Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard

Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard
bab 62


__ADS_3

Amber kini sedang berdiri di atas pembatas rooftop salah satu hotel di termewah di kota Chicago.


Sebuah hotel yang terkenal mewah dan terkenal di kalangan atas orang-orang di Chicago. Hotel di mana akan diadakan pelelangan salah satu barang antik termahal di dunia.


Ratu Rosella dan juga anggota kerajaan lainnya kini sedang menikmati acara ramah tamah kepada para kalangan atas seperti para, pejabat, pebisnis dan juga para konglomerat terkenal di kota Chicago.


Amber yang diam-diam menjauh dari acara yang membuatnya muak.


Ia lebih memilih menyendiri di rooftop, sambil menunggu kedatangan si kembar.


Sejak tadi Amber menunggu kabar kedatangan Ruby dan kedua anaknya, ia begitu merindukan buah hatinya itu.


Meski ada rasa takut dalam dan was-was dalam hatinya.


Ia takut Bram menyadari keberadaan si kembar.


Oleh sebab itu Amber meminta bertemu secara sembunyi-sembunyi di sebuah kamar hotel.


*


*


*


"Ck! Amber berdecak kesal saat menyadari kedatangan seseorang di belakangnya.

__ADS_1


"Turunlah, sweety.!" Ken yang baru tiba merasa takut dengan tingkah Amber yang dengan santainya duduk di pembatas rooftop hotel.


"Bisakah, kau melepaskan alat sialan mu itu,!" Amber berdecak kesal, karena Ken selalu mengetahui keberadaannya melalui benda pelacak yang entah dimana Ken menyelipkan alat pelacak itu. Amber pun sudah berusaha mencarinya.


Ken hanya terkekeh melihat wajah kesal Amber. Ia lalu mengulurkan tangannya untuk menarik Amber turun dari atas pembatas tersebut.


Amber segera menyambut uluran tangan Ken dengan wajah cemberut dan ia pun lalu meloncat dan kini kedua tangan Ken berada di pinggang ramping Amber.


"Aku, merindukanmu, sweety," bisik Ken sambil memeluk erat tubuh wanita yang selalu membuatnya merasakan rindu.


"Lepaskan. Kau menyebalkan," ujar Amber yang mendorong tubuh kekar Ken.


"Kau, tidak merindukan ku,?"


"Tidak! Aku hanya merindukan si kembar."


"Cih!


"Padahal aku sangat merindukanmu."


"Berhentilah, memperlihatkan wajah menyebalkanmu," sinis Amber yang menutupi wajah Ken dengan kedua telapak tangannya.


Ken terkekeh sambil menyingkirkan tangan Amber, tidak lupa pria itu meninggal kecupan di kedua telapak Amber.


"Aku, sungguh merindukanmu, sweety," lirih Ken, yang kembali memeluk tubuh Amber.

__ADS_1


Amber mengusap pelan punggung kokoh Ken. Amber tidak mau memberi harapan kepada Ken yang nantinya akan membuat pria itu terluka.


Amber tidak ingin memaksakan perasaannya hanya untuk membalas perasaan Ken. Hati Amber kini telah tertutup rapat oleh sebuah cinta. Yang akan membuatnya terluka kembali.


"Maaf," bisik Amber.


Ken menarik diri sehingga terdapat jarak di antara dirinya dan Amber. Ken menatap lekat wajah Amber yang juga menatapnya sendu.


"Apa? Tanya Ken dengan wajah penasaran.


"Aku, … tidak bisa menerima perasaanmu," ucap Amber pelan. Amber menarik diri dari pelukan Ken dan wanita itu mendekat ke arah pembatasan rooftop.


Ken hanya bisa membeku di tempatnya dengan perasaan hancur. Wanita yang ia harapkan kini menolak perasaannya. Perasaan yang ia simpan dengan rapat dan berharap suatu saat akan mendapatkan balasan dari wanita yang amat ia kagumi.


Tapi harapannya kini harus mendapatkan penolakan yang amat menyakitkan. Tapi Ken tidak ingin memaksakan perasaannya kepada Amber.


Ia takut Amber merasa tidak nyaman lagi kepadanya. Ken hanya bisa pasrah menerima keputusan Amber dengan lapang dada.


Ken mendekati Amber dan memeluk tubuh wanita yang begitu dicintainya dari belakang.


"Maaf, aku tidak ingin kau terluka nantinya. Aku tidak ingin memaksakan sebuah hubungan yang nantinya tidak akan baik-baik saja," lirih Amber, yang menggenggam tangan Ken dengan erat.


"Tidak masalah. Aku bisa mengerti maksudmu dan aku akan menerima semua jawaban darimu dengan ikhlas," sahut Ken dengan nada suara tercekat.


"Maaf," ucap Amber lagi dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Ken.

__ADS_1


Ken hanya bisa menahan sesak di dalam hatinya. Ia hanya bisa menghirup rakus aroma lembut dari rambut Amber dalam diam. Dengan tangannya yang memeluk erat tubuh Amber.


__ADS_2