
Lila dan Dion tiba dirumah sakit. Sebelum Lila turun, mereka mengobrol sebentar didalam mobil Dion.
“Apa yang harus aku katakan sama Rubel, tentang kejadian hari ini?” Ujar Lila meminta pendapat Dion.
“Kamu adalah dokter tugas mu, membantu dan merawat kondisi Hana. Dan aku adalah polisi, tugas ku melindungi Hana. Diko telah aku amanah kan untuk tetap waspada dan siap siaga jika dia beristirahat aku meminta petugas lain untuk bergantian menjaganya Hana.” Jawaban Dion begitu tegas dan bijaksana.
Lila melihat kearah Dion dengan penuh simpati.
“Terimakasih.” Telah menemaniku dan membuat keputusan yang sangat bijaksana ini.” Ujarnya pada Dion yang saat itu mengulurkan tangan hendak menyalaminya.
“Tenang saja, kita saat ini adalah petugas couple Hana.” Kamu dokter dan aku polisi dan saat ini hanya kita yang harus membantu kondisi Hana agar bisa lebih baik dan sehat.” ucap Dion jelas.
Lila membalas salam Dion.
“terimakasih sudah me ngantar aku balik kerumah sakit. Kalo ada waktu aku ingin mengajak mu makan malam di ruanganku.” Ujarnya menawarkan.
Dion turun dari mobil dan membuka pintu mempersilahkan Lila turun.
“Baiklah Bu dokter saya harus ke kantor dan Anda juga harus balik keruangan banyak pasien yang membutuhkan Anda.” Ujar Dion dengan bijak.
Lila terpana, Dion tidak hanya bijak, tapi begitu perhatian. Dia berdiri di halaman parkir itu hingga mobil Dion tak lagi terlihat.
*****
Hana masih terbaring lemah di tempat tidur itu. Dia mengambil ponselnya. Dia membuka galeri ponselnya melihat foto Rubel yang sedang tersenyum.
“Sayang ana kangen sama Ino.” Sambil mengusap foto itu lembut. “kenapa ana begitu lemah?? Ana harus sehat ana gak mau Ino dan nyai khawatir dengan ana.
“Sayang.” Hana ngirimkan pesan chat pada Rubel.
Tapi tak juga dibalas, dia merasa khawatir tapi langsung ditepis nya mungkin Rubel lagi istirahat karena dari semalem pasti dia sangat lelah.
Hana memejamkan matanya. Dia pun terlelap kedalam mimpi.
“sayang” panggilnya pada laki-laki yang berdiri didepannya. Tetapi laki-laki itu seperti tidak mendengar panggilannya. “ino, jangan pergi!! Jangan tinggalin ana!! Tiba-tiba ana terbangun. Mimpi ini sering berulang sejak dia kecil tapi sejak dia tahu Rubel adalah Ino mimpi ini 2 x pernah di alaminya..
Dia tidak ingin memikirkan mimpinya itu. Dia mengambil ponselnya dan menaruh di dadanya. Ino akan baik-baik aja. Dia pasti bisa menyelesaikan masalahnya. Aku harus positif thinking.
*****
Malam mulai merayap, pesan chat tak juga dibalas. Dia mencoba keluar kamar. Nyai baru saja menyelesaikan sholat isya. Hana berjalan pelan-pelan menghampiri nyai.
“ana udah sehat sayang?” tanya nyai pada hana.
Hana mengangguk pelan.
“kita keluar yuk!” ajak nyai padanya. Hana membawa kursi roda nyai keruang tengah. Hana duduk menyandar di sofa.
“apa Hana sudah hubungi Ino.” Tanya nyai padanya.
“Belum nyai, tadi ana Cuma kirim pesan chat tapi tidak ada balasan mungkin Rubel sibuk. “ Jawabnya menenangkan diri.
Nyai tahu ana berusaha baik baik saja agar nyai tidak khawatir. Hana mencoba membaringkan diri di sofa, nyai mengelus kepala Hana seperti biasa nyai mengelus kepala Rubel.
Tiba-tiba seseorang melemparkan batu ke arah kaca jendela. Suara itu terdengar sangat keras. Diko segera memeriksa dan melihat dari dalam pagar saat dirasa tidak mengancam dirinya barulah dia keluar pagar untuk memastikan siapa yang telah berusaha melakukan itu.
Nyai dan hana enggan keluar. Hana mencoba melemaskan otot kepalanya yang menegang. Karena teringat kejadian yang menimpanya tempo hari.
“Hana jangan terbawa fikiran yah”. Ujar nyai menasehati.
Tiba-tiba ponsel berbunyi, Hana melihat kearah ponselnya. Panggilan VC dari Rubel. Dia langsung menggeser tombol hijau itu kearah atas.
“Sayang.!! Maafin Ino yah tadi ketiduran.”
Hana menyeka matanya dan baru berani menatap kamera.
“Gak apa apa sayang. Ana lagi sama nyai. Ujarnya berusaha tenang.
“Gimana kabar mama sayang?” tanya nyai sambil melambai kearah Rubel.”
“Mama gak apa-apa nyai Cuma rubel.” do'ain mama cepet sehat dan keluar dari rumah sakit jadi Rubel bisa langsung pulang ke Indonesia.” Jawab Rubel pada nyai.
Nyai memeluk Hana.. “do’akan juga Hana sehat biar Rubel tenang di Australia.” Ujarnya nyai seperti mengatakan sesuatu pada Rubel.
“Ana, gak apa-apa kan?” tanya Rubel khawatir.
“Gak apa-apa sayang ana baik-baik aja.” Jangan lama-lama ana kangen sama Ino.” Ungkap ana jujur Rubel melihat wajah Hana seperti ada sesuatu yang ditutupi... Tapi dia tetap ingin berfikir baik-baik agar urusan disini bisa kelar dan bisa terbang ke Indonesia.
“mimpiin Ino yah sayang.” Ujar Rubel menggombal.
nyai tertawa melihat kedua orang yang sedang di mabuk asmara itu.
“ino,jaga diri yah.. baik-baik di sana. Ujar Hana perhatian.
“Assalamualaikum. tutup Hana sebelum VC itu di putus.
*****
“Waa'laikum salam.” Rubel menenangkan hatinya.
Seseorang mendengar telpon itu, menghampiri Rubel.
“Maaf kalo papa menguping telpon tadi.” Ujar nya pada Rubel.
__ADS_1
“Gak apa-apa pa, papa harus tahu Rubel sudah mempunyai kekasih, bahkan kami akan segera menikah.” ujar Rubel cepat tanpa menunda-nunda. Lambat laun papa akan mengatakan yang sebenarnya kepada mama, mungkin dengan mendengar papa mama akan luluh hatinya. Ujar nya dalam hati.
“Ya sudah istirahat lah, besok kita sudah bisa pulang kerumah.” Jelas papa kepada Rubel.
“terima kasih pa.” Jawab Rubel tenang.
*****
Hana terlihat senang, wajah yang tadi tegang karena serangan batu itu kini terlihat sumringah. Nyai menyadarkan hana.
“wah yang barusan ditelepon sama yayang.” Ujar nyai menggoda.
“ah nyai bisa aja.” Tapi ana beneran bisa lega walaupun tadi sangat kalut tapi setelah mendengar suara Rubel seperti obat dari ketegangan tadi.” Jawabnya jujur.
“kita istirahat yuk. Ajak nyai pada Hana.
“nyai Hana ingin nyai tidur dengan Hana.” Pintanya seperti seorang anak kecil yang minta ditemani tidur.
“ Iya sayang mari kita ke kamar mu.” Kalo dikamar nyai nanti Hana alergi.”terang nyai pada Hana.
“makasih yah nyai.” Mereka pun masuk ke kamar tamu.
Tak terasa waktu telah subuh, Hana melihat nyai masih tertidur. Dia mencoba membangun kan nyai.
“Nyai udah subuh kita sholat yuk.!” Ajak nya pada nyai.
Perlahan-lahan nyai bangun,hana membawa nyai ke tempat wudhu yang khusus nyai. Setelah mengambil wudhu mereka melaksanakan sholat bersama-sama.
Di meja makan bibi telah menyediakan sarapan pagi mietiaw kuah ikan.
hana mencium aroma enak di meja makan.
“Nyai seperti nya bibi tahu apa yang ana suka.” Ujarnya kepada nyai dan mendorong kursi roda nyai kearah meja makan.
“Kemarin bibi nanya sama nyai,katanya Hana suka makan apa?” nyai bilang coba deh pagi-pagi buat mie tiaw kuah ikan, dulu ibunya Hana sering bawaan mie tiaw kuah ikan ini kerumah.” jelas nyai pada Hana.
“Makasih yah nyai, bibi juga makasih udah berusaha menyenangkan Hana.” Ujarnya haru.
“ah non bisa aja.” Bibi kan berusaha biar non bisa sehat selama disini jadi ntar bibi gak dimarahin den Rubel gara-gara non Hana kurus.” Ujar bibi polos.
Mereka bertiga pun tertawa... “Ah bibi bisa aja. Yang ada malah Hana bakal gembrot kaya balon.” Ujarnya semangat..
“Nyai Hana mau kerumah sakit. Mau mengunjungi zanna ponakan dokter Lila.” Ujarnya pada nyai sambil membereskan piring makan.
“Sebaiknya ana dirumah dulu biar ana sehat.” Jawab nya khawatir.
“gak apa-apa nyai. Ana sekalian Konsul sama dokter Lila.” Jawab Hana menenangkan nyai.
“ya udah, jangan terlalu capek yah. Nanti pergi diantar Diko.”
Jam telah menunjukkan pukul 10. Hana telah siap. Dengan mengenakan kemeja casual polkadot berwarna putih dan rok berwarna hitam.
Dia mengikat rambutnya agar lebih rapi. Setelah selesai berdandan. Dengan lipstick berwarna baby pink. Di raih ponsel di meja riasnya dan berselfi. Foto itu langsung dikirim ke pesan chat Rubel.
Rubel meraih hape yang baru saja berbunyi tanda ada notifikasi pesan chat.
Dia langsung membuka pesan itu.
“Cantiknya cinta Ino.” Balasnya pada chat ana.
“Ah gombal.” Jawab ana pendek.
“ana sehat sayang?” tanya Rubel penasaran.
“Sehat dong liat aja foto nya cantik begitu. Ujar hana memuji diri.
“Iya ana emang cantik bikin Ino makin rindu.” Ungkap Rubel jujur.
“Sayang ana mau kerumah sakit.” Mau ketemu zanna ponakan Lila, sambil Konsul sama dokter lila.” ungkapnya jujur.
“Boleh, tapi ana gak boleh capek yah.” Jangan lama-lama pergi kasihan nyai kalo ana sakit.” Ujar Rubel mengingatkan.
“Ok, ana janji setelah selesai semua ana segera balik.”
“Assalamualaikum..” tutup Hana.
Wa’alaikum salam dan ditutup dengan emoticon peluk dan cium. Balas Rubel.
Diko telah membuka pintu mobil dan mempersilahkan Hana masuk kedalam mobil.
“Mbak kita mau kemana?” tanya Diko pada Hana.
“ kita kerumah sakit Z.” Jawab Hana. Pada Diko.
“Mbak Hana udah sehat?” tanyatanya Diko lagi melihat Hana seperti sudah lebih baik dari kemarin.
“Udah ko saya udah sehat. Makasih udah bantuin saya kemarin. Nyai cerita Diko yang bawa saya kekamar.”
“Wah itu adalah tanggung jawab saya Sama den Rubel.”jelasnya.
“Mbak Hana, Diko boleh ngomong.” Tanya Diko hati-hati.
“Ngomong aja ko. Kalo memang untuk kebaikan saya saya akan mendengar nya.” Jawab Hana berbesar hati.
__ADS_1
“Mbak, saran saya mbak harus belajar bela diri, minimal bisa menjaga diri mbak dari serangan orang, dan membuat tubuh mbak bisa lebih sehat dan kuat.” Ungkapnya jelas.
Hana menimang-nimang ucapan Diko.
“Trus dimana saya bisa belajar?” tanya Hana penuh harap.
“saya akan bantuin mbak belajarnya nanti dirumah den Rubel aja.”ujar Diko.
“Baiklah, setelah kita dari rumah sakit sore nanti saya belajar sama kamu.” Jawab Hana.
“Iya mbak.”
Tibalah mereka di parkiran rumah sakit. Hana turun dari mobil dan di ikuti oleh Diko. Diko berjalan dibelakang Hana.
“Diko jangan jalan seperti itu, saya gak enak kaya majikan besar aja.”
“ya iya, mbak hana Kan majikan saya.” Jawab diko tegas.
Hana lupa bodyguard nya itu seorang polisi. Ucapan Diko dan Dion hampir mirip sama-sama-sama tegas.
Hana sempat membeli sedikit cemilan di Onana Bread dekat lobi rumah sakit.
Diko telah berjalan beriringan agar Hana tidak terlihat canggung berjalan dengan nya. Dia harus bersikap waspada pada siapapun yang tiba-tiba bisa menyerang Hana.
Tibalah mereka dikamar dokter Andre. Seorang gadis kecil sedang berusaha mendorong kursi rodanya kearah luar.
Hana mendekatinya.
“Hai gadis cantik ibu peri bawakan roti buat gadis cantik.” Ujarnya menyapa gadis itu dan menyodorkan bungkusan roti pada zanna.
“Wah ada ibu peri.” ujar zanna senang. Dia memeluk hana.dan Hana membalas nya dengan suka cita.
“Tante Hana. Sehat?” tanya zanna pada Hana.
“Tante sehat sayang, kalo gak sehat Tante gak akan kemari. Jawab hana sambil menarik kursi roda zanna. Dan mendorongnya.
Zanna menatap lekat pada lelaki yang berjalan disamping hana.
“Om, Rambut nya mirip banget sama om Dion temennya Tante aku.” Potongan rambut Buzz Cut. Ujarnya sambil menunjukkan ke arah rambut Diko.”
“tentu aja, om Dion kan atasan nya om Diko.” Jawab Diko jelas.
“Oh jadi nama om, om diko.?” Tanya nya meyakinkan.
“iya gadis cantik yang pintar.” Sambil memasang telapak tangannya pertanda persahabatan.” Zanna membalas tos Diko.
“Ok kita berteman sekarang.” ujar zanna pada Diko.
Hana mendorong zanna kearah ruangan Rubel. Dia rindu ruangan itu. Mila keluar ruangan menghampiri Hana dan zanna. Dia heran melihat seseorang berdiri di samping Hana.
Menyadari Mila yang penasaran. Hana memperkenalkan Diko.
“Mbak Mila, ini Diko dia dampingi saya selama dokter Rubel pergi.” Cerita ana agar Mila tidak berfikir yang buruk tentang nya.
“Oh saya pikir pacar nya mbak hana.” Ujar Mila keceplosan.
“Bukan pacar tapi bodyguard Titipan dokter Rubel. Takut aku selingkuh.” selorohnya membalas mila.
Mereka terkekeh. Diko hanya tersenyum melihat Hana dan Mila. Zanna melihat kedua perempuan itu tertawa dia nyeletuk.
“Udah lupa yah sama zanna.” Ujarnya kesel.
hana membujuk gadis itu lembut. Ayok Tante bawa zanna ke taman. Tiba-tiba seseorang menghampiri mereka lagi.
“hana!” panggil Haikal.
“Wah, kebetulan kita ketemu disini gimana kabarmu? Tanya haikal. Tapi pandangannya kearah Mila. Mila tersipu malu dilihat Haikal.
“alhamdulillah baik.” Jawab Hana pada Haikal.
Hana melihat Haikal sedang memandang kearah Mila, dia berinisiatif segera beranjak dari tempat itu.
“Ok deh kami gak mau jadi nyamuk.” Ujar Hana sambil meneruskan langkahnya mendorong kursi roda zanna.
Haikal tersenyum mendengar teman SMP nya itu bersuara.
“zanna mau main apa? Tanya han pada zanna.
Tiba-tiba seseorang lewat didekat mereka dan menodong kan pistolnya kekepala hana.
“jangan. bergerak, jika kalian bergerak maka pistol ini akan aku tarik pelatuk nya dan aku tembakan ke kepala gadis kampungan ini! Ujar laki-laki itu keras.
Haikal dan Mila terperangah, mereka hanya bisa melihat dari jauh. Takut pistol itu benar-benar akan ditarik pelatuknya oleh lelaki itu.
Diko memberi aba-aba kepada Hana dengan matanya. dan menarik kursi roda zanna ke arahnya.
Hana mencoba tetap diam dan tidak panik.
Dia teringat dia pernah melumpuhkan seseorang yang mencoba melukai lehernya dengan pisau.
Hana mencoba mengerahkan seluruh tenaga nya.dan membaca bismillah. Dia menggigit tangan laki-laki yang memegang pistol itu hingga pistol itu lepas dari tangannya. Dia menarik tangan laki-laki itu kearah depan dengan cepat.
Hanya dalam hitungan detik dia bisa membanting laki-laki itu hingga terjungkal. Walaupun dia ikut terjatuh karena kakinya belum kuat. Diko segera mengambil borgol di saku celananya. Dan menangkap laki-laki itu. Hana terlihat pusing tapi dia tetap bertahan. Semua orang terlihat antusias. Lila sempat mengabadikan kejadian itu dan mengirimnya kepada Rubel.
__ADS_1
hai terimakasih buat semua yang udah mampir ke Novel ku..jangan lupa vote like dan komennya. hasil dari pendapatan novel akan aku bagi untuk masyarakat membutuhkan saat ini di sekitar rumahku, semoga membawa berkah