
Suara lengkingan nikmat terdengar menggema di seluruh penjuru kamar mewah yang terlihat pemandangan yang begitu menggairahkan.
Dimana seorang wanita dengan tubuh sintal seksinya yang tanpa sehelai benang pun, terkulai lemas di atas sofa yang berukuran besar itu.
Tubuhnya terlihat lemas dengan dihiasi sisa-sisa cairan kegiatan panas yang memenuhi seluruh tubuh putihnya yang kini berubah merah dan juga tanda kecupan beberapa pria yang terdapat di sekujur tubuh sintalnya.
Nafas wanita itu masih terlihat ngos-ngosan dengan peluh sisa kegiatan panasnya bersama beberapa pejantan hebat yang dapat memberikannya kepuasan batin yang selama ini belum Camelia dapatkan dari siapapun.
Karena kelelahan melayani beberapa hasraat pejantan tangguh nan kokoh, Camelia tertidur dengan keadaan yag masih tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh indahnya.
Salah satu diantara pria itu, mengambil kamera digital yang disembunyikan di balik finitur yang ada di atas nakes yang berada di dekat sofa di mana mereka terakhir melakukan kegiatan panas mereka.
Yang menggarap satu ladang dengan empat mesin pengolahan ladang emas.
Keempat pria itu tertawa lepas dan mereka menyempatkan diri untuk mengambil gambar Camelia yang tidur dengan posisi yang sama persis dengan seorang model majalah dewasa.
Ke empat pria itu memandang Camelia dengan hina. Ada kepuasan tersendiri di dalam diri mereka, yang dapat merasakan tubuh indah dari seorang tuan putri dari kerajaan terkenal.
"Apa kau sudah melakukannya?" Tanya salah satu di antara mereka.
"Sudah," ujar pria tinggi kurus yang sedang sibuk mengotak-atik sebuah kamera yang ia gunakan untuk mengambil video kegiatan panas kelimanya.
"Sekarang tunggu apa lagi, kirim dan sebar video kita!" Perintah ketua mereka.
"Klik" pria yang sibuk dengan ponsel dan kamera itu menekan tombol di ponselnya, untuk menyebar video panas mereka berlima.
Pria itu juga memberi judul, SEORANG TUAN PUTRI BERCINTA DENGAN EMPAT PRIA SEKALIGUS," tulis pria kurus itu sambil terkekeh.
"Sebaiknya, kita segera pergi dari sini," seru di antara mereka.
"Hm! Kau benar. Sebelum keluarga wanita jaalang ini kesini," timpali ketua kelompok mereka.
__ADS_1
"Ayo" sahut ketiga temannya.
Setelah itu ke empat pria itu meninggal Camelia yang masih terkapar dengan keadaan masih bertelanjaang.
*
*
*
Sedangkan di ballroom hotel masih berlangsung puncak dari acara pelelangan.
Semua tamu undangan memberikan tepuk tangan kepada seorang wanita anggun yang kini berdiri tegak di atas podium.
Ratu Rosella berusaha menjaga image nya di atas sana dengan terus memamerkan senyum ramah.
Padahal dalam hati ratu Rosella kini sedang tidak baik-baik saja, setelah pertemuannya dengan Boy dan juga anak laki-laki Amber.
Ratu Rosella berusaha menahan gejolak amarahnya dengan menarik nafas dalam-dalam dan menerbitkan sebuah senyuman hangat pada semua tamu undangan yang notabene nya para kalangan atas.
Saat ratu Rosella memulai sepatah dua patah kata, sebuah bunyi ponsel dari para tamu undangan bersamaan berbunyi.
Suara dering ponsel yang menandakan para tamu undangan mendapatkan semua pesan dari seseorang. Tapi anehnya kenapa semua tamu undangan mendapatkan pesan di ponsel mereka?
Seluruh tamu undangan yang berada di ballroom itu pun saling menatap satu sama lainnya.
Lantas mereka semua bersamaan membuka pesan singkat itu yang merupakan sebuah rekaman video yang berdurasi lumayan lama.
Boy dan anggota keluarga kerajaan pun ikut membuka pesan singkat itu.
Dan betapa terkejutnya mereka dengan apa yang mereka lihat di dalam ponsel mereka masing-masing.
__ADS_1
Para anggota keluarga kerajaan bahkan menjatuhkan ponsel mahal mereka dengan cara bersamaan dan saling menatap dengan wajah terkejut.
"Dasar menjijikkan!" Seru salah satu tamu undangan.
"Iya benar, dasar wanita hyper menjijikkan," sahut tamu lainnya.
Boy hanya bisa menatap lekat ponselnya dan sebuah senyum tipis terlihat di sudut bibir pria tampan itu.
Boy menatap hina ratu Rosella di atas sana, yang tampak kebingungan.
"Bukankah, wanita ini adalah menantu dari ratu Rosella?" Tanya seorang wanita yang berpenampilan glamor.
Kembali para tamu undangan memperhatikan ponsel mereka dan memindai dengan lekat benda pipih yang ada di tangan semuanya.
"Iya. Dia adalah istri dari pangeran Griffin," pekik tamu lainnya.
"Iya benar"
"Iya"
"Wah benar, dia putri Camelia."
Terdengar kasat-kusut di tengah acara pelelangan itu. Para panitia penyelenggara acara tidak bisa berkutik dan menenangkan para tamu, karena mereka mendapatkan ancaman dari seorang Boy Raymond Cole.
Ratu Rosella yang semakin bingung dan wajah terlihat penasaran, segera memberi perintah kepada pengawal setianya.
Dengan ragu pengawal pribadi sang ratu Rosella mendekati wanita setengah baya itu dengan wajah yang begitu khawatir dan pucat.
"Ada apa?" Tanya ratu Rosella.
Sang pengawal pribadi ratu Rosella pun memberikan iPad mini yang selalu ia bawa kemanapun kepada, sang ratu dengan ragu.
__ADS_1