Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard

Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard
bab 118


__ADS_3

"Mereka datang?"


" …


"Hm. Bagus, singkirkan mereka!"


" …


"Tetap waspada dan jangan sampai, kalian gagal lagi."


" …


"Hm. Informasi kan kepada ku kalau kalian berhasil membunuh mereka!"


" …


"Hm!


"Tut"


Ratu Rosella menjauhkan ponsel mahalnya dari telinga dan meletakkannya kembali di atas nakas.


Sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman puas.


Puas karena pancingannya dapat mengundang sang target masuk ke dalam jebakannya.


Ratu Rosella berdiri dan berputar-putar dengan kedua tangannya terbuka dan kepalanya menengadah keatas sambil tertawa puas.


"Akhirnya, mereka masuk ke dalam perangkat ku juga, dan kali ini, aku sangat mereka akan musnah malam ini," gumam ratu Rosella dengan tawa lepas yang menggema di seluruh kamar pribadinya yang berada di penthouse.


"Oh senangnya," sambungnya lagi dengan masih berputar-putar bahkan menarik ke sana kemari.


Tiba-tiba sebuah lengan kekar menarik pinggangnya dari arah belakang.


Membuat ratu Rosella terhenyak sejak, sebelum menyadari siapa gerangan yang sudah berani mengganggu kesenangannya.


Martin menarik ratu Rosella kehadapannya tanpa jarak, yang membuat hidung mancung mereka saling bertemu.


Martin yang sejak menahan jiwa nakal dalam dirinya, meronta untuk di puaskan malam ini.


Ia begitu menikmati tarian ratu Rosella yang terlihat di menggoda di matanya, membuat jiwa kejantanannya meronta.


Apalagi wanita setengah baya itu sedang mengenakan gaun malam yang begitu seksi, mempertontonkan tubuh indah Rosella, hasil dari perawatan mahal yang dilakukan sang ratu.


"Kau terlihat bahagia sekali, honey, hm?" Bisik Martin yang mana jari-jari panjang sudah mengabsen di paha ratu Rosella.


Ratu Rosella memejamkan matanya yang mulai dikelilingi kerutan halus, yang terlihat samar-samar.


"Aku hanya merasa bahagia, karena mereka masuk kedalam perangkat kita," jawab Rosella bukan yang kini mengalungkan kedua tangannya di leher Martin.


"Benarkah!?


"Hu'um"

__ADS_1


"Malam ini, aku ingin merayakannya," seru Rosella dengan senyum bahagia.


"Kita, rayakan di ranjang, bagaimana?" Bisik Martin menggoda sambil menggigit kecil telinga ratu Rosella.


"Apa kau bisa memuaskanku sampai, pagi?" Bisik ratu Rosella dengan setengah mendesah.


"Dengan senang hati yang, mulia," balas Martin dengan erangan tertahan, saat tangan nakal ratu Rosella menjelajahi dada bidang pria yang menjadi pengawal pribadinya sejak ia mulai menjadi seorang ratu.


Martin dan Rosella sejak dulu bersahabat dan sama-sama masuk kedalam istana.


Martin yang menjadi seorang pengawal tingkat bawah sang king Philips, sedang Rosella menjadi pelayan ratu Agatha menggantikan sang ibu.


Martin juga yang selama ini, membantu Rosella merencanakan sesuatu untuk bisa menjadi seorang ratu.


Dengan imbalan Rosella harus menjadi partner ranjangnya.


Martin yang melancarkan aksi Rosella dalam menjebak king Philips di sebuah hotel, sampai akhirnya Rosella menjadi selir pertama sang king Philips.


Belum sampai disitu saja, rencana jahat mereka. Rosella juga menyingkirkan para pengawal pun pelayan setia ratu Agatha.


Sehingga Rosella dan Martin lebih mudah menyingkirkan ratu Agatha.


Terbukti ia berhasil menyingkirkan king Philips dan juga sang ratu, dengan manipulasi mobil yang dikendarai king Philips saat menghadiri sebuah undangan peresmian pembangunan yayasan milik ratu Agatha di sebuah daerah terpencil.


~


Martin dan Rosella menghabiskan malam ini dengan kegiatan panas yang memabukkan.


Rosella mengagumi partner ranjangnya itu, yang begitu hot dan jantan di usianya yang mulia memasuki lansia.


Martin sendiri menikmati, area privasi Rosella yang masih terlihat indah dan masih terasa nikmat yang membuat Martin berkali-kali mengerang dengan menyebut nama wanita yang ada di bawahnya yang terlihat menikmati hentaakannya.


Yah Rosella tentu saja masih terlihat indah dan masih terasa nyaman, hasil dari perawatan super mahal yang ia lakukan rutin, setiap bulannya.


Wanita itu juga rutin melakukan olahraga yoga yang dapat membuat tubuhnya terlihat segar dan bugar.


Juga olahraga lainnya yang khusus ia lakukan untuk area privasi nya.


Wajah keduanya kini dihiasi oleh gairah yang membuat mereka lupa akan umurnya.


Ratu Rosella yang lupa akan ketangguhan tulang-tulangnya, sedang Martin yang lupa akan staminanya yang harus dibagi dengan sugar baby nya di apartemen pribadinya.


Suara kenikmatan kini terdengar bersahut-sahutan di dalam kamar super luas itu, yang menjadikan pemandangan kota Chicago, sebagai saksi kebrutalan mereka dalam bercinta.


(Anak muda mah kalah)


~


Kembali ke rumah tua.


Suara letupan senjata api kini, masih terdengar di dalam rumah tua yang ternyata adalah sebuah jebakan.


Amber dan kedua kakak beradik itu, masih bersembunyi di sebuah dibalik dinding.

__ADS_1


Dengan nafas tersengal-sengal, Amber mengusap


keringatnya yang membasahi wajahnya, hingga leher.


Bram menyerahkan sebuah sapu tangan kepada sang istri, dengan tersenyum manis.


"Kau tidak apa-apa, sayang?" Tanya dengan setengah berbisik.


"Tidak!" Ucap Amber.


"Kau terluka?" Tanya lagi dengan wajah panik.


"No, dear. Aku tidak apa-apa," sahut Amber.


"Apa kau yakin?"


"Hum"


"Baiklah!


"Dor"


Carlos mengeluarkan timah panasnya kepada seorang pria yang sedang berjalan ke arah Meraka.


Amber yang sudah mulai jengah bermain-main, segera keluar dari tempat persembunyiannya.


Ia membawa dua belati di tangannya. Dengan gerakan gesit dan serangan yang sulit terbaca.


Amber keluar dari persembunyian tanpa di ketahui oleh sang suami.


Amber lantas maju mendekati dua pria yang berada di depan, tanpa aba-aba, Amber melemparkan belatinya ke arah kedua pria itu, yang tertancap indah di area mematikan sang musuh.


"Sayang!" Teriak Bram, saat baru sadar sang istri sudah tidak ada disisinya.


"Dor"


"Jangan berisik, bodoh!" Maki Carlos, ketika Bram terloncat kaget mendengar suara tembakan tiba-tiba.


"Kau, mau kemana?"


"Menyusul istriku,"


"Tunggu disini saja,"


"TIDAK!


"Di sana terlalu berbahaya, bodoh!" Maki Carlos.


"Lepaskan!"


"Tidak!"


"Lepaskan!"

__ADS_1


__ADS_2