Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Chapter 74 (Season 2) : Sisi Gelap Ilyas


__ADS_3

Saat Ilyas dan Juanda bertarung, Juanda menyerang Ilyas dengan pukulan dan Ilyas menangkis serangannya lalu menghindarinya beberapa kali mundur menjaga jarak dengan Juanda.


"Pantas saja kau di anggap sebagai Pentolan. Ternyata, pukulanmu sesuai dengan jabatanmu" kata Ilyas memujinya.


"Terima kasih. Tapi... itu tidak menghiburku sedikit pun kalau aku tidak mengalahkanmu" balas Juanda lalu memajui Ilyas lagi.


Ilyas lagi-lagi menghindari dan menangkis seluruh serangannya tanpa memberikan serangan balik padanya. Kelakuan itu membuat Juanda semakin muak dan menendang kakinya agar Ilyas terjatuh namun, Kaki Ilyas begitu kuat berdiri hingga malah menyakiti kaki Juanda.


"Ahhkkk... kau ini sebenarnya Apa ?. Kenapa kau begitu kuat ?" tanya Juanda sambil kesakitan.


"Aku semakin kuat seperti ini karena banyak yang harus kulindungi. Apalagi aku tak ingin hal yang sama terjadi pada Melly seperti di masa lalu" balas ilyas merenungi dirinya.


"Semakin kuat untuk melindungi ?. Haaa..... hahahahahaaa... kau terlalu Naif di dunia yang sangat kejam ini Ilyas. Pada Akhirnya apa yang kau lindungi itu tidak akan mampu selamanya kau lindungi. Satu-persatu akan meninggalkanmu dan mungkin akan membencimu" kata Juanda mempropokasinya.


"Lagian Monster sepertimu... seandainya aku adalah kenalanmu, aku hanya akan memanfaatkanmu... lagipula... Kau terlalu bodoh" lanjut Juanda mempropokasinya.


"Diam kau..." balas Ilyas sambil menundukkan kepala.


"Harus kau ketahui... Dunia ini luas Ilyas. Di atas langit masih ada langit.... Alasan kami menjadi Sekolah terkuat kedua karena di Makassar ini penuh dengan Gnagster dan Geng Motor yang kuat. Bahkan Mafia... tinggal menunggu waktu saja SATU-PERSATU TEMANMU AKAN HANCUR, TERLUKA, MATI, DAN BAHKAN YANG PEREMPUAN AKAN KEHILANGAN JATI DIRINYA !!!!" bentak Juanda semakin mempropokasinya.


"Aku bilang Diam kau..." balas ilyas yang semakin kesal.


"kau tahu... kesalahan besar kau menjadikan teman Perempuanmu berandalan. Mereka itu kaum yang lemah... TINGAL MENUNGGU WAKTU SAJA !!!. MEREKA AKAN DI PERK*SAA !!!. DI GANGB*NGG !!!. DAN MUNGKIN AKAN DI JADIKAN PELACUR !!!. KARENA KENAIFANMU ITU, ILYAASS !!!" kata Juanda yang semakin memprofokasinya.


"APA KAU TIDAK MENDENGARKU AKU BILANG... !!!" kata Ilyas membentak mendekatinya.


"DIAAMM !!!" bentak Ilyas yang ingin memukulnya.


"KENA KAAUUU !!!" teriak Juanda mengeluarkan Pisau dan menusuk Perut Ilyas dan melepaskannya.


Ilyas mundur dan menutup lukanya yang mulai mengeluarkan darah.


"Sialan kau Juanda... padahal aku kira kau adalah orang yang loyal..." kata Ilyas dengan geram.


"akan ku kembalikan perkataan temanmu itu, Semuanya adil dalam Cinta dan Perang. Inilah hasil karena kenaifanmu" balas Juanda dan berlari mengayungkan pisau pada Ilyas.


"MAMPUS KAU DASAR NAIIFF !!!" bentak Juanda mengayungkan pisaunya.


Namun Ilyas menahan Pisau itu dengan tangannya sampai menembus telapak tangannya karena tusukan Pisau itu.


"Kau selalu mengatakan aku Naif.. Aku Naif.. Aku Naif... Kalau begitu katakan padaku, Apakah seorang Pembunuh itu bisa dikatakan Naif ?" tanya Ilyas sambil tersenyum lalu menghajar Juanda hingga terlempar.


"Sepertinya aku tidak perlu Jurus Paman untuk menghancurkanmu. Aku hanya butuh kepalan tangan untuk membentuk kembali Wajahmu. Anggap saja kenang-kenangan" kata Ilyas sambil melepaskan Pisau yang melengket di tangannya.


Ilyas menaiki tubuh Juanda dan mulai mengayungkan pukulan. Setiap Juanda menahan tangan dan pukulan Ilyas, setiap itu juga pegangan tangannya lepas karena tak mampu menahan dorongan tangan Ilyas yang mengenai Wajahnya.


Ilyas memukulnya berkali-kali hingga Juanda tidak sadarkan diri. Namun Ilyas tetap memukul wajahnya dan hampir meretakkan tulang kepala Juanda. Namun tiba-tiba, ia merasakan Pelukan Indah walau tidak ada di sana. Ilyas berhenti memukulnya dan mulai berdiri melihat Juanda dengan tatapan Hina.


"Waktunya Hukuman" kata Ilyas lalu menyeret kaki Juanda masuk kedalam sekolahnya.


...****...


Setelah Ilyas menggantung Juanda dan Maddo', Ilyas dudul dengan tatapan kosong. Namun di dalam hatinya, ia merasakan berada di dalam tempat yang begitu gelap.


"Di Mana ini ?"


"Halooo ???"


"Apa ada Orang ?" tanya Ilyas namun tidak ada satupun yang menyahut.


Dan tiba-tiba, perasaannya begitu aneh namun begitu familiar.


"Perasaan ini sangat tidak Familiar. Ini sama seperti... Waktu aku menghajar Awwing untuk pertama kalinya, Waktu membunuh Wild Lion dan Waktu membunuh Pak Ayu.... Rasanya sangat ringan dan Panas...." kata Ilyas


Namun tiba-tiba, dia melihat dirinya sendiri dengan tatapan kosong duduk di dekat Juanda dan Maddo'yang sedang di gantung.


"Apakah itu aku ?" tanya Ilyas yang sedang melihat dirinya.


Tidak lama kemudian, Akhirnya Juanda sadar walau tidak bisa berbicara karena tulang mulutnya retak. Juanda akhirnya sadar karena sementara di gantung terbalik. Ia melihat sekitar yang hari sudah mulai gelap dan betapa terkejutnya ia melihat seluruh kawanannya dalam keadaan telanjang tidak menggunakan setelan pakaian.


Di antara mereka ada yang menggunakan ****** ***** namun tidak sedikit yang telanjang tanpa menggunakan apapun. Juanda melihat di sampingnya ada Maddo' dan mencoba membangunkannya. Saat Maddo' sadar, ia mencoba melepaskan diri namun tidak bisa.

__ADS_1


"SIALAANN !!!. APA-APAAN INI !!!?" bentak Maddo' kesal.


"tentu saja, ini adaalh Eksekusi Hukumanmu" kata Melly yang melihatnya.


"Aku sudah bilangkan ?. Jangan meremehkannya" lanjut Melly mengancamnya.


"SIALAN KAU PELACURR !!!. KALAU SEMUA INI TIDAK TERJADI, AKU MUNGKIN SUDAH MEMPERK*SAMU !!!. JADI BERSYUKURLAAHH !!!" bentak juanda meremehkannya.


"Haaaahhh.... Sudah kuduga dia tidak akan sadar kalau cuma segini" balas Ilyas dan langsung pergi.


Semua orang terkejut apa yang ingin di lakukan Ilyas. Ternyata, ia mengambil Rantai yang tergeletak lalu menggenggamnya dengan kuat.


"PERHATIKAN INI STM 66 !!!. INI ADALAH GANJARAN KALAU KAU MENCOBA MENGUSIK SEKOLAH KAMI !!!" bentak Ilyas berjalan kearah mereka berdua.


Takut ini semakin memburuk, Nuge mendekatinya dan mencoba menghentikannya.


"Ilyas... sebelum ini semakin memburuk, kau kendalikan dirimu" kata Nuge mencoba menghentikannya.


"MINGGIR !!!" bentak Ilyas sambil menghajar Nuge.


Saat mendekati mereka berdua, Maddo mulai ketakutan dan panik.


"Woe... menjauhlah dariku.... MENJAUHLAAAHH !!!" kata Maddo' yang panik.


Begitupun dengan Juanda yang berusaha mengeluh namun tidak mampu berbicara lagi. Sambil berjalan, Ilyas selalu mendengarkan perkataan di pikirannya. Dan suara itu, Suara yang sama saat Ilyas pertama kali mengamuk menghajar Awwing setelah kejadian itu.


Hancurkan Diaa...


Hancurkan Segalanya....


Hancurkan Tahtanya...


BUNUH MEREKAA.... !!!!


Mendengar bisikan itu, Ilyas mengingat masa lalunya saat Ilyas di rendahkan, terbulli, saat melihat Indah di Gangb*ng di hadapannya, Saat Ilyas kehilangan segalanya, saat adiknya di culik, dan Saat dirinya membunuh dengan tangan yang penuh Darah. Ilyas tersenyum dan langsung mencambuki mereka dengan Rantai sambil tertawa tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"INILAH YANG KAU DAPATKAN SETELAH MENCOBA MELAWANKU DASAR SAMPAAHH !!!" bentak ilyas sambil mecambuki mereka.


"HAHAHAHAHAA !!!. Memohonlah padaku.... Seharusnya kau seperti itu... DAN SUJUD KEPADAKU !!!" teriak Ilyas mencambukinya.


Bagas dan Andi mendekati Ilyas untuk menghentikan kegilaannya dan menahan kedua tangannya.


"Oii Ilyas ini sudah cukup kan ?" kata Bagas menghentikannya.


"TENANGKAN DIRIMU ILYAAASS !!!" bentak Andi.


Namun perbuatan mereka malah membuat Ilyas murka dan melepaskan diri dengan mudah dan mencambuki Bagas dan Andi dan memukuli mereka hingga terjatuh.


"PENGANGGU !!!. PERGI KALIAN !!!" bentak Ilyas.


"Orang seperti mereka tidak akan kapok kalau tidak di beri hukuman. Layaknya Awwing sialan itu..." lanjut Ilyas dan mengingat perbuatan Awwing lagi.


"MENGESALKAN SAJA MENGINGATNYAA !!!" bentak Ilyas dan mencambuki mereka lagi.


...****...


Hari itu Ilyas tenggelam dalam kebenciannya. Di dalam perasaannya Ilyas mencoba menghentikan dirinya yang melampaui batasnya.


Oooii hentikan dirimu...


Aku mohon jangan lakukan ini....


ILYASS !!!.


JANGAN KEHILANGAN DIRIMU ILYAS !!!.


Aku mohon...Hiks... hentikan....


Siapapun.... Tolong aku....


Ratapan Ilyas di dalam dirinya membuat dirinya Menangis karena tidak bisa melakukan apa-apa. Namun perasaannya tiba-tiba hangat dan begitu tenang. Begitu nyamannya sampai Ilyas tidak tahu perasaan apa yang ia alami.

__ADS_1


"Ilyas... tidak apa-apa kok. Rilekskan dirimu" kata Rika yang menghampiri memeluknya.


"Aibo... kau sudah melakukan yang terbaik, kami tidak apa-apa kok" balas Nuge yang juga tiba-tiba datang memegang pundaknya.


"Bukan cuma kau kok. Kami semua menjadi kuat bersama. Bukankah kita ini Elang yang terbang bersama ?" tanya Khaled yang tersenyum padanya.


"Ilyas... Indah tidak akan kecewa jika kau istirahat sebentar saja" kata Melly yang juga datang mendekatinya.


"kami semua menyayangimu kok Ilyas, kau tidak sendirian, ada kami bersamamu..." balas Natasya yang memegang pipinya.


Dan dari jauh, ia melihat Indah yang tersenyum padanya. Indah mendekat dan melepaskan ikatan kepala Ilyas lalu mencium dahinya.


"Ilyas... Terima Kasih..." kata Indah.


Seketika Ilyas sadar dari perasaannya itu dan mendapati dirinya di peluk dan di tahan oleh sahabat-sahabatnya (Rika, Nuge, Khaled, Melly, dan Natasya) yang sudah penuh dengan luka dan seragamnya yang hancur karena cambukan rantai dari Ilyas.


"Apa yang aku.... Apa aku.... " kata Ilyas yang mulai panik.


"kami tidak apa-apa kok" kata Rika yang memeluknya.


"kau tahu cuma aku yang bisa melampauimu kan Aibo..." lanjut Nuge tersenyum.


"Kau rese kalau lagi Ngamuk" lanjut Melly menepuk jidat Ilyas.


"Rasa sakit yang kami terima, tidak sebanding dengan kebencian yang kau pendam Ilyas" lanjut Khaled menenangkannya.


"tenang saja.... luka seperti ini tidak akan menyakiti kami. Aku bisa kok menyembunyikan lukaku sama Ayah adududuhh..." lanjut Natasya dengan sombong sambil menahan rasa sakitnya.


Dan Ilyas perlahan-lahan kehilangan kesadarannya karena tanpa mempedulikan luka dan Darah yang keluar dari perut bekas tusukannya, Ilyas bergerak hingga membuat luka itu semakin terbuka. Rika menahan Ilyas yang sudah tepar dengan pelukannnya.


Setelah Ilyas tepar, Nuge, Khaled, Melly, dan Natasya juga ikut tepar dan mulai tidak sadarkan diri karena luka yang ia terima dari Ilyas dan pertarungan sebelumnya.


"Sisanya kuserahkan padamu Rika.... Jangan biarkan dia bangun melihat kita terluk..." belum sampai perkataan Nuge, kesadarannya pun juga hilang.


Rika yang menahan kesadarannya juga agar tidak hilang, mencoba untuk berdiri sambil memeluk Ilyas. Tetapi, Argina datang menahan Rika agar tidak terjatuh. Begitupun Bagas dan Andi yang memegang Ilyas namun tidak di lepasakan oleh Rika.


"tidak apa-apa Rika, kau istirahatlah. Sisanya serahkan Boss pada kami" kata Abang menenangkannya.


"terima kasih... Abang... kau selalu bisa diandalkan buat kami.." balas Rika melemah dan akhirnya juga tidak sadarkan diri di pegangan Argina.


"jadi bagaimana ini, Bagas ?" tanya Andi pada Bagas.


"Masalah mereka biarkan saja, kita harus membawa One Eagle ke rumah sakit sekarang. Ilyas sedang pendarahan" balas Bagas memerintahkan.


Semua member Animal Kaiser akhirnya mengangkat member One Eagle untuk di bawah ke rumah sakit. Dalam perjalanan, Argina menghawatirkan mereka hingga di dekati oleh Bima.


"Tenang saja tidak usah khawatir... (sambil memegang kepala Argina). Mereka tidak akan apa-apa. Mereka itu Gila perkelahian. Hal seperti ini, tidak akan membuat mereka kalah" kata Bima menenangkan Argina.


"aku tahu Kak Bima. Tapi..." balas Argina sambil menundukkan kepala.


"Bisa kakak lepasakan aku ?. Kalau tidak aku hajar lho Kak, lumayan aku masih punya tenaga" lanjut Argina jengkel.


"heehh.. jutek amat. Emang kenapa sih kalau di sentuh ?" tanya Bima risih.


"Bukan Muhrim G*blok. Pake nanya..." balas Argina kesal.


 "SIALAANN !!!. PADAHAL CUMA JUNIOR !!!" bentak Bima kesal.


"apa mau gelud ?" tanya Argina dengan pose siap bertarung.


"Haahhh.... kalian tidak cape apa setelah perang tadi ?" kata Date yang mengeluh.


Dan akhirnya hari menjadi gelap dan terdapat Murid STM 66 mulai menurunkan Juanda dan Maddo' yang sudah tidak sadarkan diri kembali. Namun di sekitar sana, terdapat 2 Siswa dari sekolah lain melihat mereka dari jauh.


"jadi ini kekuatan Animal Kaiser ?. Sepertinya STM 66 tergusur dari sekolah terkuat ke 2 yaa ?" tanya salah satu dari mereka.


"Yaa.... tapi jujur saja, aku tidak terlalu tertarik dengan Animal Kasier. Mereka hanyalah kumpulan sampah yang sok kuat. Aku hanya lebih tertarik dengan One Eagle. Terutama...." balas salah satu dari mereka.


"Ilyas si Elang Pemangsa itu. Dia membuatku menarik. Bahkan menghadapi STM 66 ini, dia belum mengeluarkan seluruh kemampuanya... aku jadi semakin tidak sabar bertemu mereka" lanjutnya lalu pergi.


...****...

__ADS_1


Facebook : HackBae. Instagram : hackbae2022


__ADS_2