
Saat meninggalkan Café Tani di pertemuan kita semua ketika senior mau KKN, aku mulai menggali Dina yang sebenarnya menggunakan program Database-sama. Yaa aku mendapatkan imformasi biasanya tapi sepertinya kurang Komplete. Jadi aku mengikuti sehariannya sampai aku ketika mendengarkan gibahnya bersama
teman-temanya.
"Kau tau, sudah jelas aku akan menjadi Primadona Fakultas. dengan berada di posisi ketua HMJ, aku tak akan membiarkan Icha menjadi Wakilku. Dia akan hebat menjadi Sekretarisku. Dengan begitu, dia akan mengambil seluruh pekerjaanku. Aku cukup mengiyakan apa yang di perintahkan. Dengan begitu namaku akan tetap jadi Primadona dan Ratu di Fakultas ini" katanya dan lanjut berbincang bersama teman-temannya.
Uwwaahhh memangnya masih jaman apa pake istilah Ratu kerajaan gitu ?.
Kirain tidak ada yang lebih aneh daripada saya.
Aku yang mendengarkan itu akhirnya tau mereka berdua adalah cahaya namun Cahaya yang di hasilkan Dina itu seperti matahari. Terang namun begitu panas. Tapi, aku tidak ada hubungannya dengan Ichi lagi jadi aku cukup memantaunya saja.
Lama aku pantau, aku melihat Ichi sampai begitu melelahkan hingga demam berat saat di asramanya membuatku Geram. Aku datang waktu itu namun melihatnya menangis di pangkuan Yusuf sudah membuatku cukup marah.
Dina, kau benar-benar sudah kelewatan.
Akanku gunakan Database-sama untuk meredupkan Matahari Fakultas ini.
Kegelapanku akan menutupi seluruh cahaya itu.
Tunggu saja Dina, karpet kerajaanmu akan kugulung paksa sekalipun Kegelapanku meredup.
(dan lagi-lagi aku berbicara sendiri seperti di film-film. kerennya apa sih Ilyas ?)
Aku menyamar sebagai Yusuf dan mengerjakan tugas Ichi di ruangan HMJ dengan berpura-pura sebagai Pengagum Rahasianya. Aku mengerjakannya sampai tak pernah meninggalkan kampus selama 3 hari. setiap ada orang yang masuk, kudu sembunyi dulu. kalau sepi, lanjut lagi. Di subuh hari, aku menaruh datanya di Hardisck dan memasangkan sticer HMJ sebagai penandannya. Awalnya aku ingin menggunakan surat tapi, dia akan menandaiku setelahnya. Jadi aku meninggalkannya begitu saja. Baru saja mau pulang, tapi anggota HMJ lain yang datang mencurigaiku.
“Kau ini, siapa ?” tanyanya padaku.
Mereka tidak membiarkanku lewat sampai akhirnya aku menunjuk ke Hard Disc tadi dan mengatakannya
“itu adalah pekerjaan Icha yang sudah ku kerjakan” jawabku.
“kau belum menjawab pertanyaanku” Tanya mereka maksa.
“Aku, pengagum Rahasia Icha” balasku dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Aku tidak bisa berlama-lama di sana. Selain mengantuk, aku belum makan dan kepalaku rasanya sangat sakit.
...*****...
Saat Malam tiba, kondisiku semakin stabil dan akhirnya berbaring di kasur demi Festifal besok. Tapi tiba-tiba, Yusuf menelponku.
“Haloo Yusuf ada apa ?” tanyaku sambil memijit lenganku yang masih agak Kaku.
"apa kau membantu Icha dengan menyelesaikan tugasnya ?" tanya Yusuf padaku di telepon.
"Mau bagaimana lagi, aku hanya menyamar sebagai dirimu Pengagum Rahasia" balasku padanya.
"kau tahu, karena perbuatanmu ini dia memanggilku malam ini ke asramanya dan kau cukup tau apa yang di inginkan sebuah pasangan di sebuah ruangan cuma berdua bermalam semalaman. Dia menagih lagi seperti sebelumnya" kata Yusuf padaku dengan perasaan kesal.
Itu cukup membuatku terkejut dan tidak bisa mengatakan apa-apa. Tapi tidak lama kemudian….
“lantas kenapa kau menelponku ?. mau pamer hah !!!?. kau mau Gelud Anj*ng !!!?” bentakku yang semakin kesal.
"Ilyas, aku mohon kau tenang dan jangan melakukan hal ini lagi. Cepatlah Muff On atau kau akan semakin tersakiti" lanjut yusuf meyakinanku.
“memangnya dari awal ini salah siapa !!!?. kalau kau tidak muncul di kehidupan kami, ini semua tidak akan terjadi !!!” bentakku kesal.
Aku menutup teleponnya dan membanting hp ku dengan keras di tembok. hatiku sangat sakit sampai aku memegang dadaku sampai hampir merobek kulitku.
Kenapa aku masih menyukai wanita itu ?.
Layla yang melihatku terpuruk memegang kedua pipiku lalu memelukku dengan erat
"kakak tenang saja, semuanya akan baik-baik saja. Tidak ada yang bisa mengalahkan Kakak sekali berkomitmen. Kakak hanya kurang jujur dengan perasaan sendiri. Jadi, kakak harus lebih percaya diri. Tenang saja, aku tetap bersamamu Kakak" kata adikku yang menghiburku.
Malam itu adikku memelukku layaknya pelukan seorang ibu. Pelukannya begitu hangat, dan benar-benar sangat mengobati hatiku yang sedang sakit. Sedangkan Ibu dan Ayahku hanya mengintip di luar kamar. Sekalipun aku sadar, aku tidak menanggapinya sedikit pun.
__ADS_1
Besoknya tampa salam, tampa kata pengantar dan Daftar isi, aku mendatangi Dina dan memegang tangannya.
"hy Dina, aku ingin bicara padamu" tanyaku padanya.
Dina menatapku dengan jijik lalu memaksa melepaskan tangannya dariku
"lebih baik kau bercermin dulu lalu berbicara padaku. aku ini orang serba sibuk dan aku tak punya waktu untukmu, dasar orang Suram" jawab Dina padaku.
"Hoo itu sangat menyakitkan mendengar langsung dari Pelacur Ayam Kampus yang ternyata Primadona Fakultas. Ketua HMJ, Dina Darmawati. Bukan begitu ?. atau aku harus menanggilmu Gadis Kembang Bunga ?" balasku pada Dina.
Dia cukup terkejut karena aku mengetahui rahasianya.
“apa yang di katakan orang menjijikkan ini Kak Dina ?”
“dasar orang Suram, kamu ngomong apa sih ?”
“woe, lu asal nuduh gua bunuh lu yaa ?” kata orang-orang yang mendekatinya.
Bahkan temannya yang Cowo, menarik kerah bajuku. Aku meremuk tangannya lalu berkata padanya.
“kau mengatakan membunuh seolah kau pernah melakukannya. Memangnya kau pernah membunuh seseorang ?” tanyaku sambil menatapnya penuh dengan kebencian.
Setelah melepas tanngannya, tidak ada satupun dari mereka yang berani mengejekku lagi, walau sebelumnya mereka sangat Percaya Diri melakukannya.
“Sepertinya kau tidak mau bicara baik-baik padaku tentang ini yaa Dina ?. kalau begitu, akan ku bongkar saja semu..” kataku yang belum sampai.
Dina langsung menarik tanganku lalu membawaku pergi menjauh dari teman-temannya.
“akan ku lakukan permintaanmu. Tapi, jangan kau bongkar rahasiaku lagi” kata Dina memberiku kesepakatan.
"Aku tak akan mengatakan pada siapapun tapi, Kau harus ikut denganku" lanjutku sambil mendahului menariknya.
Saat sampai di tempat Sepi belakang Wc, kami mulai berbincang Cuma berdua di sana.
"kita mulai bicara di sini saja" kataku padanya.
Ketika dia mulai buka roknya, aku memegang tangannya dan mengangkat roknya kembali
"apa yang ingin kau lakukan bodoh !!!?" tanyaku bentak padanya.
Melihat reaksiku, dia tersenyum menatap ke arahku lalu berkata padaku.
"heh, kau kira aku tidak tahu ?. Kau mengancamku dan berharap aku bisa bersetubuh denganmu secara gratis bukan ?. Kalau begitu lakukan dengan cepat. Aku mau ngerumpi sama teman-temanku setelah ini" kata Dina padaku.
"lebih baik kau pakai kembali itu, aku tidak nafsu hanya karena Ayam Kampus menggodaku" balasku padanya.
Dia terlihat tersipu malu dan Jengkel secara bersamaan saat aku mengatakan itu padanya. Setelah memakai pakaiannya kembali, dia bertanya padaku
"kalau begitu, apa maumu ?" tanyanya padaku.
"Berhentilah membebani Icha, Rendahan. Kau hanya memperburuk dirimu" kataku padanya.
"Hoo ternyata kau menyukai Icha ?. Ku dengar kalian cukup akrab dan bersahabat. Hahaha ternyata seperti itu" balas Dina yang tertawa.
"Dia bahkan lebih layak daripada dirimu. Kau tahu, sekalipun dia jatuh sakit, dia masih berusaha mengerjakan yang seharusnya di kerjakan juga olehmu. Kau bahkan tidak mampu bicara dengan benar di ruangan rapat dan cuma mengiyakan dan membebankannya pada Icha. Apa yang kau lakukan itu benar ?" kataku pada Dina.
"Aku hanya memerlukan posisi ketuanya agar aku bersinar !!!. Tak seperti dirimu yang suram, kau bisa apa hah !!!?" balas Dina membentakku.
"Singga sanamu bisa ku hancurkan dengan sekejap menggunakan hp ini" balasku sambil memperlihatkan hp ku padanya.
"apa itu ?" tanya Dina padaku dengan ketakutan.
“kau tidaklah bodoh sampai tidak memahami apa ini kan ?” tanyaku padanya.
Dan benar saja, dia tidak mengatakan apa-apa setelah aku mendapatkan video dirinya bersama 3 cowo yang tidak di kenal dalam kamar di atas kasur dari salah satu pelanggannya.
"Joker pernah bilang, Orang jahat terlahir dari orang baik yang tersakiti. Aku ada di posisi itu sekarang. Jadi, aku bisa menjatuhkanmu kapan saja" kataku pada Dina mengancamnya.
__ADS_1
Dia terdiam dan kakinya melemah sampai tak mampu berdiri lagi. aku mulai menegurnya dan membisikkan di telinganya.
"Hentikan perbuatanmu ini Dina, aku mohon. Kau tidak sadar ?. Setelah mencari data-datamu aku cukup terkejut. Kau jadi Ayam Kampus demi Make Up dan Glow Up ?. Semua orang memang memuja kecantikanmu tapi pernahkah kau berpikir, beberapa orang sebenarnya membencimu juga ?. Tidak semua mampu menerimamu karena begitulah manusia" kataku padanya.
Dia mencoba menamparku tapi aku menangkisnya.
"Memangnya siapa yang membenciku ?, siapa ?. Tidak ada yang mampu membenciku setelah aku tampil cantik begini. Memang semester 1 dulu aku hanyalah orang culun, tapi melihat Icha yang dasarnya cantik membuatku sangat kesal dan malah berteman dan dekat dengan orang sepertimu. aku muak, makanya aku mampu membuat mereka Sujud. Aku membalas perbuatan mereka, Ilyass !!!!" kata Dina membentakku.
"Kalau begitu, bayangkan kalau semua yang kau lakukan untuk membalas mereka hanya membuat menyerangmu kembali ?. Mereka tidak terlihat karena mereka mendukungmu" kataku padanya.
Dan tidak menyangka, baru saja kami menceritannya seangkatan kami lewat menuju wc mulai menggosipi Dina.
"kau tahu, Dina ternyata hanya mengincar ketua HMJ agar semakin terkenal. Saat semua orang sibuk, dia hanya keluyuran kan ?".
"iya, aku sering melihatnya bersama Gengnya Karaoke dan ngerumpi di Cafe. Norak banget nggak sih saat mereka Glow Up begitu ?".
"Lol, banget. Aku malah berharap Icha jadi ketua. Dia sangat terlihat berusaha di Festifal ini sampai pernah jatuh sakit. Kasian yaa".
"enaknya di apain kek itu Dina ?. Bagaimana kalau kita mengkoyak wajahnya biar culun kembali ?".
"Jangan dong. Nanti kau di serang Om-om yang sering di temuinya di sore hari" kata orang yang mau lewat menggosipi Dina.
Saat akhirnya mereka melihat kami, mereka sangat terkejut.
"Jadi seperti itu kalian menatapku hah ?. Padahal kau tidak ada apa-apanya di banding aku. Kalian sebaiknya hati-hati sebelum aku melahap pacar kalian" kata Dina mengancam mereka.
Salah satu di antara mereka geram dan tidak tahan atas tingkah Dina yang berlebihan.
"oh begitu ?. Jujur saja, bukan cuma kami. Banyak kok yang membencimu. Kami hanya bersabar karena kau Primadona. Bisa saja kami menjatuhkanmu".
"baru aja Glow Up, Sombongnya selangit. Coba aja yee goda pacarku, aku akan menghajarmu dan menjadikanmu culun kembali" balas. mereka menantang Dina.
Lalu aku berdiri di hadapan Dina dan mencoba meredahkan kejadian ini. Soalnya merepotkan melihat perempuan jambak-jambakan kayak monyet.
"dia mangsaku, kau tau aku seburuk apa kan ?. Aku juga membencinya. jadi serahkan padaku" kataku pada mereka.
Akhirnya mereka menuju ke Wc lalu tidak mempedulikan kami. Dina menundukkan kepalanya dan terlihat kesal.
"Lebih baik kau menyadari dirimu. Berhentilah dengan permainanmu ini, dan lihatlah mereka yang bekerja keras terutama Icha. Mereka bekerja di bawa naungan dan kesepakatanmu. Di hari pertanggung jawaban, Icha tak akan membantumu dan dia akan lebih mempertanggung jawabkan dirinya sendiri. Jadi lebih baik Sadarlah" kataku padanya.
Dia hanya menundukkan kepalanya dengan mata yang berkaca-kaca. Aku memegang pundaknya dan melepasnya.
"pergilah lihat mereka, seharusnya aku tidak Mengancammu. Aku tak akan menyebarkannya, aku janji" lanjutku padanya lalu aku meninggalkannya.
Entah kenapa baru kali ini, aku sebaik itu pada seseorang. Mungkin karena dia seorang Wanita, atau karena dia dulunya culun seperti diriku sekarang yang suram.
Saat kembali ke gedung Fakultas, akhirnya giliranku menampilkan diri konser Menyanyikan lagu.
Pasti kalian terkejut, kenapa kau sampai melakukan ini ?.
yaa alasannya adalah adikku.
Setelah mengatakan hal itu padaku, aku sudah cukup berani mengutarakannya walau hanya lewat seuntai lagu. Aku menutup Mata, dan membayangkan lagu apa yang akan aku nyanyikan ?. dan waktu itu, aku hanya mengingat Ichi.
“lagu ini untukmu, Cahaya terangku” kataku di atas panggung.
Semua orang menertawaiku. Tapi seketika saat aku mulai bernyanyi, aku hanya membayangkan diriku yang bernnyanyi di hadapan Ichi sekarang. Kunyanyikan lagu Kangen Band-Yakin Cintamu kudapat agar perasaanku tersampaikan. Namun setelah getikan Gitar terakhirku, semua orang bertepuk tangan. Aku malah terlihat mencolok. Dengan sengaja ku bakar sebatang rokok dan mengudutnya, padangan orang tentangku berubah seketika.
Baru saja aku mau turun dari panggung, kudapati mereka berdua sedang menonton diriku. Itupun dengan bergandengan tangan.
Jadi semuanya Cuma sia-sia yaa ?.
Yaa wajar sih. Mana mungkin perasaanku tersampaikan padanya.
Aku terlalu bodoh sehingga mengira kejadian seperti di drama FTV mungkin saja terjadi.
Aku berjalan melawati dirinya hingga aku menghapus air mataku saat melewati mereka berdua.
__ADS_1