
"Keluarlah, son!" Perintah ratu Rosella pada seseorang.
Tidak lama keluar sesosok pria yang sejak tadi bersembunyi dalam diam.
Dia lah anak satu-satunya ratu Rosella yang tersembunyi dari sebuah kebenaran.
Ratu Rosella sengaja mensabotase sang anak, agar keturunannya tetap aman hingga waktu ia akan menjadikan sang putra seorang pewaris tahta.
Tidak sedikit orang-orang yang ingin menyelekai anggota keluarga kerajaan, terutama dirinya sendiri yang seorang ratu dan oleh sebab itu ia menyembunyikan sang putra dan mengasuh William yang merupakan anak seorang pelayan di istana.
Tapi ratu Rosella membuat semua orang keliru dengan menjadikan Carlos adalah putranya dan putra mahkota kerajaan Alexander sudah tiada akibat sebuah penyakit mematikan di tempatnya menuntut ilmu.
Ratu Rosella pun menganggap Carlos dan Griffin sudah melupakan ingatan mereka tentang kenangan mereka semenjak kecil, itu karena ratu Rosella sudah membuat ingatan mereka tentang kedua orang tua mereka hilang.
Dengan sebuah metode terapi hipnotis, yang mampu membuat ingatan seseorang akan sebuah kenangan hilang.
Dengan licik dan kejamnya, ratu Rosella mengasingkan para sang ahli waris, ketempat yang sangat jauh yang tidak akan di kenali oleh orang lain, tanpa meninggalkan sepeserpun biaya untuk hidup.
Ratu Rosella sengaja membunuh Carlos dan Griffin dengan berlahan.
Dan ia dengan mudahnya menikmati semua kenikmatan yang ada di istana bersama sang putra.
Wanita kejam itu juga menekan para keluarga kerajaan lainnya yang mengetahui rahasia besarnya, tak tanggung-tanggung kadang ratu Rosella menghabisi nyawa orang-orang yang berusaha menantangnya.
Namun karena sebuah teror dan serangan yang bertubi-tubi ia dapatkan dan beberapa kali putranya hampir kehilangan nyawa karena serangan beberapa rival kerajaan yang begitu ingin menumbangkan kerajaan Alexander.
Karena itulah ratu Rosella menyembunyikan identitas sang anak dan menyembunyikan jauh dari jangkauan musuh.
Ia pun menyemput kembali Carlos untuk ke istana dan menjadi putranya dan Griffin pun di jemput kembali dengan alasan menjadikan dia tameng untuk kerajaannya.
Ia pun mensabotase ujudnya dengan sang saudara kembarnya sendiri.
Ia tidak ingin dalam bahaya yang selalu menghantuinya. Jadi dia pun mengutus sang kembaran untuk menjadi ratu pengganti.
Griffin yang selalu memberontak akhirnya di keluarkan dari istana dan ia me jadikan dirinya memegang kendali peraturan istana dengan dalih Carlos juga putranya.
Yang sebelumnya bernama Kendrick Philips Alexander.
Begitu kelicikan yang ratu Rosella perbuatan demi membohongi masyarakat dan membodohi para anggota keluarga kerajaan sendiri.
Sebuah pemikiran picik dan licik. Yang membuatnya semakin seperti seorang psikopat haus kekuasaan dan kemewahan.
Obsesi dan status membuatnya menjadi wanita mengerikan yang memiliki pemikiran sangat licik.
Yang dulunya adalah seorang wanita baik, polos dan terlahir dari keluarga terhormat.
Namun sebuah obsesi gila membuatnya menjadi sosok mengerikan yang kehilangan jati dirinya sendiri.
~
Semua mata tertuju pada sosok yang berjalan ke arah mereka dengan wajah tertunduk malu.
Amber dan Ken melebarkan kelopak mata mereka, melihat sosok tersebut.
Ken yang menolak untuk di bawa pergi oleh Patrick, harus di kejutkan oleh kebenaran yang tertutup rapat selama ini.
"N-Nicko!" Cicit keduanya tanpa suara dengan wajah terkejut.
Boy dan Carlos saling memandang penuh arti setelah itu mereka berdua saling tersenyum miring.
Bram hanya terdiam memindai pria yang ada di dekat ratu Rosella.
Dia merasa pernah melihatnya, tapi ia lupa di mana.
"Dia anakku, Thomas Carlos Nick," ujar ratu Rosella.
__ADS_1
"Dia ayah dari pangeran Robert, anak yang di kandung oleh Camelia," ungkap ratu Rosella tanpa bersalah sedikitpun.
"Brengsek!" Teriak Bram.
Pantas saja dia sangat mengenali wajah Nicko, yang sangat mirip dengan anak Camelia.
"Dia sepupu, Keenan Lerian," ungkap ratu Rosella kembali.
"Apa-apa ini semua?" Tanya Amber yang kini melirik tajam kepada Ken.
"Aku tidak mengetahuinya, kalau dia anak dari wanita busuk ini. Yang aku tahu dia dalam keadaan sekarat saat aku menolongnya," pungkas Ken.
"Jangan bilang itu semua juga rencanamu," geram Ken.
"Tidak! Itu secara kebetulan, karena musuh mengetahui keberadaan putraku dan aku bersyukur dia berada di tempat yang sangat tepat. Sekalian saja aku menjadikan dia mata-mata, untuk membodohi kalian semua. Aku mengucapkan terimakasih, karena jasa kalian semua musuh-musuhku sudah mati," ujara ratu Rosella panjang dengan berakhir tawa puas.
Semua yang berada di sana menatap ratu Rosella dengan tajam dengan amarah yang siap untuk meledak.
Amber yang merasa di permainkan, menjadi geram.
Tanpa menunggu perintah atau aba-aba, Amber menyerang ratu Rosella dengan melemparkan sebuah miniatur yang terbuat dari batu kristal ke arah ratu Rosella.
"Prang" miniatur tersebut pun pecah saat mendarat di atas lantai.
Ratu Rosella pun dapat mengelak dari serangan Amber, karena pengawal pribadinya Martin dengan gesit melindunginya.
"Berani-beraninya, kau melawanku, bedebah!" Pekik ratu Rosella.
"Bukan hanya menyerangmu, tapi juga membunuhmu, wanita licik," ujar Amber dengan tatapan dingin yang sangat mengerikan.
Segera saja Amber meraih sebuah miniatur berbentuk kotak yang terbuat dari kayu dan dengan gerakan lincahnya, Amber melemparkan benda tersebut ke arah ratu Rosella.
"Bugh" benda keras itu pun mengenai kepala ratu Rosella.
"Ibu!" Teriak Nicko.
"Ibu," seru Nicko khawatir.
"Kepala ibu berdarah," pekik Nicko.
"Yang mulia," sela Martin.
"Urus saja dia dan habisi wanita sialan itu," perintahnya dengan raut wajah kesakitan.
"Baik yang mulia," sahut Martin patuh.
Amber yang sudah di kuasai amarah tidak merasa takut sedikitpun kepada para pengawal ratu Rosella.
Dia begitu geram akan tipu muslihat yang di mainkan ratu Rosella.
Pantas selama dia menjadi mata-mata dan membunuh seseorang, maka dia akan selalu dalam bahaya atau akses untuk dirinya lolos sangat sulit dan ternyata semua di lakukan dengan oleh si keparat Nicko
Dan juga selama dia hamil selalu saja ada bahaya yang menimpanya dan terakhir saat ia akan melahirkan si kembar.
Dia sangat bersyukur menitipkan anak-anaknya kepada pengawas Boy dan Ruby.
"Aku tidak akan membiarkanmu, pergi begitu saja, sialan!" Amuk Amber.
Tanpa mengindahkan cekalan Bram, Amber mendekati ratu Rosella dan juga antek-anteknya.
"Sayang!" Teriak Bram.
"Cih, lemah!" Cibir Boy.
"Kau hanya bisa bilang, sayang," ejek Boy yang mengikuti kaya seorang pria melambai.
__ADS_1
"Pletak" Carlos alias cendrik memukul kepala Boy.
"Kau terlihat menjijikkan," ujar Carlos dengan bergedik geli.
"Aku hanya muak melihat wajah bodoh adikmu," sahut Boy yang masih menatap Bram musuh.
"Kenapa, kau diam saja. Apa kau hanya ingin menjadi penonton pertarungan wanita mu," celetuk Boy kesal.
"Tidak," jawab Bram.
"Terus apa yang kau tunggu bodoh!" Geram Boy mendorong Bram kuat kedepan.
~
Amber dengan beraninya maju dengan tangan kosong ke arah musuh.
Diikuti oleh Carlos dari belakang. Sedangkan Ken hanya bisa mengandalkan senjata api kecil yang selalu berada di saku jaket kulit yang ia kenakan.
"bugh"
Amber melayangkan tendangannya kepada pengawal ratu Rosella yang berusaha menghadangnya.
"Bugh" sekali lagi Amber menendang bagian ulu hati pria kekar itu dengan kuat, sehingga pria itu pun tumbang dengan sempurna di lantai marmer.
"Brengsek. jangan menghalangiku," bentak Amber.
"Ck! makanya jangan mendekati, singa betina yang sedang mengamuk," cibir Carlos, yang memberikan serangan tambahan kepada pria itu dengan menginjak wajah pria tersebut.
"Dor"
Ken yang mengeluarkan sebuah peluru ke arah musuh yang ingin melukai Amber dengan belati.
"Dasar, pria bodoh. kau selalu membiarkan pria lain melindungi kekasihmu. apa kau ingin si kembar memiliki daddy lain!" pekik Boy dengan bersungut-sungut kesal kepada Bram.
"Aku hanya masih sedikit bingung," jawab Bram yang memijit pelipisnya.
"Kau kenapa?" tanya Boy.
"Entah, aku seperti melihat beberapa bayangan," jawab Bram.
"Betulkah!" girang Boy.
"kenapa kau senang?" tanya Bram.
"Apa yang kau lihat?" Boy balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya itu.
"Kenapa, kau begitu penasaran?"
"Astaga. jawab aku saja bodoh!" teriak Boy di tengah-tengah pertarungan Amber dan Carlos yang melawan musuh.
"Aku hanya melihat bayangan, seseorang wanita di seret."
"terus?"
"Dan, ...."
" Dan apa?"
"Astaga, ini sakit sekali!" ringis Bram.
"Kau kenapa?"
"Kepala ku sakit sekali,"
"Bagus, berarti sebentar lagi ingatanmu akan kembali."
__ADS_1
"Akhh, sakit!"