Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard

Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard
bab 76


__ADS_3

Bram menatap lekat dan dalam pada sosok mahakarya indah yang kini terbaring di ranjang.


Netra teduh Bram tak berpaling sedikitpun pada sosok wanita yang sangat ia cintai, yang sekarang tertidur lelap.


Senyum menawan Bram tak hentinya terlihat menghiasi wajah rupawan pria itu.


Sambil bersedekap dengan tatapan penuh kehangatan, Bram memindai seluruh sisi wajah Amber dengan rasa kagum.


"Kau terlihat semakin cantik, sayang," bisik Bram pada dirinya sendiri.


Pandangan Bram kini beralih ke arah belahan lembut nan manis Amber yang begitu terlihat menggoda.


Bram meneguk ludahnya sendiri ketika memandangi bibir ranum Amber, yang pernah menjadi miliknya dan akan sesuka hatinya ia mencumbuui bibir menggoda itu.


Bram mengusap rambutnya kasar dan turun ke wajahnya yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang menambah kesan cool dan macho Bram.


Pria dengan tubuh tinggi kekar itu menarik nafas panjang, sambil mendongakkan kepalanya keatas, setelah itu Bram membuangnya secara kasar.


"Sayang," lirih Bram, yang kembali menatap Amber yag masih terlelap damai.


Bram pun melepaskan kaos hitam tanpa lengannya dan membuang kaos polos tersebut ke sembarang arah.


Kini Bram bertelanjang dada, memamerkan ukiran tato yang memenuhi punggung lebarnya dan juga di lengan kirinya yang semuanya terdapat nama Amber di sana.


Bram mendekat ke arah ranjang dan segera merebahkan tubuh tingginya di sebelah sisi kosong Amber.


Bram mendekatkan tangannya ke tubuh Amber, pria itu memiringkan tubuh Amber ke arahnya dan mereka kini saling bertatapan.

__ADS_1


Bram menyingkirkan rambut Amber yang menutupi setengah wajah mulus wanitanya.


Sambil tersenyum, Bram mengusap pipi mulus Amber dengan gerakan tangan naik turun.


Jari-jari panjangnya bahkan menyusuri setiap jengkal wajah imut nan manis Amber.


Dari ujung wajah dan kini jari-jari Bram berhenti di hidung mancung wanitanya yang terlihat menggemaskan.


Bram menjepit pelan ujung hidung Amber dengan menggunakan jari telunjuknya dan ibu jari Bram.


Bram terkekeh saat Amber merasa terganggu dan di luar dugaan Bram, Amber menyusupkan wajahnya di dada lebar nan hangat Bram, Amber pun kembali tertidur dengan nyamannya di dada lebar dan hangat Bram.


Amber juga merapatkan tubuhnya ke dalam pelukan Bram yang begitu menenangkan.


Melingkar kedua tangannya di pinggang keras pria yang terlihat membeku di sampingnya.


Bram hanya dapat menahan deru nafasnya yang berdetak kencang. Pria itu hanya bisa terdiam membeku di tempatnya dan sesekali mengecupi kening wanita yang sangat ia rindukan itu.


Bram meraih wajah Amber yang tertanam sempurna di dada bidangnya.


Mengangkat sedikit kepala Amber dan meletakkannya di lengannya yang ia sengaja ia rentangkan.


Bram pun mengarahkan wajah Amber ke arah wajahnya, agar pria itu lebih puas menatap lekat wajah cantik wanitanya.


Bram bermain-main dengan wajah mulus di depannya sambil menghempuskan nafas hangatnya di wajah cantik nan imut Amber.


Bram tak hentinya terkekeh geli ketika melihat , Amber terganggu dengan menggerak-gerakkan bulu mata lentiknya yang terlihat begitu lucu. juga mengerakkan hidung mungilnya.

__ADS_1


karena tidak tahan dengan wajah menggemaskan sang wanita, Bram mengecupi seluruh wajah mulus Amber dengan penuh hati-hati.


Dari mulai kening, kedua mata bulat Amber, hidung mungil Amber, kedua pipi wanitanya dan terakhir Bram mengecupi bibir ranum sang wanita tercinta berkali-kali dan lama.


"Masa sama seperti dulu, manis dan lembut," bisik Bram di telinga Amber.


tangan satu Bram ia gunakan untuk merapikan rambut coklat Amber.


"Aku, baru sadar kau mengganti warna rambut, sayang," bisik Bram kembali sambil mengusap rambut lembut Amber dan merasai wangi rambut wanita yang berada di dalam dekapannya itu.


"Masa sama, tidak ada yang berubah," lirih Bram, saat Indra penciumannya menghirup wangi rambut Amber yang masih sama seperti dulu.


pandangan Bram turun ke arah dada terbuka Amber. ia menyentuh sebuah tato buatannya yang masih menghiasi kulit indah wanita yang begitu amat ia cintai.


Bram menundukkan wajahnya ke arah dada Amber dan memberikan kecupan lembut di atas jejak tato tersebut.


Bram kembali menatap dalam nan teduh wajah damai sang wanita.


sambil tersenyum, Bram mendekat wajahnya kearah wajah Amber, Bram lantas kembali mengecup bahkan ******* dan juga menyesap lembut bibir ranum Amber.


Bram meletakkan tangan satunya ke belakang tengkuk Amber dan memperdalam ciumannya di bibir manis dan lembut Amber.


"selamat malam dan selamat tidur, my heart," bisik lembut Bram di atas bibir mungil Amber dan di akhiri kecupan hangat.


setelah mengucapkan kalimat indah dan lembut, Bram merengkuh tubuh Amber dengan erat dan lembut.


Bram bahkan meletakkan wajah dan Amber kedalam dada kerasnya. meletakan dagu lancipnya di atas kepala Amber dan sesekali Bram menciumi puncak kepala Amber penuh kasih sayang dan cinta.

__ADS_1



__ADS_2