Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard

Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard
bab 32


__ADS_3

Amber yang kini sudah mulai ikut berlatih bersama para anggota Daredevil black. Sudah seminggu Amber melakukan latihan ekstrim dan juga menantang maut.


Wanita itu dengan penuh semangat melakukan berbagai tantangan yang ia terima dari seniornya disana.


Ia tetap menjadi anggota Daredevil black biasa tanpa embel-embel Ken. Ia tetap mendapatkan pelatihan  dasar terlebih dahulu, baru ia bisa mengikuti pelatihan yang ia sukai yaitu, menantang maut.


Mereka akan melakukan pelatihan panjat tebing tinggi dan setelah itu mereka akan melompat dari atas tebing tersebut.


Dan Amber melakukan itu semua dengan wajah berbinar tentunya.


Ia melakukan semua pelatihan penuh tantangan itu dengan baik, meskipun ia termasuk anggota tim Daredevil black baru.


Ia juga ikut melakukan latihan menyeberangi arus sungai yang begitu deras tanpa pengamanan. Dan lagi Amber melakukannya dengan baik dan berhasil.


Amber begitu antusias melakukan pelatihan penuh tekad dan mental kuat itu. Wajahnya bahkan tidak menampakkan kelelahan ataupun keluhan. 


Yang ada hanya wajah puas dan penasaran.


Satu hal yang Amber dapatkan dari pelatihan ini adalah, ia bisa mengalihkan pikirannya dari sosok pria selalu mengganggu tidur nyenyak setiap malam.


Sedikit demi sedikit, Amber mulai melupakan sosok pria yang telah meninggalkan dirinya itu.


Ia bahkan tidak mempunyai waktu untuk menangisi pria itu lagi.


Pikiran dan tubuhnya kini berfokus pada kewajibannya sebagai anggota tim Daredevil black.


Ia tidak ingin gagal menjadi salah satu tim di Daredevil black. Ia ingin membuktikan kepada para pria yang sering meremehkannya kalau dirinya mampu bersaing bersama mereka.


Kalau Amber melakukan latihan dengan wajah sumringah dan semangat yang menggebu-gebu, maka lain halnya dengan Ken.


Pria itu akan merasa uring-uringan sendiri apabila melihat Amber melakukan latihan yang serba ekstrim. Ia akan menahan geramannya dan melampiaskannya kepada anggota lain.


Sudah beberapa kali Ken mencoba untuk membujuk Amber untuk melakukan pelatihan yang biasa saja.


Tapi gadis itu bersikeras ingin melakukan latihan yang penuh tantangan yang menguji adrenalin Amber.


*


*


*


"Sweety! Panggil Ken, saat mendapati Amber masih berada di atas tempat tidur.


"Hey, apa kau sakit.?" Tanya Ken dengan nada khawatir.


"Aku baik-baik saja," jawab Amber dengan nada suara yang begitu lemas.


"Kau sedang sakit, sweety.!" Ujar Ken dengan nada khawatir.


"Aku hanya tidak merasa enak badan, mungkin aku lagi masuk angin saja, Ken." Elak Amber.


"Aku, akan memanggil, Nick." Ken yang merasa khawatir segera berdiri sari sisi Amber, ia bermaksud memanggil Nick yang merupakan dokter khusus di tim Daredevil black.

__ADS_1


"Tidak perlu," tolak Amber sambil mencekal pergelangan tangan Ken.


"Tapi, kau sedang sakit, sweety. Lihatlah wajahmu bahkan pucat dan tub, … astaga kau demam, sweety." Pekik Ken, saat meletakkan telapak tangannya di kening Amber.


"Tetaplah disini. Jangan kemana-mana dan jangan membantahku," perintah Ken. Lantas pria tampan itu keluar dari kamar Amber.


"Dimana, Nick.?" Ken dengan wajah cemas menanyakan dokter Nick kepada Glenn yang sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya.


"Nick? Tanya Glenn balik.


"Iya, Glenn. Dimana dia." Erang Ken.


"Di camp." Jawab Glenn bingung.


"Apa kau sakit.?" 


"Bukan aku tapi, Amber,"


"Dia sakit.?"


"Hum! 


"Aku, titip dia padamu. Aku ingin menyusul, Nick." Pinta Ken kepada Glenn sahabatnya.


"Baiklah, aku akan menjaganya," sahut Glenn.


Ken pun berlari ke arah mobil khusus membawa dirinya ke tempat berlatih. Ia melajukan mobilnya dengan perasaan khawatir.


Dengan langkah gontai, Amber berjalan ke arah kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.


Amber menyandarkan punggungnya di dinding. Ia sudah tidak sanggup lagi untuk berdiri. Peluh sudah membasahi tubuh Amber.


Wajah pun semakin memucat dan seluruh badannya lemas. 


Amber mencoba berdiri, tapi dia tidak sanggup menopang tubuhnya yang lemas tak berdaya itu.


Akhirnya ia merangkak keluar dari kamar mandi.


Dengan susah payah Amber menyeret tubuhnya keluar.


Karena sudah tidak sanggup menahan semua rasa sakit dalam tubuhnya, akhirnya Amber jatuh pingsan di depan pintu kamar mandi.


Glenn yang sedang membawa nampan berisi sarapan buat Amber, terloncat kaget saat menemukan Amber sedang terkapar di lantai.


Dengan segera Glenn menolong Amber setelah meletakkan nampan berisi sarapan buat Amber ia taruh di meja nakes.


Glenn menggendong tubuh lemah Amber ke arah ranjang dan membaringkannya di sana.


Glenn memeriksa suhu tubuh Amber dan ia terkesiap saat suhu tubuh Amber sangatlah panas.


Glenn keluar dari kamar dan berlari ke arah dapur.


Tak lama kemudian ia kembali dan membawa wadah berisi air es dan selembar kain. 

__ADS_1


Dengan telaten Glenn mengompres kening Amber. 


Sesekali ia juga memeriksa suhu tubuh Amber dengan alat termometer khusus dewasa.


"Astaga, kenapa panasnya tidak turun-turun." Gumam Glenn khawatir.


"Tubuhnya juga mengigil."


"Oh sial. Kemana Ken, kenapa ia lama sekali." Gumam Glenn frustasi. Ia merasa takut sekarang ini.


"Amber, aku mohon bertahanlah dan jangan menutup matamu, ok." pinta Glenn cemas.


Amber kini merasa tidak kuat lagi untuk bertahan. seluruh tubuhnya terasa lemah tak bertenaga.


tubuhnya panas dan mengigil, ia juga meracau tidak jelas. yang Glenn dengar hanya ada panggilan sayang keluar dari mulut Amber.


dia juga tidak mengerti siapa yang ia panggil sayang. Glenn hanya mencemaskan keadaan Amber yang semakin memburuk.


"sial! umpat Glenn.


ia tidak punya pilihan lain, selain membawa Amber ke klinik kesehatan yang ada di pemukiman warga desa ini.


mungkin ia akan membutuhkan satu jam perjalanan. daripada ia menunggu Ken yang akan, memakan waktu lama untuk tiba kesini.


apalagi jalanan menuju kesana sedang becak dan terjadi longsor di tengah hutan.


"sabarlah dan bertahanlah, Amber," gumam Glenn pelan.


Glenn mengendong tubuh lemah Amber, dan membawanya keluar dari bangunan castle tersebut.


Glenn membaringkan tubuh Amber di kursi belakang. ia juga menyelimuti tubuh mengigil wanita itu.


dengan perasaan cemas dan khawatir Glenn melakukan mobilnya untuk ke pemukiman warga. disana ada sebuah klinik sederhana. setidaknya Amber membutuhkannya tenang medis yang ahli.


*


*


*


sedangkan Ken, kini harus mengerang frustasi saat mendapatkan kendala untuk sampai ke tujuannya untuk memanggil dokter Nick.


mobil yang Ken pakai terhalang oleh pohon besar ditengah jalan menuju camp.


Ken mengusap wajahnya kasar dan menarik nafas dalam-dalam. ia kembali menarik rambutnya kasar, saat pikirannya di serang rasa cemas dan tidak bisa memikirkan jalan keluar.


"sial. kenapa aku sampai lupa kalau terjadi longsor. kalau seperti ini, aku mengunakan sepeda motor saja." umpat Ken frustasi.


"oh sial." kembali terdengar umpatan dari mulut Ken, ketika pria itu melupakan ponselnya.


ia ingin kembali sayang, sudah setengah jalan. dan terpaksa ia melanjutkan niatnya untuk ketempat pelatihan dengan berjalan kaki.


semoga saja di sana ada kendaraan roda dua yang bisa ia gunakan saat kembali.

__ADS_1


__ADS_2