
Gadis mungil nun imut itu, kini sudah meringkuk di atas sofa, dengan jari-jari bibi lili mengusap kepalanya lembut.
Ia kini tertidur di sofa rumah sakit ternama di kota Chicago, kamar yang menyerupai sebuah kamar suite room hotel terkenal.
Membuat Kitty nyaman dalam tidurnya sehabis minum obat penghilang rasa nyeri yang diberikan dokter.
Gadis itu terlihat nyenyak dalam tidurnya, wajahnya masih tampak lelah, ia sudah mendapatkan pemeriksaan dari seorang dokter, luka lecet pada kakinya pun, sudah diobati.
Bibi lili dengan penuh kasih sayang, mengusap kepala gadis yang sudah dianggap cucunya sendiri.
~
Sedangkan wanita yang ia selamat tadi kini terbaring di ranjang pasien, dengan sebuah alat impus di tangan kirinya.
Wanita itu terlihat masih belum sadarkan diri, dengan wajah yang masih terlihat pucat dan lemah. Masih betah menutup rapat kedua matanya, selama dalam perjalanan tadi yang memakan waktu 1 jam untuk sampai ke kota.
Sesosok pria paruh baya dengan setia menemani wanita itu, dengan menggenggam telapak tangannya, pun mengusap wajah pucat yang terbaring di ranjang.
Di sisi lain ranjang, sepasang suami-istri masih betah berdiri dengan tatapan sulit diartikan ia berikan kepada wanita itu.
"Aku tidak menyangka, istriku masih hidup," gumam king Philips.
"Aku berpikir sudah kehilangan dirinya," sambungnya lagi yang dengan setia menggenggam telapak sang istri.
"Itu karena, ratu Agatha adalah sosok wanita yang kuat dan tangguh," sahut Boy.
"Kau, benar! Dia wanita yang kuat dan sangat tangguh," sela king Philips yang menatap istrinya penuh kerinduan dan cinta.
"Dia terlihat tak terawat dan kurus," lirih sang king.
"Yang terpenting dia masih hidup yang, mulia," timpal Ruby.
"Meskipun begitu dia, masih terlihat cantik," lanjut Ruby lagi.
"Hum, dia masih terlihat sangat cantik. Aku bersyukur dia dapat bertahan demi kami," sendu king Philips, yang mengecupi tangan lemah sang istri.
"Entah, apa yang mereka lakukan kepada, istriku," gumam king Philips yang menatap istrinya penuh sesal.
__ADS_1
"Mereka masih membutuhkan sang ratu jadi mereka masih menyekap ratu Agatha!" Seru Boy.
"Kita, harus menyembunyikan sang ratu, demi keselamatannya dari ratu Rosella," ujar Boy.
"Kau benar. Pasti dia akan memerintahkan anak buahnya, untuk memastikan kematian, istriku," sahut king Philips.
"Anda benar yang, mulia," jawab Boy.
Mereka kembali terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.
King Philips yang mengusap wajah istrinya dan mengecup kening sang istri.
Boy yang merencanakan sesuatu untuk, membuat ratu Rosella menerima ganjaran dari semua perbuatannya.
Boy melirik ke arah pintu, di mana sang asisten terlihat masuk dengan sebuah berkas di tangannya.
"Informasi, apa yang kau dapatkan?" Tanya Boy tanpa basa-basi.
Jojo, asisten pribadi Boy, menyerahkan berkas yang ada di tangannya.
Berkas tentang ratu Agatha yang selama ini di sekap di daerah perbukitan tinggi.
King Philips bahkan menunggu Boy mengatakan informasi yang ada di dalam berkas tersebut.
"Jadi selama ini ratu Agatha bersembunyi di rumah tua itu?" Ucap Boy tiba-tiba.
"Selamat ini ratu Agatha, bersembunyi dari ratu Rosella. Dia hidup sendiri diri selama beberapa tahun ini, setelah ditinggal pergi oleh orang yang menyelamatkannya," ucap Boy lagi sambil membaca berkas yang ada di tangannya.
"Kenapa, kau tidak kembali, sayang," bisik king Philips.
"Mungkin, dia merasa terancam bila keluar dari persembunyian. Apalagi, dia merasa hidup sendiri," sahut Boy.
"Ini salahku, hanya terdiam, dan tidak mencari tahu tentangnya," lirih king Philips.
"Yang penting dia selamat dan sudah bersama kita," ujar Boy.
"Kau benar. Aku sangat berhutang nyawa dengan si gadis mungilku," imbuh king Philips yang menatap lembut kepada Kitty.
__ADS_1
"Berkatnya aku bisa bertemu istri ku dan dengan keberaniannya, istriku bisa terselamatkan," pungkasnya.
"Dia gadis yang manis dan baik hati," gumam sang king.
Boy melirik kepada asistennya yang sedang memandangi wajah imut gadis yang terlelap dengan mulut terbuka sedikit.
"Kenapa dia berada di sana?" Tanya Boy yang menatap horor kepada sang asisten.
"Saya, juga tidak tahu, tuan?" Jawab Jojo salah tingkah.
"Terus. Kenapa kau bisa bersamanya?" Tanya Boy penuh selidik.
"S — saya, menemukannya di pinggir jalan tuan, bersama ratu Agatha," balas Jojo dengan nada terbata di awal ucapannya.
"Benarkah! Selidik Boy.
"I — iya, t — tuan," jawab Jojo terbata.
"Terus. Kenapa dia berada di daerah sana?"
"Nona, Kitty sedang melakukan liburan dengan teman-temannya, tuan," jawab Jojo.
"Kau, menyukainya?" Celetuk Boy.
"T — tidak t — tuan," ucap Jojo kembali terbata.
"Bagus. Karena kau harus menghadapi nya," bisik Boy.
"Menghadapinya?! Jojo membeo.
Tidak lama kemudian suara pintu terbuka dari luar secara kasar, membuat semua orang yang ada di sana terkejut.
Ruby bahkan tersendat minumannya sendiri, ia dan bibi lili sedang berbincang-bincang di sofa di dekat balkon ruangan rawat VVIP itu.
"Mommy!"
"Brengsek! Kau membuat istriku kesakitan, bedebah!"
__ADS_1
"Hello Kitty?"