
"Tanpa Mama suruh pun aku pasti akan menceraikan Livina, Ma. Wanita itu sudah sangat keterlaluan. Kecurigaanku benar, dia dan Alfin selama ini memang sudah bermain curang di belakangku, bahkan sampai sekarang pun mereka masih berhubungan, Livina masih sering mengunjungi Alfin di Lapas!" Arkha meninggikan suaranya dan mendengus murka.
"Sekarang aku mengerti mengapa selama ini dia selalu tidak setuju saat aku bilang akan merawat Mama di rumah, dia juga sangat terkejut waktu aku mengatakan bahwa Mama sudah membaik. Rupanya dia takut Mama akan ingat dan menceritakan semua ini kepadaku, Ma," gerutunya.
"Waktu itu, Mama melihat Livina datang ke rumah sakit, Arkha. Karena itu lah Mama menyuruh Suster Ara membawa Mama kabur dari rumah sakit, Mama tahu tujuan dia kesana adalah untuk menyakiti Mama," timpal Mama Yuna.
"Iya, Mama benar, aku sudah mencurigai hal itu sebelumnya. Livina juga membayar orang untuk menyelidiki keberadaan Mama, karena itu orang-orang bayarannya itu tadi ingin menangkap Mutiara!"
"Menangkap Ara?" Mama Yuna membulatkan matanya.
"Iya, Ma. Tadi aku yang menolong Mutiara dan Baruna di jalan, saat orang-orang suruhan Livina itu mencoba menyakiti mereka," terang Arkha.
"Ara ...!" Mama Yuna lalu menoleh ke arah Mutiara yang sedari tadi hanya diam mendengarkan semua ceritanya bersama Arkha.
"Aku sudah melarangmu keluar dari apartemen ini, Ra. Aku tahu kemungkinan ini yang akan terjadi! Tapi, mengapa kamu keras kepala dan tetap keluar, Ara?" bentak Mama Yuna menatap tajam mata Mutiara.
"Untung saja putraku menolongmu, kalau tidak mungkin orang-orang suruhan Livina itu juga akan menghabisimu!" sungutnya.
"Maafkan saya, Nyonya. Saya janji tidak akan mengulanginya lagi," sahut Mutiara sambil menundukkan wajahnya.
Mama Yuna kembali menatap wajah Arkha yang masih terlihat memerah karena menahan kemarahannya. Perlahan Mama Yuna mengusap wajah putranya itu dan menatap matanya.
"Sekarang kamu cerita sama Mama, bagaimana kamu bisa selamat dari kecelakaan itu dan tinggal dimana kamu selama satu tahun menghilang dari kota ini, Nak!' tanya Mama Yuna karena dia juga ingin tahu bagaimana kehidupan putranya selama dia dinyatakan meninggal.
Arkha menarik nafas dalam-dalam, sebuah senyum tersimpul di bibirnya saat ia menoleh ke arah Mutiara.
__ADS_1
Arkha lalu menceritakan bagaimana ia selamat dari kecelakaan itu hingga terobang-ambing di tengah badai dan pada akhirnya ditolong oleh Pak Imran dan Mutiara. Dia juga menceritakan tentang dirinya yang hilang ingatan dan harus tinggal di kampung itu dengan identitas barunya sebagai Segara, sampai dia menikah dan jatuh cinta dengan Mutiara. Semua hal diceritakan Arkha secara detail hingga kesedihannya karena perpisahannya dengan Mutiara akibat bencana tsunami dan dia mengira kalau Mutiara sudah tewas dalam bencana itu.
Mama Yuna ikut menarik nafas dalam-dalam mendengar cerita Arkha, air mata haru terus mengalir membasahi pipinya selama Arkha bercerita. Mama Yuna kemudian menoleh ke arah Mutiara lalu berpindah duduk di sebelahnya. Perlahan tangannya mengusap lembut kepala Mutiara dan mengangkat wajah Mutiara yang hanya menunduk dengan dua jari tangannya. Air mata juga menggenang di netra Mutiara saat Mama Yuna menatapnya begitu dekat.
"Kamu memang seorang bidadari yang dikirim Tuhan untuk menjaga putraku, Mutiara," ucapnya sendu. Namun, ada sebuah senyum yang terbias di bibirnya.
"Sekarang katakan apakah Baruna itu cucu kandungku, Ra?" sambungnya lagi.
Mutiara hanya mengangguk, "Iya, Nyonya. Baruna itu adalah darah daging Bang Segara, cucu kandung Nyonya," akunya jujur dengan air mata semakin deras keluar dari bola matanya.
"Pantas saja, aku merasa begitu dekat dengan anak itu, rupanya dia darah dagingku juga," ucap Mama Yuna penuh rasa bahagia dan juga haru.
"Tapi mengapa kau bilang kalau nama suamimu adalah Tirta?" Mama Yuna menggelengkan kepalanya menatap ragu ke arah Mutiara.
"Dari mana Abang mengetahui semua ini, Bang? Aku bahkan belum pernah bertemu Bang Genta semenjak sampai di kota ini," sergah Mutiara merasa heran mengapa Arkha tahu semua kebenaran tentang dirinya dan Genta yang sudah mengganti identitasnya selama ini.
"Genta mengalami perlakuan buruk dari anak buah kapalnya, Ra. Aku menemukannya disekap di sebuah container cargo dan selama hampir sebulan ini dia dirawat di rumah sakit karena mengalami koma, tapi untungnya sekarang Genta sudah sadar" jawab Arkha menerangkan lagi semua hal tentang Genta.
"Kasihan Bang Genta, kenapa nasibmu setragis itu, Bang?" gumam Mutiara sedih dan seolah tidak percaya kalau Genta bisa mengalami hal seburuk itu sehingga ia tidak pernah bisa menghubunginya selama ini di kota itu.
"Apa aku boleh bertemu dengan Bang Genta, Bang?" tanya Mutiara sambil menatap wajah Arkha untuk memohon.
"Tentu saja, Ra. Besok aku akan mengantarmu ke rumah sakit untuk menemuinya," sahut Arkha tidak ingin menolak keinginan Mutiara.
"Mutiara, aku tahu kamu pasti sangat khawatir dengan keadaan Genta. Itu wajar karena selama ini dia yang menjagamu dan juga Baruna. Tapi, aku tahu kalau matamu tidak pernah berbohong, Ra. Dimatamu aku bisa melihat jelas kalau cintamu bukan untuk Genta. Jujur lah dan katakan kalau kau masih sangat mencintai putraku kan, Ra?" ungkap Mama Yuna yang membuat Mutiara seketika kembali menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Iya, Nyonya. Bang Segara tetap satu-satunya pria yang sangat aku cintai," terang Mutiara sejujurnya, air mata haru tak tertahankan menetes membasahi pipinya.
Setelah mengetahui kebenaran tentang Livina, sudah tidak ada lagi ragu di hatinya akan ketulusan cinta Arkha untuknya.
Akha tersenyum bahagia saat mendengar pengakuan jujur Mutiara, rasa cintanya terhadap Mutiara juga sama. Setelah tiga tahun lebih perpisahan mereka, kini rasa itu akan berpadu kembali.
Untuk sesaat, Arkha dan Mutiara saling menatap, mata mereka beradu dan keduanya tersenyum tersipu. Meski tak saling berucap, hati mereka lah yang saling berbicara. Rasa cinta tidak bisa lagi membisu diantara keduanya, terpancar jelas dari tatapan mata mereka yang penuh cinta dan rasa rindu yang teramat sangat membuncah di hati Arkha dan Mutiara.
Mama Yuna juga ikut tersenyum, dia bisa merasakan apa yang tengah dirasakan antara putranya dan Mutiara.
"Aku pernah bilang padamu kalau ikatan cinta akan mempertemukanmu dengan orang yang kamu cintai, Ra. Dan sekarang terbukti kalau cinta tulus kalian lah yang sudah membuat kalian bersatu lagi di sini," ucapnya bahagia.
_____________
Untuk pembaca tercintaku, Author mengucapkan terimakasih banyak karena masih setia mengikuti cerita ini sampai disini.
Untuk menjalin silaturahmi lebih akrab, Author mengundang kalian untuk berkenalan lebih dekat, boleh contact Author secara personal melalui;
FB: Yunita Yanti
IG: ini_yunita
WA: 08123626511
♥️🙏🙏🙏♥️
__ADS_1