
Di mansion Boy Raymond Cole.
Para tuan rumah di mansion Boy, terlihat sedang menikmati sarapan mereka.
Tatapan Boy kini sedang menajam pada sosok pria rupawan yang sedang menatap lekat kedua wajah lucu si kembar.
Carlos tidak melepaskan tatapannya kepada sepasang anak kembar yang sedang duduk berhadapan dengannya.
Ia tidak percaya kalau dia menjadi seorang paman dalam sekejap mata.
Sepasang anak kembar itu tidak bisa diragukan lagi, kalau mereka adalah keturunan king Philips.
Wajah kedua anak kembar itu mewarisi keturunannya, apa lagi manik keduanya yang sama persis dengan keturunan raja Philips Alexander.
Sambil memakan sarapannya, Carlos masih betah memandangi wajah kedua keponakannya itu.
Sebaliknya, Bryan dan Bryana malahan merasa tidak nyaman ditatap oleh pria dewasa yang asing di mata keduanya.
Bryan dan Bryana, sejak tadi menundukkan wajah mereka karena takut oleh tatapan lekat pria asing di hadapannya.
Boy dan Ruby yang mengetahui ketidak nyamanan anak-anaknya, hanya bisa menghela nafas. Tapi tidak dengan Boy, ia kini menghunus tajam kepada Carlos.
Daddy Boy menginjak kaki Carlos di bawah sana yang membuat, Carlos memekik kesakitan.
"Akhh"
"Sh'it" umpat Carlos sambil menatap kebawah.
"Apa yang kau lakukan, sialan!" Pekik Carlos.
"Tuan Carlos, Jangan mengumpat dan berbicara kasar di depan anak-anak," tegur Ruby, yang merasa keberatan oleh ucap kasar Carlos.
Carlos terdiam mendengar teguran nyonya besar di mansion ini, ia beralih menatap Boy yang malah tersenyum mengejek ke arahnya.
Dengan gerakan mulut yang bersungut-sungut, Carlos membalas perlakuan Boy.
Tapi sayang Boy dapat menghindar dan balik mengejek sahabatnya itu.
~
"Berhentilah menatap mereka, kau membuat kedua anakku takut!" Tegur Boy dengan nada geraman.
"Mereka keponakanku asal kau tahu," jawab Carlos.
"Cih, mereka tidak akan mau mengakuimu paman mereka," cibir Boy sengit.
"Siapa bilang, malahan mereka akan bangga memiliki seorang paman yang sangat tampan sepertiku," sahut Carlos dengan sombongnya.
"Cih, dasar pria sok tampan," sinis daddy Gie itu.
"Apa benar paman, adalah paman kami?" Bryana yang memiliki kepekaan dan kecerdasan, sejak tadi menyimak obrolan pria dewasa di depannya, ia pun bertanya dengan rasa penasaran tinggi.
Dengan tatapan mata yang penuh tanda tanya, Bryana menunggu jawaban Carlos yang juga menatapnya.
"Yah, paman adalah paman kalian," jawab Carlos dengan memberikan senyum hangat kepada kedua keponakannya.
"Benarkah, daddy?" Bryana kini balik bertanya pada daddy Boy yang di balas anggukkan berat.
"Jadi dia paman kita, kakak?" Celetuk Bryan.
__ADS_1
"Sepertinya iya," balas Bryana.
"Paman, saudara dari mommy kami?" Tanya Bryana lagi.
"Bukan, tapi paman adalah calon daddy kalian," gumam Carlos,
"Bugh" tiba-tiba sebuah injakan kaki keras mengenai tulang keringnya.
"Akh" teriak Carlos.
"Jaga mulut busukmu, sialan!" Geram Boy.
"Sakit!" Lirih Carlos.
"Anda tidak apa-apa tuan?" Tanya Ruby yang bangkit ingin mendekati Carlos.
"Sayang!" Seru Boy sambil mencekal pergelangan tangan sang istri.
"Aku hanya ingin melihat tuan ini," ujar Ruby dengan jarinya menunjuk Carlos.
"Tidak perlu, dia terbiasa dengan rasa sakit," sahut Boy dan mendudukkan kembali Istrinya di sampingnya.
"Ini sakit, Boy!" Pekik Carlos.
"Cih, lemah!" Cibir Boy dengan bibir yang mencebik ke arah Carlos.
"Cepat habiskan makananmu dan cepatlah pergi dari sini, aku tidak menerima tamu tak diundang kemari," ujar Boy yang mengusir sahabatnya itu.
"Aku juga tidak ingin berlama-lama di sini, kalau bukan karena kurcaci itu," ketus Carlos.
"Kurcaci?" Boy dan Ruby saling menatap dan membeo.
"Gadis hello Kitty itu," imbuh Carlos dengan raut wajah kesal.
"Ck" Carlos hanya berdecak yang kekesalannya bertambah.
Bertepatan juga gadis yang menjadi tersangka lewat yang terlihat sudah rapi dengan sebuah tas punggung di pudak gadis imut itu.
Tanpa memperhatikan sekelilingnya yang mana kini semua tatapan mata para orang dewasa di meja makan tertuju padanya.
Gadis dengan rambut diikat tinggi ke atas itu berjalan menuju dapur sambil memperhatikan ponselnya.
"Kitty!" Seru Ruby.
Kitty yang mendengar namanya dipanggil pun mengalihkan perhatiannya ke arah meja makan.
Gadis itu membelalakkan matanya ketika melihat sosok Carlos yang sedang melihatnya dengan mata tajam.
"S-saya, nyonya?" Tanya Kitty.
"Kemarilah!" Perintah Ruby.
Dengan langkah berat Kitty mendekat ke arah meja makan di mana pria yang coba ia hindari duduk dengan tatapan permusuhan ia berikan kepadanya.
"Selamat pagi kakak," sapa si kembar dan juga Gie.
"Selamat pagi, anak-anak," balas Kitty dengan suara riang sambil bertepuk tangan.
Kitty pun mendekati ketiga bocah menggemaskan itu dan menciumi pipi ketiganya secara bergantian.
__ADS_1
"Kakak, sudah aku katakan berhentilah menciumku!" Protes Gie sambil mengusap bekas ciuman Kitty.
Gadis itu hanya tertawa lepas melihat wajah cemberut Gie dan ia pun mengacak rambut putra dari Boy.
"Kakak!" Rengek Gie.
"Kau yang terbaik," puji Kitty yang lagi-lagi mencium pipi Gie.
"Mommy!" Adu Gie manja.
"Kitty!" Seru Boy.
"Iya tuan," jawab Kitty.
"Apa yang kau lakukan padanya?" Boy bertanya sambi menunjuk Carlos yang sejak tadi terdiam.
"Aku hanya memberi tuan paman ini pelajaran," jawab Kitty polos.
"Pelajaran?"
"Iya tuan,"
Sedangkan Carlos masih terdiam dengan tatapan penuh arti ia berikan kepada Kitty.
"Apa yang kau lakukan padanya?" Tanya Boy lagi yang sangat penasaran.
"Pemukulnya?" Jawab Kitty tanpa merasa bersalah.
"Pemukulnya!" Pekik Boy dengan semangat.
"Iya tuan,"
"Kau memukulnya di bagian mana?" Kembali Boy bertanya dengan memindai wajah sempurna sahabatnya.
"Bagian itu tuan," cicit Kitty sambil melirik ke arah bawah Carlos.
"Itu? Dimana?" Tanya bawah yang sangat penasaran sambil mengikuti arah pandang Kitty.
Carlos yang mengerti arah mata Kitty dengan segera merapatkan pahanya.
"Itu" ujar Kitty sambil melirik ke arah bawah Carlos dan kembali mengalihkan matanya.
"Itu, mana?"
"Itu, tuan"
"Iya, dimana, hello Kitty!" Geram Boy yang tingkat penasarannya menjadi lebih tinggi.
Dengan kesal Kitty mendekati Carlos dan mendekatkan tangan mungilnya ke arah bawah.
"Ini tuan," ucap Kitty dengan polosnya menggenggam pusaka ajaib Carlos.
"Hukh"
"Sial, Boy Raymond Cole!"
"Hukh"
"Keras tuan, apakah di dalamnya batu?"
__ADS_1
"Hukh"
"Si Kitty, hello Kitty!!"