Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard

Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard
bab 139


__ADS_3

1 Minggu telah berlalu, semua keadaan telah kembali normal dan bertambah kebahagiaan di keluarga kecil Bram dan Amber.


Tepat hari ini, Minggu pagi yang tampak begitu cerah, keluarga besar king Philips dan juga Boy Raymond Cole, mengadakan acara liburan bersama di atas sebuah kapal pesiar.


Ken pun ikut serta dalam tour keliling keluarga kerajaan beserta kedua adik kembarnya.


Tour keliling ini diadakan dalam rangka penyambutan kembalinya, king Philips dan juga ratu Agatha di kerajaan Alexander.


Seluruh keluarga dibuat terkejut oleh kedatangan king Philips dan juga Ratunya.


Mereka tidak menyangka, kalau kedua penguasa kerajaan Alexander iru masih hidup.


Mereka juga dibuat terkejut dengan wajah asli keturunan dari king Philips yaitu cucu dari penguasa kerajaan Alexander dan akan menjadi pewaris berikutnya.



Dengan wajah bahagia dan tawa riang, si kembar b, begitu menikmati libur mereka di atas kapal pesiar.


Ini adalah liburan pertama mereka bersama kedua orang tua keduanya.


Amber dan Bram sebagai orang tua begitu bahagia melihat raut ceria dari kedua anak mereka.


Bram dan Amber, kini duduk di sebuah kursi malas yang tersedia di area kolam renang yang terletak di paling atas kapal pesiar tersebut.


Amber dan Bram mengawasi anak-anak mereka, layaknya orang tua lainnya.


"Sayang!" Seru Bram yang baru saja muncul dari dasar air kolam.


Bram melompat ke atas tepi kolam dan berjalan mendekati sang istri.


"Kau! Awasi si kembar!" Perintah Bram kepada pengawal pribadi khusus si kembar.


"Baik tuan," sahut pria bertubuh besar itu.


Tanpa menjawab sahutan pengawalnya, Bram melanjutkan langkahnya untuk mendekati sang istri.


"Sudah selesai?" Tanya Amber yang mengubah posisi duduknya.


"Hm! Gumam Bram yang langsung duduk di samping istrinya.


"Terima Kasih, honey," ucap Bram sambil menerima baju handuk yang diserahkan sang istri.

__ADS_1


"Kemarilah!" Pinta Amber.


Dengan patuh Bram membalikkan badannya dan memunggungi Amber.


Amber segera meraih sebuah handuk kecil yang ada di di sebelahnya.


Ia pun mengeringkan rambut suaminya dengan perlahan dan lembut.


Bram hanya bisa memejamkan matanya menikmati perlakuan manis sang istri.


"Terimakasih, honey," ucap Bram sekali lagi dan memberikan kecupan di bibir istrinya.


Bram membaringkan tubuh tingginya di samping Amber yang sedang bersandar sambil terus mengawasi anak kembarnya yang masih berenang.


"Kau tidak ingin berenang, honey?" Bram bertanya sambil mengecup punggung tangan Amber.


"Tidak!" Jawab Amber singkat.


"Why?" Tanya Bram dengan raut penasaran dan juga was-was.


Amber membalas tatapan suaminya yang nampak terlihat was-was. 


Amber memperlihatkan sebuah senyum penuh arti kepada Bram dan mengangkuk pelan.


"Honey," rengek Bram.


"Sorry sweetheart, dia datang secara tiba-tiba," sahut Amber dengan menyengir manis memamerkan lesung pipinya. 


"Oh honey, padahal aku ingin berbulan madu dengan mu sepanjang hari," ucap Bram lesu.


"Sorry!" Balas Amber dengan wajah bersalah.


"Honey, bagaimana dengan dia?" Bram menata sendu kepada benda keramat ajaibnya.


"Entah!" Sahut Amber cuek.


"Honey!" Rengek Bram manja.


"Tenanglah, nanti aku bantu," sela Amber.


"Serius?" Sentak Bram dengan wajah lega.

__ADS_1


"Hm!" Amber mengangguk.


"Sekarang, bagaimana?" 


"Tapi si kembar?"


"Tenanglah, bukankah dia mempunyai seorang paman yang perjaka kadaluarsa," bisik Bram dan mencari keberadaan sang kakak.


"Tap — " ucapan Amber terhenti saat suaminya sudah berjalan ke arah, Carlos yang sedang menandingi sesuatu.


~


"Bro!" Sapa Bram dari arah belakang Carlos sambil menepuk pundak kakaknya.


Carlos menoleh dan sapaan sang adik hanya di balas decakan kesal.


"Ck! Decak Carlos kesal.


"Pergilah!" Seru Carlos dingin.


Dia sudah tahu keinginan adiknya ini, yang akan menitipkan keponakannya kepadanya, seperti yang dilakukan Boy, Sahabat laknat nya itu.


Oh begitu pengertiannya Carlos sebagai seorang sahabat dan juga kakak. Yang mengerti keinginan adik dan sahabatnya itu.


Benar-benar sahabat dan adik laknat. Mentang-mentang dia seorang jomblo sejati, dirinya harus menjadi pengasuh kedua keponakannya dan juga anak sahabatnya.


Niat hati ingin menghabiskan waktu dengan gadis imutnya, dan kini dirinya harus menjadi pengasuh dadakan.


"Kau memang kakak yang baik," sorak Bram sambil merangkul pundak kakaknya.


"Lepaskan, bodoh. Kau membuatku geli," ujar Carlos kesal.


Bram tersenyum dan pria itu memberikan ciuman di pipi sang kakak setelahnya dia pun lari.


"Dasar brengsek!" Teriak Carlos yang mengusap bekas kecupan adiknya.


"Dasar kalian pria laknat." Carlos terus saja bersungut-sungut kesal.


Carlos mengedarkan pandangannya ke segala penjuru kapal pesiar, yang diramaikan oleh keluarga besar kerajaan.


Tatapan mata Carlos kini menajam, ke satu titik makhluk bertubuh mungil yang sedang berjemur di pinggiran kapal pesiar yang tentunya dengan penampilan yang membuat Carlos meradang.

__ADS_1


"Kau sudah mulai nakal, little girl," gumam Carlos.



__ADS_2