
"Kakak!" Teriak seorang gadis cantik yang terlihat berbinar melihat Ken.
"Kakak!" Panggilannya lagi yang matanya sudah berkaca-kaca.
Ken membeku di kursi rodanya dengan wajah terkejut melihat sosok gadis yang sangat ia kenali.
"K – Kelly?! Ucapnya terbata.
"Kakak," lirih Kell dan segera saja gadis itu menerobos masuk kedalam kamar Ken.
Kell melipat kedua kakinya di depan kursi roda Ken, menatap dengan air mata wajah tampan sang kakak.
Ia pun segera memeluk tubuh Ken dengan erat dan sambil berteriak histeris.
"Kakak, kakak, kakak. Apa benar ini kau?" Racau Kell sambil meraba-raba wajah Ken.
"Kelly?"
"Yeah. Ini aku, kakak," sahut Kell dengan isakan.
"Apa benar, ini dirimu?" Tanya Ken lagi.
"Hm. Ini aku adikmu, Kelly," jawab Kell.
"Kelly, adikku!" Seru Ken yang menarik Kell kedalam pelukannya.
"Astaga, terimakasih Tuhan, kedua adikku masih hidup," bisik Ken.
"Aku merindukanmu, kakak."
"Maafkan kakak, tidak bisa melindungi, kalian," lirih Ken.
"Tidak. Ini bukan salah kakak, ini semua salah wanita licik itu," sahut Kell.
__ADS_1
"Kakak, bersyukur kalian masih hidup," ucap Ken.
"Hum!"
Kedua kakak beradik itu pun saling berpelukan, melepaskan rasa rindu. Karena terpisahkan bertahun-tahun oleh sosok wanita licik yang penuh ambisius.
Glen hanya bisa menatap dalam diam kedua kakak beradik itu, ia menatap lekat kepada Kelly.
Glen merasa Kell adalah wanita yang sangat berbeda dari adiknya Keisha alias Kitty.
"Apa, gadis ini titisan ratu Rosella?" Glen membatin.
~
"Katakan kepada, kakak. Bagaimana kau bisa selamat?" Ken bertanya kepada Kell tentang hidupnya setelah berpisah dengannya.
Sekarang mereka sedang berada di teras rumah yang menyuguhkan pemandangan danau yang begitu indah.
Kelly sendiri kini duduk di bawah kursi roda Ken sambil meletakkan kepalanya di paha keras sang kakak.
Ken sendiri yang memang adalah seorang pria penyayang, mengusap lembut rambut kecoklatan Kell.
Ken terkadang menundukkan kepalanya untuk sekedar memberikan kecupan di rambut sang adik.
Ken adalah sosok kakak yang sangat menyayangi adik-adiknya, ia rela tidak mendapatkan jatah makan hanya demi sang adik, waktu masa-masa hidup mereka di kekang oleh ratu Rosella.
Ayah mereka sendiri adalah, seorang mata-mata khusus untuk mengintai para penjahat negara.
Namun sayang nyawa sang ayah hilang saat melakukan tugas negara di suatu kota yang dipenuhi oleh orang-orang berbahaya.
Masa-masa itulah mereka begitu kehilangan dan kesusahan, belum usai kesulitan keluarga mereka.
Ratu Rosella datang kepada mereka mengumbar janji licik.
__ADS_1
Ia menjemput sang mommy dan mereka bertiga di bawa ke tempat yang begitu buruk dan jauh dari keramaian.
Mereka hanya bisa menunggu dan menunggu kedatangan sang mommy dan juga janji yang diutarakan oleh sang bibi.
Hingga datang seorang pria menemui mereka bertiga di dalam ruangan tertutup.
Mereka bertiga pun merasa bahagia oleh kedatangan pria utusan ratu Rosella, namun mereka harus lagi-lagi menelan kekecewaan, karena ketiganya harus hidup terpisah.
Utusan ratu Rosella, membawa paksa Ken untuk dijadikan tameng sang ratu.
Sedangkan kedua adik kembarnya di bawa entah kemana.
Sejak saat itu Ken tidak mengetahui keberadaan kedua adiknya.
Hingga akhirnya ia bisa bertemu dengan sang adik.
"Aku, di jadikan budak nafsu, pengawal wanita itu," ungkap Kell dengan terisak.
"Apa?! Lirih Ken dengan kedua tangannya yang mengepal erat di pegangan kursi roda.
"Mereka, menjual kami di rumah kotor itu. Tapi Kei, lebih memilih mengakhiri hidupnya," tutur Kell lagi.
"Aku, sendiri. Di sekap dan di jadikan budak nafsu, tuan Martin," kembali Kell mengadu sambil terisak.
"Brengsek!" Maki Ken geram.
Ia begitu marah mendengar nasib adik-adiknya, dan ia begitu lebih marah, saat mendengar ungkapan malang sang adik yang ada di hadapannya.
"Aku kotor kakak!" Teriak Kell histeris.
Ken hanya bisa mengutuk dirinya sendiri, yang tidak mampu melindungi adik-adiknya yang begitu ia sayangi.
"Aku berjanji, akan menghukum mereka," batin Ken.
__ADS_1