
Gadis bertubuh mungil itu masih, berusaha menarik keatas seorang wanita tua yang terlihat lemah.
Beberapa kali telapak tangan mereka hampir terlepas, karena keadaan disekitar yang terlihat masih menyisakan sisa-sisa air hujan yang turun tadi siang.
Langitpun mulai gelap kembali, karena hujan masih saja ingin membasahi permukaan bumi.
"Anda, pasti bisa, nyonya," teriak Kitty yang mana kedua tangannya menarik telapak tangan lemah itu.
"Ayo, nyonya, anda pasti bisa," ujarnya lirih dengan nafas yang memburu dan dada yang berdebar-debar.
"Anda pasti bisa," lirih Kitty dengan deraian air mata bercampur keringat membasahi pipinya yang nampak merah.
"Ayo," lirihnya lagi memberikan semangat kepada wanita paruh baya yang tengah berjuang di antara hidup dan mati.
"Tolong, selamat, aku," mohon sang wanita tersebut.
"Aku, pasti akan menolongmu, nyonya. Tapi bantu aku dengan semangat anda," teriak Kitty,
Wanita itu pun dengan kekuatan lemahnya berusaha mempertahankan tubuhnya dan berusaha mendorongnya ke atas.
"Yah, sedikit lagi, nyonya," ujar Kitty.
Dengan sisa tenaga wanita itu mengikuti tarikan gadis mungil di atasnya.
Hingga akhirnya, iapun berhasil naik ke atas permukaan tebing dan selamat dari maut.
Dengan nafas memburu, wanita itu memeluk tubuh mungil Kitty dengan tangisan yang meledak kencang.
Kitty masih membeku di tempatnya, dengan wajah merah.
Mereka berdua menangis sambil berpelukan dengan nafas yang terdengar memburu dan keringat membasahi tubuh keduanya.
Wanita itu menjauhkan tubuhnya dan menangkup wajah mungil Kitty. " Terimakasih, nak!" Ucapnya lembut dan pelan.
Kitty sendiri membalas tatapan lembut wanita di depannya dengan dalam dan lekat.
Kitty merasa tidak asing dengan wajah wanita di depannya.
__ADS_1
"Terimakasih, nak!" Lirih wanita itu sambil mengusap keringat di dahi dan rahang Kitty.
"Hum! Gumam Kitty yang mana dadanya masih berdegup kencang.
"Terimakasih, kau sudah menyelamatkan ku, nak. Entah apa yang terjadi padaku kalau kau tidak datang menolongku, nak." Wanita itu menatap lembut gadis cantik di hadapannya.
"Aku tidak akan mungkin, membiarkan Anda dalam bahaya, selagi aku masih hidup dan mampu, bisa menyelamatkan hidup seseorang, mengapa tidak?! Ujar Kitty bijak.
"Kau gadis manis dan memiliki hati yang baik dan tulus,. Nak," ucap wanita itu.
"Aku menerima pujian anda, nyonya," sahut Kitty sambil nyengir.
Wanita itu ikut tersenyum hangat kepada Kitty, ia sangat terpikat dengan wajah cantik gadis di depannya dan ia sangat menyukainya.
"Sebaiknya kita menjauh dari sini, nyonya!" Seru Kitty.
"Kita harus segera ke tepi jalan raya, kita harus mencari tumpangan. aku rasa hujan sebentar lagi turun dan hari mulai sore," ujar Kitty sambil mengamati sekitarnya.
"Kau benar, nak," sahut wanita tersebut.
"Apa, nyonya, dapat berjalan?" Tanya kita hati-hati.
"Baiklah, sekarang, ayo kita ke tepi jalan!" Ajak Kity sambil membantu wanita yang di tolongnya berdiri.
"Terimakasih, nak. Dan maaf merepotkanmu," ucapnya lirih.
"Berhentilah, mengucapkan terima kasih, nyonya," ketus Kitty dengan bibir mungilnya yang mengerucut tajam.
Sambil bersungut-sungut kesal, Kitty menuntut wanita paruh baya itu ke arah jalan beraspal.
Hari pun semakin gelap namun, tak satupun kendaraan yang lewat di hadapan mereka.
Keduanya kini sedang duduk di pinggiran jalanan beraspal yang tampak mulus.
Kitty bahkan tiada hentinya duduk dan berdiri lagi, guna melihat dari arah kiri dan kanan.
Kita menatap wanita yang tolongnya, terlihat semakin lemah. Lantas Kitty melepaskan jaket Hoodie yang ia pakai dan memberikannya kepada, wanita yang ia panggil nyonya.
__ADS_1
"Anda, baik-baik saja, nyonya?" Kitty bertanya dengan raut wajah khawatir.
Wanita itu hanya mengangguk lemah dan menampilkan senyum hangatnya.
"Bertahanlah," ucap Kitty pelan.
Setelah itu, Kitty kembali berdiri dan mengawasi sekitar, dan ia pun dapat bernafas lega, saat melihat samar-samar cahaya dari jauh.
"Sepertinya ada kendaraan lewat, nyonya!" Seru Kitty.
"Nyonya!" Panggil Kitty, saat tidak mendapatkan jawaban.
"Nyonya!" Panggilannya lagi.
Kitty berjongkok dan meraih tubuh lemah wanita itu yang sudah tak sadarkan diri.
"Nyonya, nyonya, bangunlah, nyonya!" Sambil menepuk pipi wanita itu, Kitty mencoba menyadarkan sang wanita yang ia tolong.
"Bangunlah, nyonya. Lihat di sana ada mobil yang akan melewati kita," ucap Kitty dengan tangan gemetar.
"Nyonya, bangunlah!"
"Nyonya!
"Oh Tuhan, apakah dia sudah meninggal?" Cicit Kitty dengan tangan gemetar, memeriksa denyut nadi di bagian leher dan juga telapak tangan wanita tersebut.
"Syukurlah, dia masih hidup," gumam Kitty dengan bernapas lega.
"Ckitttt" tiba-tiba, suara mobil berhenti di belakang Kitty.
"Kitty!"
Kitty membalikkan badannya dan tersenyum lega.
"Tuan!"
"Akhirnya, penolongku datang juga!"
__ADS_1
"Cepat, tuan, tolong aku!"