Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard

Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard
bab 67


__ADS_3

"Ambillah," ujar seorang pria yang memakai pakaian khusus pelayan. Pria itu menyerahkan sebuah gelas yang berisi minuman berwarna merah kepada Amber.


Amber mengambil gelas itu dengan alis menukik ke atas.


Ditatapnya pria di depannya dengan senyum miring terbit dari sudut bibirnya.


"Apa ini dari mereka?" Tanya Amber, sambil menatap lekat minuman yang ada di tangannya.


Pria itu mengangguk pelan sambil melirik ke arah para tuan putri yang juga memantaunya dari jauh.


Amber ikut melirik para wanita bangsawan itu yang sedang tersenyum puas ke arahnya.


"Kau sudah melakukan yang aku perintahkan?" Tanya Amber yang menggoyang-goyang gelas berisi minuman merah yang ada di tangan kirinya.


"Sudah," bisik pria itu.


"Hm. Lakukan sisanya!" Perintah Amber.


"Baiklah" bisik pria itu lagi.


Amber menundukkan kepalanya dan sebuah seringai licik terbit di sudut bibir wanita itu.


"Mari kita lihat, apa kau masih memiliki harga diri setelah ini?" Gumam Amber.


Wanita itu pun menatap kembali gelas di tangannya dan menggoyang-goyangkan nya. Amber berjalan ke arah kerumunan dengan langkah percaya diri.


Dari jauh para wanita bangsawan itu menatap Amber dengan senyum puas. Mereka saling bersulang untuk merayakan kemenangan rencana mereka.


"Ck! Tidak semudah itu, kalian menjatuhkan ku," gumam Amber.


Amber pun tersenyum tipis sambil berjalan entah ke mana. Amber menerobos kumpulan para pria yang sedang berbincang-bincang dan dengan sengaja Amber menumpahkan minuman yang ada di gelasnya ke arah pria setengah baya, sehingga jas mahal pria itu basah.


Para pria itu pun mengalihkan perhatian mereka kepada Amber yang berusaha membersihkan jas pria setengah baya itu.


"Maaf tuan," ucap Amber dengan wajah bersalah sambil membersihkan jas hitam pria itu.

__ADS_1


Pria yang ada di sana terpesona dengan kecantikan Amber yang terlihat alami, tanpa makeup tebal.


Mereka seakan terhipnotis dengan wajah imut dan manis Amber, apalagi di saat Amber tersenyum dan memamerkan lesung pipinya yang menambah tingkat kecantikan Amber.


"Tidak apa-apa, nona," ujar pria setengah baya yang mencoba menyentuh telapak tangan putih Amber.


"Sekali lagi saya minta maaf, tuan," ucap Amber dengan tulus.


"Tidak masalah, nona. Ini hanya basah, nanti juga akan kering sendiri," ujar pria itu sambil memberikan senyum mesumnya kepada Amber.


Amber hanya bisa mengumpat dalam hati. Ternyata ia salah memilih tempat untuk membuang sial.


"Kalau begitu saya permisi, tuan," pamit Amber dan dengan cepat ia meninggal kerumunan para pria mesum itu.


Amber mengangguk pelan ketika bertatapan dengan pelayanan yang ternyata adalah teman tim nya di Daredevil black.


Amber juga melirik perkumpulan wanita bangsawan dari keluarga kerajaan ratu Rosella dengan seringai tipis.


Amber dapat melihat wajah kesal mereka, saat melihat minuman yang ada di tangannya habis tertumpah.


Ia tinggal menunggu kejutan yang akan ia berikan kepada para keluarga bangsawan angkuh itu.


*


*


*


"Ada apa?" tanya Camelia yang baru muncul.


"Sepertinya, rencana kita kali ini gagal," sahut Liza.


"Maksud apa?" tanya Camelia dengan tatapan bingung.


"Minuman wanita sialan itu, habis tertumpah," jawab Liza kembali.

__ADS_1


"APA!" pekik Camelia, dengan raut wajah terkejut.


"Dia lolos kali ini," seru tuan putri lainnya.


"Tidak! aku ingin malam ini wanita itu hancur," hardik Camelia tanpa sadar.


"Pelankan, suaramu, kakak!" bisik Liza, mengingatkan Camelia dengan sikapnya yang mulai tak terkendali.


Camelia terlihat menarik nafasnya dengan dada yang naik turun dan hidungnya terlihat kembang kempis karena perasaan jengkel.


Tanpa sadar Camelia menyambar minuman yang di bawa seorang pelayan.


pelayan pria itu menatap ke arah Amber dan menggerakkan kecil kepalanya.


"Ingat, kakak tidak boleh banyak minum!" Liza mengingatkan Camelia untuk tidak meminum banyak alkohol. kalau itu sampai terjadi maka wanita ini akan membuat anggota keluarga kerajaan merasakan malu.


"Diamlah," balas Camelia dengan berdecak kesal.


"Kakak! bentak Liza geram.


Camelia tidak menghiraukan umpatan dan juga omelan Liza. ia mengaggap celotehan Liza sebagai angin lewat semata.


Camelia menghabiskan minuman beralkohol sebanyak lima gelas, yang sudah di beri sebuah serbuk yang akan membuat Camelia kehilangan kendali dan menggila.


tidak lama kemudian seluruh tubuh Camelia terasa panas dan gerah.


ia mencoba menahan perasaan panas itu, tapi perasaan gerah dan panas itupun semakin menjadi.


Camelia bergerak seperti cacing kepanasan yang mencoba menahan sesuatu yang meminta lebih.


Camelia mengipasi wajahnya yang mulai merah. tubuhnya pun sudah mengeluarkan keringat.


dan bagian bawah inti tubuhnya terasa berdenyut dan gatal.


Camelia begitu gelisah dan ingin merasakan sentuhan dari seorang pria.

__ADS_1


tubuhnya tiba-tiba sensitif, itu terbukti ketika dengan sengaja pelayan yang merupakan teman Amber, menyentuh telapak tangan Camelia. membuat wanita itu mendesah tertahan.


__ADS_2