Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard

Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard
bab 100


__ADS_3

"Mom, sebenarnya ada apa dan kita mau kemana.?" Tanya Ken yang masih merasa bingung.


Ken dan ibunya kini sudah berada di dalam mobil, yang tentunya bukan mobil kerajaan. Melainkan sebuah mobil biasa yang mommy Ken beli untuk membawa mereka jauh dari kota mereka pun jauh dari jangkauan ratu Rosella.


"Apa benar ini, mommy?! Tanya Ken kembali dengan tatapan yang menelisik ke samping, dimana wanita setengah baya itu mengendalikan kemudi.


Risa memungkirkan mobilnya dan berhenti sejenak. Ia dapat sedikit bernafas lega karena sudah jauh dari keramaian kota.


"Apa, kau sudah tidak mengenaliku, son?" Tanya Risa balik.


Ken menajamkan matanya dan masih menelisik wajah dan penampilan wanita yang ia panggil mommy itu.


"Aku yakin ini adalah, mommy," jawab Ken yakin, karena ia menemukan tanda di pinggiran bibir mommynya, yang dapat membedakan ratu Rosella dan sang mommy, yang memiliki wajah yang begitu persis.


"Syukurlah," sahut mommy Ken lega.


"Kita akan meninggalkan kota ini, dan pergi jauh, nak," imbuh Risa.


"Mom, sudah tidak sanggup menanggung segala perbuatan bibimu, son. Ibu sudah lelah, ibu ketakutan dan tidak tenang, yang selalu dihantui rasa bersalah juga teror setiap hari mommy dapatkan," ungkap Risa kepada sang putra.


"Beruntung, mommy memiliki kesempatan untuk kabur dan disinilah, mommy sekarang," ujar Risa dengan wajah lega juga khawatir.


"Kita akan hidup dengan tenang dan damai di tempat baru kita, son," ucap Risa.


"Mommy, akan merawatmu dan menjagamu, nak. Pasti ini semua tidaklah, mudah untuk kau jalani sendiri, dengan kondisi seperti ini. Maaf mommy, yang harus mengorbankan kalian," lirih Risa dengan tangisan sedih.


Ken ikut merasakan sakit hati, melihat dan mendengar tangisan sang mommy.


Dia Lalu menarik tubuh bergetar sang mommy dan membawanya ke pelukannya. Mengusap lembut punggung bergetar mommynya dan mencium puncak kepala sang mommy, penuh kasih sayang.


"Aku tidak apa-apa, mom. Aku bisa menjalani ini semua. jangan sedih, ini hanya sementara waktu saja, aku yakin sebentar lagi aku bisa sembuh," bisik Ken yang masih memeluk erat tubuh sang mommy.


"Maafkan, mommy, nak," ucap Risa.


"Tidak, Mom. Ini bukan salah mommy ataupun salah kita, ini semua perbuatan wanita licik itu yang sudah membuat hidup kita menderita dan tersiksa," jawab Ken, dengan tatapan penuh amarah.


"Maaf, mommy, tidak bisa melakukan apa-apa."


"Berhentilah menyalahkan diri, mommy," sentak Ken tidak suka dengan perkataan sang mommy.


"Mommy, tidak berdaya," lirihnya.


"Sudahlah, mommy!" Geram Ken.


"Sebaiknya, kita segera pergi dari sini. Dan kita harus mencari cara agar bisa menyelamatkan adik-adikku," ajak Ken.


"Mereka sudah tidak ada, nak," lirih Risa dengan suara serak yang tertahan.


Niat Ken yang akan membuka pintu terhenti, ketika mendengar ucapan sang mommy.

__ADS_1


Pria itu membalikkan badannya ke arah Risa dan menatap dalam mata berkaca-kaca sang mommy.


Ia begitu terkesiap mendengar ucapan mommynya, yang membuat dadanya tiba-tiba sesak.


"A-apa yang mommy, katakan!? Lirih Ken terbata dengan suara bergetar.


"Mereka tiada?! Tanya Ken untuk memastikan dengan hati yang berdenyut nyeri.


Risa hanya bisa mengangguk dengan derai air mata dan detik berikutnya ia pun meraung, memeluk kembali tubuh kaku sang putra.


Ken hanya bisa terpaku di tempatnya dalam diam, dengan air mata yang sudah meluruh.


Wajahnya terlihat shock dan tak percaya dengan apa yang ia dengar.


Adik kembar perempuannya sudah tiada, adik kembar yang begitu disayanginya sudah tiada di tangan para manusia-manusia yang haus akan sanjungan dan pujian.


Akhirnya Ken tidak dapat menahan sesak di dadanya, ia pun meledakkan segala rasa sesak itu dengan sebuah ruangan.


Kenapa hidupnya begitu menyedihkan, dia harus kehilangan orang-orang yang dicintai, dimanfaatkan orang, dijadikan sebuah mesin pembunuh hanya untuk melindungi sang adik, namun semua pengorbanannya sia-sia belaka, karena lagi-lagi dia dibodohi oleh wanita licik itu.


Ken mengepalkan tangannya saat mengingat semua perbuatan ratu Rosella kepada keluarganya.


Ken membuka pintu mobil dan menjatuhkan tubuhnya ke atas tanah.


Ken berteriak sekencang-kencangnya, untuk mengeluarkan segala rasa yang bercampur aduk.


Ken kini terduduk di tanah dengan kedua kakinya yang kembali berdarah, ia lipat ke belakang. Rasa sakit yang ada di lututnya tidak sebanding dengan rasa perih di hatinya, yang begitu menyesak.


Hatinya sakit, hancur dan terluka, dengan segala cobaan dan kesedihan yang terima secara bersamaan.


Ken masih menangis pilu, dengan kepalan tangannya kini memukuli dadanya yang begitu sesak.


"Aku pria tidak berguna, aku, … kakak yang tidak becus melindungi adiknya sendiri. Aku pengecut, tidak berdaya dan pecundang." Ken meracau pilu sambil memukuli dadanya dan juga menjambaki rambutnya dengan menggunakan kedua tangannya.


"Kenapa kau memberiku cobaan dan derita seperti ini, Tuhan. Ini sangat berat dan menyakitkan," lirih Ken dengan kepala yang menengadahkan ke atas.


"Aku tidak kuat!!! Teriaknya kencang.


"Akhh!!


"Aku, berjanji, akan menghancurkanmu ratu Rosella!" Gumam Ken dengan mata merah yang begitu menakutkan.


Risa mengikuti putranya turun dari mobil, namun tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di samping mobil mereka.


Ken menghentikan tangisnya dan mengintip dari balik badan mobil.


Matanya terbelalak, ketika dua pria dengan setelan rapi menusuk perut sang mommy.


Risa meletakkan jari telunjuknya dan menggeleng lemah, untuk memerintahkan sang putra agar tidak bergerak dari tempatnya, ia menyuruh sang putra agar bersembunyi.

__ADS_1


Ken menolak perintah sang mommy melalui kode yang mommynya berikan.


Ia ingin menyelamatkan sang mommy, namun lagi-lagi Risa menggeleng dan memberikan tatapan permohonan dengan diiringi oleh air mata sang mommy yang ditujukan kepadanya.


Akhirnya Ken menyandarkan tubuhnya di badan mobil, dengan mata terpejam, juga telinga yang ia tutup dengan kedua tangannya, saat mendengar jeritan kesakitan sang mommy.


Ken dapat mendengar suara benda tajam itu melukai perut mommynya.


Ia kebingungan harus berbuat apa, ia tidak berdaya dengan kondisinya sekarang.


Ken mengutuk dan menyumpahi keadaannya yang begitu tak berdaya dan menyedihkan.


Ken merasa bagaikan seorang pengecut, pecundang, yang menikmati suara jeritan kesakitan mommynya.


Ken segera merangkak dengan menahan rasa sakit pada kedua lututnya yang lemah, untuk bersembunyi di semak-semak yang ada di depannya.


Ken bersembunyi di balik semak-semak itu, saat ia mendengar derap langkah kaki, mendekat ke arahnya.


Ken membungkam mulutnya sendiri, saat ia tidak dapat menahan rasa sakit pada kedua lututnya yang kini berlumuran darah.


Ia hanya bisa berdoa, semoga orang suruhan ratu Rosella tidak menemukan jejak darahnya di sana.


Keringat dingin sudah membanjiri seluruh tubuhnya, dengan pandangan yang sudah berkunang-kunang.


Namun Ken berusaha kembali ke pinggir jalan sepi itu, untuk melihat keadaan sang mommy.


Ia yakin mereka sudah pergi, itu karena Ken dapat mendengar suara mobil bergerak menjauh dari tempatnya tadi.


Dengan menahan rasa yang begitu sakit, Ken kembali ke tempat dimana sang mommy berada.


Kali ini Ken menyeret kedua kakinya yang sudah berlumuran darah.


Dengan segala kekuatan yang tersisa, Ken menghampiri tempat sang mommy tadi.


Namun sayang, ia tidak menemukan keberadaan mommynya, yang ia yakini sudah tak bernyawa itu.


Itu karena banyaknya cairan merah yang ada di dekat mobil mereka.


"Mommy," gumam Ken yang terduduk lemas di dekat darah yang berlumuran di aspal.


"Mommy, maafkan aku. Aku adalah putra yang lemah."


"Jangan tinggalkan aku, mom. Jangan tinggalkan aku sendiri," racau Ken yang tubuhnya bersandar di badan mobil.


"Mommy!" Lirihnya dan tak lama kemudian, kesadarannya pun hilang.


Namun sebelum kesadarannya menghilang, samar-samar Ken melihat mobil mendekat ke arahnya dan berhenti. seorang pria yang ia kenal turun dari mobil tersebut.


"Ken"

__ADS_1



__ADS_2