Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard

Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard
bab 68


__ADS_3

Putri Camelia masih bergerak gelisah di tempatnya. Kedua tangannya bahkan kini mencoba mengipasi tubuhnya yang terasa panas.


Pandangan Camelia kini menatap penuh damba setiap laki-laki yang melewatinya.


Wanita itu menggerakkan tubuhnya dengan gelisah dan sebuah ******* lolos dari mulut Camelia.


Para putri bangsawan lainnya menatap Camelia dengan heran dan kebingungan.


"Kakak, kenapa?" Tanya Liza dengan dahi mengkerut.


"T-tidak, apa-apa," sahut Camelia dengan nafas berat.


"Kakak, baik-baik saja kan?" Putri Liza bertanya lagi untuk menyakinkan dirinya.


"Hm! Gumam Camelia.


"A-aku, ingin ke toilet sebentar," pamit Camelia.


"Biar aku temani," seru Liza.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri." Camelia menolak dengan perasaan yang semakin panas.


"Kau, yakin?"


"Hm!


"Tapi, kau terlihat pucat?"


"A-aku tidak apa-apa."


Camelia dengan cepat berjalan ke arah pintu keluar ballroom.


Camelia ingin menuju kamar yang sudah ia pesan.

__ADS_1


Kamar hotel yang terdapat di lantai paling atas. Rencana Camelia ingin menghabiskan waktu malam ini dengan Bram dengan saling bertukar peluh di atas ranjang.


Camelia berjalan mendekati lift yang ada di sudut sana dengan wajah pucat. Tubuhnya sudah dibanjiri oleh keringat dingin.


Reaksi tubuhnya semakin menjadi dan bergerak gelisah.


Camelia bahkan menyeret langkahnya dengan terpaksa, agar lebih cepat sampai di kamar suite room pesanannya.


"Ting"


Pintu lift yang menuju lantai atas terbuka, Camelia segera masuk kedalam dan menekan tombol lift dengan tidak sabarannya.


Tubuh Camelia kini sudah mulai lemas dengan raut wajah semakin terlihat merah sampai ke ujung daun telinga wanita itu.


Hasraatnya bahkan sudah mulai menyerang tubuh sintalnya sampai ke ubun-ubun.


Sebuah telapak tangan kekar menghalangi pintu besi itu yang sedikit lagi tertutup.


Tak lama kemudian sesosok pria bertubuh tinggi besar dengan wajah sangar memasuki lift diikuti tiga pria di belakangnya.


Mereka saling menatap sambil tersenyum licik memandangi tubuh sintal nan seksi Camelia yang bergerak-gerak seperti cacing kepanasan.


Sedangkan Camelia fokus mengendalikan tubuhnya yang semakin panas saat melihat tubuh kekar keempat pria kekar yang memasuki lift.


Dengan tubuh lemas dan tangan gemetar, Camelia mengarahkan tangannya ke tombol lift dan mencoba menekan angka yang akan membawanya ke lantai paling atas.


Sesekali Camelia melirik ke empat pria itu dari balik benda besi yang mulai bergerak ke atas.


Dengan deru nafas cepat dan tubuh mulai lemas yang meminta untuk melepaskan sesuatu yang menginginkan sentuhan lebih dari seorang pria.


Camelia yang sudah dikuasai oleh hasraat dan mendambakan sentuh seorang pria jantan, mencoba merayu keempat pria kekar yang ada di belakangnya.


Camelia menyandarkan punggungnya di dinding besi itu dan berpose menggoda. Wanita itu sengaja mengangkat gaunnya sampai ujung paha, sehingga tinggal sejengkal lagi inti tubuhnya akan terlihat.

__ADS_1


Camelia juga menurunkan tali kecil gaunnya dan sengaja mengusap pundak mulus wanita yang kini sudah di kuasai oleh kabut hasraat.


Camelia juga sengaja mengeluarkan suara desaahan tertahan dari mulut seksinya yang sangat menggoda.


Jari-jari Camelia sengaja menari-nari di sekujur tubuhnya, dari paha sampai ke atas dada tepat di dua bukit kembarnya yang sangat menggoda.


Ke empat pria itu pun hanya bisa menelan ludah mereka dengan sangat kasar, ketika disajikan pemandangan indah dan menguji adrenalin hasraat keempatnya.


Salah satu dari keempat pria itu maju dan mendekati Camelia, yang sedang tersenyum menggoda kepadanya.


Pria itu kini berada tepat di depan Camelia tanpa jarak.


Pria dengan wajah mengerikan itu menggoda paha mulus Camelia dengan menggunakan ujung jari-jarinya, yang membuat Camelia memejamkan matanya dan mengeluarkan desah lirih.


"Kau, sengaja menggoda kami, nona?" Pria dengan tubuh kekar yang lengannya di penuhi tato berbisik tepat di telinga Camelia dan sengaja menghembuskan nafasnya yang berbau alkohol.


Camelia tidak bisa menahan lagi hasraatnya yang makin menjadi ketika ia merasakan sebuah benda keras mengganjal perutnya dan Camelia sangat tahu benda apa itu.


"Anda, harus bertanggung jawab nona, karena sudah membangunkannya," bisik pria itu dan menarik tangan Camelia dan menaruhnya di benda kenyal dan keras pria itu.


"Tolong puaskan aku," lirih Camelia dengan raut wajah penuh damba. Maniknya bahkan kini telah berkilau dengan berbalut hasraat birahi yang minta di puaskan.


"Dengan senang hati, nona," jawab sang pria dengan menyeringai ke arah ketiga temannya.


"Anda, tidak keberatan kalau kami memuaskan hasrat, anda?" Tawar sang pria mengerikan.


"Tidak! Karena malam ini aku ingin bermain puas dan menggila," tantang Camelia dengan berpose menggoda.


"Kita bermain di sini atau di tempat lain, nona?" Tanya salah satu dari pria tersebut.


"Kita, bersenang-senang di kamarku saja," jawab Camelia yang sibuk meremas sendiri benda berharganya yang menggantung indah.


"Dengan senang hati, kami akan memuaskan anda, nona." Ke empat pria itu pun tersenyum puas dan salah satu dari mereka sudah mengambil gambar video Camelia sejak tadi.

__ADS_1



__ADS_2