas” kata Rika memperkenalkan diri.


“Ilyasnya ada nggak Om, ma... maksudku tuan ?” Tanya Khaled yang syok setelah memanggilnya Om.


“aku tidak tahu siapa kalian. Tapi, kalau kau bisa mengeluarkan Ilyas dari kamarnya aku akan sangat


bersyukur” kata ayahnya dan langsung meninggalkannya.


Karena perkataan Ayah Ilyas, mereka menghampiri kamarnya. Dan benar saja, Ilyas tidak mengatakan apapun dan bahkan tidak peduli kalau yang datang itu teman-temannya. Rika mengetuk pintu dan mulai berbicara.


"Ilyas... kami membawa catatan dari sekolah" kata Rika.


tidak ada balasan... bahkan saat Khaled mengecek Radar Ilyas di hp nya, Radarnya malah tidak terdeteksi.


"Apa kita tinggalkan saja di depan kamarnya ?" tanya Khaled.


"Yaa... nggaklah, masa kita tinggalkan di sini" balas Rika kesal.


"Bilang aja Rindu makanya mau ketemu"


Tiba-tiba wajah Rika memerah karena perkataan Khaled.


"Eehhh.... ternyata benar yaa ?" kata Khaled yang tidak menyangkanya.


Karena kesal, Layla yang datang dari sekolahnya berlari dan melompat tinggi lalu menendang pintu kamar Ilyas.


“aku tidak peduli tapi, KELUARLAH KAKAK BODOOOOHHH !!!!” teriak Layla sambil menendang pintu hingga rusak.


“HUWAAAAA !!!!” teriak Ilyas yang terkejut.


Awalnya Rika dan Khaled syok karena melihat Adik Ilyas yang melompat dengan gampangnya sampai menendang pintu sampai hancur.


"Apa-apaan itu tadi ?" tanya Rika syok.

__ADS_1


"mau adik atau kakak ternyata sama saja. sebenarnya keluarga apa ini ?" lanjut Khaled juga ikutan syok.


Saat debunya mulai hilang, Khaled, Rika, dan Layla begitu terkejut karena melihat kamar Ilyas yang berantakan dan bau.


“APA YANG KAU LAKUKAN SELAMA INI DI KAMAR KAKAK BODOH !!!?” bentak Layla dan memukul kepala Kakaknya.


Dan Ilyas menjerit kesakitan saat di pukul. Melihat keadaan kamar Ilyas, mereka berempat akhirnya membersihkan kamar itu hingga akhirnya bersih layaknya kamar pada umumnya.


“dasar Kakak bodoh, aku tahu kamu kena Skors tapi nggak jadi Nolep juga di rumah. Ibu dan aku Khawatir lho apalagi Ayah juga” kata Layla pada Kakaknya.


“kalau Ibu dan kau aku percaya. Tapi Ayah ?. heh, yang benar saja. Dia bahkan menampar dan mencambukku dengan ikat pinggangnya saat kejadian. Padahal itu tidak sepenuhnya salahku” balas Ilyas kesal.


“haahh !!!?. jelas-jelas kakak salah malah mengelak, itu Gym butuh dana juga tahu” kata layla yang kesal.


“kau yang tidak tahu apa-apa lebih baik diam Layla, alasan Kakak mengurung diri untuk menghindari perdebatan yang konyol seperti ini” kata Ilyas yang membuat adiknya tersinggung.


Mendengar hal itu, mata Layla berkaca-kaca lalu berdiri melempar Ilyas dengan sepatu


“AKU BENCI DENGAN KAKAAAKK, MATI AJA SANA !!!!” bentak Layla dan pergi meninggalkan kamarnya.


Setelah mendengar perkataan Layla, Ilyas sedikit merenungkan perkataannya. Tapi…


“anuu… maaf nih. Sepertinya kami menghancurkan suasana kalian” kata Rika yang dari tadi duduk di dekat Ranjang Ilyas.


“i… iya. Kayaknya kita permisi dulu. Ini bukunya, kamu catat yang baik yaa” lanjut Khaled sambil memberi buku.


Rika dan Khaled berdiri dan menuju pintu kamar Ilyas.


“Maaf teman-teman, kalian melihat sesuatu yang seharusnya tidak kalian lihat” kata Ilyas yang sedikit menyesal.


“tidak apa-apa kok Ilyas, semua keluarga punya masalah masing-masing” kata Rika.


“kamu yang cepat bangkit yaa, kami menunggumu lho di sekolah” balas Khaled


Lalu mereka meninggalkan kamar Ilyas. Setelah meninggalkan rumah Ilyas, Rika membonceng Khaled dengan sepeda.


“anoo… dari tadi aku mau komentar saat kita ke rumah Ilyas. Bukankah aneh perempuan membonceng laki-laki dengan sepeda ?” Tanya Khaled yang sedikit malu di bonceng.


“maaf, aku penganut sekte R.A Kartini” balas Rika Singkat.


“Dahlah” kata Khaled pasrah


...****...


Instagram : hackbae2022


Facebook : HackBae

__ADS_1


__ADS_2