Dokter Cool

Dokter Cool
BAB 65


__ADS_3

Matahari pagi bersinar begitu cerah, semua keluarga telah berkumpul di kediaman Agiawan hari menunjukkan jam 8 pagi. hari ini hari yang spesial untuk Haikal dan Mila melangsungkan akad nikah.


Para tamu undangan sudah hadir, mereka hanya segelintir orang yang menjadi bagian dari kesuksesan Haikal, yaitu para manager cabang HK Cafe dan Resto milik Haikal. dan juga para dokter yang notabene sahabat dari Mila si asisten dokter Rubelino, siapa lagi kalau bukan Dokter Lila and the gank.


Sambil menunggu Pak Penghulu datang Zaena, menjahili si calon Mempelai wanita yang baru saja tiba dijemput oleh Diko. Mila datang bersama adik dan Neneknya yang sudah sangat sepuh. selama ini dia ngekos di kota ini, Mila adalah tulang punggung keluarganya kedua orang tuanya sudah lama meninggal dia dan adiknya dibesarkan oleh sang Nenek.


Ini adalah keberuntungan bagi Mila, bisa berkenalan dengan Haikal seorang pengusaha muda yang sukses, dan akan menjadi menantu dari Purwanto Agiawan.


" Mil, Naik apa kau kesini?" tanya Zaena tiba-tiba.


" Mila dijemput Mas Diko dok? ucap Mila. sambil menyeka keringatnya yang terus membanjiri pelipis nya.


" Kok gitu wajah Kau, udah kaya orang habis mandi gak pake handuk." ledek Zaena melihat Mila yang terus berkeringat, membasahi pelipis nya. Mila pun terlihat berulang kali menyeka keringatnya sehingga bedaknya sedikit luntur. tapi ke ayuan wajahnya tidak membuat semua itu terlihat buruk.


" Ah dokter, kaya gak ngerti aja. Mila bener-benar gugup dok." ucap Mila beralasan.


" Tenang ada Zaena disini kalo kau gugup biar aku yang gantiin kau di depan penghulu nanti." ucap Zaena Asal sambil terkekeh meledek Mila. spontan Lila menepuk pundak Zaena karena dianggap candaannya keterlaluan.


Prrrroooook


" Ish, becanda nya aku." elak Zaena.


Seseorang sedang memperhatikan Zaena berbicara, dia terlihat senyum-senyum sendiri melihat Zaena yang sibuk mengerjai Mila. laki-laki itu adalah sahabat dari Haikal, dan dia juga seorang manager anak cabang nya HK Cafe dan Resto milik Haikal.


" Ded, kok senyum-senyum sendiri??" tanya seseorang yang juga manager nya Haikal.


" Lihat tuh." ujarnya menunjuk ke arah Zaena. sahabatnya pun memperhatikan perempuan itu dari kejauhan.


" Cantik..." ucapnya tapi dia tidak tahu kenapa Dedi begitu memperhatikan Zaena, hingga dia terus tersenyum melihat nya.


" Bukan itu." alasan Dedi.


" Terus??"


" Coba deh denger cara ngomongnya." pinta Dedi.


Mereka berdua pun memperhatikan sekelompok gank itu.


" Mil, apa kau belum mandi?" ucap Zaena dengan logat khasnya.


" Udah lah, aku cuma gugup dok." ucap Mila sedikit kesal di ganggu Zaena.


" Awak kira kau cuma semprot minyak wangi aja makanya kau berkeringat teroos." ledek Zaena lagi.


" Buahahahahaha." seketika dua sahabat itu pun sontak tertawa melihat Zaena berbicara. Zaena pun tersipu tidak menyangka dia sedang diperhatikan oleh kedua sahabat Haikal. Lila dan yang lain ikut tertawa karena melihat wajah Zaena yang tiba-tiba memerah.


" Makanya Zae... lihat-lihat kondisi dong bercandanya, kan jadi pusat perhatian orang." ledek Lila pada Zaena.


" Ish dah Zae pulak kau panggil awak, cantik-cantik kek gini aku Zaena lah dan lagian emangnya Aku jualan apa jadi pusat perhatian orang." ucap nya kesal sambil memandang sinis pada kedua sahabat Haikal itu.


Lagi-lagi kedua sahabat itu pun tertawa membuat semua sahabat Haikal yang lain jadi bingung.


" Apa sih yang kalian ketawain?? ucap mereka serempak dan Haikal pun ikut bertanya.


" Tuh..." tunjuk mereka pada Zaena.


Spontan saja Haikal yang tadi sibuk berbicara dengan para sahabatnya tiba-tiba tertawa sendiri, seakan melihat sebuah film komedi. Zaena yang merasa terpojok tidak tinggal diam dia pun menyahut.


" Apa klean?? Bosan hidup klean.. apa perlu ku mutilasi." bentak Zaena kesal.


" Cantik-cantik kok serem." ucap Dedi tiba-tiba.


Zaena tersipu karena Dedi mengatakan dirinya cantik. dia ingin membalas nya tapi sudah keduluan Pak Penghulu datang.


" Tunggu Kau yah!!" Ancam Zaena sambil mengepalkan tangannya kearah Dedi.


Dedi hanya hanya tersenyum, dia benar-benar dibuat terpana melihat kelakuan Zaena yang unik bin ajaib.


Lila pun menarik sahabat nya itu, agar fokus melihat momen sakralnya Haikal dan Mila. Semua keluarga telah berkumpul di ruangan itu. Hana dan Rubel juga duduk di dekat Lila dan Zaena. Tak menunggu waktu lama, Haikal pun selesai mengucapkan Ijab Kabul nya dan disambut meriah para tamu undangan.


" **Sah!!"

__ADS_1


" Sah!!"


" Sah**!!"


" Alhamdulillah, akhirnya sah juga." semua orang merasa sangat bahagia. dan orang pertama yang memeluk Mila adalah Mamanya Haikal, yaitu Tante Lyra. dia begitu antusias karena impian nya sudah tercapai.


" Selamat yah sayang, semoga bisa sabar ngadepin anak Mama." ucapnya begitu bahagia. sambil melirik ke arah Haikal yang tersipu di puji oleh sang Mama dengan sindiran. Om Purwanto hanya tersenyum mendengar istrinya berbicara.


" Ya Mama." ucapnya lirih. kemudian memeluk sang Mama, Papa dan semua keluarga baru setelah itu bersalaman dengan sahabat-sahabat nya.


Kecuali Zaena, dia takut Zaena akan mengerjainya. karena dia sudah keterlaluan meledek Zaena.


" Oh kek gitu kau Rupanya giliran Mau makan Enak saja Kau tak mau Salami aku." ucap Zaena kesal. sehingga semua orang kembali riuh.


" Udah Zae.." ucap Lila lembut membujuk Zaena.


" Kau juga Panggil Awak Zae-zae." ucapnya dan bersungut-sungut. Hana menghampiri Zaena dan memeluk nya.


" Duh cantiknya kawan aku nih, jangan ngambek lah, nanti cantiknya ilang." bujuk Hana lembut. Zaena pun terlihat kikuk dan membalas pelukan Hana.


" Kau emang Baek lah Na, gak sama kau dengan suami dan sepupu kau itu." sindir Zaena pada Rubel dan Haikal.


" Iyalah cemana nak sama, aku perempuan sedang kan mereka laki-laki." jawab Hana mulai menggoda Zaena.


" Heuh ." ucapnya sambil melirik gemas ke arah Hana.


" Jangan kek gitulah, orang cantik itu senyum bukan cemberut biar para pria itu mengejar-ngejar kau." ucap Hana sambil melirik ke arah sahabat-sahabat Haikal. Rubel mencubit lengan istrinya karena Hana melihat kearah cowok-cowok ganteng sahabat Haikal.


Diantara 6 Sahabat Haikal hanya Dedi yang masih lajang, yang lainnya cuma lajang diluar Rumah kalo didalam Rumah Mereka Para SSTI (Suami-suami Takut Istri).


Entah apa yang ada di benak Dedi dia benar-benar penasaran dengan Zaena. dia pun menghampiri Zaena disaat yang lain sedang sibuk menyantap makanan yang dihidangkan oleh pihak Catering yang di pesan oleh Om Purwanto.


Hana sedang berbicara dengan Zaena.


tiba-tiba Dedi mengulurkan tangannya mengajak Zaena berkenalan.


" Dedi." ucap Dedi tiba-tiba. Zaena terkejut karena dia masih kesal dengan laki-laki yang dari tadi mentertawakan dia terus.


" Zaena." ucapnya pelan kemudian secepat kilat dia menarik tangan nya, agar tidak ketahuan bahwa Zaena sangat gugup hingga tangannya terasa begitu dingin. Dedi benar-benar dibuat suka dengan tingkah Zaena yang begitu unik.


" Boleh minta nomor ponselnya." ucap Dedi to the poin. membuat semua orang melihat ke arah mereka.


" Wuih Jomblower beraksi." ledek sahabat Haikal yang lain.


Tanpa malu-malu Dedi benar-benar tidak ingin berlama-lama untuk dekat dengan Zaena. dia pun mengeluarkan jurus gombalnya agar Zaena bisa segera luluh hatinya. dia mengambilkan makanan dan kemudian memberikannya kepada Zaena.


" Ini, untukmu." ucap Dedi sambil memberikan beberapa cake dan secangkir kopi susu untuk Zaena. membuat Zaena semakin tersipu dibuat Dedi.


" Luar biasa." ledek Haikal pada Dedi namun hanya dibalas senyuman oleh Dedi.


*****


Mila dan kelurganya sangat diperhatikan oleh semua keluarga Agiawan. Ibu menyediakan makanan kepada Nenek Mila, sedangkan adiknya Mila Mutiara diperhatikan oleh Om Purwanto. dia sangat senang melihat gadis kecil itu yang terlihat begitu cekatan membantu membawakan makanan untuk para keluarga. sungguh membuat dia bangga punya menantu seperti Mila yang mempunyai adik yang sangat rajin dan giat.


Keluarga Ibu Mae juga hadir mereka terlihat antusias melihat acara itu. walaupun sangat sederhana tapi makanannya begitu mewah.


Mira berjalan ke arah Hana sambil membawakan makanan ditangannya.


" Tante ini buat Tante Hana." ucapnya lembut sambil menyodorkan sebuah piring penuh dengan Cake.


" Duh si cantik kok repot-repot." ucap Hana meraih piring itu dan memeluk Mira.


" Enggak Repot kok Tante, Mira sayaaaang sama Tante Hana. ucapnya begitu panjang. Rubel pun menggendong Mira yang lucu.


" Om, Tante kenapa pake kursi Roda?" ucap Mira terlihat sedih. Hana hanya tersenyum mendengar celoteh Mira. Rubel pun tidak ingin menyinggung perasaan ini, dia pun berusaha berfikir menjawab pertanyaan Mira tanpa menyakiti hati Hana.


" Tantenya lagi sakit, badannya masih lemas jadi duduk di kursi roda biar gak cepat capek." ucap Rubel agar Mira mengerti.


" Oh gitu, Tante cepat sembuh yah ucapnya sambil tersenyum dan dibalas senyuman oleh Hana.


Hana agak pusing, dia mendorong kursi rodanya kearah kamar. Rubel pun menurunkan Mira dan segera menyusul Hana.

__ADS_1


" Kenapa Sayang?" tanya Rubel bingung. sambil mengelus lembut kepala Hana.


" Pusing." ucap Hana sambil menggelayut di lengan Rubel. Hana mulai terlihat manja. Rubel sangat senang melihat Hana mulai merubah sikap nya.


Rubel pun menggendong Hana ketempat tidur. Hana segera membuka jilbab dan cadarnya. dia terlihat sangat pucat.


" Sayang, apakah Ana sudah siap untuk hamil?" tanya Rubel tiba-tiba. seketika ekspresi wajah Hana berubah.


" Hamil???" tanya nya tak percaya.


" Iya, Ino yakin Ana sedang hamil." ucap Rubel begitu yakin.


" Ehm, entahlah."


" Kok entahlah?" tanya Rubel bingung.


" Apa Ana bisa mengurus anak-anak dengan kondisi seperti ini??" tanya Hana agak berkecil hati.


" Sayang Ana kan gak sendiri, ada Ino ibu, ayah dan juga yang lain yang sangat sayang sama Ana." ucap Rubel sambil memeluk Hana.


Hana terdiam, dia sungguh bingung. tapi kata-kata Rubel ada benarnya, dia tidak hidup sendiri banyak keluarga yang sayang dengan nya.


Matanya mulai berkaca-kaca, dia terus menatap Rubel. selama ini dia keliru terlalu terbawa emosi sehingga dia sendiri menjadi sakit karena hatinya terlalu hanyut dalam sikap dingin Rubel.


" Maafin Ana yah sayang, gak seharusnya Ana menyalahkan Ino." ucap Hana dan menghamburkan pelukan kepada Rubel. Rubel pun membalas pelukan Hana. dia juga merasa bersalah karena belum bisa menjaga hati Hana.


" Jangan gitu, Ino juga salah bikin hati Ana sedih, jadi mulai sekarang kita harus saling mengingatkan, saling sabar, saling pengertian, saling menguatkan agar pernikahan kita bisa berlanjut hingga kita menua." ucap Rubel begitu bijak.


Hana mengangguk lembut, menyadari bahwa dia sendiri masih sangat jauh dari kata sabar. Tiba-tiba Rubel mengelus lembut Perut Hana yang masih rata.


" Mudah-mudahan Rahim ini bisa kuat dan kamu benar-benar sedang hamil." ucapnya meyakinkan.


" Aamiin."


******


Tiba-tiba Para dokter dan perawat terdekat dengan Mila dari Rumah Sakit Z datang.


Banyak dokter yang menghadiri acara itu sekedar untuk mengucapkan selamat pada Mila.


Semua orang terperanjat karena diantara mereka Juga hadir Vierra. awalnya dokter Lidya tidak mengajak Vierra tapi Vierra berjanji tidak akan merusak acara itu, dokter Lidya pun menyetujui keponakannya itu untuk ikut menghadiri acara itu.


Seketika wajah Mama Melisa berubah sangat geram. Rasanya dia ingin memukul wajah Vierra yang berpura-pura manis di depan semua orang. Bibi mengetuk kamar Hana dan memberitahukan Rubel bahwa Vierra datang.


Rubel terperanjat dia sangat kesal mendengar nama Vierra, tapi bagaimana pun Vierra juga tamu Mila.


" Ino gak usah keluar." ucap Hana menarik lengan Rubel yang hendak beranjak dengan tangan di kepalnya.


" Maaf yah den Bibi hanya bingung melihat dia datang." jawab Bibi terbata-bata.


" Gak apa-apa Bi." jawab Hana, Bibi pun segera keluar dan menutup pintu karena Hana.


Dokter Lila dan Zaena juga sangat berang melihat Vierra yang sok manis. Tapi wajah Vierra telah di tandai oleh Om Purnawan dan Om Purwanto mereka melihat Foto Vierra di Slide foto data Pribadinya yang dikirim oleh sekretaris nya Om Purnawan.


Mereka berdua menahan amarahnya, agar tidak mengacaukan acara Haikal.


Ibu menghampiri Vierra dan menanyakan maksud kedatangannya. bagaimana pun ini adalah Rumah nya, dia berhak untuk tahu maksud kedatangan perempuan yang telah menghina anak dan menantunya.


" Kenapa kamu ke sini???" tanya ibu sedikit ketus, Om Purnawan dan Om Purwanto tidak bisa mencegah adiknya bagaimana pun Ibu adalah Tuan Rumah.


" Aku hanya ingin mengucapkan selamat untuk Mila." ucapnya tanpa rasa bersalah.


" Baiklah karena hari ini hari bahagia keponakan ku, maka aku ingatkan kepada mu, jangan pernah sekali-kali kamu merusak acara bahagia ini jika tidak aku akan menghancurkan hidup dan karir mu juga seperti kau menghancurkan karir menantu ku." Ancam Ibu.


Vierra hanya mengangguk karena saat ini dia pun tidak punya daya, Karen dia tidak membawa para bodyguard nya. dia terlihat sangat ketakutan karena bodyguard nya Om Purwanto dan Om Purnawan telah berdiri disebelah Ibu. mereka cukup ramai dan bisa saja melemparkan Vierra keluar.


"


"


"

__ADS_1


" hai sahabat Dokter Cool Jangan lupa vote like dan komennya terimakasih 😍🤗"


__ADS_2