
"Apa yang terjadi?" Carlos yang baru memasuki ballroom hotel, terlihat bingung.
Jastin sang asisten pribadi Carlos, menyerahkan ponsel miliknya kepada sang tuan.
"Apa? Tanya Carlos dengan tatapan bingung.
"Anda akan tertarik melihatnya," jawab jastin.
Dengan enggan Carlos meraih ponsel jastin dengan sedikit kasar dan menatap lekat tayangan video yang sedang on di ponsel asistennya.
"Cih, menjijikkan," gumamnya dengan sinis.
"Wanita murahan, tetaplah wanita murahan meskipun di poles semenarik mungkin," imbuh Carlos dengan tersenyum miring.
"Bukankah, dia putri dari seorang banjingan?" Seru Carlos kepada sang asisten.
"Iya tuan," jawab jastin dengan wajah datar.
"Kasihan sekali adik bodoh ku itu, harus menjadi tumbal dari kelicikan wanita licik Rosella," ucap Carlos setengah menyibir.
"Dimana dia?"
"Ada di pulau hitam, tuan," sahut jastin.
"Pulau hitam?" Carlos membeo.
"Dia membawa paksa nona, Amber," lanjut jastin.
"APA!" Pekik Carlos.
"Apa yang anak bodoh itu ingin dari wanitaku," geram Carlos.
"Mereka, pernah memiliki hubungan tuan dan, …." Jastin tak mampu melanjutkan ucapannya karena melihat tatapan mengerikan Carlos.
"Katakan!" Perintah Carlos dingin.
Jastin menelan ludahnya sendiri dengan kasar, pria itu mengumpulkan tenaganya untuk mengungkapkan semua hubungan, Amber dan Bram di masa lalu.
"Jastin!! Geram Carlos dengan bola mata menajam ke arah jastin.
"Memiliki anak kembar," cicit jastin.
"Apa?" Lirih Carlos yang tiba-tiba tubuhnya menjadi lemas.
"Pangeran Griffin memiliki anak kembar, bersama nona Amber," ungkap jastin dengan nada takut-takut.
"Mereka, memiliki hubungan yang sangat serius dan mereka juga hampir menikah, tapi, …."
"Tapi apa?"
__ADS_1
"Jawab aku jastin, tapi apa!"
"Ratu Rosella, menggagalkan pernikahan mereka dan ratu Rosella juga mengatasnamakan anda dalam masalah ini," pungkas Jastin.
"Jadi, dia mencoba menciptakan kesalahpahaman kepada kami?"
"Yah seperti itu,"
"Brengsek!" Amuk Carlos.
"Dasar wanita licik," maki Carlos.
"Ayo! Ajak Carlos yang mulai berjalan kearah pintu.
"Anda ingin kemana, tuan?"
"Ke pulau hitam!" Titah Carlos.
"Anda, tidak bisa ke sana tuan."
"Why?"
"Itu, … karena, pangeran Griffin menutup akses untuk kesana, tuan."
"Sial!" Umpat Carlos.
Carlos kembali ke tempat duduknya dan menghempaskan punggung lebarnya ke sandaran kursi.
Carlos tampak terlihat begitu frustasi, ia memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam.
Carlos mengusap wajah tampannya dengan sedikit kasar dan mendengus kesal.
"Haruskah, aku bersaing dengan adikku sendiri?" Gumam Carlos.
"Anda memiliki rival lain, selain adik anda sendiri," celetuk Jastin.
"Siapa?"
"Keenan Lerian dan pangeran Mateo," ujar Jastin.
"Ck! Mereka mudah aku kalahkan," decak Carlos.
"Anda, tidak tertarik dengan pria yang bernama, Keenan Lerian, tuan?!
Carlos menukik alis tebalnya dengan tajam dan menatap asistennya dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Ada yang kamu ketahui tentang dia?"
"Hm. Anda pasti tidak percaya,"
__ADS_1
"Benarkah?"
"Dari mana kau mendapatkan informasi semenarik itu?"
"Dari tim rahasia, taun Boy Raymond Cole,"
"Boy?"
"Iya tuan Boy Raymond Cole, ayah angkat kedua keponakan anda,"
"Mereka berada di tempat, pria narsis itu?"
"Iya tuan,"
"Cih!
Carlos hanya berdecak kesal saat, mengetahui keberadaan keponakan kembarnya.
"Beri tahu aku tentang, pria itu!" Pinta Carlos.
*
*
*
"Plak"
Suara tamparan keras terdengar di ruang tamu mewah yang di kediaman ratu Rosella.
"Plak" sekali lagi terdengar suara tamparan yang begitu keras.
Tubuh Camelia merosot ke lantai marmer mewah di mansion itu.
Ia bersimpuh tepat di telapak kaki ratu Rosella dengan tangisan pilu.
"Berani-beraninya kau, membuat keluarga kami malu," bentak salah seorang putri yang berada di sana.
"Dasar, jaalang menjijikkan," hinanya sambil meludah ke arah Camelia.
"Dia, memang terlahir dari rahim seorang jaalang," sinis yang lainnya.
"pantas, dia begitu lihai dan menikmati hentakan para pria itu," pangeran William terkekeh sinis dan menatap Camelia kecewa.
"Kau, di keluarkan dari anggota keluarga kerajaan,"
"Mulai sekarang kau, bukan lagi, bagaian dari keluarga kerajaan."
"T-tidak"
__ADS_1