
Semua anggota tim Daredevil black, berkumpul di lapangan terbuka. Anggota tim Daredevil black yang mayoritas adalah laki-laki merasa heran dan bingung saat melihat Amber berada di tengah antara dua pemimpin mereka.
Pandangan mereka hanya tertuju kepada Amber. Mereka memandangi Amber dengan tatapan memuja. Mereka semua terpesona akan wajah imut dan manis Amber. Wanita pertama yang berada di tempat khusus mereka.
"Jaga pandangan kalian.!" Hardik Ken.
Dengan secara serentak mereka menundukkan kepala mereka.
"Ck! Sudah kuduga." Cibir Glenn.
"Kenalkan. Dia adalah Amber, anggap baru kita. Ia akan bergabung bersama kita dan anggota wanita pertama di dalam tim kita. Jadi mohon bantuan kalian untuk mengajari nya." Pungkas Ken dengan nada tegas dan tatapan dingin.
"Apa, kalian mengerti."
"Siap, mengerti ketua."
"Mohon bantuannya, semua.?" Amber menyapa para anggota tim Daredevil black.
Semua pria di sana tersenyum kepada Amber. Bahkan ada yang terpesona dengan senyum indah Amber.
"Jangan, tersenyum padanya," bentak Ken.
Semua anggota tim Daredevil black, mendadak menundukkan kembali kepala mereka.
"Ck! Amber dan Glenn berdecih.
"Aku, hanya melindungi milikku," Sahut Ken tidak acuh.
"Amber, mulai sekarang kau adalah bagian tim kami, dan selamat bergabung. Semoga kau tidak akan jera ada disini." Glenn memberikan kata sambutan kepada Amber.
"Terimakasih, Glenn. Aku yakin, sangat yakin betah disini." Balas Amber dengan wajah sumringah.
"Hum! Gadis pintar." Sambung Glenn dan ia ingin mengusapnya rambut Amber, tapi dengan cepat Ken menepis tangan pria itu.
"Jangan, menyentuhnya." Geram Ken.
__ADS_1
"Ck! Dasar bucin.
"Menyebalkan," cebik Amber.
Amber berjalan mendekat ke arah kerumunan pria di lapangan terbuka itu. Dan Amber melihat dua pria saling beradu kekuatan.
Dengan penuh semangat empat lima, Amber berlari ke arah kerumunan tersebut.
"Sweety, kau mau kemana.?"
"Sweety, jangan kesana."
"Oh, sial.!
"Kau, bisa mengejarnya, bodoh." Maki Glenn.
*
*
*
"Aku sangat merindukanmu, son.!" Ujar ibu ratu Rosella dan memeluk erat tubuh kekar sang putra.
"Kenapa, ibu kesini.?" Tanya seorang pria dengan wajah tampan dan gagah. Ia memiliki manik mata sama persis manik Milik Bram.
"Ibu, merindukanmu, son." Jawab sang ibu ratu.
"Cih! Aku pikir sedang asyik bercengkrama dengan anak haram, daddy." Sarkas pria tersebut penuh dana sinis.
"Ibu, tidak akan bisa menerima nya, nak.!?
"Tapi, ibu memberikan dia kelar yang seharusnya milikku," geram pria dengan rahang tegas itu.
"Ibu, melakukannya demi keselamatan mu nak. Ibu hanya menjauhkan mu dari musuh yang mengejar nyawa mu, sayang." Ungkap ibu ratu dengan tatapan lembut kepada sang putra.
__ADS_1
"Tetap, saja aku tidak terima, ibu ratu."
"Hanya, sementara son. Hanya sebentar setelah kita bisa menangkap dalang di balik percobaan pembunuhan yang engkau alami nak. Setelah itu ibu janji akan mengembalikan gelaru."
"Ck! Kasihan sekali anak haram ibu, harus menjadi umpan dan juga tumbal." Pria tersebut terkekeh.
"Ibu, tidak peduli. Ia memang pantas menderita atas apa yang ibu jaalangnya lakukan pada keluarga kita." Ibu ratu terlihat menatap tajam objek patung di hadapannya.
"Kau, juga memberikan dia wanita jaalang, mom!" Kekeh pria itu lagi.
"Selain menjadi tumbal, dia juga menjadi boneka, ibu.!" Pria yang memiliki potongan wajah sempurna itu.
"Itu yang ibu ingin dari dulu, nak." Balas sang ibu ratu penuh licik.
"Baiklah, aku akan bersabar menunggu, anak haram mu itu menjadi korban dari dendam seseorang."
"Hm. Ibu akan menunggu. Setelah dia menjadi korban dari kebencian seseorang dan berhasil membunuh anak haram itu, ibu berjanji akan mengembalikan hak mu, nak."
"Hum!
"Satu lagi, mommy akan mengembalikan Camelia padamu," lanjut ibu ratu.
"Tidak perlu! Aku tidak memerlukan jaalang seperti dirinya."
"Bukankah, kalian saling mencintai dan dia sedang mengandung anakmu, nak."
"Apa, ibu yakin dia benihku.?"
"Apa maksudmu, son."
"Ibu ratu orang yang cerdas dan licik. Pasti ibu akan mengetahuinya sendiri." Senyum miring terlihat di Mulut pria itu.
"Jadi, dia bukan anakmu.?!
"Sepertinya! Jawab pria itu lagi.
__ADS_1
"Dan terimakasih, karena mommy memberikan wanita jaalang itu pada si anak haram. Bukankah dia berasal dari rahim jaalang? Maka dia akan bertemu, jodohnya yang sama dengan ibunya seorang jaalang." Pria itu terkekeh sendiri menertawakan nasib Bram.
"Anak haram yang menyedihkan."