
Hari itu, dimana Ilyas mau menarik pelatuk pistol yang di sodokkan ke dalam mulut Awwing. Teteapi, Layla mendekati Kakaknya lalu memeluknya dari belakang.
“Kakak... hiks....sudah cukup Kak...,kumohon maafkan aku. Aku tak akan nakal lagi, aku janji… aku akan menjadi adik yang penurut. Jadi… aku mohon… Kakak jangan membunuh lagi… aku tak ingin Kakak jadi pembunuh karenaku hiks.. aku mohon kakak...” kata Layla sambil menangis.
Ilyas melmpar Pistol itu lalu memeluk adiknya
“syukurlah…. Syukurlah kau tidak apa-apa”.
Layla menerima pelukan Kakaknya itu lalu menangis dengan keras. Awwing mencoba untuk kabur tapi di todong busur oleh Khaled yang akhirnya sudah datang.
“adegan romantisnya bisa di lakukan nanti nggak ?. tawanan hampir kabur nih” kata Khaled memperingati Ilyas.
“akhirnya kau datang juga, Database-Sama” balas Ilyas.
Karena malu, Layla melepaskan pelukan Kakaknya tetapi dia menjerit kesakitan karena robekan di tangan Ilyas cukup parah.
“maaf Kakak, sakit yaa ?” Tanya Layla sambil menahan tangan Ilyas.
“tidak apa-apa kok” balas Ilyas samba tersenyum.
Khaled melihat itu sedikit kesal
“malah nanya, yaiyalah sakit. Kau nggak liat apa Kakakmu barusan menjerit kesakitan ?. malah sok Drama kek di FTV” Gumam Khaled kesal.
Setelah melihat sekitar, Khaled masih tetap menahannya.
“Jujur saja Ilyas. Dari tadi, aku mau muntah lho. Aku sangat jijik saat kau membunuh Wild Lion” kata Khaled.
Ilyas mencoba melihat ke arah mayat Wild Lion dan seketika dia syok lalu melihat tangannya yang penuh darah. Ilyas pada akhirnya muntah karena telah membunuh seseorang untuk pertama kalinya
“Kakak !!!. bertahanlah !!!” teriak Layla ketakutan.
Namun karena tak sanggup lagi, Akhirnya Ilyas jatuh pingsan.
Khaled mengikat Awwing agar tidak kabur namun tidak lama, sirine polisi begitu banyak berbunyi mengepung rumah itu.
“ada apa ini ?. kok banyak polisi ?” Tanya Khaled.
“tadi, pria itu menelpon Ayahku untuk membawa tebusan tapi, ayah membawa polisi ternyata" kata Layla.
“HAHAHAHAAAAA !!!!. Rencana terakhirku akhirnya berjalan” kata Awwing tertawa puas.
“apa maksudmu ?” Tanya Khaled penasaran.
“aku tidaklah bodoh, aku sudah mempersiapkannya. Ilyas telah membunuh seseorang dan menyakiti beberapa orang. Setidaknya sidik jarinya ada, ia akan kena hukuman. Tinggal kami jelaskan bahwa ini Cuma perkelahian kecil dan Ilyas berlebihan hingga membunuh seseorang” kata Awwing.
Melihat Awwing yang sudah merassa menang, membuat Khaled membuka topengnya dan tersenyum jahat pada Awwing.
“apa kau barusan mengejekku ?. kau tidak tahu, aku adalah kepala dan mata dari Geng One Eagle ?. Tenang saja, bukti kejahatanmu sudah terekam lewat CCTV. Apapun alasannya, di sidang kamu tidak akan bisa berkutip lagi. Dan jugaa…” kata Khaled lalu mengejeknya dengan mengeluarkan lidah lalu menarik dengan satu jari kelopak mata bagian bawahnya
“…kau lupa dengan kekuatan Orang Kaya, semuanya bisa di beli dengan uang rendahaann…” lanjut Khaled membuat Awwing akhirnya menyerah dan ketakutan.
Saat Polisi memasuki ruangan, betapa terkejutnya karena beberapa pengikut Awwing sudah tepar penuh luka. Namun tidak ada satupun dari mereka yang meninggal. Pak Andi yang melihat itu jadi penasaran siapa yang melakukannya ?. Para polisi menaiki lantai 3 beserta pak Andi dan betapa terkejutnya mereka saat melihat satu mayat dan Ilyas yang pingsan di atas pangkuan Layla.
“Layla… “ kata Pak Andi memanggil anaknya.
__ADS_1
Mendengar panggilan ayahnya, Layla menangis dan melihat ke arahnya
“Ayaahh… hiks…” panggil Layla ketakutan.
Para polisi melihat Awwing yang terikat, para polisi hampir melepasnya tapi Pak Andi menghentikannya.
“lebih baik bapak memborgolnya kalau ikatannya sudah lepas, karena melihat wajah anak ini saya sudah tahu pelakunya adalah dia” kata Pak Andi.
Bahkan Awwing saat itu tidak bisa mengatakan apa-apa lagi dan pasrah saat akhirnya dia terborgol. Khaled yang melihat itu dari CCTV yang ia retas akhirnya merasa legah.
"Setidaknya berakhir sesuai dengan yang kuinginkan. Aku harus pergi menghubungi Nuge dan Rika sekarang"
Khaled memasang topengnya kembali lalu pergi meninggalkan tempat persembunyiannya.
****
Keadaan semakin tegang, Ilyas yang masih belum sadarkan diri di bawah ke rumah sakit dan di masukkan ke dalam UGD untuk pemeriksaan. Tidak lama menunggu, ibu Ilyas datang saat luka-luka Layla di bersihkan. Melihat anaknya terluka, Ibu Layla tidak bisa menahan diri menangis memeluk anaknya.
"Hooo... anakku. bagaimana keadaanmu sekarang nak ?. siapa yang melakukan ini padamu ?" kata ibunya memeluk.
"Ibuu.... hiks..." balas Layla memeluk ibunya ketakutan.
Tidak selang waktu, Polisi datang untuk mengintrogasi Korban dan Layla menceritakan semuanya.
“aku mohon pak, tutup kasus anakku” kata pak Andi setelah mendengar situasinya.
“kami bisa saja pak tapi, mau tidak mau kita juga akan menutup kasus dari pelaku yang atas nama Awwing” kata polisi yang mengintrogasi pelaku.
“siapa namamu ?” Tanya pak Andi.
“nama saya Suparman” balas polisi tersebut.
“kenapa anak itu harus di bebaskan ?. mereka itu menangkap anakku !!!”
“tidak ada bedanya dengan anak bapak yang mengambil nyawa seseorang, itu juga kejahatan”
Mendengar hal itu, Pak Andi hanya diam dan berpikir.
“jujur saja pak, kalau aku ada di posisi bapak aku juga akan menyalahkan pelaku atas nama Awwing. Seumur hidup tak akan ku maafkan tapi, pangkatku membatasiku untuk mengizinkan bapak berbuat banyak”
“kalau begitu, tutup kasus pelaku juga. Yang kupikirkan saat ini adalah masa depan anakku yang akan hancur kalau mempunyai jejak Kriminal” kata Pak Andi.
Lalu tiba-tiba seorang anak muda memotong percakapan kalian
“serius paman berkata seperti itu ?. ORANG TUA MACAM APA KAU !!!” bentak pemuda itu yang ternyata Nuge.
Rika, Indah, dan Khaled sampai terkejut mendengar perkataan Nuge.
“A.. anu Nuge. Jaga bicaramu yaa ?. kita bicara pada orang yang mempunyai Makassar sebagian lho ?” kata Khaled menenangkan Nuge.
“Maaf Database-Sama, emosiku tidak terkontrol sekarang” balas Nuge lalu berjalan mendekati mereka berdua.
“memangnya kau siapa ?” Tanya Pak Andi kesal.
“Namaku Nuge, Rivalnya Ilyas” balas Nuge membangkan.
__ADS_1
Mereka berdua melototkan mata satusama lain.
“anak muda, ini bukan urusanmu. Ini urusan orang dewasa” kata Pak Suparman menenangkan Nuge.
“ini adalah urusanku, yang terkapar di dalam UGD itu adalah separuh nyawaku !!!. karena itulah aku ingin bapak memberikan keadilan pada Ilyas !!!” bentak Nuge.
Lalu Polisi yang bersama Pak Suparman menahan Nuge
“Ooii Bocah, tenangkan dirimu” kata salah satu Polisi sambil merangkul Nuge.
Dengan kesalnya Nuge meremuk tangan Polisi itu hingga menjerit kesakitan. Pak Suparman menodongkan Pistol ke kepala Nuge untuk menenangkannya
“Ooii anak muda, aku harap kau tenangkan dirimu” kata Pak Suparman hingga membuat semua orang yang ada di sana diam melihatnya.
Rika mendekati mereka sambil berkata
“apa yang di katakan Ilyas ternyata benar. Saat kami tidak bisa mengandalkan Polisi, Orangtua, bahkan Para Guru, maka kami akan menghancurkan kejahatan dengan cara kami sendiri sebagai Berandalan” kata Rika menatap Pak Andi yang mengalihkan pandangannya.
“dan juga Pak, jangan coba memancing amarah temanku yang satu itu. Mungkin anda tahu sekuat apa Putra dari Tuan Andi. Maka bapak harus tahu, orang yang kau todongkan Pistol itu lebih kuat dari Putra Tuan Andi” lanjut Khaled memperingati Pak Suparman.
Dengan berani, Nuge memegang pistol itu dan menempelkannya di Jidatnya
“kalau bapak berani tembak saja, aku ingin lihat sampai mana bapak ingin berbicara tentang batasan aturan. Seluruh orang melihatmu lho pak” kata Nuge menatap Pak Suparman.
dengan penuh kebencian. Karena kejadian itu, Pak Suparman menyerah dan mengembalikkan Pistolnya.
“jadi, apa maumu sekarang ?. aku sudah bilang tadi kan ?. Cuma itu jalan yang bisa ku berikan pada Pak Andi” kata Pak Suparman sambil memasukkan Pistolnya kembali.
“tentu saja pak, biarkan saja bapak tutup kasus Awwing” kata Nuge sambil mengeluarkan pakaian dari tas Khaled.
“Ilyas sudah membunuh yang satunya kan ?. biar aku yang tutup kasus Awwing, giliranku yang akan membunuhnya !!!” lanjut Nuge mengenakan Jiket One Eagle milik khaled.
“itu… punyaku lho Nuge” kata Khaled.
“BERISIK !!!. NANTI AKAN KU KEMBALIKAN !!!” bentak Nuge kesal meninggalkan mereka tapi tiba-tiba….
“Aku mempunyai ide” kata Pak Andi.
Mendengar hal itu membuat Nuge menghentikan langkahnya dan melihat kearah Pak Andi yang membakar cerutunya.
"tidak semuanya harus di selesaikan dengan kepala panas Bocah..." lanjutnya sambil tersenyum ke arah Nuge.
****
Beberapa hari telah berlalu, akhirnya Ilyas Siuman dari Komanya. Yang pertama ia lihat adalah Adiknya yang terkejut melihat Kakaknya membuka mata.
“Kakak… kau sudah bangun ?” Tanya Layla.
Ilyas hanya tersenyum dan masih berat untuk berbicara. Melihat hal itu, Layla memeluk Kakaknya yang akhirnya siuman. Layla menangis dan tidak melepaskan Kakaknya
“Aku menghawatirkanmu Kakak… aku kira kau akan meninggalkanku.. aku minta maaf hiks.. aku janji tidak akan menjadi adik yang nakal lagi hikss…” tangis Layla yang tak mampu membendung perasaannya.
Ilyas hanya membalas pelukan adiknya lalu mengelus kepalanya hingga Layla kembali tenang.
\*\*\*\*
__ADS_1
Instagram : hackbae2022
facebook : HackBae