Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard

Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard
bab 23


__ADS_3

Keesokan harinya di sebuah kamar yang begitu luas dan mewah dengan warna abu-abu dan juga sebuah ukiran yang khas kerajaan.


"Sayang.! Bram berteriak dan bangun dari tidurnya.


Ia menyipitkan matanya saat cahaya menguning menerpa manik abu-abu nya.


Bram bangkit segera dari ranjang mewah, saat menyadari sesuatu. " Sayang." Gumamnya, dengan mimik wajah khawatir. Bram memijit pelipisnya yang terasa sakit. Ia menggeleng kepalanya untuk menghilangkan rasa pening itu.


"Sial! Kenapa aku disini." Monolog nya saat menyadari sesuatu.


"Sayang! Gumamnya kembali.


Bram bermaksud ingin keluar dari kamar tersebut. Tanpa menyadari sosok pria paruh baya sedang duduk dengan anggun nya di sofa besar yang terdapat di ruangan itu.


"Kau sudah bangun, Griffin.?" Sapaan suara lembut dan terkesan berwibawa itu membuat langkah Bram terhenti. Ia membalikkan badannya. Dan diapun membolakan matanya, wajahnya pun berubah tegang. Bram masih bergeming ditempatkannya dengan perasaan yang tidak menentu.


"Ibu ratu.?" Bram membeo.


"Iya, ini aku pangeran." Sahut ratu Rosella. Ratu di kerajaan salah satu di negara Inggris. Ia adalah ibu ratu yang memiliki sifat egois, kejam dan dia terkenal sifatnya yang kejam plus licik.


Ibu ratu yang tidak akan memaafkan kesalahan sekecil apapun, seorang ratu yang sangat menggilai kedudukan dan menjunjung tinggi kehormatan.


Dia sangat terobsesi dengan gelar ratunya sendiri.


"Bersiaplah. Hari ini kau akan menikah dan menerima penobatan mu sebagai seorang pewaris." Ujar ratu Rosella dengan raut wajah dingin dan juga nada tegas yang tak terbantahkan.


Bram makin bergeming ditempatkannya, dia begitu terkejut mendengar perintah dari wanita yang ada di hadapannya. Seorang wanita yang membuat hidupnya penuh derita dan masalah.


"Apa maksud, anda.!" Bram mencoba untuk memahami ini semua.


"Anda menculikku, ibu ratu.!" Pekik Bram.

__ADS_1


"Bersiaplah. Kau akan menikahi anak dari tuan George Clooney." Ujar wanita yang masih terlihat cantik itu.


"Itu tidak akan terjadi." Balas Bram sengit.


"Kau mau kemana.?"


"Menemui kekasihku."


"Apa kau sadar kau ada dimana.? Pertanyaan ratu Rosella menghentikan langkah Bram.


"Kau harus menuruti perintah ku."


"Kenapa aku harus menuruti perintah, mu." Pekik Bram frustasi.


"Bukankah, kau tidak menyukai ku ibu ratu? Tapi kenapa sekarang kau begitu memaksaku.!"


"Biarkan aku pergi.!"


"TUTUP MULUTMU.!!


"PANGERAN.! Bentak pelayanan setia sang ratu.


Ratu Rosella mengangkat tangan kanannya agar ajudannya itu, tidak mencampuri pembicaraannya bersama Bram.


"Kau hanya punya dua pilihan. Menikahi Camelia atau melihat mayat wanita rendahan yang kau puja. Atau kau ingin aku menghabisi nyawa ibumu juga.?" Ratu Rosella terlihat menyeringai licik.


"Aku tidak peduli." Sahut Bram. Ia tau pasti ini semua hanya gertakan sang ratu.


"Lihatlah." Sela ratu Rosella. Wanita itu mengarahkan pandangannya pada sosok wanita yang terlihat menangis dan terisak. di dalam layar benda bersegi yang berukuran besar itu. Bram membeku di tempatnya. Dadanya tiba-tiba nyeri dan sesak melihat wajah menyedihkan wanitanya.


"Lihatlah disekitarnya." Sela sang ratu lagi.

__ADS_1


Bram pun menajamkan penglihatannya kearah layar bersegi yang berukuran besar itu. Ia terbelalak saat netra abu-abunya melihat di sekeliling apartemen Amber sudah ditanamkan beberapa bom mematikan. Satu kali tekanan tombol saja membuat apartemen Amber dan Bram tempati hancur.


"Lihatlah ini.! Perintah ratu Rosella kembali.


Lagi-lagi Bram membeku dan terkejut saat melihat pemandangan di dalam layar bersegi yang berukuran besar itu. Didalam sana seorang wanita yang tidak muda itu lagi, sedang terbaring di atas ranjang.


"Turuti semua perintahku, kalau kau masih ingin melihat mereka hidup." Sarkas sang ratu dengan dingin.


Bram hanya bisa terdiam dengan perasaan kacau dan campur aduk. Ingin rasanya ia membunuh wanita kejam dan licik di hadapan. Bram kini dilanda dilema yang sangat rumit.


"Kenapa, kau melakukan ini." Lirih Bram.


"KENAPA DAN APA TUJUANMU.!" Teriak Bram.


"Kau harus menjadi pengganti anakku. Aku tidak ingin kekuasaan ku direbut oleh orang lain. Dan kau sebagai seorang pangeran dan keturunan dari raja Louis Vuitton, kau berhak mendapatkan gelar dan kedudukan sebagai pangeran mahkota. Jadi aku tidak akan merasa terancam. Kau juga harus menikahi anak dari tuan George Clooney. Yang bernama Camelia. Kau harus menjadi pengantin pria pengantin dan mulai sekarang kau juga harus menjadi ayah dari bayi Camelia." Perkataan sarkas ratu Rosella, hanya mampu membuat Bram bergeming.


"Bersiaplah. Sementara acara pernikahan di mulai. Jangan membantah dan menolak. Kau tahu sendiri akibat dari tolakan mu.


"Jason Derulo. Bantu dia persiap."


"Siap ibu ratu."


Setelah memberikan perintah pada pelayan setia nya, ratu Rosella melangkah dengan anggun keluar dari kamar mewah Bram.


Bram hanya bisa mematung di tempat dan kini tatapannya berubah kosong. Kenapa ini semua tiba-tiba harus terjadi. Kenapa harus dirinya. Kenapa harus dirinya yang menjadi tumbal dari keserakahan seorang wanita yang gila akan kekuasaan.


"Bukankah, dia sangat membenciku.? Gumam Bram.


"Pangeran. Silahkan ikut dengan hamba."


Bram masih bergeming ditempatkannya. Pikirannya kini melayang pada sosok wanitanya yang sedang bersedih dan menderita.

__ADS_1


__ADS_2