
Hari bahagia yang dinantikan Genta dan Rendy pun tiba.
Mereka tetap memutuskan melaksanakan pernikahannya masing-masing di hari yang sama. Setelah mereka melaksanakan prosesi akad nikah di tempat yang berbeda, kini saatnya acara resepsi pernikahan yang mereka selenggarakan bersamaan dan di satu tempat yang sama.
Acara resepsi itu sengaja mereka laksanakan bersamaan atas usulan dari Arkha yang sudah menjanjikan akan menghadiahkan sebuah acara pesta pernikahan istimewa untuk mereka.
Euphoria sebuah acara pernikahan sangat terasa di ballroom sebuah hotel berbintang di kota itu. Dua pasangan pengantin bersanding di pelaminan yang berbeda tetapi masih di atas panggung yang sama.
Genta bersama Zahra duduk bersanding mengenakan outfit berwarna putih sedangkan pasangan Rendy dan Sandra sama-sama mengenakan outfit berwarna silver. Kedua pasangan itu tampak sangat serasi tatkala mereka duduk bersanding di pelaminan. Genta dan Rendy terlihat gagah dengan jas pengantinnya, sedangkan Zahra dan Sandra juga terlihat manis dengan gaun yang mereka kenakan. Senyum bahagia terus terulas di bibir kedua pasangan itu.
Arkha dan Mutiara nampak duduk di kursi VIP yang ada di deretan paling depan dekat dengan panggung sebagai tamu kehormatan di sana.
Penampilan mereka juga tidak kalah mempesona. Ketampanan Arkha makin terpancar dengan setelan jas biru muda dan kemeja putihnya, sementara Mutiara juga terlihat cantik dengan gaun panjang berwarna senada dengan jas yang dikenakan Arkha. Meski perutnya sudah membuncit karena kehamilannya, tetapi aura keanggunan tetap terpancar dari dirinya. Senyum bahagia juga terus terulas di bibir mereka. Keduanya turut merasakan kebahagiaan yang tengah dirasakan pasangan Genta dan Zahra, serta Rendy bersama Sandra.
Acara resepsi itu berjalan sangat lancar, sampai akhirnya keseluruhan rundown acara kini sudah selesai. Para undangan pun sudah terlihat meninggalkan tempat tersebut, hanya beberapa keluarga inti dari kedua mempelai yang masih ada di sana. Selain itu, Arkha dan Mutiara juga masih ada di ballroom itu, mereka sengaja menunggu di sana, sampai acara benar-benar selesai.
"Selamat ya, Sandra. Aku doakan kamu hidup bahagia bersama Rendy." Mutiara memeluk Sandra dan cipika-cipiki.
"Terima kasih, Nyonya. Semoga saya juga bisa segera menyusul," sahut Sandra sambil mengusap perut buncit Mutiara.
"Selamat ya, Rendy. Akhirnya kamu mengakhiri masa jomblo mu hari ini," cibir Arkha sambil memeluk asistennya itu sebagai ungkapan selamat atas pernikahan Rendy.
__ADS_1
"Terimakasih banyak, Bos." Rendy membalas menjabat tangan Arkha.
"Kalau ingin cepat menghasilkan, kamu harus sering-sering mengasah pusakamu," kekeh Arkha terus saja menggoda Rendy.
"Ajari saya bagaimana caranya supaya bisa sukses seperti Anda, Bos!" balas Rendy berpura-pura polos dan membuat Arkha terkekeh.
"Sok innocent kamu, Rendy!" hardik Arkha tersenyum miring. Sandra dan Mutiara yang mendengar pembicaraan dua pria itu ikut terkekeh. Terutama Sandra, dia langsung tersipu malu dan menundukkan wajahnya. Meski dia bukan seorang gadis belia yang masih sangat lugu, tetapi di usianya yang sudah 27 tahun dia memang belum pernah dekat dengan laki-laki manapun sehingga dia merasa sangat canggung mendengar perbincangan ala pria dewasa seperti itu.
Setelah memberi ucapan selamat kepada pasangan Rendy dan Sandra, Arkha dan Mutiara lalu beranjak mendekati pasangan satunya yaitu Genta dan Zahra.
"Selamat ya, Bang Genta. Semoga kalian menjadi pasangan yang sakinah mawadah warahmah." Mutiara menjabat tangan Genta dan tersenyum, ikut merasakan kebahagiaan Genta saat itu.
"Terima kasih banyak, Nyonya," sambut Genta.
"Tentu, Nyonya," sahut Zahra juga sangat tulus. Tidak ada beban apapun di pikiran Zahra terhadap Mutiara. Meski dia tahu kalau Genta pernah mencintai Mutiara, tetapi Zahra percaya kalau saat itu Genta sudah tidak lagi menyimpan rasa terhadap Mutiara.
"Terima kasih banyak, Bos. Ini semua bisa terjadi karena anda." Genta menyambut jabatan tangan Arkha. Keduanya lalu berpelukan, "Semoga kalian hidup bahagia selamanya," ujar Arkha sambil menepuk pundak Genta.
"Kalau kamu ingin Zahra cepat menyusul Mutiara dan segera punya momongan, kamu harus bercocok tanam tiap hari, jangan pernah absen tanam benih." Arkha mendekatkan wajahnya ke telinga Genta dan berbisik menggodanya.
"Owh .. kalau itu sudah pasti, Bos!" sahut Genta. "Saya sudah siapkan bibit unggul," balas Genta tidak mau kalah menanggapi ucapan Arkha yang mencibirnya dan keduanya pun terkekeh bersama.
__ADS_1
Suasana akrab begitu terasa di antara tiga pasangan itu.
Bagi Arkha, meski Genta dan Rendy hanyalah bawahannya, tetapi mereka lah yang selama ini bersamanya dalam segala situasi sehingga Arkha sudah menganggap kedua asistennya itu seperti saudaranya sendiri.
Begitu pula dengan Genta dan Rendy, meskipun Arkha yang mereka kenal sebagai atasan yang galak dan suka memarahi mereka, tetapi mereka tahu kalau Arkha adalah seorang panutan. Di balik sikap pemarah serta ketegasannya, tersimpan rasa setia kawan yang sangat tinggi. Arkha selalu peduli kepada Genta dan Rendy dalam hal apapun termasuk urusan pribadi mereka.
________________________
Karena semua sudah bahagia, cerita ini tidak perlu dilanjutkan lagi.
Kembali Author ucapkan terimakasih buat para readers yang selalu setia mengikuti cerita ini.
Mohon doa readers semua agar Author yang masih bau kencur ini bisa menyambung cerita ini lagi di judul karya yang baru. Semoga ada yang penasaran bagaimana nanti keseruan kisah baru, apabila Baruna dan Ardila sudah tumbuh dewasa dan menggantikan Arkha dan Mutiara sebagai tokoh utama dalam cerita.
Saat ini izinkan Author semedi dulu mencari inspirasi untuk bisa mendapat halusinasi yang lebih menarik untuk kisah Baruna.
🌹🌹🌹🌹
Sekali lagi Author minta dukungan readers semua untuk karya baru Author yang sudah up di Noveltoon. Dukungan kalian akan sangat berarti karena karya ini akan Author ikutkan dalam lomba dengan tema 'Pria Urban'.
Author tunggu jempol dan celotehannya lagi di novel 'CLOSE 2 YOU' ya, Guys...!
__ADS_1