Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard

Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard
bab 74


__ADS_3

"TIDAK!" Pekik Camelia.


Wanita yang tadinya begitu arogannya menghadapi semua orang, kini wanita itu terlihat menyedihkan dengan penampilan yang begitu sangat berantakan.


"Aku, tidak akan pernah, meninggalkan tempat ini," pekiknya lagi yang menolak keluar dari kehidupan mewahnya dan juga status nya sebagai bagian dari anggota keluarga kerajaan.


"Apa kalian lupa, kalau aku adalah istri dari putra mahkota?! Pungkasnya.


"Jadi, kalian tidak berhak mendepakku dari sini dan memperlakukan aku seperti sampah!" Teriak Camelia, yang tidak terima dengan perlakuan ratu Rosella dan lainnya.


"Kalian semua, keterlaluan memperlakukan aku seperti ini!"


"Aku hanya korban jebakan dari seseorang. Atau, … semua ini ulah anda?" Camelia menatap penuh selidik ke arah ratu Rosella.


"Cih! Untuk apa aku melakukan hal murahan seperti itu, yang akan membuatku malu," decak ratu Rosella.


"Yang jelas kau bukan lagi bagian keluarga ini," ujar ratu Rosella dengan tegas.


"Aku, tidak akan pernah meninggalkan tempat ini, karena aku masih istri dari pangeran Griffin dan anda harus ingat, aku siapa, ratu Rosella!? Ucap Camelia dengan wajah kembali angkuh dan percaya diri.


"kau, juga harus sadar diri, kalau kau hanya istri tak di anggap disini dan. yah, ... kau adalah seorang putri haram dari tuan, Leonard," pungkas putri Zizi. tuan putri termuda di keluarga kerajaan.


"Jaga ucapanmu, putri Zizi. kau sudah menghina istri dari pangeran Griffin!" pekik Camelia.


"Cih, asal kau tau, pangeran Griffin tidak pernah menganggapmu, paling dia hanya menginginkan tubuh murahan mu itu," sinis gadis itu lagi.


"KAU!" Bentak Camelia dan mengarahkan jari telunjuknya ke wajah gadis Arogan di depannya.


"Sebaiknya, ibu ratu harus cepat mengusirnya. Jangan sampai karena sikap murahannya itu, membuat reputasi kita hancur," ujar putri Zizi.


"Martin!" Panggil ratu Rosella.


"Hamba, yang mulia," jawab pengawal Martin dengan ramah.


"Bawa, dia ke tempat pengasingan!" Titah sang ratu.


"Ingat, jangan sampai dia keluar dari sana," pesan sang ibu ratu.


"Tidak. Aku tidak mau ke tempat mengerikan itu," teriak Camelia sambil berusaha kabur, tapi sayang gerakannya tidak segesit sang pengawal pribadi ratu Rosella.


"Aku mohon lepas aku!" Pinta Camelia sambil memberontak.


"Lepaskan aku," teriak Camelia lagi.


"Aku tidak mau ke tempat terkutuk itu,"


"Tolong, tolong, tolong aku."


"Aku mohon, lepaskan aku. Jangan bawa aku ke sana," teriak Camelia sambil berusaha memberontak.


Kedua lengan Camelia kini sudah di cekal oleh anak buah Martin, dan dengan sedikit kasar mereka menyeret wanita yang kini tampak menyedihkan.


Sekuat tenaga Camelia melepaskan diri dari jerat kedua pria bertubuh besar di kedua sisi nya.


Wanita yang terkenal memiliki keanggunan dan sikap manis, lembut itu, tidak menyangka hidupnya akan berubah semiris ini.


Nama baiknya kini sudah hancur, karena kasus video panasnya yang sudah menyebar ke penjuru dunia.


Pujian dan juga ungkapan kagum yang sering ia terima kini, berganti cibiran pun cacian.


Membuat Camellia malu untuk menampakkan wajahnya di hadapan umum.


"Tolong, lepaskan aku," isak Camelia dengan wajah yang sangat terlihat menyedihkan.


"Mommy!" Teriak pangeran Robert, anak Camelia yang berusia 7 tahun.

__ADS_1


"Robert," lirih Camelia dengan derai air mata.


"Tolong, mommy, nak," pinta Camelia dengan tatapan memohon kepada anaknya.


Anak kecil itu pun berlari ke arah sang mommy dan berusaha menyingkirkan kedua tangan kekar para bawahan Martin.


"Lepaskan, mommyku," teriak Robert.


"Lepaskan, tangan kotor kalian dari tubuh, mommyku. Kalau tidak, aku akan melaporkan kalian pada, daddy," ancam anak laki-laki itu dengan tatapan tajam.


"Pangeran Robert!" Sela ratu Rosella.


Putra Camelia itu, lantas menoleh ke belakang di mana ratu Rosella duduk dengan angkuhnya.


Tatapan mata tajam si kecil Robert menghunus pada ratu Rosella, yang menggerakkan jari telunjuknya, memintanya untuk mendekat ke sang ratu.


Pangeran Robert tidak mengindahkan panggilan ratu Rosella, yang tidak menghargainya sebagai putra dari pangeran Griffin.


"Lepaskan, mommyku," ucap pangeran Robert dingin.


"Aku, perintahkan kepada kalian, lepaskan mommyku," bentak si kecil Robert dengan lantang.


"Apa, kalian tuli, akhh!" Bentaknya lagi.


Semua orang yang ada di sana, hanya tersenyum sinis sambil menatap bocah laki-laki itu yang memiliki sifat Arogan, padahal usianya masih Sangatlah kecil.


Ratu Rosella memberikan perintah kepada pangeran William, dengan kedipan mata.


Pangeran William pun mengangguk. Segera saja pangeran tampan itu berdiri dan berjalan ke arah si kecil Robert.


Ia juga melirik Camelia dengan tatapan hina.


Camelia sendiri hanya bisa meronta-ronta dan menangis, memohon agar dilepaskan. Dia tidak ingin diasingkan di tempat yang begitu mengerikan, bisa-bisa hidupnya tidak akan lama lagi.


"Ikut dengan paman," ajak William.


"Tidak," tolak Robert dengan gelengan kepala.


"Roberto!" Geram William tertahan.


Wajah bocah itu pun berubah pucat saat melihat tatapan mengerikan pangeran William.


William langsung menyeret paksa tubuh mungil pangeran Robert dengan kasar, membuat bocah menyedihkan itu meringis.


"Lepaskan, putraku, bedebah! Kau menyakitinya," bentak Camelia.


"Mommy," lirih pangeran Robert dengan tangisan.


"Dia juga putraku, kalau kau lupa," balas William, yang membuat Camelia terdiam membisu.


"Mulai sekarang dia menjadi milikku," ucap William sambil melirik bocah di sampingnya.


"Tidak!"


"Why?"


"Dia hanya anakku dan Griffin,"


William terdengar tertawa lepas. " Apa kau lupa, kalau dia hanya korban, keegoisan kita?" Sarkas William, yang lagi-lagi membuat Camelia bungkam.


"Tidak, aku sangat mencintainya,"


"Cih, makan cinta gilamu itu."


"PENGAWAL!"

__ADS_1


"Bawa dia!" Perintah William saat pengawalnya datang.


"Hormat, kami pangeran,"


"Hm. Kurung dia di dalam kamar," titahnya kembali, yang memerintahkan para pengawalnya untuk mengurung pangeran Robert.


"Siap, laksanakan,"


"Mommy!" Teriak Robert saat di bawa paksa naik ke atas kamar miliknya.


"Robert!" Lirih Camelia.


"Kalian, bawa dia. Aku sudah muak melihatnya," ujar putri Zizi.


Dengan meraung histeris, Camelia di bawa keluar dari istana.


Wanita itu kini menjadi tontonan para pelayan istana juga anggota kerajaan lainnya.


Mereka menatap hina ke arah Camelia. Bahkan ada yang melempari wanita itu dengan sebuah telur busuk dan juga air kotor.


Camelia hanya bisa menatap mereka semua dengan tatapan tajam.


Ia hanya bisa berdoa agar bisa lolos dari hukumnya.


Dan bersumpah akan membalas semua penghinaan yang ia terima hari ini.


Ia juga akan menghancurkan dalang di balik kehancuran dirinya.


"Aku bersumpah, tidak akan memaafkan, kalian semua," gumam Camelia.


"Dasar, sampah!"


"Dasar, wanita murahan menjijikkan!"


"Jaalang menjijikkan."


Begitu umpatan dan juga cacian para penghuni kerajaan yang melihat Camelia diseret dari kerajaan dengan tidak hormat.


"Mudah-mudahan, tubuh menjijikkannya di nikmati binatang buas disana." Cibir salah satu anggota keluarga kerajaan, yang sangat membenci Camelia.


"Binatang pun mungkin, tidak berselera dengan tubuh murahannya, kecuali binatang menjijikkan, seperti belatung," celetuk yang lainnya sambil tertawa hina ke arah Camelia.


"Yah, kamu benar," sahut yang lainnya dengan serentak.


"Cuih" mereka semua pun meludah ke arah Camelia.


Camelia sendiri hanya bisa meneteskan air matanya, atas hinaan yang ia terima dan alami.


Tuan putri anggun nan Arogan itu kini berubah menjadi, tuan putri yang malang dan terhina.


*


*


*


Hay teman-teman semua, maaf, kalau akhir-akhir ini up nya tidak teratur, maklum masih oleng pasca liburan kemarin.


Terimakasih atas dukungan kalian semua ☺️,


Jangan lupa, like dan komentar kalian yah.


Oh iya yang ingin melihat visual para tokoh novel Uma, bisa, follow FB dan juga Ig Uma di sini▶️ Uma bie.


Kalau di post di aplikasi biasanya kena tilang alias riview lama🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2