
Suara cumbuan masih terdengar di dalam mobil sport mewah berwarna hitam pekat itu.
Carlos masih menikmati manisnya bibir mungil milik gadisnya yang nakal.
Ingin rasanya Carlos tetap seperti ini, ia masih ingin menikmati dan merasai belahan indah nan manis yang sekarang dia cumbu dengan sangat lembut.
Mengusap kepala belakang gadisnya hingga ke tengkuk gadis itu, membuat si empunya meremang dan bergerak gelisah.
"T – tuan," lirih Kitty terbata, saat tautan bibir mereka terlepas, dan kini berganti kening keduanya saling menempel.
"No, tuan!" Sela Carlos dengan nafas berat yang menerpa wajah mungil di depannya.
Kitty menjauhkan wajahnya dan menatap lekat pria berusia 33 tahun kurang 4 bulan lagi itu, dengan dahi berkerut.
"Why?" Bisik Carlos sambil sambil mengusap bibir basah Kitty yang membengkak karena ulahnya.
"Apakah, sakit?" Tanya Carlos lembut yang menyerupai bisikan halus.
Kitty menggeleng kepalanya dan juga mengangguk dengan mata yang berkedip-kedip lucu.
"Oh Tuhan, kau membuatku gila," eraang Carlos yang masih setia membelai bibir merekah Kitty.
"Bibirku, terasa aneh," keluh Kitty sambil memonyongkan bibirnya lucu.
"Cup" satu kecupan Carlos daratkan di bibir monyong Kitty.
"Kau terlihat menggemaskan, little girl," bisik Carlos gemas sambil menggigit kecil hidung mungil Kitty.
"Sakit, tuan!" Adu gadis itu.
"Jangan memanggilku, tuan. Aku bukan tuan mu dan kau bukan bawahan ku," cetus Carlos kesal.
"Terus, aku harus memanggil anda, apa?"
"Panggil aku, darling!" Seru Carlos.
"Darling?" Kitty membeo.
"Hum! Mulia sekarang, kau harus memanggilku, darling!" Titah Carlos.
"Tidak, bisa," tolak Kitty yang menjauhkan tubuhnya dari Carlos, namun pria dewasa itu, kembali menarik gadis berambut sebahu itu kepelukannya.
"Tidak ada penolakan!" Sarkas Carlos.
"Tapi aku keberatan yang, mulia." Gadis mungil nan imut itu melayangkan protes.
"Dasar, gadis nakal," ujar Carlos dengan menyentil dahi Kitty pelan.
"Aku, tidak mau memanggil anda, darling. Karena aku bukanlah, kekasih anda, dan aku pun tidak mau menjadi kekasih pria tua seperti anda." Seloroh Kitty si hello Kitty yang sudah berani menolak perintah seorang pangeran dan juga big boss gangster.
"Kau baru saja menolak ku?" Sentak Carlos.
"Yap!" Jawab kita tidak acuh.
__ADS_1
"Why?" Tanya Carlos dengan kening berkerut tajam.
"Kau, terlalu tua," sahut Kitty dengan entengnya.
"What?" Pekik Carlos.
"Apa, anda tidak melihat, kalau aku masih remaja berusia 19 tahun, sedangkan, anda pria dewasa yang mungkin sudah berkepala 4," ujar Kitty dengan santainya.
"Aku masih 33 tahun kurang 4 bulan, baby!" Geram Carlos.
"Anda memanggil ku, apa tadi?" Tanya Kitty penasaran.
"Baby. Little baby girl!" Sahut Carlos.
Tiba-tiba wajah Kitty terlihat merona merah, mendengar ucapan manis Carlos.
"Dasar, pria tua tulang gombal," Kitty menepuk dada Carlos sambil menunduk malu.
"Kau suka?"
"Hm!"
"Okey, mulai sekarang, aku akan memanggilmu, baby. Dan kau memanggilku, darling. Bagaimana?"
"No!" Tolak Kitty sambil menggeleng.
"Come on, baby," rengek Carlos, yang baru pertama kalinya ia melakukan hal memalukan ini.
"Baiklah, karena aku adalah gadis yang baik hati, dan karena aku kasihan melihat, wajah menyedihkan anda, maka aku setuju," ujar Kitty.
"Oh my baby!" Seru Carlos.
"No, my baby,"
"Why?"
"Karena aku bukan minyak telon!" Imbuh gadis itu.
"Oh Tuhan," gumam Carlos sambil menepuk keningnya.
Carlos meraih dagu Kitty dan mengecup bibir gadisnya yang sudah menjadi candu pria itu.
Kitty mengalungkan kedua tangannya di leher Carlos dan membalas cumbuan Carlos.
Mereka kembali melanjutkan cumbuan mereka dengan sangat lembut.
Carlos bahkan meremas pinggang ramping gadisnya, membuat Kitty bergerak gelisah.
"Jangan seperti itu," larang Kitty sambil menyingkirkan tangan Carlos dari pinggangnya.
"Kenapa?"
"Geli!"
__ADS_1
"Aku tidak suka, geli," ucap Kitty.
"Berapa, usia mu!"
"Sembilan belas tahun," jawab Kitty yang memainkan tunas-tunas halus Carlos yang ada di wajahnya.
"Aku kira kau sudah berkepala dua!" Seloroh Carlos sambil memejamkan matanya, menikmati belaian tangan mungil Kitty di wajahnya.
"Maaf. Kepala saya cuma satu dan yang mempunyai kepala lebih dari satu itu, anda." Dengan konyolnya dan tidak acuhnya, Kitty mengutarakan perkataan absurd kepada pria di depannya.
Carlos lagi-lagi dibuat melongo dengan tingkah absurd gadisnya yang begitu ajaib bin konyol.
"Astaga, apa benar aku menyukai gadis ini? Yang jauh dari kriteria gadis idaman pria normal?" Batin Carlos.
"Gadis nakal ku yang imut," batin Carlos lagi sambil terkekeh.
"Kita pulang!" Ajak Kitty.
"Aku sudah mengantuk," lirih gadis itu.
Kitty yang ingin turun dari pangkuan Carlos, ditahan oleh pria itu dan membiarkan gadisnya tetap berada di pangkuannya.
"Biarkan aku duduk di sini," tunjuk Kitty di kursi sebelah mereka.
"No. Tetaplah disini!"
"Bagaimana, anda menyetir?"
"Tenanglah, aku bisa."
"Terserah!"
Carlos pun menarik Kitty ke dalam pelukannya, meletakkan wajah Kitty di dada bidangnya yang hangat, membuat gadis itu, langsung tertidur.
Carlos hanya bisa tersenyum melihat wajah imut gadisnya yang tertidur lelap dalam pelukannya, sambil mengecup rambut gadis kecilnya yang nakal.
"Selamat malam, baby," bisik Carlos.
Carlos segera melajukan mobil mewahnya dengan Kitty yang bertubuh mungil itu di pelukannya yang lebar dan hangat.
Sesekali Carlos membelai pipi menggemaskan gadisnya menggunakan tangan kirinya. Juga mengecupi wajah menggemaskan itu.
"Kau milikku gadis nakal,"
yang penasaran dengan Carlos yang hot, tengok story FB,Uma bie 😂
Kitty
Carlos
__ADS_1