Deburan Gairah Sang Segara

Deburan Gairah Sang Segara
Eps. #56 Sosok Yang Sudah Kembali


__ADS_3

Arkha menatap tajam ke arah semua orang yang sedang berkumpul di sana. Sontak saja tatapan Arkha membuat karyawan karyawan itu langsung kembali ke meja kerjanya masing masing dan merasa sangat canggung. Sebelumnya Arkha memang sangat disegani oleh semua karyawannya itu sehingga tidak ada yang berani main - main saat masih jam kerja.


Arkha memandangi sekelilingnya, menelisik semua area kantornya dan menoleh ke arah satu per satu karyawannya yang sudah kembali ke meja kerjanya masing masing. Dalam netranya semua masih tampak sama, tidak ada perubahan yang terlalu mencolok setelah lebih dari setahun kantor itu ditinggalkannya, semua masih dalam posisi yang sama.


Melihat tatapan Arkha, para karyawan yang ada di sana saat itu langsung menundukkan wajahnya tidak ada yang berani membalas tatapan Arkha. Antara percaya dan tidak percaya bahwa Arkha masih hidup, yang pasti mereka sangat terkejut melihat Arkha sudah kembali ke kantor itu.


"Hei..., kenapa kalian memandangku seperti sedang melihat hantu!" teriak Arkha kepada semua karyawannya.


"Sekarang kalian sudah tahu kalau sebenarnya Arkha belum mati, Arkha masih hidup, dan mulai hari ini, aku akan kembali memimpin perusahaan ini!" sambungnya dengan suara tegas.


'Kalau ada yang tidak suka aku kembali dan lebih menginginkan Alfin yang menjalankan perusahaan ini, aku persilahkan untuk segera angkat kaki dari sini. Aku tidak suka ada kehadiran pengkhianat di sini!" bentak Arkha dengan tetap menunjukkan sorot mata iblisnya dan untuk sesaat membuat suasana hening disana.


"Kami sangat senang anda sudah kembali, Bos! selama ini kami bekerja di bawah tekanan Pak Alfin, banyak hak hak kami sebagai karyawan yang tidak kami dapatkan!" sahut seorang karyawan yang memiliki jabatan sebagai supervisor. Meski ciut melihat tatapan Arkha, tapi karyawan itu tahu kalau dibalik ketegasan Arkha, dia adalah seorang pemimpin yang sangat bijaksana dan selalu peduli dengan kesejahteraan semua karyawannya.


"Benar, Bos! kami semua sangat senang kalau Anda yang memimpin perusahaan ini, selama ini Pak Alfin tidak pernah mendengarkan keluhan kami, Pak Alfin selalu sewenang wenang memperlakukan kami!" teriak seorang karyawan yang lain sudah mulai berani ikut menimpali.


Arkha tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya, dia tahu kalau semua karyawannya masih memihak padanya meski perusahaan itu sempat diambil alih oleh Alfin.


"Rendy, panggil semua kepala divisi, aku akan meeting dengan mereka sekarang juga!" perintah Arkha kepada Rendy sambil berjalan menuju ruang meeting di kantor itu.


"Siap, Bos!" sigap Rendy, bergegas menjalankan tugas yang diperintahkan Arkha kepadanya.


Dalam meeting mendadak itu nampak semua kepala divisi sangat senang karena Arkha telah kembali. Mereka yakin kalau proforma perusahaan yang sudah menurun akan bisa dikembalikan lagi setelah Arkha yang memimpin lagi disana.

__ADS_1


****


Di saat yang sama di sebuah cafe berkelas, Livina tengah asyik bercengkrama dengan teman - teman arisan sosialitanya. Mereka terdengar sibuk membahas rencana jalan jalannya ke luar negeri.


"Elo mah enak, Vin. Bisa liburan kemana aja, nggak perlu nunggu pemberian uang dari suami." ujar salah seorang temannya.


"Iya lah secara warisan almarhum suami pertamanya kan banyak, bisa hidup enak sampai tujuh turunan tuh," sahut temannya yang lain


Livina hanya mencebikkan bibirnya mendengar ucapan teman temannya, dalam hatinya dia merasa kesal, karena kenyataannya dia sendiri belum bisa menikmati semua  warisan dari Arkha, sementara Alfin tidak becus dalam mengelola perusahaannya.


Seorang pria nampak tergesa menghampiri kumpulan beberapa wanita sosialita itu dan mendekati Livina.


"Buat apa kamu kesini!" bentak Livina setengah berbisik kepada pria itu yang tak lain adalah salah satu asisten kepercayaan Alfin. Dia sangat terkejut karena tidak biasanya asisten Alfin itu menemuinya.


"Sorry ya, Guys! Gue tinggal sebentar!" ujarnya kepada teman temannya sambil mengikuti langkah cepat asistennya itu. Mereka lalu duduk di sebuah sofa di open air area di cafe itu yang letaknya agak jauh dari tempat duduk teman temannya.


"Ada apa kau menemuiku, dan kenapa wajahmu terlihat panik seperti itu, Doni?" tanya Livina menunjukkan raut wajah masam karena asisten yang bernama Doni itu sudah mengganggu kesenangannya bersama teman temannya.


"Ada kabar buruk, Nyonya. Tuan Alfin ditangkap polisi!" sahut Doni tanpa berusaha menyembunyikan apapun dari Livina.


"Apa?" Livina langsung tersentak kaget mendengar berita yang disampaikan oleh Doni.


"Mana mungkin Alfin ditangkap polisi? memangnya kesalahan apa yang  dia lakukan?" tanya Livina sangat terkejut.

__ADS_1


"Apa Nyonya tahu kalau sebenarnya Tuan Arkha masih hidup?"


"Arkha masih hidup, benarkah?" Livina semakin membulatkan matanya.


"Iya Nyonya. Tuan Arkha lah yang sudah menangkap Pak Alfin dan melaporkannya kepada polisi dengan tuduhan percobaan pembunuhan!" sahut Doni dengan wajah tertunduk dia tahu kalau Livina pasti akan sangat terkejut mendengar apa yang diceritakannya. Doni lalu menceritakan semua kejadian di kantor Arkha hingga Alfin ditangkap polisi dan dimasukkan ke dalam sel tahanan.


Livina menarik nafas dalam dalam, dia menjadi sangat kecewa dengan Alfin yang tidak sepenuhnya jujur kepadanya. Livina memang sangat mencintai Alfin dan selama ini selalu mendukung apapun yang direncanakan Alfin, namun dia tidak pernah tahu kalau kecelakaan di kapal Arkha waktu itu semua adalah hasil rekayasa Alfin dan jasad yang dia kubur dan diakui sebagai Arkha ternyata juga adalah sebuah kebohongan yang di dalangi oleh Alfin.


"Alfin, kenapa kau tega membohongi aku selama ini, Al? Aku sangat kecewa padamu, Al!" gerutunya dengan matanya yang berkaca kaca menahan semua emosi dan rasa kecewanya.


"Saya permisi, Nyonya. Saya harus segera pergi dari sini. Saya takut polisi juga mencurigai saya bekerja sama dengan Pak Alfin!" ujar Doni sambil berjalan cepat meninggalkan Livina.


Livina mematung di tempat duduknya. Semua yang diceritakan Doni membuatnya merasa cemas dan takut. Dia sudah bisa menebak kalau Arkha pasti akan sangat membencinya setelah mengetahui dia menikah dengan Alfin.


"Arkha masih hidup, itu artinya dia pasti juga akan menuduhku bersekongkol dengan Alfin. Dia pasti akan memenjarakanku juga!" gumam Livina dalam hati, ada rasa khawatir apabila Alfin menceritakan hubungan rahasia mereka kepada Arkha saat dia masih sah menjadi istri Arkha.


"Tidak, aku tidak akan membiarkan polisi sampai menangkapku!" Livina semakin khawatir dan bingung dengan situasi yang tengah dihadapinya.


Livina berdiri dari tempat duduknya dan mondar mandir, gelisah sendiri di tempat itu. Sambil sesekali menekan keningnya dia mencoba memikirkan cara untuk menghadapi Arkha.


"Arkha..., dia sangat mencintaiku, aku akan membuatnya kembali padaku. Aku tidak rela kehilangan semua hartanya. Dan Ardila, aku akan menjadikannya alat untuk membuat Arkha percaya padaku," gumamnya lagi sambil tersenyum licik.


Tanpa memberi tahu teman - temannya Livina langsung pergi meninggalkan cafe itu dan dengan cepat melajukan mobilnya untuk kembali pulang.

__ADS_1


__ADS_2