Dokter Cool

Dokter Cool
BAB 11


__ADS_3

Ke esokan harinya, Ruangan Hana di jaga ketat oleh beberapa orang Personel Kepolisian yang berdiri di muka pintu kamar VIP.


Untuk melindungi Hana karena dia lah satu-satunya saksi mata, penculikan dan penganiayaan yang menimpa dirinya.


Hal ini membuat beberapa pengunjung Rumah Sakit merasa bingung, mereka mencoba menanyakan pada Perawat perihal itu, tapi para Perawat meminta pengunjung untuk tidak cari tahu masalah yang sedang terjadi.


Dion menghampiri Hana dan Rubel didalam kamar, mencoba meminta kesaksian Hana tentang kejadian yang menimpanya kemarin.


“ Hana, boleh aku mengganggu waktu mu sebentar?” tanya Dion.


“Tentu saja, lakukan lah tugasmu, agar semua bisa berjalan lancar.” jawab Hana.


Hana pun mencoba bangun dari tempat tidur, walau tubuh nya masih terasa sakit. Rubel membantunya untuk duduk.


" Bisakah kamu menceritakan tentang kronologi penculikan dan penganiayaan yang menimpa mu?” tanya dion mulai mengintrogasi.


" Kejadiannya, Jam 8 pagi kemarin waktu nunggu ojek di depan Rumah ku, sebuah mobil berwarna hitam Berhenti di dekatku. Tiba-tiba seseorang turun dari mobil itu dan menghampiriku, Dia mengatakan bahwa Rubel ingin bertemu dengan ku dan supir itu diminta untuk menjemput ku dan mengantarkan aku Rumah Sakit untuk menemui dokter Rubel. Pada saat itu, aku tidak menaruh curiga sedikitpun pada sopir itu karena bicaranya sangat lembut dan sopan. Tapi saat mobil berhenti disebuah Rumah Sakit X, aku merasa heran. Tiba-tiba seseorang membuka pintu mobil dan membekapku. Saat tersadar aku telah berada di sebuah besment kosong. Kemudian Seseorang menghampiriku---.


Hana terdiam tak sanggup melanjutkan ceritanya. Matanya berkaca-kaca, hingga air mata itu pun tumpah tak terbendung lagi. Rasa trauma dan sakit yang dialaminya membuat dirinya sangat pengecut..


Rubel memegang pundak Hana begitu erat.


“Tenangkan dirimu sayang, jangan paksakan bila Ana gak sanggup... Dion akan membantu sebisanya untuk menuntaskan masalah ini hingga keranah hukum.” ujarnya menguatkan hati Hana. diapun menarik lembut kepala Hana dan didekatkan di dadanya. Hanapun menurut dan merasakan kehangatan di dekat Rubel.


Dion diam sejenak memberikan waktu untuk Hana bisa lebih rileks, tiba-tiba rubyel bersuara.


"Rileks rileks." Ucap Rubel bersemangat.


“ Aku punya tips biar Ana bisa lebih rileks. Cobain yah! tarik nafas pelan-pelan trus keluarkan." Rubel mengajari Hana.


Tanpa disadari oleh keduanya, Rubel melemparkan bom atom dengan kandungan karbon dioksida dan hidrogen sulfida, dan tergesa-gesa dia berlari keluar kamar meninggalkan Dion dan Hana di dalam kamar.


Suasa sunyi tadi berganti gelak tawa Hana dan Dion. Mereka merasakan lelucon itu mencairkan suasana hati Hana yang sedang sedih. Spontan mereka menutup hidungnya bersama-sama.


“ Rubel!!!!” teriak mereka berdua serempak.


Rubel berdiri di depan pintu, dia tak berani masuk, karena didalam ada seorang Polisi yang akan mengintrogasinya atas pelemparan bom atom yang dilakukannya.


Dia mengintip kearah dalam. Memastikan Hana dan Dion baik-baik saja. berharap mereka tidak membalas perlakuan isengnya.


Hana yang melihat kelakuan Rubel, berpura-pura mendekatkan diri pada Dion seakan-akan dirinya akan memeluk Dion.


Rubel berlari kedalam kamar melihat aksi Hana dia segera berdiri didepan Dion agar Hana batal memeluk dion..


“ Hahaha." Hana dan Dion tertawa. Jurus ampuh Hana membuat Rubel keluar dari persembunyiannya.


“ Baiklah, Apa kamu sudah rileks? Tanya dion, Sambil melanjutkan rekaman laporannya.


Hana melihat ke arah Rubel.


“ Kamu gak marahkan?” tanya Hana pada Rubel.


“ Marah??? Marah kenapa??”tanya Rubel bingung.


“ Yang memukulku itu Ana, kekasih mu !!” jelas Hana dengan suara berat. membuat Rubel terkejut ucapan Hana.


" Tapikan dia bukan kekasihku."ujar nya tegas.


“Aku tidak menyangka sedikitpun, bahwa dia dalang semua ini. Dan dia bisa setega itu padamu, Seharunya aku sadar dia sempat memaki mu kala itu. Saat kamu bersama laki-laki yang disebut cecunguk oleh Ana siang itu."


“ Haikal namanya.” Terang Hana.


“ Ah Ino gak tahu namanya.” Ucap Rubel Dengan raut wajah sedikit masam.


“ Aku sempat bersiteru dengan nya... Karena aku mengejar mu dengan Haikal, kemudian dia juga cemburu padaku."


“ Karena aku cem----.” Rubel menghentikan ucapannya. Dia tidak ingi Hana tahu bahwa dia sangat cemburu dengan Haikal.


“cem----?? Maksudmu cemburu padaku?? Tanya Hana menebak ucapan Rubel.


“ Ah ngapain aku cemburu??” jawab Rubel berpura-pura dengan wajah datar


Dion, Mengalihkan pertanyaannya, Kepada Rubel..


" Kamu tahu dimana tempat tinggalnya?” tanya Dion lagi.


“ Tentu saja Ana itu tetangga Rumah ku.” jawab Rubel tanpa berbelit-belit.


" Bukan Ana namanya, tapi Ki-ra-na jelas Hana pada Rubel."


" Mau Ana kek mau Kirana kek ino gak tahu." ungkapnya ketus. dengan wajah penuh emosi.


" Ino ganteng deh." Goda Hana.


sadar dirinya sedang digoda, wajah Rubel merah seketika bak udang rebus.


“ Baiklah untuk hari ini laporan selesai.” Terimakasih atas perhatian kalian berdua, ini memudahkan kami untuk meLacak tersangka.


" Baiklah Hana lekas sembuh ya, lain kali minta lah Rubel untuk mengantar jemput mu." Sindir Dion.


" Emangnya aku supir pribadinya?" tanya Rubel dengan dengan wajah memerah.


Dion tidak ingin memperpanjang masalah dia segera pamit dan menyalami mereka berdua trus beranjak keluar kamar.


Diluar kamar ibu dan ayah hendak masuk. Tapi mereka bingung melihat situasi tidak biasa Itu di depan pintu kamar VIP itu.


Tiba-tiba Dion keluar dari kamar itu..

__ADS_1


“ Eh Bapak dan Ibu sudah sampai.” Ujar Dion pada keduanya.


“ Iya nak tapi Bapak sama Ibu gak berani masuk.” Ujar Ibu pada Dion, sambil melihat ke arah Polisi yang sedang berjaga.


“ Oh, gak apa-apa bu. Ini tugas mereka untuk menjaga Hana.” Jelas Dion.


“ Menjaga Hana?” tanya ibu bingung.


“Ibu sama bapak masuk aja didalam ada rubel sedang menemani Hana.” Jawab dion mengalihkan pembicaraan.


Akhirnya Ibu dan Ayah hana masuk.


“ Assalammu’alaikum.” Sapa Ayah pada mereka.


“ Wa’laikum salam.” Jawab Hana dan Rubel bersamaan.


Ibu memandangi anak semata wayangnya dengan perasaan bingung. Di hampiri gadis itu.


“ Loh Ayah dan Ibu tahu dari mana Hana disini.?” Tanya Hana heran.


“ Ino minta tolong Dion, untuk bilang ke Ibu kalo Ana dirawat.” Jelas Rubel.


“ Kamu kenapa nak?” tanya Ibu begitu khawatir melihat luka diwajah Hana.


“ Maafin Rubel yah bu, Maafin Rubel gak kasih tahu yang sebenarnya pada Ibu dan Ayah mengenai perihal yang menimpa Hana.” Ucapnya dengan wajah bersalah.


Ayah memahami maksud Rubel. Dan mencoba mengartikan maksud Rubel.


“ Udah bu, yang terpenting kita sudah mengetahui keadaan Hana, Rubel punya tujuan untuk merahasiakan kejadian ini, agar kita tidak panik, dan menghindari hal-hal yang tidak di inginkan." ucap bapak menenangkan.


Ibu diam, dia tidak ingin melihat Hana trus larut dalam kesedihannya. Dipeluk anak semata wayangnya itu.


“ Anak Ibu kuat.” Ucap Ibu menyemangati, dan memeluk gadis semata wayangnya itu dengan erat.


******


Di HK Cafe dan Resto milik Haikal..


Haikal sedang berbincang dengan ke- 6 manager cabangnya.


Mereka berbicara dengan santai tak ada perbedaan antara atasan dan bawahan.


Karena mereka semua sahabat Haikal sejak masa kuliahnya. Haikal ingin Orang dibalik pesat binis nya itu merasa dihargai. Haikal menyampaikan maksudnya mengumpulkan mereka.


" Aku, ingin minta tolong sama kalian.”


" Aku, percayakan sepenuhnya usahaku kepada kalian."


" Dalam, beberapa bulan ini Aku akan jarang mengunjungi cafe.”


“ Kamu tenang saja, kita adalah sahabat bahkan kami semua menganggapmu adalah bagian dari keluarga kami."


" Lakukan lah apa yang diinginkan papa padamu.” ucap manager utama


" Kami disini siap menghendel bisnis yang sudah kamu percayakan kepada kami.” terang manager 2


“ Dan kami akan berusaha sebisa kami untuk trus membuat bisnis ini lebih berkembang lagi. Bukan kah dulu kita pernah berjanji apapun yang terjadi kita akan hadapi sama-sama. ujar manager 4, Sambil melirik kepada yang lain.


Manager 6 menjawab..


“Tentu saja. Kita bukan orang lain bagimu. Yang terpenting saling terbuka, apapun permasalahan yang kita hadapi kita selesaikan bersama. Kalo kamu butuh kami di kantor papamu, kami siap membantu.”Ujar nya prefesional. Haikal tersenyum


“ Kalian memang selalu membuat aku kagum.” Aku tidak tahu harus berterimaksih seperti apa kepada kalian.” Ucapnya saya6 ni hi Bu terharu.


“Ah masa gitu aja cengeng... Makanya jangan kelamaan menjomblo jadinya baperkan.” Manager cabang 5 meledek bosnya itu. spontan ke 6 orang itu mentertawai Haikal, wajah Haikal memerah.


Seseorang mengademkan guyonan itu.


" Sudahlah jangan dibahas lagi. do'akan bos okita segera mendapatkan jodohnya."


"Aamiin jawab mereka serentak.


“ Sudah sepantasnya kami membantumu, Kamu, kamu bukan Orang lain bagi kami. Kamu Adalah Keluarga kami.


Saat kamu percaya pada kami. Maka kepercayaan itu harus dihargai. Tanpamu kami bukan lah siapa-siapa. Jadi jangan khawatir. Ujar manager 3 menyemangati.


Mereka pun melakukan The back stroke sambil membuat lingkaran.


Waktu sudah sore, tiba-tiba haikal teringat sesuatu.


“Ok, thanks buat semuanya aku balik dulu.” Haikal pun berlalu meninggalkan mereka.


*****


Haikal, membawa mobilnya menuju rumah sakit Z, tempat dimana Rubel bekerja.


Dia ingin menceritakan keadaan sebenernya tentang Hana, Pada rubel dan siapa Kirana. Haikal mendatangi bagian informasi dan dia menanyakan ruangan Rubel.


Setelah beberapa menit, seorang perawat mengantarkan Haikal keruangan dokter rubel.


“ Mari saya antar pak...” Ujar perawat itu kepada Haikal.


Tibalah mereka diruangan rubel. Dan di pintu masuk tertulis “Rubelino dr. Spesialis bedah.”


Perawat itu mengetuk pintu. seseorang keluar dari ruangan.


“Yah ada yang bisa saya bantu?” tanya asisten dokter rubel. Pada haikal.

__ADS_1


“Dokter rubelnya ada?” tanya Haikal sambil memandangi Mila asisten dokter Rubel tanpa berkedip.


Mila merasa risih dengan tatapan orang di depannya.


“ Bapak kesini mau cari dokter Rubel apa mau menatap saya.” Ujar mila membuat Haikal tersadar.


“Ops, maaf mata ku terlanjur melihat gadis cantik jadi gak mau berkedip.” Jawabnya menggoda.


Mila tersipu mendengar ucapan Haikal, dia mencoba menenangkan hatinya. Ini pertama kalinya seseorang menggodanya.


Mungkin karena dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga tidak begitu perduli memikirkan kehidupan pribadinya.


Mila enggan membalas tatapan haikal, dia menundukkan pandangannya.. Dan menunjukkan kamar dokter rubel berada.


Dia meminta izin pada Polisi yang sedang berjaga di depan pintu untuk memanggil dokter Rubel.


Mereka mempersilahkan Mila masuk.


Haikal nampak bingung dengan penjagaan itu.


Tak berapa lama Rubel keluar bersama Mila.


“Ada perlu apa.?” Tanya Rubel dengan tatapan dingin, bahwa Haikal yang datang menemuinya.


“ Boleh kita berbicara.” Ajak Haikal sambil mencairkan suasana. Rubel memandang sinis padanya. Karena kecemburuannya waktu itu di Resto ayam keprek.


“ Ini masalah Hana dan Kirana.”ujar Haikal mencoba menjelaskan.


“ Terus masalahnya dengan ku apa?” tanya Rubel ketus.


" Kamu tenang dulu aku kesini ingin menceritakan tentang Ana dan Kirana." ujarnya menjelaskan.


“Ana kecilmu adalah Hana, dan Ana yang bersamamu itu hanya Gadis yang mengaku-ngaku sebagai Ana kecilmu, namanya Kirana." ucap Haikal bercerita.


Rubel menatap lekat lekaki itu.


“ Apakah kamu tahu keradaan Hana?” tanya Rubel penasaran.


" Entahlah, mungkin di Rumahnya." jawab Haikal.


" Terus kenapa Kamu kemari? tanya Rubel dengan wajah penuh misteri.


" Aku hanya kasian dengan Hana. dia sudah menceritakan semuanya padaku." ucap Haikal jujur


" Cerita tentang apa?" Selidik Rubel. seperti sedang menginterogasi pelaku kriminal.


" Boleh kah kita bicara sambil duduk, biar lebih santai." tawar Haikal.


Dia merasakan Rubel tidak menyukai kehadirannya, tapi dia ingin sekali membantu Hana menceritakan kebenaran dan sandiwara yang di buat Hana pada Rubel.


Haikal menceritakan dari A sampai Z, seperti yang Ana ceritakan padanya waktu itu.


Rubel melihat ketulusan Haikal tidak dibuat-buat. tapi dia masih terbayang-bayang saat haikal memegang dagu Hana.


" Senyum dong cantik jangan cemberut." ucapan Haikal itu selalu menari-nari dibenak Rubel seakan menerkam hati dan jiwanya.


" Maafkan aku, pada saat itu aku tidak tahu bahwa Kamu adalah orang yang dicintai Hana, jika aku tahu kamu adalah kekasih kecilnya. aku tidak akan membuat mu berang kepadaku. tentu saja kalo aku jadi kamu pasti aku juga cemburu." ucap Haikal seakan tahu apa yang tersirat di benak Rubel.


" Ok, aku maafkan kamu..dan satu hal lagi ikut dengan ku." Seru Rubel. Mereka masuk keruangan VIP tempat Hana menginap. Seseorang sedang terbaring membelakangi mereka.


" Sayang, ada Haikal." panggil Rubel pada Hana dengan embel-embel sayang untuk menjelaskan pada Haikal siapa di depannya.


Ana membalikkan badannya, dia terkejut Haikal bisa kemari.


"Loh kok kamu kemari?" tanya hana heran.


" Kebetulan aku lewat dan ingin bertemu Rubel." Ucap Haikal canggung.


" Dia perlu dengan ku." Jelas Rubel pada Hana.


" Kamu kenapa na?" tanya Haikal mencoba cari tahu. melihat wajah Hana dengan luka cakar.


" Dan kenapa ada polisi menjaga ruanganmu?" selidik Haikal.


" Oh aku gak apa-apa. ini karena terjatuh." jawab hana seakan menyembunyikan kejadian yang menimpanya.


"Ok, Bos waktu berkunjung sudah habis, mari aku antar." ucap Rubel pada Haikal agar Hana bisa beristirahat dan tidak trus mengingat kejadian yang menimpanya.


Haikal bingung, tapi dia tidak ingin mencoba menelusuri masalah Hana. Rubel mengedipkan mata pada Haikal, memberikan Kode agar mereka bicara di luar.


mereka keluar dan kembali duduk di tempat tadi.


" Hana mengalami kekerasan fisik." cerita Rubel. Haikal memandangi Rubel dengan tatapan tak percaya.


"Dia mengalami penculikan dan penganiayaan."


" Yang dilakukan oleh Mantan mu Kirana."


jelas Rubel.


" Haikal merasa bersalah." dia ingat kejadian di restoran ayaem Keprek beberapa hari lalu. saat mereka makan disitu. mengingat ucapan yang mengatakan kirana wanita ja****. dan tidak menyangka kirana akan senekat itu dan membalasnya kepada Hana, bukan kepada nya.


"Tolong sampaikan permintaan maafku pada hayna."ujar haikal memohon dengan perasaan bersalah.


"Ok, kamu tenang saja. pasti Hana memafkanmu. ucap Rubel


Hari semakin gelap, dan Haikal pun berpamitan.

__ADS_1


__ADS_2