Dokter Cool

Dokter Cool
BAB 57


__ADS_3

Hari telah malam, mama dan ibu telah kembali kerumahnya diantar dengan ayah. Dainar dan Lia, memilih menggelar tikar di lorong Rumah Sakit. Rubel menghampiri mereka.


" Kalian pulanglah, aku sudah menelpon Diko untuk menjemput kalian, maaf kan aku karena telah menyusahkan kalian dan menggantikan liburan kalian dengan kesedihan yang aku Alami." ucap Rubel merasa bersalah.


" Sudah jangan sedih lagi, ini adalah hal yang paling berarti dalam hidup kami. pengalaman ini adalah pengalaman real yang kami alami. kejadian ini menjadi pelajaran buat kami berdua untuk belajar saling memahami, dan kami menjadi manusia yang lebih berarti dengan mengenal Islam lebih dalam lagi dari kalian berdua." Ucap Dainan membuat Rubel terdiam.


Sungguh jawaban seorang yang berilmu dan begitu bijaksana.


Mereka berdua bergegas bangun karena Diko telah tiba.


" Diko." Panggilnya Rubel pada Diko.


" Iya, mas Rubel."


" Terimakasih sudah datang untuk menjemput mereka."


" Gak apa-apa Mas saya senang bantuin mas Rubel." ucap Diko tanpa beban.


" Bagaimana dengan lu?" Tanya Lia tak enak hati meninggalkan Rubel di Rumah Sakit.


" Gak apa-apa, aku akan baik-baik saja, kalian pulang lah. untuk pakaian mu mintalah dengan ibu didalam kamar Hana. ada beberapa pakaian yang bisa kamu gunakan, sayang jika tidak digunakan terlebih lagi kamu telah memutuskan untuk berhijab." ucap Rubel begitu perhatian.


" Apa tidak masalah dengan ibu?"


" Aku sudah chat dengan Mama untuk mengatakan hal ini sama ibu, beliau pasti mengerti." ucap Rubel menjelaskan.


" Baiklah, terimakasih." ucapan Lia begitu terdengar janggal di telinga Rubel. Dia tersenyum mendengar kan ucapan Lia.


" Kenapa lu ketawa?? aku lagi belajar juga." ucap Lia kesal melihat Rubel tersenyum.


Dainan dan Lia merasa sedikit lega, Rubel berusaha kondisinya lebih baik.


" Baiklah, Rubel. Jaga dirimu kami akan terus mendo'kan yang terbaik untuk Hana." Ucap Dainan, dan mereka bertiga berlalu pulang.


Hana telah dipindahkan ke ruang ICCU, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Rubel meminta Perawat Anita untuk menjaga dan merawat Hana selama di ICCU, dia juga meminta Lila dan Anita untuk memasang tabung Nasogasrik yang dimasukkan melalui hidung, untuk memudahkan cairan dan Nutrien masuk ke tubuh Hana. Dia tidak ingin Hana merasakan kelaparan apalagi sejak siang tadi Hana belum makan.


" Bel, makan lah dulu kamu juga harus makan agar bisa terus menemani Hana." Ucap Lila begitu perhatian. Lila tidak ingin Rubel juga jatuh sakit, jika Rubel sakit otomatis dia tidak bisa. menjaga Hana dengan baik.


Rubel berjalan ke kantin. memesan makanan yang bisa dia makan, menu makan malam di kantin tidak sebanyak pagi dan siang hari. seseorang memanggilnya dengan lembut.


" Rubel." Rubel segera membalikkan tubuhnya ke sumber suara. telah berdiri Om Purnawan dan Om Purwanto di dekatnya.


" Makan Om." Tawar nya pada mereka berdua.


" Makanlah kami sudah makan tadi kebetulan Tante Merry dan dan Tante lyra membawa makanan, ini ada sedikit makanan yang bisa kamu makan." sodornya pada Rubel. sebuah kotak bekal berisikan Laok. Rubel menyambutnya dengan senang.


" Terimakasih Om."


" Jangan sungkan, kamu adalah keponakan kami. kami tidak ingin melihat mu juga sakit karena tidak makan." ucap om Purwanto dengan senyuman.


" Iya, kamu gak boleh kelaparan Rubel kasihan Perawat KW mu, dia butuh dukungan mu disampingnya." tiba-tiba suara itu mengejutkan merek semua.


" Haduh dasar Jae." ucap Rubel tiba-tiba.


" Jae???" tanya Om Purnawan aneh mendengar julukan Rubel pada Haikal.


" Iya Bang, Jae itu julukan Hana pada Haikal." ucap om Purwanto di ikuti tawa Rubel dan Om Purwanto.


" Puas ngejeknya." ucap nya kesal dengan tatapan sinis.


" Emang jae apaan???" ucap Om Purnawan penasaran.


" Jaelangkung Om." ucap Haikal ketus. di iringi gelak tawa Rubel dan Om Purwanto.


" Iya Om, habis datang tak di jemput pulang tak di antar." Rubel terkekeh.


" Ya Ampun gak pernah terpikirkan oleh om dengan julukan itu."


" Abang lihat saja sendiri, dia tiba-tiba muncul di dekat kita dan sebentar lagi dia pergi diam-diam meninggalkan kita." Haikal menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Haikal-haikal kamu memang jae." ucap om Purnawan ikut tertawa dan menggelengkan kepala dengan julukan Hana untuknya.


" Ngomong-ngomong siapa Perawat KW?? tanya om Purnawan bingung dengan ucapan Haikal pada Rubel.


Rubel seperti salah tingkah, itu adalah julukan yang dia berikan untuk Hana saat Hana bekerja menjadi Perawat untuk Nyai nya. matanya mulai berkaca-kaca mengingat dua orang tersayang nya sekaligus.


" Ops maaf Rubel, Aku tidak bermaksud mengingat kan kamu pada Hana dan Nyai." ucap Haikal merasa bersalah.


" Gak apa-apa." dia berusaha tegar.


Om Purnawan pun mengalihkan ucapannya.


" Terimakasih sudah menolong Maria, Alhamdulillah dia, sudah merespon walaupun belum begitu sadar." ucap nya terharu.

__ADS_1


" Rubel hanya sebagai perantara, yang menyembuhkan adalah Allah." ucap Rubel seperti sedang menyindir dirinya sendiri.


Dia lupa hingga hilang kontrol, bukan kah dia bisa berbuat lebih untuk kesehatan Hana. tapi kenapa dia bisa begitu bodohnya tak bisa berbuat apa-apa untuk orang yang dia cinta.


" Ok terimakasih untuk makanannya Om, Rubel harus ke ruangan Hana." ucapnya dan berlalu.


Rubel masuk keruangan Hana. dia merasa menyesal telah membiarkan Hana terluka hatinya.


" Sayang." Panggilnya begitu lirih."


" Dengerin Ino yah."


" Ino sayang Hana, maafin Ino yah..."


" Ino sudah janji kita akan hidup berdua hingga Akhir hayat kita." sambil memegang tangan Hana.


"Jangan hukum Ino seperti ini, Ino gak bisa hidup tanpa Hana." dia berusaha menahan tangisnya.


Seketika dia melihat Hana memberikan respon positif, air mata Hana mengalir.


Rubel tidak menyangka Hana mulai memberikan respon. dia pun mulai mengajak Hana berbicara.


" Sayang... apakah Hana mendengar Ino?" dia berharap Hana akan memberikan respon lebih dari pertanyaan nya.


Air mata itu terhenti. tapi Rubel tidak patah semangat. dia berusaha menyenangkan Hana dengan kenangan-kenangan mereka.


" Ana bilang ana mau sembuh dan punya anak, apakah Ana gak rindu sama si EmPi?" tanyanya begitu nyeleneh.


Air mata itu kembali mengalir di pipi Hana.


" Sayang bangun lah dari tidur panjang Mu, Hana bukan Putri tidur yang bisa Rubel cium seketika bangun." ucap nya mulai tak masuk Akal. sambil menyeka air mata yang terus membanjiri pipinya.


" Apa Ana mau Ino cium?" tanya Rubel dan mencium kening Hana. tersungging senyuman manis dari bibir Hana.


" Sayang, Ana denger Ino???" dia terlonjak girang memanggil Anita dan Lila.


" Lila dia merespon ku." Ucap Rubel pada Lila.


Lila terkejut mendengar ucapan Rubel, sungguh. diluar jangkauan nya. Hana bisa memberikan respon positif secepat itu.


Rubel bergegas meninggalkan Lila dan Anita, dia mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat isya yang sudah lewat larut malam.


Di Mushola Rumah sakit Rubel menumpahkan segala kerisauan hatinya. dia mengadu dan memohon pertolongan Allah.


" Ya Rabbi sembuhkan lah kekasih hati hamba."


" Sesungguhnya semua atas kuasa MU, dan hanya kepada MU hamba memohon pertolongan."


" Aamiin."


Rubel begitu lelah sehingga dia tertidur di Mushola. Seseorang membangunkan nya.


" Nak, bangun!! ucap nya pelan tapi terdengar cukup membuat nya terkejut.


" Masya Allah, maaf pak." Ucap Rubel terkejut.


" Tidak apa-apa, kenapa kamu tidur di sini???


" Maaf saya ketiduran.." sambil mengusap matanya yang sedikit kabur melihat laki-laki yang ada di depannya.


Laki-laki Putih dengan Jenggot panjangnya, berjubah Putih.


Rubel bingung dengan apa yang dilihat nya. Sungguh pemandangan yang tidak biasa yang dia lihat.


Bathinnya bergejolak, merasa sesuatu yang aneh.


" Apa yang kau Risaukan??" tanya laki-laki itu penuh seledik sambil memegang janggut nya yang panjang.


" Istri Saya sedang sakit pak?" ucapnya begitu lirih.


" Jangan bersedih sesungguhnya Allah ingin kita lebih dekat dengannya. Dia ingin kita lebih mencintaiNYA, sesungguhnya ini adalah ujian yang Allah berikan untuk mu dan keluarga mu."


" Perbanyaklah Amal sholeh, Amalkan Surah Al - Fatihah, Surah Al - Kahfi, dan perbanyak lah sedekah.. Assalamu'alaikum." ucap nya mengakhiri percakapan.


Rubel terbangun dari tidurnya. sungguh mimpi itu begitu nyata. Dia melirik ke ponselnya jam 3 lewat, menunjukkan waktu sepertiga malam terakhir.


Rubel mengambil wudhu dan Sholat sunnat Tahajjud.


Diakhir sholat nya dia berdoa.


" Ya Allah sesungguhnya Engkau Lah yang Maha menghilangkan penyakit, dan Engkau pula yang mengangkat kesembuhan karena Engkau Maha Penyembuh, Tidak ada yang dapat menyembuhkan Kecuali Engkau dan Kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit, Aamiin."


Rubel beranjak dari situ menuju kamar Hana. dia mengambil Al-Qur'an di dalam Ruangannya. kemudian berjalan menuju Ruang ICCU. Ruangan itu memang sepi yang hanya ada perawat dan dokter jaga.

__ADS_1


" Dimana Anita dan dokter Lila?" tanya Rubel pada dokter penjaga.


" Maaf dok, dokter Lila dan Anita sudah pulang, kebetulan kami yang menggantikan sift malam." ucap nya begitu sopan.


" Baiklah terimakasih." ucapnya dan berlalu.


Rubel mendekati Hana dia pun mengaji di telinga Hana, membacakan Ayat Al-Qur'an Al-fatihah dan Al-Kahfi. Suara Rubel mengaji sangat merdu. siapa pun yang mendengar merasakan begitu syahdu. selesai mengaji terdengar suara Azan Subuh dia pun melanjutkan sholat Subuh.


*****


Matahari kian beranjak dari singgasana pagi, Rubel bersiap untuk bekerja hari ini, dia menitip Kan Hana pada dokter dan perawat jaga.


" Tolong jaga isteri saya, saya harus bekerja nanti selesai praktek saya akan kembali tolong katakan pada dokter pengganti nanti siang."


" Baik dok." Rubel berjalan keluar menuju Ruang Polinya. dari kejauhan dia melihat mama dan Ibu sedang berjalan kearahnya. Mama membawa rantang makanan dan Ibu membawa tas kecil.


Rubel menyalami kedua wanita itu.


" Gimana keadaan kamu sayang? tanya Mama. sambil mengelus lembut kepala Rubel.


" Alhamdulillah ma, Rubel baik-baik aja."


" Mama sama Ibu mau lihat Hana, ini ada kami bawakan sedikit makanan dan pakaian mu." ucapnya sembari menyodorkan rantangan dan tas.


" Makasih mama dan ibu, maaf udah ngerepotin semuanya."


" Eh kok ngerepotin yah enggak lah nak, justru yah emang kita harus saling membantu apalagi dengan kondisi seperti ini." Sela Ibu dan mengelus rambut Rubel.


" Ibu merasakan bahagia punya menantu Rubel." Rubel terhenyak.


" Baiklah Rubel harus ke ruang poli."


" Iya sayang, Mama dan Ibu juga mau melihat Hana."


Rubel mengangguk pelan dan berlalu meninggalkan keduanya. Perasaan nya sungguh campur aduk, tapi dia harus semangat demi Hana. walaupun dia sangat sadar Hana seperti ini karena kesalahannya.


*****


Mama dan ibu masukkan ke ruang ICCU secara bersamaan, mereka mengenakan pakaian besuk Rumah Sakit Berwarna Biru Muda, mereka berdua bisa masuk karena Rubel.


Mama dan ibu tertegun melihat Hana tertidur begitu lama. pemandangan alat-alat di ruangan itu sangat mengganggu pemandangannya. Tapi apa daya, suara kebisingan ventilator itu bisa mengetahui keadaan Hana saat ini.


" Cepat sembuh, sayang Mama dan Ibu kangen kamu.." ucap Mama begitu lirih dan sesuatu mengkristal di sudut matanya.


Ibu mencium kening Hana, mengambil Al-Qur'an yang di letakkan di dekat Hana. dan mulai membaca surat Al-Fatihah dan Al-Kahfi. tak terasa air matanya berlinang. kemudian menutupnya dengan Do'a.


" Ya Rabbi, Angkatlah segala Sakit anak hamba sesungguhnya Engkau Maha Penyembuh dan mengangkat Sakit. Berikan jalan untuknya agar bisa berkumpul kembali dengan kami semua, sesungguhnya Engkau Maha Mengabulkan do'a. Aamiin."


" Aamiin." sambut Mama ikut mengaminkan.


Mereka tidak bisa berlama-lama di tempat itu. Mama dan Ibu segera izin dengan dokter dan perawat jaga mereka pun berjalan menuju Ruangan Maria Dirawat.


Ibu mengetuk Pintu, dan disambut suara dari dalam.


" Masuk aja!" suara lembut dari Kakak ipar ibu yang tidak lain Tante Merry. Tante Merry bangun dan segera menghamburkan pelukan pada Ibu, dan kemudian memeluk Mama.


" Gimana keadaan Hana?" tanya nya harap cemas.


" Dia masih tertidur Mbak, mungkin mimpinya terlalu indah." ucap ibu mencoba menghibur hatinya.


" Mudah-mudahan dia bisa segera sadar, gadis itu selalu saja menolong orang lain." Kenang Tante Merry dan di sambut anggukan kecil dari Ibu dan Mama.


" Insya Allah kita do'akan Hana dan Maria segera sembuh." Ucap Mama.


" Aamiin."


Tiba-tiba Maria tersadar, sejak kemarin dia belum sadar. dia bingung melihat semuanya nampak sedih.


" Ada apa ma?" tanya dia begitu heran. dan mencoba bangun.


" Eh kok malah bangun... kamu belum sembuh betul." Ucap ibu dan segera menahan Maria.


" Kenapa kalian bersedih, Maria udah sehat kok?" ucapnya dan menyinggung kan senyuman, membuktikan bahwa dia sudah sehat.


Mereka semua pun tersenyum, berusaha menyambut kebahagiaan Maria.


" Kami terlalu khawatir...." ucap ibu berusaha baik-baik saja.


" Hana mana Tante?" tiba-tiba Maria menanyakan hal yang sebenarnya ingin di rahasiakan. Mereka semua terdiam bingung harus mengatakan yang sesungguhnya kepada Maria.


" Hana lagi istirahat sepertinya dia kelelahan, Maria kan tahu sendiri kondisi Hana." ibu menjawab sebisanya agar Maria mengerti.


" Oh, padahal Maria pengen banget ketemuan Hana, pengen peluk dia... selama ini Maria sudah berlaku tidak baik dengan nya." ucapnya lirih.

__ADS_1


" Nanti sayang yah, kalo Maria sehat dan Hana sehat pasti dia kemari." jawab mama mencoba menyenangkan hati nya. mereka semua segera keluar tak sanggup membendung tangis nya. mereka tidak ingin Maria melihat mereka menangis. Maria kaget karena serempak Mama, dan tante-tante nya keluar dari ruangan nya.


" Sahabat Dokter Cool terimakasih untuk dukungan nya walaupun keterbatasan Author menulis kalian selalu menyemangati... dukung terus yah bantu vote, like dan komen yang membangun terimakasih 😍🤗."


__ADS_2