
Deru mesin kapal masih terus bergemuruh dan melaju pelan berpacu melawan gelombang.
Matahari kini sudah tinggi, pancaran sinarnya sudah mengusir semua gelap dan berganti terang di pagi hari yang penuh kehangatan.
Mutiara mengerjapkan matanya yang terasa sangat perih ketika sinar matahari menyelinap melalui celah jendela di kabin kapal itu menerpanya.
Mutiara menoleh ke arah suaminya yang masih lelap tertidur di sampingnya. Mutiara tersenyum sambil mengusap dada Arkha dan menyadari betapa malam yang panas penuh gairah cinta sudah mereka lewati bersama.
Perlahan Mutiara bangun dari ranjang itu. Ia melemaskan semua otot-ototnya yang terasa ngilu setelah pertempuran sengit bersama suaminya terjadi hampir sepanjang malam itu.
Walau masih tanpa memakai pakaiannya, Mutiara berjalan mendekati jendela di kamar itu dan membuka tirai yang sedari tadi malam tetutup rapat.
Mutiara terpana oleh pemandangan indah di depan matanya.
Hamparan laut lepas yang disinari mentari terlihat begitu tenang setenang hatinya saat itu.
Sesaat ingatannya kembali ke masa sebelumnya. Lebih dari tiga tahun dia menahan kepedihan dan berpisah dari orang yang paling dicintainya. Semua itu hanya karena kesalahpahaman saja. Namun, semua kepedihan itu kini sudah berlalu berganti kebahagiaan yang akan selalu dijalani bersama sang suami yang sangat dicintainya.
Arkha membuka matanya dan terbangun dari tidurnya. Ia terperanjat saat tidak menemukan Mutiara ada di sebelahnya.
Arkha bergegas bangun dari ranjang itu, ia langsung tersenyum ketika melihat Mutiara berdiri melamun di depan jendela.
Arkha ikut beranjak dari atas kasur dan menghampiri Mutiara.
"Kamu sedang apa, Sayang," bisik Arkha di telinga Mutiara sambil memeluk tubuh Mutiara dari belakang. Arkha melingkarkan kedua tangannya di pinggang Mutiara dan menyelipkan kepalanya di antara pundak dan leher Mutiara sambil memberikan kecupan mesra di pipi istrinya itu.
"Lihat hamparan laut di depan sana, Bang!" Mutiara menunjuk lautan yang terbentang luas di hadapan mereka.
"Melihat laut mengingatkan aku akan kampung halamanku dan juga Bapak. Banyak sekali kenangan hidupku yang sudah tenggelam bersama tsunami di pulau itu, Bang," imbuh Mutiara dengan wajah sendu menerangkan semua kenangan yang saat itu kembali terlintas di ingatannya kepada Arkha.
__ADS_1
"Iya, Sayang. Aku juga punya banyak kenangan indah di pulau itu. Aku bertemu dengan cinta sejatiku disana, walau saat itu kamu hanya mengenalku sebagai seorang Segara. Seseorang yang hilang ingatan dan terdampar di pulau itu," sambung Arkha juga ikut mengenang kisahnya selama hilang ingatan dan hidup sederhana tinggal di pulau terpencil itu bersama Mutiara.
"Pulau itu juga sudah mengajariku arti cinta yang sesungguhnya, Sayang. Walau disana kita hidup sangat sederhana, tapi di sana aku merasa sangat bahagia. Sebelumnya, aku sangat mengagung-agungkan uang dalam hidupku. Aku menganggap bahwa cinta dan kebahagiaan itu bisa dibeli dengan uang. Akan tetapi, setelah bertemu denganmu aku sadar kalau cinta sejati tidak dapat dibeli. Cinta adalah sebuah ketulusan hati yang tidak akan pernah bisa dinilai dengan materi," terang Arkha jujur mengungkapkan semua isi hatinya kepada Mutiara.
"Aku tidak pernah menyangka kalau Bang Segara adalah Arkha, seorang pria kaya raya dan terpandang di kota ini, Bang. Segara yang aku kenal dulu hanyalah pria biasa yang sederhana dan mencintaiku apa adanya walau aku hanya seorang gadis kampung yang miskin dan tidak berpendidikan," kenang Mutiara lagi.
"Mutiara, justru kesederhanaamu itulah yang membuat aku jatuh cinta padamu. Kamu dan juga Pak Imran sudah menyelamatkan dan menolongku dengan tulus iklas. Bahkan, di saat aku tidak tahu akan jati diriku pun, kalian selalu mendukungku. Sebanyak apapun harta yang aku miliki, semua itu tetap tidak sebanding dengan pengorbanan dan kasih sayang kalian terhadapku," ujar Arkha sambil kembali mengecup pipi Mutiara.
"Layaknya MUTIARA yang ada di tengah SEGARA terdalam, aku berjanji akan selalu melindungi dan menjagamu seumur hidupku, Sayang." Arkha tersenyum sambil ikut mengarahkan pandangannya jauh ke tengah hamparan samudra yang membentang di hadapannya.
"Tapi, sayangnya Segara sudah tenggelam bersama tsunami saat itu, Bang," balas Mutiara.
"Segara memang sudah tenggelam bersama tsunami, Sayang. Tapi, deburan gairah Segara masih tetap ada di diri Arkha. Segara dan Arkha adalah pria yang sama, pria yang akan selalu mencintaimu."
Arkha memutar tubuh Mutiara sehingga kini mereka saling berhadapan dan mata mereka saling menatap sangat dekat.
"Mutiara, cinta Arkha untukmu seperti Segara yang tanpa batas, melebihi luas Segara di permukaan bumi ini dan juga melebihi dalamnya dasar Segara, Sayang."
Arkha dan Mutiara sama-sama tersenyum dan terus saling menatap, membiarkan mata mereka saling berbicara. Hanya cinta yang kini ada mengelilingi mereka.
Mulai saat itu, tidak ada lagi yang akan menjadi penghalang mereka untuk melanjutkan cinta mereka dan hanya kebahagiaan yang akan mereka rajut bersama.
-- TAMAT --
_________________________
Karena Segara dan Mutiara sudah bersatu, jadi cerita ini cukup sampai disini dulu.
Tidak ada nilai positive yang bisa dipetik dari cerita ini karena ini hanya hasil imajinasi dan halusinasi Author semata dan berharap bisa menghibur pembaca semua.
__ADS_1
Untuk semua readers yang sudah setia memberi dukungan dan terus mengikuti cerita ini sampai tamat, Author mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya.
Terimakasih juga untuk Noveltoon yang sudah memberikan wadah untuk penulis amatir seperti diriku ini.
Aku juga sangat appreciate karena karya ini sudah diberi kesempatan untuk tampil di beranda bersama karya-karya author senior yang lain.
Akhir kata, Author minta maaf kalau karya ini belum bisa memuaskan pembaca dan editor. Karya ini masih banyak kekurangannya dan apabila ada hal yang tidak berkenan di dalam isi cerita, mohon dimaklumi karena Author ini masih bau kencur dan masih akan terus belajar untuk bisa menuangkan halusinasinya ke dalam sebuah tulisan yang jauh lebih baik ke depannya.
♥️♥️♥️♥️♥️
Buat kalian yang masih menginginkan bonus episode untuk cerita ini, Author akan usahakan update secara berkala.
Masih banyak keseruan cerita yang tidak bisa Author tuliskan saat ini. Karena apabila di lanjutkan, cerita akan melenceng dari judul. Jadi akan lebih baik Author ceritakan sebagai extra part saja.
⛴⛴⛴⛴
Agar kalian sedikit penasaran Author kasih bocoran untuk kisah di extra part nanti.
🌹Bagaimanakah kelanjutan kisah Livina setelah dihadapkan pada tuntutan hukum dan mendekam di penjara?
🌹Apa yang terjadi dengan Ardila setelah mengetahui Arkha menikah lagi dengan Mutiara?
🌹Apakah Rendy akan menemukan pasangan hidupnya setelah ejekan Arkha yang selalu mengatakan dia jomblo akut?
🌹Siapakah gadis yang bisa menggantikan posisi Mutiara di hati Genta?
🌹Seperti apa ke-bucinan seorang Arkha saat Mutiara hamil anak kedua?
Nah, yang setuju dan akan setia mengikuti extra part cerita ini mohon kasih komen dan masukan di kolom komentar ya!
__ADS_1
Selamat menunggu extra part nya ya Guys .....