Dokter Cool

Dokter Cool
BAB 39


__ADS_3

#Edisi dewasa anak kecil di larang baca resiko tanggung sendiri yah 🤣# 🤗😍


" Siapa?" tanya Hana pada Rubel yang kembali masuk kedalam kamar Hana.


" Gak tahu tapi sepertinya ada yang iseng ngerjain kita." ucap Rubel dengan wajah genitnya. hendak menggoda Hana.


Dia pun membaringkan tubuhnya di ditempat tidur Hana.


" Sini!" panggil Rubel pada Hana. yang masih berdiri hendak menggantikan pakaiannya.


" Bentar ana ganti baju dulu yah." ucap Hana dan membuka pintu lemari.


" Gak usah, gitu aja."


" Gak ah, handuknya basah."


Rubel hanya memandangi Hana yang bersembunyi di balik lemari."


" Jangan ngintip-ngintip nanti matanya bintitan." ucap Hana. sambil mengenakan baju daster nya.


" Gimana mau bintitan orang udah sah kok." ucap Rubel membela diri.


Hana pun menghampiri Rubel, dia sengaja menggunakan daster agar tidak menggoda mata Rubel.


Rubel langsung memeluk Hana dari belakang. dia tidak ingin melepaskan Hana. dia mencium rambut Hana yang baru saja keramas. dia menyandarkan kepalanya di pundak Hana. sambil memainkan rambut Hana yang masih basah. membuat dia terbuai dengan harum tubuh dan rambut Hana, perlahan-lahan dia mencium leher Hana, tak ada sambutan dari Hana.


Hana masih gugup untuk membalas perlakuan Rubel padanya. di gigit bibirnya ada perasaan aneh menyeruak di dadanya. Rubel terus memberi sinyal padanya dengan mencium lembut leher hana, dan pelan-pelan dia menggigit leher Hana yang jenjang.


Hana masih bingung, ini adalah pengalaman pertama dalam hidupnya. ingin dia menolak tapi ini adalah kewajiban nya sebagai istri.


Rubel tetap berusaha membuat Hana merasa nyaman. Dia ingin Hana melakukannya bukan karena paksaan. dia ingin Hana menikmati setiap sentuhan yang dia berikan kepada Hana.


Sayup-sayup terdengar suara azan Dzuhur. Rubel menghentikan foreplay nya.


" Kita lanjutkan nanti yah sayang."


" Sekarang kita sholat Dulu." Rubel segera pergi mandi dilanjutkan mengambil wudhu. Hana pun mengikuti nya dan mereka sholat bersama. tiba-tiba suara pintu diketuk lagi.


Hana membuka pintu, dan keluar masih menggunakan mukenanya.


Dia heran semua penghuni rumah sedang berdiri di depan pintunya.


" Ada apa?" tanya Hana bingung.


" Siapa sayang? tanya Rubel.


Dan mengikuti Hana ke depan pintu. semua orang segera bubar berpura-pura sedang lewat. Ada yang sibuk memainkan Ponselnya, ada yang berpura-pura bersiul-siul. dan sikap mereka terlihat dibuat-buat. muncul lah ide Rubel untuk mengerjai semuanya.


" Sayang, ronde ke dua yok!!" ucap Rubel sambil menarik Hana kedalam kamar. dan berpura-pura mengunci pintu.


" Ronde ke dua?" tanya Hana bingung.


" Ssssstttttt."


Rubel memberi kode kepada Hana untuk mengecilkan suaranya. Tak berapa lama mereka membuka pintu secara tiba-tiba, Haikal yang bersandar di depan pintu jatuh kedalam kamar yang lain segera merubah haluannya.


Spontan Rubel dan Hana tertawa. Nyai yang duduk di ruang tengah hanya tersenyum melihat keluarga besarnya yang iseng ngerjain pengantin baru malah dikerjain balik sama pengantin baru.


Haikal benar-benar merasa tercyduk. dia segera pergi dari kamar Hana dengan wajah memerah.


Hari makin senja, Rubel dan Hana baru saja memulai latihan Chikung. mereka tidak ingin melewatkan 1 hari saja. Rubel berharap dengan latihan Chikung setiap hari kesehatan Hana bisa segera lebih baik.


Mama menghampiri keduanya.


" Sayang, kalian lagi apa? tanya mama.


" Lagi latihan Chikung Ma." jawab Rubel.


" Apa itu?" tanya Mama bingung.


" Meditasi yang menyehatkan Ma." jawab Rubel.


" Oh." jawab Mama pendek.


" Bel beberapa hari lagi Mama dan Papa Joe akan kembali ke Sydney.


" Apa gak terlalu cepat?" tanya Rubel.


" Papa harus segera pulang, karena cuma ambil cuti beberapa hari ." ucap Mama menjelaskan.


" Ya Rubel gak bisa menahan Mama dan Papa Joe lebih lama, tapi nanti kalo Rubel ambil cuti lagi, Rubel dan Hana akan mengunjungi Mama dan Papa."


"Janji yah." ucap Mama berharap.


" Insyaallah Ma. Do'ain Hana sehat terus yah Ma." Ucap Rubel penuh harap.


"Mama maafin Rubel menyembunyikan keadaan Hana dari Mama." ucap Rubel dalam hati.


Mama berlalu masuk kedalam Rumah. meninggalkan mereka berdua yang masih berlatih Chikung.


Hana baru menyelesaikan meditasi nya. Wajah nya berkeringat, seperti orang yang baru saja melakukan pekerjaan berat.


" Sayang kamu baik-baik aja?" Tanya Rubel pada Hana.


" Gak apa-apa cuma sedikit capek." ucap Hana.


" Sayang, gendongin Hana yah." ujar Hana tiba-tiba.


" Kamu Kenapa? Tanya Rubel khawatir.


Wajah Hana memang terlihat pucat.


" Boleh yah? ucap Hana memohon.


Rubel pun menggendong Hana di punggungnya. dan mereka masuk kedalam kamar.


Hana turun dan langsung berbaring di tempat tidur.


" Kamu sakit?" tanya Rubel.


Hana menggeleng kan kepala.


" Terus?"


" Cuma pengen di gendong Ino." jawab Hana dan tersenyum menggoda.

__ADS_1


Rubel menatap Hana gemes karena Hana mengerjainya, dia memegang dagu Hana hendak mencium Hana tapi terdengar seseorang mengetuk pintu.


Kali ini Hana tak bisa lagi menahan tawanya.


" Duh siapa lagi sih."


" Sepertinya adegan malam pertamanya memang harus malam-malam biar gak ada gangguan." Ucap Rubel kesal.


" Siapa? tanya Rubel dari dalam dia malas keluar kamar.


" Ini Nyai sayang." buru-buru Dia membuka pintu untuk Nyainya.


" Maafin Rubel yah Nyai." ucap dia merasa bersalah.


" Gak apa-apa sayang." Rubel pun menarik kursi roda Nyai kedalam kamar.


Nyai memeluk Hana dan Rubel, tiba-tiba Nyai menangis.


" Nyai kenapa?" tanya Rubel heran.


" Sayang, Nyai khawatir dengan Hana."


" Nyai gak usah sedih Rubel akan menjaga dan merawat Hana hingga dia benar-benar sembuh." ucap Rubel menenangkan Nyai nya.


Hana memeluk Nyai. dia mengerti Nyai begitu sayang dan begitu menghawatirkan keadaannya.


*****


Malam ini Rubel dan Hana sengaja masuk kedalam kamar masing-masing. semua yang melihat merasa aneh.


" Masa pengantin baru tidurnya misah."


" Yah Gak seru !!" Ujar Haikal.


Tiba-tiba Om Purwanto muncul dan menjewer kuping Haikal.


" Aduh sakit Pa." Haikal meringis kesakitan.


" Ganggu aja." Ujar Papa nya.


" Abis penasaran Pa." Ceplos Haikal.


" Makanya nikah jadi gak penasaran sama orang lain."


Haikal tersipu malu, dia tidak menyangka Papanya akan datang malam ini.


Rubel dan Hana telah berada dalam 1 kamar, Rubel masuk dari pintu rahasia yang tersambung di kamar mereka.


Rubel menatap Hana sangat dalam, dia ingin malam ini adalah malam pertama yang tidak akan pernah mereka lupakan.


Hana membalas tatapan Rubel, dia juga ingin malam ini malam seutuhnya dia memberikan cinta dan sayangnya kepada Rubel.


Rubel membuka kancing baju nya satu persatu, dan dia melepaskan pakaiannya, nampaklah oleh Hana tubuh Rubel yang putih dan sixpack.


Hana tersenyum melihat perut Rubel yang mirip roti sobek. Mereka berdua saling beradu pandang.


Rubel mendekat kan dirinya. dia mulai membuka pakaian Hana. tak ada penolakan dari Hana, dia bersikap lebih pasrah dari sebelumnya.


Rubel memulai semuanya dari kecupan lembut di kening Hana. Hana mulai merasakan nafasnya yang perlahan-lahan naik turun.. rasa gelisah bercampur dengan rasa geli yang membuat tubuhnya seperti kesetrum.


Kecupun demi kecupan lembut, mulai membanjiri setiap lekuk tubuhnya. Rubel mulai memainkan lidahnya di setiap inci bukit yang sintal membumbung tinggi, dikecupnya pucuk bukit itu dia pun meninggalkan jejak disana.


lenguhan demi lenguhan tak lagi dapat di tahan. mereka berdua hanyut dalam buaian syurga dunia. Rubel terus memainkan pucuk gunung yang sintal itu, dia pun membuat hana tak mampu menahan gejolak.


" I love u" bisik Rubel di telinga Hana.


" I love U too." jawab Hana lembut.


Kini Hana mulai memainkan perannya, dia merasakan nikmatnya yang tiada Tara, dia juga ingin kekasihnya itu merasakan hal yang sama, dan diapun membalas kecupan itu di tubuh bidang laki-laki yang kini telah sah menjadi pangeran hidupnya.


Rubel tak bisa menahannya lagi, sesuatu mendesak dibawah sana minta di arahkan, perlahan lahan dia mencoba menerobos pintu yang masih sempit itu, dia ingin cintanya nya tidak merasakan sakit. tapi berulang kali dia mencoba, dan akhirnya sesuatu mengalir dibawah sana, tanda kesetiaan yang selama ini dia jaga, untuk pangeran cintanya.


Perlahan-lahan dia melakukannya, agar cintanya tidak merasakan trauma malam pertamanya. erangan, lenguhan membanjiri mulut mereka, dan akhirnya mereka tiba di puncak rasa yang tak biasa terukir di mulut mereka.


Rubel menatap Hana sangat lembut. malam ini mereka menghabiskan malam panjangnya. tak ada lagi ketakutan, di raut wajah Hana yang bila disentuh selalu berteriak histeris.


Hanya kepatuhan dan rasa kewajiban memenuhi jiwa dan raganya. debar jantung yang tadi berlari kini mulai mereda, tubuh itu kini berada dalam peraduan cinta yang telah bertahta.


Nokhta cinta yang terukir indah tak hanya dibibir saja. tapi raga itu kini telah bersentuh tanpa sekat yang membatasi karena status.


Malam kian larut, hingga membawa mereka terlena dalam pelukan cinta, dan tertidur Hinga terbit mentari jingga.


Rubel bangun lebih awal, dan dia pun mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai mandi dan berpakaian dia pun membangunkan Hana.


" Sayang, bangun kita sholat yuk!" ucap Rubel lembut di telinga Hana. Dia pun mengecup lembut kening Hana


Hana mengerjapkan matanya, dia merasakan tubuhnya sedikit lelah, dia mencoba bangun, tapi dia merasakan perih dibawa sana.


" Sakit." ucap nya pelan.


" Jadi mau diapain?" tanah Rubel bingung.


sambil mengelus rambut Hana.


"Gak apa-apa nanti juga gak sakit lagi."


ucap Nya mencoba menghibur.


Hana mencoba bangun dan berjalan pelan menuju kamar mandi.


Ini pertama kali nya dia bangun dan mandi di subuh buta.


Dia keluar dari kamar mandi dengan tubuh menggigil kedinginan.


Rubel mengambil kimono handuk dan menutup tubuh Hana.


" Ino sholat duluan yah sayang." ucapnya pada Hana.


" Tunggu sebentar yah ana pake baju dulu." ucap Hana.


Mereka pun sholat bersama.


selesai sholat Rubel mengeringkan rambut Hana dengan hair dryer. mereka berdua tidak ingin orang curiga akan aksi malam pertama mereka.


" Sayang Ino keluar dari kamar sebelah aja yah." Ucap Hana.

__ADS_1


" Sip. ide yang cemerlang." ucap Rubel dan tersenyum bahagia.


" Nanti siang kita ronde ke dua yah." ucapnya sambil melirik dengan genitnya.


" Enggak Ah, kalo siang-siang banyak orang yang lagi pasang mata, apalagi hari ini hari libur." jawab Hana menolak lembut.


" Nanti kalo kepengen gimana?"


" Tahan dikit lah."


" Kalo gak bisa nahan?"


" yah tidur lah."


" kalo gak bisa tidur."


" pergi makan aja."


" Hana kamu bicara dengan siapa? tanya Ibu dari luar kamar. Rubel segera pergi ke kamar sebelah lewat pintu rahasia.


" bye cinta." nanti malam lagi yah.


Hana merasa lucu, mereka seperti pasangan yang sedang main kucing-kucingan.


Hana pun keluar kamar, dengan wajah berpura-pura ngantuk.


" Iya Bu." jawab Hana sambil menutup mulutnya karena kantuk.


" Tadi kamu bicara dengan siapa?" tanya ibu merasa aneh.


" Enggak ada Bu, Hana baru aja bangun."


Hana pun beranjak keluar kamar, mencoba mengetuk pintu kamar Rubel.


" Sayang, sayang bangun" Panggil Hana pada Rubel. Rubel pun berjalan ke arah Hana.


" Enak tidurnya?" tanya Rubel bersandiwara. Hana mengangguk dia tidak ingin sandiwara nya terbongkar.


Rubel mencium kening Hana dengan lembut.


semua mata tertuju pada mereka berdua.


" Kok tidurnya gak satu kamar?" tanya Mama pada mereka.


" Gak apa-apa biar gak ada yang kepo." jawab Rubel.


Mama tersenyum kecut, karena Mamanya sendiri kepo dengan malam pertama keduanya.


Ibu dan bibi telah menyediakan sarapan.


" Ibu masak apa kok baunya enak banget?" tanya Rubel.


" Nasi kuning, telor balado ayam kecap dan sambal terasi." Jawab ibu.


" Wah udah lama banget gak makan nasi kuning." ucap Rubel sambil mulut nya berdecap.


" Hush!! gak sopan." ucap Mamanya.


" Enggak Apa-apa mbak." ucap Ibu nya Hana.


" Maaf yah Bu, abis bikin mood booster. " ucap Rubel.


Hana diam, entah mengapa dia tidak berselera makan.


" Kok, gak makan?" Tanya Rubel padanya.


" Kepengen bubur." jawab Hana.


" Bubur?"


" Bubur ayam." jawab Hana cepat.


" Dimana nyarinya?" Tanya Rubel bingung.


" Nanti siang bibi buatin mau?" tanya bibi tiba-tiba.


" Kok kaya orang ngidam?" potong Haikal..


" Jangan-jangan udah duluan gituan?" ucap Haikal menebak.


" Hush enak aja. gimana mau hamil Orang baru aja nikah." jawab Hana membela Diri.


Rubel tidak membalas ucapan Haikal dia asik mengunyah sarapannya yang sangat enak membuat nya tak henti-hentinya mengunyah.


" Iya Bi, Bibi buatin yang enak yah, sambelnya yang banyak." jawab Hana pada bibi.


" Eits, enggak-enggak gak pake sambel." timpal rubel.


" Yah gak enak dong makannya kalo gak pake sambel."


" Pokoknya Enggak titik." ucap Rubel tegas.


Hana memalingkan wajahnya.


" Kalo gak izinin makan pedes yah udah ntar malam tidur sendiri." ceplos Hana tanpa sadar.


Rubel memberi kode pada Hana.


tapi Hana tak menggubris nya.


" Kalo udah ngambek semua nya dilepasin gak pake kontrol." bisik Rubel pelan.


Hana diam, dia mencoba mengunyah sarapannya walaupun sedikit dia harus tetap makan.


" Gak boleh gitu, semalem udah tidur masih-masing ntar malam tidur lagi sendiri-sendiri. entar Kualat tuh ma suami."


Hana tersipu malu, dia melirik ke arah Rubel.


" Maafin yah sayang." ucapnya sambil menarik tangan Rubel dan menciumnya.


Rubel tersenyum menggoda, dia merasa ibu begitu membela nya.


" Jadi entar malam makan enak yah." ceplos Haikal menggoda Hana dan Rubel.


sontak semua tertawa. mereka berdua hanya tersenyum simpul. andaikan saja orang tahu mereka punya pintu rahasia pasti dari semalem udah gangguin mereka lagi.

__ADS_1


Hai, sahabat Novel Dokter Cool,terimakasih suportnya buat Author, dukungan kalian adalah semangat untuk kami terus berkarya " i love u All. 🤗😍


__ADS_2