Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard

Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard
bab 114


__ADS_3

Suara deru nafas cepat, terdengar saling bersaut-sautan di salah satu, Kamar mewah di apartemen ternama di kota Chicago.


Seorang pria matang, merebahkan tubuh tinggi kekar nya di sebelah sisi seorang gadis belia, berusia 19 tahun, yang kini terkulai lemas dengan sisa butiran keringat dari hasil kegiatan mereka di ranjang bergoyang.


Pria matang dengan rambut yang mulai memutih, pun di sekitar bulu halus di sekitar rahang kerasnya, yang menambah kesan maskulin dan penuh kewibawaan kepada pria yang berusia lebih dari setengah abad.


Meskipun usianya sudah memasuki setengah abad lebih, namun pria itu masih terlihat, gagah dan tampan dengan postur tubuh yang masih terlihat begitu seksi menggoda.


"Terimakasih!" Ucapnya tiba-tiba, menghilangkan suasana sunyi di antara mereka.


Pria dengan manik hijau itu, menarik nafas panjang dan melepaskannya secara perlahan sambil, menarik gadis yang masih terdiam di sebelah sisinya.


Kelopak mata lebar gadis itu terbuka dan menampakkan manik biru terang yang sangat indah, ia tersentak kaget dengan tarikan tiba-tiba, pria matang di sebelahnya.


Gadis itu hanya bisa memutar manik matanya dengan wajah jengah.


Dengan mulut yang bersungut-sungut kesal dalam diam.


Gadis itu hanya bisa merutuki bahkan menyumpahi pria tua yang sudah memeluknya erat.


Ingin rasanya gadis yang biasa di panggil Kell itu, menghabisi pria ini, namun karena ia masih membutuhkan, pria tua ini, jadi dia berusaha menahan keinginannya tersebut


Kell masih menginginkan, materi dan kemewahan pria tersebut dan juga kejahatan yang luar biasa dari pria ini tentunya.


Kell sendiri adalah seorang gadis belia yang haus oleh kemewahan dan hura-hura.


Kejadian tragis yang ia alami 10 tahun lalu, membuat gadis ini, tumbuh menjadi seorang gadis yang begitu liar.


Kejadian 10 tahun yang mana ia di jual oleh bibinya sendiri dan memisahkannya dengan keluarganya.


Dari kejadian itu, ia harus berpisah dengan kembarnya, yang lebih memilih meloncat dari jembatan daripada ikut dengan orang suruhan bibinya, untuk dijual di salah satu tempat pelacur.


Mereka disekap selama bertahun-tahun, sebelum di jual. Siksaan demi siksaan mereka terima, selama menjadi tawanan sang bibi, yang begitu gadis itu benci.


Wanita yang selalu ia nanti kematiannya dan juga kehancurannya.


Wanita yang menjadi awal dirinya hidup dalam dunia gelap, menjadi pemuas nafsu para pria hidung belang.

__ADS_1


Beruntung, pria yang memeluknya erat, mengeluarkan dirinya dari, tempat terkutuk dan menjijikkan itu.


Namun ia harus bersedia menjadi budak **** pria ini, kapan pun ia butuh.


Kell masih membutuhkan pria ini, untuk bisa mencari informasi tentang ratu Rosella, dan juga mencari tahu di mana kakak dan ibunya berada.


Kell pun harus menerima kenyataan, tentang kematian sang ibu dan juga keadaan sang kakak.


Hatinya begitu sakit ketika mendengar kematian ibunya, dan juga keadaan kakaknya.


Kell berniat ingin menemui kakaknya besok. Ia sudah mendapatkan informasi dimana kakaknya berada sekarang.


Dengan perasaan bahagia dan tidak sabar menunggu hari esok, Kell menyiapkan dirinya untuk mendatangi satu-satunya kakak laki-laki yang ia miliki.


"Aku, sudah tidak sabar bertemu denganmu, kak," batinnya dalam hati.


"Semoga, aku bisa keluar dari jerat pria tua ini. Aku sudah tidak tahan melayani pria tua, sialan ini, kalau bukan dia terlihat tampan dan memiliki kekuasaan, aku tidak akan mau, menjadi boneka **** dia," monolog gadis tersebut.


"Cih! Gadis itu berdecak dalam hati, saat pria itu mencium keningnya.


Ia sendiri sejak tadi berpura-pura tidur, karena kalau dia melakukan ini, sudah dipastikan pria matang di sampingnya, akan kembali melakukan, kegiatan panas.


Setelah mengucapkan selamat tidur, pria tersebut bangkit dan menjauh dari ranjang, ia berjalan ke arah balkon apartemen mewah tersebut.


Memandangi keramaian kota Chicago dari lantai paling atas di apartemen mewah dan ternama.


Pria itu terlihat menyalahkan ponselnya yang sejak tadi ia mematikan.


Ia melihat ada puluhan panggilan tak terjawab dari sang ratu kesayangannya.


Sambil menghela nafas, Martin melangkah kembali ke arah ranjang, di mana seorang gadis sedang meringkuk dibawah selimut yang membungkus tubuh polosnya.


Martin memandangi wajah cantik Kell dan memberi kecupan kepada, gadisnya yang sudah dibelinya di salah satu tempat pelacur.


"Aku pulang!" Bisik Martin.


"Tidurlah. Mungkin, aku tidak akan kesini untuk waktu lama," ujarnya dengan masih berbisik.

__ADS_1


"Aku pulang!" Pamit Martin lagi.


Pria matang itu pun melangkah keluar dari kamar dan terdengar suara lift terbuka dari arah luar. Yang di yakin gadis itu kalau Martin Sudah pergi dari apartemennya.


Kell membuka matanya, lalu bangkit dengan meringis.


Seluruh tubuhnya terasa remuk redam, akibat permainan buas pria matang itu.


"Dasar pria tua, sialan!" Maki Kell yang berjalan ke arah kamar mandi.


"Aku berjanji, akan menghabisinya setelah bertemu dengan, kakak," gumam Kell.


"Aku akan menyusul kakak ke sana."


"Pasti, dia merasa bahagia."


"Bagaimana dengan nasib, Keke?"


"Terserah, dia mau mati atau masih hidup. Aku tidak peduli. Aku malahan bahagia, kalau dia sudah mati, jadi tidak ada yang akan menjadi sainganku," monolog Kell dengan tersenyum aneh.


"Kasihan sekali adik kembarku, itu,"


Gadis itu lalu terkekeh jahat, menertawakan kesialan saudara kembarnya sendiri, yang menjadi saingannya.


Menjadikan dirinya nomor kedua dalam kehidupan sehari-hari mereka dulu.


Dia juga iri dengan kecantikan dan keimutan kembarannya yang menjadi pujian selalu didapatkan oleh sang adik kembar.


Sementara dirinya selalu terabaikan, apabila adik kembarnya itu muncul di sekitarnya.


Mereka memang kembar, namun wajah mereka berbeda.


Kell memiliki kulit kecoklatan yang di dapat dari sang daddy, yang merupakan warga negara Italia.


Sementara sang adik kembar, mewarisi perpaduan wajah kedua orang tuanya, namun kulit sang adik sama dengan sang ibu, yang merupakan warga negara Inggris.


Memiliki bola mata hijau yang sama seperti sang daddy. Sedangkan dia dan sang kakak, mengikuti manik mata sang mommy.

__ADS_1


"Aku, bersyukur tidak memiliki saingan, lagi."


"Dia sudah mati dan aku akan menjadi tuan putri tersayang, kakak."


__ADS_2