
Mutiara terus menelisik satu per satu foto di ponsel Genta.
Tinggal di pulau terpencil itu memang membuat Mutiara jauh dari yang namanya gadget dan internet, namun Mutiara adalah gadis yang cerdas, pernah mengenyam pendidikan sampai lulus SMA juga membuatnya paham Bahasa Inggris, sehingga bukan hal yang sulit baginya memahami isi di ponsel Genta.
Mutiara semakin penasaran, ia lalu membuka folder album di galeri foto ponsel Genta. Mutiara semakin terperanjat karena ia melihat nama salah satu folder di album itu.
ME & MY BOSS ARKHA, itu nama folder yang ditulis oleh Genta di dalam galeri itu yang isinya semua foto foto Genta bersama suaminya.
"Dari tadi Bang Genta selalu menyebut nama Arkha, apa mungkin itu adalah nama Bang Segara yang sebenarnya?" tanya batinnya.
Mutiara masih memainkan jarinya di layar ponsel Genta, ia kembali terkesiap saat melihat sebuah foto pernikahan disitu. Ada gambar Segara yang terlihat bersanding dengan seorang wanita cantik dan dalam foto itu. Pasangan itu juga terlihat mengenakan busana pernikahan yang sangat mewah dan Segara tampak sangat bahagia di saat itu.
"Bang Segara! tidak salah lagi ini pasti dia, dan dia sudah punya istri sebelum menikah denganku."
Pikiran Mutiara semakin dipenuhi kegundahan.
"Apakah mungkin ingatan Bang Segara sudah kembali dan ia juga sudah ingat semua tentang masa lalunya? kalau iya, berarti dia ke kota bukan untuk bekerja, tapi dia pulang ke tempat asalnya dan meninggalkanku disini"
"Lalu kenapa dia tidak menceritakan tentang ingatannya itu kepadaku, dan untuk apa juga dia malah berbohong mengatakan hendak bekerja di sana?"
Tanpa disadarinya bulir air mata menetes deras dari kedua matanya, dipikirannya, dia merasa bahwa kekhawatirannya selama ini kini terbukti, Segara telah pulang ke masa lalunya dan meninggalkannya sendiri di kampung itu.
Tak lama berselang Genta keluar dari ruangan di warung Mutiara dan ia sangat terkejut ketika melihat Mutiara yang menangis terisak, sambil menundukkan kepalanya.
"Mutiara, kamu kenapa, Ra? Kenapa tiba tiba kamu menangis seperti ini?" tanya Genta seraya menghampirinya dan kembali duduk di sebelah Mutiara. Ia bingung menatap wajah Mutiara yang tiba tiba terlihat begitu sedih.
__ADS_1
"Bang Genta, tolong jujur sama aku, Bang! tolong kasih tahu apa yang Abang ketahui tentang Bang Segara!" pinta Mutiara sambil terus terisak.
"Maksud kamu apa, Ra?" tanya Genta.
"Ceritakan padaku semua tentang Bang Segara, dan aku mohon kamu jangan bohongi aku lagi, Bang!" ucap Mutiara memelas.
Sejenak Genta terdiam, dia melihat ponselnya masih ada di tangan Mutiara.
"Celaka, jangan jangan Mutiara sudah melihat semua foto Bos Arkha di ponselku?" pikir Genta. Secepat kilat dia menyambar ponselnya dari tangan Mutiara, namun Mutiara menahannya.
"Aku nggak akan kembalikan ponselmu sebelum kau menjawab jujur pertanyaanku, Bang!" ketus Mutiara sambil memegang erat ponsel Genta dan tidak bersedia menyerahkannya kembali kepada Genta. Air mata masih terus menetes dari kedua sudut matanya.
"Bohong apa, Ra? Aku tidak pernah merasa berbohong padamu!" tampik Genta. Meski Genta curiga kalau Mutiara sudah mengetahui kebenaran tentang Arkha, namun ia masih mencoba mencari alasan.
"Segara? dia itu suamimu kan? kau yang lebih mengenalnya tapi kenapa kau malah bertanya siapa dia kepadaku?" kilah Genta.
"Dia bukan Segara, Bang! Segara itu nama yang diberikan Bapak kepadanya karena dulu Bapak menemukannya mengambang di laut dan dia hilang ingatan!"
Mutiara kemudian menceritakan kepada Genta, bagaimana ia dan bapaknya merawat Segara setelah Imran menolongnya saat terhempas di tengah lautan dan dalam keadaan hilang ingatan, hingga Imran memanggilnya dengan nama Segara.
"Lalu foto foto ini, Bang! apa hubungan semua ini dengannya? Apa sebenarnya Bang Segara itu adalah Arkha, bos Abang itu?" Mutiara melanjutkan pertanyaanya sambil menunjukkan foto Arkha di layar ponsel milik Genta.
Genta menarik nafas dalam sambil mengusap dadanya, "ya ampun, betapa cerobohnya aku hari ini? setelah ini Bos Arkha pasti akan menghabisiku," pikir Genta lagi. Kini ia sudah tidak punya alasan lagi untuk mengelak dari semua pertanyaan Mutiara. Selain itu, melihat wajah sedih Mutiara, ia sudah tidak sanggup lagi membohonginya.
"Iya kamu benar, Ra! Segara itu adalah Bos Arkha, atasanku!" jawab Genta jujur.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menceritakan semuanya padamu, tapi aku minta padamu setelah kamu tahu semuanya tentang suamimu, kamu jangan salah paham padanya! Bos Arkha orang yang baik, Ra. Dan dia sangat mencintaimu!' sambung Genta.
Genta lalu menceritakan semua hal tentang Arkha kepada Mutiara, termasuk tujuannya pulang ke kota yang ingin merebut kembali perusahaannya yang diambil secara curang oleh sahabatnya sendiri.
Mutiara terdiam membeku mendengar semua penuturan Genta tentang suaminya. Air matanya mengalir semakin deras, semua yang diceritakan Genta sudah mengungkapkan sebuah kebenaran yang sungguh terasa menyakitkan baginya. Pria yang ia kenal sebagai Segara selama ini adalah Arkha seorang pria kaya raya namun ia ternyata sudah memiliki seorang istri dan juga seorang putri.
"Tega kamu, Bang! kau pergi meninggalkanku setelah ingatanmu kembali dan kau melupakan semua janjimu padaku! Kau bahkan pergi tanpa menceritakan tentang ingatanmu padaku dan justru berbohong mengatakan pergi ke kota untuk bekerja." Berbagai kecurigaan buruk tentang Segara mulai bermunculan di benak Mutiara.
Mutiara menyentuh perutnya sambil terus terisak, pundaknya pun berguncang tak kuasa menahan tangis kepedihannya.
"Kalau Bang Segara sudah punya anak, lalu bagaimana dengan nasib bayi dalam kandunganku ini?" ucapnya lirih.
"Bayi? jadi kamu saat ini sedang hamil, Ra? kamu mengandung anak Bos Arkha?" tanya Genta.
"Iya, Bang. Setelah kepergiannya, aku baru tahu kalau aku sedang mengandung anaknya." terang Mutiara.
"Ra, Bos Arkha harus tahu kalau saat ini kamu hamil. Aku yakin dia pasti akan sangat bahagia mendengar berita ini!" ujar Genta sambil tersenyum sumringah.
"Tidak, Bang. sepertinya dia tidak akan senang mengetahui kehamilanku, dari dulu aku dan dia selalu menjaga agar aku tidak sampai hamil, kami belum ingin punya anak, tapi sepertinya kami sudah melakukan kesalahan sehingga aku sampai hamil." ucap Mutiara frustasi, dengan suaranya yang bergetar mencoba menahan tangisnya.
"Kamu salah, Ra. Bos Arkha bukan orang seperti itu, dia tidak mungkin lupa tanggung jawabnya terhadapmu, Ra! aku sangat yakin dia pasti akan menerima bayi yang kau kandung dengan sangat bahagia!" bantah Genta, namun Mutiara hanya menggelengkan kepalanya.
"Tidak, Bang! setelah mengetahui kebenaran tentangnya, aku jadi semakin meragukannya, Bang!" ucap Mutiara sambil mengusap pipinya untuk menghapus air matanya.
"Sepertinya Bang Segara tidak pernah mencintaiku dia hanya kasihan dan merasa berhutang budi padaku. Pernikahan kami juga adalah sebuah hubungan karena keterpaksaan, hanya untuk menghindari kesalah pahaman warga!" sesal Mutiara. Pikiran buruk tentang Segara sudah semakin memenuhi benaknya.
__ADS_1