Deburan Gairah Sang Segara

Deburan Gairah Sang Segara
Eps. #34 Kedatangan Genta dan Rendy


__ADS_3

Malam yang dingin berganti pagi, warung Mutiara yang tadi sempat ramai kini sudah kembali sepi.


"Aku tinggal ke rumah salah satu warga dulu ya, Ra. Ada beberapa orang yang minta diperbaiki motornya!" ujar Segara setelah menyelesaikan pekerjaannya membantu Mutiara membersihkan warungnya.


"Iya, Abang hati hati ya, Bang!" sahut Mutiara sambil sambil mencium tangan Segara.


Sambil tersenyum Segara meraih tas peralatan mekaniknya dan menggendongnya di satu pundaknya, lalu meninggalkan Mutiara sendiri di warungnya untuk pergi ke rumah warga yang memintanya memperbaiki mesin motor dan beberapa mesin lainnya disana. Segara memang sangat senang melakukan pekerjaan itu, dengan menggunakan motor butut Imran, Segara berkeliling dari satu rumah ke rumah lain di kampung itu untuk memperbaiki mesin sesuai permintaan warga, dari sana juga lah ia bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk kebutuhan hidup mereka sehari hari.


Hari semakin siang, Mutiara masih sibuk memasak untuk makan siang mereka di warungnya.


Dari kejauhan tampak sebuah kapal yang cukup besar mulai merapat ke dermaga. Raungan suara bel kapal itu terdengar sampai ke seluruh area pesisir pantai.


Setelah bersandar, dua orang pria turun dari kapal itu dan bergegas menuju ke warung Mutiara.


"Selamat pagi, Mutiara. Bagaimana kabarmu?" salah seorang pria itu langsung menyapa saat mereka tiba di warung itu.


Mutiara yang tengah sibuk memasak di dapur terkejut ketika tiba tiba mendengar seseorang menyapanya. Mutiara segera menoleh ke arah dua pria itu lalu tersenyum ramah.


"Eh Bang Genta, kabar baik, Bang. Abang kapan tiba di kampung ini lagi, Bang?" tanyanya dengan senyum ramah yang selalu menghiasi bibirnya.


"Aku baru saja sampai disini, Ra. Tapi kali ini aku tidak sendiri, ini kenalin temanku namanya Rendy!" jawab Genta sambil memperkenalkan rekannya yang saat itu bersamanya.


"Aku Mutiara, Bang!" Mutiara masih tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya yang langsung disambut juga dengan ramah oleh Rendy.


"Aku Rendy!" sahutnya sambil ikut menjabat tangan Mutiara.


"Segara mana, Ra!" tanya Genta lagi.


"Bang Segara lagi ke rumah salah satu warga kampung ini, Bang. Dapat panggilan memperbaiki mesin motor milik warga!" jawab Mutiara.


"Bang Genta kesini lagi, bukan karena mesin kapalnya rusak lagi kan, Bang!" tanya Mutiara sekedar basa basi.

__ADS_1


"Bukan, Ra. Aku sengaja kesini karena ada urusan!" jawab Genta.


"Abang mau aku buatkan kopi apa teh? kalian habis perjalanan jauh, pastinya haus dan lapar kan?" lanjut Mutiara, dia tidak terlalu peduli dengan urusan Genta datang lagi ke pulau itu.


"Boleh, Ra. Tolong buatkan dua kopi hitam!" ujar Genta sambil menyulut sebatang rokoknya.


Mutiara bergegas menuju dapur untuk membuatkan kopi yang diminta oleh Genta.


"Jadi ini ya yang kamu bilang istri barunya Bos Arkha?" bisik Rendy kepada Genta.


"Iya, cantik dan ramah, kan? Beda jauh sama Nyonya Livina yang sombong dan acuh itu!" jawab Genta sambil menyesap rokoknya dan menghembuskan asapnya melalui hidungnya.


"Betul, wanita yang sederhana dan cantik sekali, pantas saja Bos Arkha betah tinggal di pulau ini!" seringai Rendy.


"Silahkan diminum kopinya, Bang!" ucap Mutiara sambil menyuguhkan dua cangkir kopi dan beberapa buah pisang goreng dihadapan Genta dan Rendy.


"Suamimu pulang jam berapa, Ra?" tanya Genta sembari mencomot satu pisang goreng dari nampan yang masih di tangan Mutiara dan langsung memasukkannya ke mulutnya.


"Sebenarnya aku kesini mau ketemu Segara, aku mau membahas tentang mesin kapal dengannya," beber Genta.


"Ooh.. iya, ditunggu aja dulu sebentar, Bang! Bang Segara biasanya pasti langsung kesini kalau pekerjaannya sudah beres," jelas Mutiara tanpa ada rasa curiga sedikitpun terhadap Genta.


"Aku tinggal ke dalam dulu ya, Bang! kalau mau pesan makanan lain nanti tinggal panggil saja," lanjutnya lagi sambil melangkah kembali masuk ke dalam warungnya.


Setelah Mutiara meninggalkan mereka, kembali Rendy berbisik kepada Genta.


"Kamu benar benar yakin kalau Segara itu Bos arkha?" Rendy menggelengkan kepalanya dan nampak ragu setelah melihat lihat situasi di sekitar area pantai itu.


"Aku sangat yakin, Ren. Dan nanti setelah kamu bertemu langsung dengannya, aku yakin kamu juga akan langsung percaya kalau Segara itu adalah Bos Arkha!" tegas Genta.


Genta hanya manggut manggut sambil menyeruput kopi hitam dari cangkirnya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Segara tiba di warungnya dan langsung menemui Mutiara.


"Eh Abang sudah balik. Itu ada Bang Genta kesini lagi, katanya mau ketemu Abang!" seru Mutiara saat melihat suaminya kembali.


"Apa, Genta?" Segara membulatkan matanya, ia sangat terkejut ketika Mutiara menyebut nama asistennya itu apalagi mengatakan dia sedang ada disana saat itu.


"Iya, katanya mau membahas mesin kapal sama Abang, itu mereka duduk di depan!" Mutiara menunjuk bangku paling ujung di warungnya dan terlihat dua orang pria tengah duduk disana.


"Itu Genta dan Rendy, apa mereka kesini untuk mencariku?" gumam Segara dalam hatinya.


"Kenapa Abang diam saja, Bang. Ayo temui mereka, mereka sengaja kesini jauh jauh cuma buat ketemu Abang loh!" ujar Mutiara, melihat suaminya yang hanya diam di tempat Mutiara langsung membujuknya.


Dia sama sekali tidak tahu kalau sebenarnya suaminya sudah mengingat masa lalunya, Genta dan Rendy itu adalah dua asisten kepercayaan Arkha.


Segara mengusap kasar wajahnya, seketika hatinya menjadi bimbang. Sebenarnya ia tidak ingin menemui kedua asistennya itu, dia sudah berniat untuk tidak kembali ke kota dia hanya ingin hidup bahagia bersama Mutiara dan tetap tinggal di kampung itu.


Akhirnya perlahan Segara melangkahkan kakinya juga untuk mendekati Genta dan Rendy. Apabila dia tidak bersedia menemui kedua orang itu, pastinya Mutiara akan curiga kepadanya, karena itulah ia bersedia menemui kedua asistennya itu, namun ia tetap berpura pura menjadi Segara.


"Hai apa kalian sudah lama menunggu?" sapa Segara saat ia sudah ada di dekat Genta dan Rendy.


Genta dan Rendy yang sebelumnya sedang asyik memandangi lautan di hadapannya langsung menoleh kebelakang menatap ke arah Segara.


"Bos Arkha!" Rendy langsung berdiri dan sangat terkejut saat melihat Segara. Benar saja yang diucapkan Genta, pria yang tengah berdiri di hadapannya benar benar membuatnya yakin bahwa pria itu adalah bos mereka yang mereka kira sudah meninggal setahun yang lalu.


Segara lalu ikut duduk di salah satu bangku bersama dengan Genta dan Rendy.


"Segara, kenalkan ini temanku Rendy," ucap Genta memperkenalkan.


"Aku Rendy," mengulurkan tangannya.


"Namaku Segara," menjabat tangan Rendy.

__ADS_1


Mata Rendy terus menatap ke arah Segara, sama halnya dengan Genta, sekarang ia sangat yakin pria yang mengaku bernama Segara itu adalah Arkha.


__ADS_2