Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Chapter 36 (Season 2 Come Back) : Yuuki yang malang


__ADS_3

"Yuuki"


Hari dimana awalnya bermula aku duduk di bangku SD. Aku merupakan gadis yang kurang beruntung karena lahir di keluarga yang hancur. Ayahku sangat menyayangiku dan selalu mengatakan bahwa aku mirip dengan Bunga melati. Cantik, putih, dan menenangkan hati saat di pandang mata. Ayahku mengatakan itu padaku saat beliau masih hidup. Namun, sakit hati terberatku saat dia meninggal di umurku yang sangat terbilang muda. Saat Ayahku meninggal, Ibuku memperkenalkanku dengan pria lain yang merupakan pacarnya. Dia terlihat sangat baik kalau datang ke rumah bahkan ramah padaku. Sampai akhirnya, mereka berdua memutuskan untuk menikah keluargaku semakin hancur. Ibuku sering di pukuli oleh ayah tiriku dan ayah tiriku sering mabuk-mabukan. Ibuku harus bekerja demi memberikan kami makanan dan sebotol minuman pada ayah tiriku. Sampai ada momen di mana, Ibuku menyerah menghadapi ayahku lalu meninggalkan diriku di rumah.


Dia rela meninggalkanku bersama ayah tiriku....


Dia tidak peduli padaku...


Dan membiarkankau tinggal dengan monster ini....


Hari-hariku berlanjut bersama dengan Monster ini. Aku berhenti sekolah karenanya dia memaksaku untuk menjadi pengemis di jalan atau mengumpulkan uang padaku agar bisa beli minuman keras untuknya. Dia sering memukulku, dan menjadikanku pelampiasan Nafsunya di umur yang sangat muda. Saat tidak menghasilkan banyak uang, Ayah tiriku akan menghajarku bahkan pernah menyiram wajahku dengan air panas hingga mengenai sebelah pipiku.


Beberapa hari telah berlalu, aku masih tetap melayani monster itu karena ketakutan dan membuatku sangat trauma. Aku baru pulang di pagi buta dan lagi-lagi saat pulang, dalam keadaan mabuk dia melepaskan bajuku dan menyetubuhi diriku. Aku yang tidak peduli lagi dengan keadaan seperti ini hanya menerima keadaanku dengan pasrah. Sampai akhirnya, seorang pria berdasi datang menerobos rumah kami di temani oleh orang-orang ber jas lainnya. Walau kami berdua dalam keadaan yang masih telanjang melengket, Pria itu melihat kami dengan tatapan yang jijik.


"Apa yang kau lakukan pada anak kecil seperti ini dasar bodoh ?. HAJAR BIADAB INI !!!!" bentak pria berdasi itu.


Pria berjas itu melepaskanku dari Ayah tiriku dan mereka menghajarnya. aku yang pasrah dengan keadaan terbaring lemah dan tidak bisa melakukan apa-apa. Pria berdasi itu menginjak wajah ayah tiriku lalu merendahkannya.


"kau berutang banyak padaku, dan kau melakukannya hanya karena judi. Setiap Rentenirku datang padamu, kau malah memarahi dan membentaknya berani sekali kau yaa ?. Bahkan di depan mataku kau memperlihatkanku hal yang sangat menjijikkan" lanjut pria berdasi itu.


"Maafkan aku tuan... Ampun... aku pasti akan membayar hutangku, kau bisa menggunakan Bocah itu sebagai bayarannya" balas Ayah tiriku.


Namun pria berdasi itu menendang wajah Ayah tiriku berkali-kali sampai wajahnya penuh dengan darah.


"Sejauh mana lagi kau ingin mengorbankan anakmu hah ?. JANGAN BERCANDA !!!" bentak pria berdasi itu.


Namun ayah tiriku hanya menertawainya hingga iya batuk berdarah.


"kau begitu mudah mengatakannya karena kau belum merasakan bagaimana rasanya hidup hancur karena memiliki anak tiri sepertiku. Suatu saat kau akan merasakannya" kata ayahku mengancam pria itu.


Pria berdasi itu semakin geram dan memukul tembok yang ada di samping wajah ayah tiriku.


"Bawa pria bangsat ini kepenjara. Katakan pada polisi di sana, atas nama Andi Purnama, jangan biarkan pria ini menikmati udara luar. Siksa terus dia. Kalau dia berada di sidang, lakukan sesuatu agar kasusnya di tutup aja hingga pria ini membusuk di Neraka. Msalah Uang, aku akan mengurusnya berapapun itu"


Hari itu, aku mengetahui namanya. Andi Purnama, seorang kaya yang mempunyai perusahaan PT. Jaya Nusantara. Salah satu perusahaan terbesar yang ada di Indonesia. Pria berdasi itu mendekatiku, dan berkata padaku.


"kalau kau masih ingin hidup, katakanlah padaku. Apa kau ingin mempunyai kesempatan ke 2 ?"


Perkataannya itu membuka hatiku untuk kedua kalinya pada seseorang setelah Orang sekitarku, Orang yang kusayangi, Dunia, bahkan Tuhan pun menghianatiku, aku mencoba membuka hati mengambil kesempatan kedua ini.


"to... tolong... ak.. aku..." balasku dengan pelan.


"Bawa anak ini ke rumah sakit. Pokoknya, kita harus membuatnya sembuh" balasnya.


Setelah hari itu, aku tidak sadarkan diri dan semuanya gelap. Bahkan aku mengira, hari itu aku sudah mati. Tapi, aku terbangun dan melihat diriku yang terbaring di atas ranjang rumah sakit. aku kebingungan dan tidak tahu apa-apa.


*Sebenarnya, apa yang terjadi padaku ?. *


Hari-hari telah berlalu setelah di rawat oleh perawat yang ada di sana, Tuan Andi mendatangiku dan duduk di sampingku.


"aku sudah bicara pada dokter. Kamu bisa di keluarkan dari rumah sakit besok. Padahal aku ingin membiyayai Operasi plastik wajahmu. Tapi dokter bilang. kau tidak mau. Apa kau yakin ?"


"Terima kasih Tuan mau mnyelamatkanku tapi, aku tak ingin luka ini hilang. Agar aku ingat, betapa kejamnya Dunia sebelumnya padaku"

__ADS_1


"Baiklah. tapi kau tahu kan Mengobatimu itu butuh biaya juga ?"


Hari itu aku sadar, aku lupa bahwa hutang ayah masih banyak padanya dan aku yang harus menanggung semua itu.


"berapa banyak yang harus aku bayar ?" tanyaku padanya.


Tuan Andi malah melihatku dengan tatapan yang heran.


"kau ini masih kecil tapi sudah berbicara seperti itu ?. Sepertinya, Keadaanmu memaksamu untuk dewasa yaa ?"


Mendengar hal itu, aku hanya menundukkan kepala dan tidak berkata apa-apa.


"kau tak perlu membayar hutang ayahmu, itu adalah urusannya pribadi, bukan urusanmu. Bahkan kau tak perlu membayar biaya rumah sakit ini, biayanya tidak terlalu mahal bagiku" lanjutnya.


 "lalu, apa yang diinginkan tuan dariku ?" tanyaku padanya.


"aku menginginkanmu. Aku merawat anak angkat dari panti asuhan namun semakin dia berumur, aku juga semakin sibuk bersama dengan ibunya. Aku ingin, kau merawatnya untukku. Anak sekecil dirimu, selain jadi pelayan kau bisa menjadi temannya juga kan ?"


"maksud tuan ?"


"jadilah pelayanku dan urus anakku seumur hidupmu"


Setelah mendengarkan hal itu, aku akhirnya sadar. Aku terjebak di lubang yang sama. Hanya saja, aku di alihkan ke tangan yang lebih berwibawa. Aku menerima tawaran itu dan aku melihat anak kecil laki-laki itu brmain sendirian di taman rumahnya yang sangat luas.


"Namanya Ilyas Indra Purnama, panggil dia Tuan Ilyas, dia tidak punya teman karena aku tak membiarkannya berteman dengan rakyat jelata. Aku ingin dia menjadi penerusku hingga suatu saat nanti, aku ingin lepas dari kekayaan yang menyiksaku ini"


"bukankah anda hidup bahagia karena sudah menjadi Kaya ?. Ayah tiriku tersiksa karena dia menjadi miskin"


"menjadi orang Kaya membuatku muak karena terbebani oleh pikiran sana dan sini. aku ingin keturunan darah dagingku hidup dengan normal tanpa terbebani sepertiku. Karena itulah, aku memilih anak itu yang tidak mempunyai hubungan darah dariku sedikit pun"


*Apakah aku bisa melewati semua ini ?. *


Aku mencoba mendekati anak kecil laki-laki itu. Dan saat ia melihatku pertama kali, aku tidak ingin dia melihat wajahku yang sedikit hancur karena ayah tiriku.


"kenapa wajahmu di tutupi ?" tanya tuan Ilyas saat itu.


"Wajahku tidak enak di pandang oleh dirimu tuanku" balasku padanya.


"tidak usah memanggilku tuan, aku bosan di panggil tuan muda oleh olang-olang padahal aku cuma mau belmain"


Aku hanya diam menatapnya dan masih menutupi wajahku.


"nama kakak siapa ?"


"Namaku Yuuki tuanku"


"Kak Yuuki yaa ?. Namaku Ilyas, Ayo main belsamaku"


Anak kecil itu memanggilku bermain bersama dengannya, dan aku menemaninya selama bermain. Kehidupan yang kualami ternyata tidak seburuk yang aku bayangkan. Aku di sekolahkan oleh tuan Andi, dan aku di beri kamar dan makanan, aku di berikan pekerjaan dan uang sebagai gajiku. Pembantu-pembantu di sini walaupun tidak semua menyukaiku karena wajahku, tapi sebagian dari mereka membantuku dan mengajariku untuk hemat dan menabung.


Sampai hari di mana aku duduk di bangku SMP kelas 2 dan tuanku Ilyas masuk sekolah Dasar untuk pertama kalinya. Aku masih tetap melayani tuan Ilyas dan memenuhi keinginannya yang ingin berjalan kaki pulang layaknya rakyat biasa dan berteman dengan teman sekelasnya yang bernama Indah. mereka sering bermain bersama di taman rumah yang luas. Saat aku duduk di samping tuanku yang baring di samping pohon, tuanku melihat ke satu titik arah cukup lama dan tidak berbicara.


"Kak Yuuki, terima kasih selama ini Kakak mendampingiku. Kakak memang sangat baik dan menenangkan hati"

__ADS_1


"Sudah tugasku untukmelayanimu tuanku. Tapi, dari tadi tuan sedang melihat apa ?".


"Bunga Melati yang tumbuh liar itu. Entah kenapa sangat mirip dengan Kak Yuuki"


Aku sangat terkejut saat mendengarkan hal itu dan perkataan selanjutnya sangat mirip dengan apa yang dikatakan oleh ayahku sebelumnya.


"Kak Yuuki mirip dengan Bunga melati. Cantik..., putih..., dan menenangkan hati.... Aku yakin alasanku masih tetap bertahan dan bahagia sekarang karena Kak Yuuki. Terima kasih sudah menjadi sosok Kakak bagiku, Kak Yuuki".


Mendengar hal itu, hatiku sangat tersentuh dan memeluknya hingga menangis.


"maafkan aku kalau aku lancang tuan. tapi, sebentar saja.... sebentar saja biarkan aku memeluk dan menangis di pangkuanmu tuanku... hiks..."


"aku tidak mengerti tapi... kau sudah melakukan yang terbaik, Kak Yuuki..." balas tuan Ilyas sambil memeluk menepuk pelan punggungku.


Aku melepaskan tuanku dan mnundukkan kepalaku padanya.


"Tuanku, izinkan aku melayanimu hingga akhir hayatku" kataku berserah diri padanya.


"rawat aku dengan baik yaa kak Yuuki" balasnya tersenyum lebar.


Aku pernah kehilangan orang-orang yang kusayangi dan kini, aku merasa sangat durhaka karena memusuhi tuhan. Dia bahkan memberiku kesempatan kedua dengan memberikanku adik semanis dirinya, dan memberikanku kesempatan menjadi Kakak serta pelayannya. Apapun masa depan gelap yang akan dilewati oleh tuanku, Aku akan mengikutinya bahkan ke Neraka sekalipun....


Pindah ke masa kini, aku melihat tuanku yang terbangun dari tidurnya di ruangan rumah sakit. Aku membuka pintu dan masuk menyambutnya.


"Selamat pagi tuanku..."


"Kak Yuuki ?. Kenapa ?" tanya Tuanku dengan tatapan terkejut.


"aku sudah bilangkan Kak Yuuki tidak usah melayaniku lagi" lanjutnya.


Aku menundukkan badanku di hadapannya bahkan hampir sujud sambil berkata padanya.


"tuanku, aku mohon jangan menyiksaku seperti ini. Akhir-akhir ini, melihatmu terluka setiap hari dengan wajah yang suram membuat hatiku sangat terluka hiks... apa kau lupa janji yang ku buat padamu tuan... hiks..." kataku sambil menangis.


"kau ingin melayaniku dan mengikutiku hingga ke Neraka sekalipun ?" balas tuanku.


Dia mengingatnya....


Dia mengingat Sumpah Janjiku saat itu....


Aku memegang tangan tuanku dan mencium tangan bahkan menyentuhkannya ke Pipiku.


"Tuanku, izinkan aku melayanimu kembali. Aku akan menjadi Kakak yang kau senangi seperti dulu, aku akan menjadi teman curhatmu, aku akan menjadi pelayan setiamu jadi kumohon jangan menyiksaku dengan melihatmu terluka tuanku aku mohonn... hiks...."


Tuanku memegang kepalaku dan mengelus pipiku.


"maafkan aku Kak Yuuki. Aku tak tahu selama ini kau tersiksa karenaku dan aku baru menyadarinya, maafkan aku" balasnya padaku.


Setelah melihat wajahnya, akhirnya wajah itu bersinar kembali seperti dulu, Saat aku mengucap sumpah padanya. Dan lagi-lagi, aku menangis di pangkuan tuanku seraya dia mengelus kepalaku


...                                                                                     ****...


Facebook : HackBae

__ADS_1


Instagram : hackbae2022


__ADS_2