
Saat membelikan Roti ke Ichi, aku tidak sengaja mencuri hp nya lalu menuju ke kelas. Yah untungnya dia Mahasiswa yang Cerdas sekarang, nggak seperti dulu. Dia tidak terlalu peduli hp nya kecuali saat di rumah atau di saat tertentu. Jadi, aku di Kursiku dengan nyaman memainkan hp nya. Lucunya sandinya tetap sama seperti waktu kami awal ketemu. Dengan modal Wifi kampus aku mendownload PBR di hp nya sambil menunggu Dosen. Jam istirahat, aku mulai membuka apk (Aplikasi)nya lalu mendownload beberapa fitur di dalamnya. Sehingga dengan begitu game ini siap di mainkan. Aku membelikannya Beberapa skin yang imut biar dia suka.
Yaahhh..... Selamat tinggal Uang rekeningku.
Tapi Bo'ong. kartu hitamku dah kembali soalnya. heheee...
Setelah memasangkan skin padanya, aku menutup aplikasinya dan tidak sengaja melihat walpaper hp nya yang romantis dengan yusuf. Yaahhh mungkin sudah biasa jadi aku mulai tidak mempedulikannya lagi.
Tapi, perasaanku masih tetap tidak berbohong. Aku masih mengagumi Ichi. Setelah jam kuliah selesai, aku mengembalikan hp nya.
"Nih hp mu" kataku padanya sambil memberikan hp nya.
"Heh ?. Kok ada di kamu sih ?" tanya Ichi padaku.
"Tadi aku Download PBR. mumpung istirahat, mau aku ajarin ?" jawabku dan menawarkan pada Ichi.
"Apa kau buka Galeriku ?" tanya Icha padaku curiga.
"Yaa kali aku buka. Nanti ada fotomu yang Sexy atau telanjang emang bisa aku tanggung jawab ?" kataku padanya.
Dia terkejut lalu menamparku dengan keras saat mendengar jawaban dariku.
"jadi benar kau membukanya !!!?" bentak ichi padaku.
"Heh ?. Jangan bilang beneran ada ?. Untuk apa Ichi taro foto begitu ?” kataku sambil terkejut mendengar bentakannya Ichi.
Sial, otakku jadi Travelling, aku tak mau memikirkannya tai aku takut dugaanku benar.
“Jangan bilang kau memperlihatkannya pada Yusuf ?" tanyaku padanya yang membuatku semakin bingung.
Pipinya merona dan itu membuatku salah paham.
"Aku ke wc dulu" kataku dengan kesal.
"Tunggu Ilyas, bukan begitu" kata Ichi menghentikanku.
"Aku bilang aku cuma mau ke wc" kataku semakin kesal.
"Makanya dengerin dulu. Sebenarnya aku foto begitu karena aku mau foto aja. Karena cerminku kecil jadi kadang aku mau lihat tubuhku lewat rekaman hp" balas Icha padaku.
"Jangan membuatku menjelaskannya dong. Aku malu di sini kan banyak orang" lanjut Ichi menjelaskan.
"Lah itu Ilyas kenapa sewot sih ?"
"bukannya wajar kalau pacar minta foto telanjang ?. mereka kan pacaran"
"lah Ilyas kok ngamok ?" kata orang-orang yang ada di kelasku.
Mendengar cuitan sekelasku, membuatku menarik Icha. Dan yusuf masih ada kelas, aku memasuki kelasnya. Dengan mengucapkan salam, aku minta izin pada dosen
"maaf pak sebelumnya, aku membutuhkan Yusuf, aku ada urusan dengannya" izinku pada dosen.
"Memangnya nggak liat sekarang ada pembelajaran ?. Kau ini kurang sopan yaa" kata dosen itu padaku.
"Hah ?" kataku kesal pada Dosen itu.
Entah kenapa aku kesal dan menatap tajam ke arahnya dengan perasaan yang geram. Setelah itu, dosen itu terlihat ketakutan dan berkata
"Yu...Yusuf... Temanmu memanggilmu, ce-cepat sana..." kata dosen itu dengan ketakutan.
Saat melihat yusuf, aku juga melihat ekspresinya yang benar-benar sangat ketakutan. Mereka sudah ku pertemukan, mereka duduk sopan di depanku dan aku berdiri di hadapan mereka dan bertanya sambil memberikan hp Ichi pada Ilyas.
"Yusuf, coba buka hp nya Ichi" kataku padanya.
__ADS_1
"Kau harus bisa. Kalau tidak aku akan membuangmu dari lantai 5" ancamku padanya.
Dengan ketakutan yusuf malah mengotak atik pola kunci hp Ichi sampai kuncinya tidak terbuka dalam waktu 30 detik.
"Woe, kok nggak terbuka ?" kataku padanya.
"Yaiyalah aku nggak tahu sandinya Ilyas. Aku nggak pernah buka hp nya karena dia melarang. Apalagi dia nggak pernah main hp selama aku kencan dan di sampingnya" kata Yusuf ketakutan.
Aku menatap Ichi dan dia melihatku dengan penuh kebencian.
"sudah ku bilang kan dia tidak tahu ?. Malahan aku mencurigaimu lho karena mampu membukanya" balas Ichi.
Aku hanya menghela nafas dan mulai mengudut sebatang rokokku.
"Ahh dia mulai tenang karena sudah sebat rokok" kata Ichi menjelaskan.
"Aku cuma downloadkan PBR karena kau kan mau tau kabarku. Sebentar malam aku mau mabar dengan Ita lagi. Makanya sekalian ikut aja" balasku pada Ichi.
"Ahh kebetulan aku main juga. Rank ku sudah Ace. Jadi, semalam aku juga dong Mabar" kata Yusuf menawarkan diri.
"Baguslah, kau ajari Ichi main. Aku akan..." belum sampai perkataanku ichi mengatakan padaku.
"Kau belum menjawab pertanyaanku ilyas. Apa kau membuka galeri ku ?" tanya Ichi.
Aku mengudut rokokku lagi dan menenangkan Ichi yang sepertinya mulai kesal padaku. Benar-benar dah kalau dia marah pipinya langsung berubah jadi Apel.
“tentang Body Sexy dan telanjang itu aku asal ngomong doang. Karena aku yakin kamu nggak gitu orangnya. Ternyata, di galerimu ada, mana aku tahu. Aku kan download PBR doang. Aku nggak buka Galeri kok" balasku menjelaskan.
"Yakin kamu nggak buka Galeri ?" tanya Ichi padaku curiga.
"Yang kita bahas ini aku lho Ichi-Chan" balasku membela diri.
Dan akhirnya dia menghela nafas legah. Yusuf mendengar hal itu terkejut dan bertanya padaku.
"Dan kau juga, kalau kau melakukan hal ini aku marah lho Ichi. Kalian Sahabat tapi jangan sampai gitu dong. Aku ini Pacarmu, Kau menyakiti perasaanku Icha. Padahal aku sudah sangat percaya padamu" kata yusuf yang jengkel.
"Yusuf dengarkan aku, aku tidak akan melakukan hal berlebihan pada Ichi" aku mencoba menenangkannya.
"Kau mencoba menenangkanku karena aku tidak bisa melawanmu kan ?. Aku akui itu One Eagle, aku tidak bisa melawanmu jadi kau bebas apapun untuk Ichi, jadi sekalipun aku pacaran, Kau bisa NTR (Kepanjangannya cari aja di Google) aja aku sekalian !!!" kata yusuf yang teriak mengamuk.
Yusuf yang berbicara tentang One Eagle dan NTR membuatku jengkel hingga menarik kerah bajunya.
"Tenangkan dirimu yusuf. Aku cuma sahabat Ichi, nggak lebih. Lagi pula kalau mau kesal bukannya kalian pacaran kau yang memulai semua ini ?" terpaksa waktu itu aku menyinggungnya dan dia akhirnya diam.
Untungnya di sekitar sana nggak ada orang dan Ichi hanya diam menanggapi hal itu.
"aku pernah memberimu larangan. Kalau begitu, kau jujurlah padaku Yusuf. Apa kau pernah melakukan hal senonoh pada Ichi ?" tanyaku padanya.
"Yaa aku pernah menciumnya" jawab yusuf sambil mengalihkan perhatiannya.
Aku sudah mengetahui hal itu. Tapi, melihat ekspresi wajahnya aku masih curiga.
“apa kau pernah melakukan hal yang lebih daripada itu ?” tanyaku semakin mendesak Yusuf.
"Yusuf, hentikan. Kau juga Ilyas, kenapa kau malah mempertanyakan hal seperti itu. Kurang sopan lho !!!” bentak Ichi padaku dan menegur Yusuf.
“aku adalah Sahabatmu, dari awal Semester aku selalu melindungi, menjagamu agar tetap jadi Wanita yang baik. Aku lebih tau dirimu daripada dirinya” kataku pada Ichi.
Yusuf terlihat jengkel karena mengatakan lebih tahu tentang Ichi daripada dirinya. Dia tertawa kecil dan berkata padaku.
"apanya yang lebih tahu ?. kau pasti tidak tahu, ada tahi lalat di sekitar bawah pinggangnya” kata Yusuf yang blak-blakan.
“bodoh !!!. kenapa kau mengatakannya !!!?” bentak Icha kesal dengan wajah yang tersipu malu.
__ADS_1
“dia sok lebih tahu tentangmu padahal aku adalah pacarmu yang lebih dekat denganmu, kenapa kau malah membelanya ?” Tanya Yusuf yang sepertinya cemburu.
Aku yang mendengar itu seketika tidak bisa berkata apa-apa dan sangat Syok tidak bisa menerima kenyataan itu.
“kenapa ?. kok kau bisa tahu posisi tahi lalatnya itu ?. aku bahkan tidak tahu tentang hal itu. Kau bercanda kan Yusuf ?” tanyaku yang sangat Syok.
“apanya yang bercanda, setelah balik dari Rumah sakit, aku sudah melakukan *** dengannya. Wajar bukan ?, aku ini pacarnya. Jadi, jangan mengatakan kau lebih tahu dirinya daripada aku" balas Yusuf dengan tegang.
Melihat ekspresi wajahnya, dia sepertinya mengatakannya dengan jujur. Aku memegang kerah lehernya dan ingin menghajarnya.
“JANGAN ILYASSS !!!” teriak Ichi menghentikanku.
Saat itu, aku menyadari posisiku sekarang. Kalau aku menghajarnya, bukannya aku adalah penjahatnya ?. aku merapikan kerah baju Yusuf dan memegang pundaknya dan berkata padanya
"aku bahkan tidak melewati batas itu yusuf. Karena aku adalah sahabat Ichi, aku bukan selingkuhannya. Kami hanya sebatas nonton Anime, makan bareng, saling teraktir, Gantungan Kunci Couple, dan aku hanya sering mencubit pipi atau mengelus kepalanya. Setelah itu nggak ada. Kau pacarnya jadi itu tanggung jawab kalian berdua. Dan seharusnya kau tau bagaimana perasaanku setelah kau mengatakan hal itu" kataku menjelaskan itu pada yusuf.
Sepertinya yusuf memahami apa yang ku katakan sampai dia terkejut begitu dan menundukkan kepala. Ichi terlihat malu setelah Yusuf mengatakan hal itu. Karena itu adalah hal sensitif dan rahasia yang ia simpan dengan yusuf. Aku tidak bisa melihat Ichi yang seperti itu karena itulah aku minta maaf padanya.
"Maafkan aku Ichi-chan. Aku mengungkapkannya agar Yusuf tidak curiga. Tapi kalau kau merasa ini tidak adil, aku juga akan memberitahukan Rahasiaku yang paling sensitif" kataku pada Ichi.
Dan itu membuat ichi penasaran. Aku tersenyum padanya dan mengungkapkan rahasiaku pada mereka
"sebenarnya.... Aku tidak sebaik apa yang kau bayangkan" kataku sambil menginjak puntung rokokku.
"Alasanku Penebusan Dosa dan mencuci tangan sebenarnya bukan karena aku mau berhenti bergelut. Tapi, alasanya karena aku pernah membunuh beberapa orang di masa mudaku" kataku pada Ichi.
Dia sangat terguncang saat mendengarnya begitupun dengan Yusuf yang tidak menyangka aku mengatakannya.
"Kau berbohongkan ?" tanya Ichi padaku.
Aku memegang kepala Ichi dan berjalan di sampingnya.
"detailnya lebih baik kau tanya Yusuf. Dia mengetahui rahasia itu. Kalau kau mencari di media, tidak akan ada. Karena media sudah menutupnya" kataku pada Ichi.
Setelah menjelaskan hal itu, aku meninggalkan mereka berdua agar mereka mempunyai waktu untuk berdamai.
Ahhh….. jadi ini akhirnya.
Dia mengatakan NTR, sebenarnya siapa yang kena NTR ?.
itu adalah Aku.
Ichi dan Yusuf itu pacaran, lalu kenapa aku seikut campur ini ?.
Bodohnya Aku.
Dari awal aku selalu merawatnya agar dia tidak di rusak oleh siapapun.
Lalu apa ini ?.
Bodohnya aku malah sok lebih tahu tentang Ichi
Setelah sampai di tangga, aku tak bisa membendunginya lagi.
Ahh…. Aku benar-benar menyukai perempuan itu.
Terlihat dari perasaan sakit yang ku alami sekarang.
Rasanya benar-benar sakit sampai ingin bunuh diri.
Tapi kalau aku melakukannya, maka itu adalah kelakuan yang sia-sia.
Rika, dalam keadaan seperti ini, apa yang akan kau katakan padaku untuk menenangkanku ?. tapi, kau mungkin akan tersenyum karena aku mendapatkan karmanya.
__ADS_1