
"Kita mau kemana,?" Amber yang begitu penasaran dengan jalanan yang mereka lewati yang dipenuhi bebatuan.
"Ke tempat pelatihan dan mengenal dirimu sebagai anggota tim baru." Jawab Ken.
"Benarkah? Jadi kau menerimaku sebagai anggota tim mu.?" Seru Amber sambil bertepuk tangan.
"Hum! Setelah di pikir-pikir, kami memang harus memiliki tim wanita, apalagi seperti dirimu."
"Seperti aku.!? Amber menunjuk wajahnya sendiri.
"Hum. Wanita tangguh dan garang seperti mu." Sahut Ken dan menarik pelan hidup mancung Amber.
"Terimakasih,atas pujianmu, tuan Keenan Lerian.
"Sama-sama, sweety," balas Ken dan mereka berdua tertawa, sambil melanjutkan langkah mereka untuk menuju tempat pelatihan khusus anggota tim Daredevil black.
" Kenapa kalian berlatih sejauh ini.?" Amber memindai sekelilingnya yang ditumbuhi banyak pepohonan tinggi dan juga tumbuhan liar.
"Karena butuh konsentrasi untuk menjadi yang terbaik, dan butuh pelatihan khusus untuk menjadi anggota tim Daredevil black." Sahut Ken.
"Satu lagi. Semuanya perlu keberanian, karena kau harus melewati berbagai tantangan." Lanjut Ken.
"Tidak masalah, aku sangat menyukai tantangan," seru Amber dengan wajah berbinar.
"Tapi aku yang tidak terima," lirih Ken.
"Kau mengatakan sesuatu.?" Amber menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Ken.
"Tidak! Elak Ken.
__ADS_1
"Kita lanjut."
"Apa, masih jauh.?"
"Sedikit lagi."
Keduanya pun melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan kaki, melewati berbagai hutan lebat dan juga beberapa perbukitan bebatuan.
Mereka juga melewati sungai yang begitu jernih yang berbeda di tengah-tengah hutan rimba itu.
Tanpa lelah Amber mengikuti langkah Ken. Ia bahkan menghirup udara segar di sana dan juga bermain air di sungai yang mereka lewati.
Mungkin butuh dua jam berjalan kaki untuk sampai ke tujuan mereka.
Ken bisa saja memakai mobil khusus untuk memasuki tempat pelatihan, tapi ia tidak akan melewatkan kesempatan untuk berjalan bersama Amber sambil berpegangan tangan. Biar Ken di sebut mengambil kesempatan dalam kesempatan.
Dia tidak perduli, dia hanya menghabiskan waktu bersama wanita impian.
Manik Amber di sajikan oleh pemandangan yang menantang. Dimana seorang anggota tim, berlatih dengan saling bertarung. Ada juga yang berlatih senjata api. Ada juga yang berlatih memanjat keatas pohon tinggi dan melompat-lompat seperti seekor tupai.
"Wow, keren." Gumam Amber.
"Kau menyukai tempat ini.?" Tanya Ken. Ia berharap Amber ketakutan dan mengurung niatnya untuk ikut dalam tim khusus.
"Sangat." Jawaban Amber membuat Ken lemas seketika.
"Padahal, aku berharap kau ketakutan dan mengurangkan niat mu," imbuh Ken.
"Itu tidak akan terjadi," sahut Amber.
__ADS_1
"Karena aku sangat menyukai tempat ini. Aku bahkan ingin tinggal di sini.!" Celetuk Amber antusias.
"Apa? Ken beraksi.
"Tinggi disini.?
"Oh no!
"Daripada harus bolak balik berjalan kaki, kan lebih baik tinggi di sini." Ucap Amber.
"Dan tempat ini dipenuhi laki-laki, sweety.!" Ken menahan geramannya.
"Aku, tidak perduli." Tolak Amber.
"Sweety.!!
"Kalian berjalan kaki.?" Glenn menukik alisnya binggung melihat kedatangan Ken dan Amber.
"Apa ada yang bisa kita gunakan untuk kesini,?" Amber menyela bingung.
"Ada? Itu." Glenn mengedikkan kepadanya kearah samping dan disana ada beberapa mobil khusus.
Amber memicingkan matanya kearah Ken yang membuang wajahnya kesamping.
"Ck! Modus." Cibir Glenn.
"Kau, mengerjai ku, Ken.!" Geram Amber tertahan.
Ken hanya menyengir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Dasar menyebalkan,"