
hari ini hari Sabtu, Rubel telah menyampaikan maksudnya kepada nyai, dia juga telah meminta tolong, Lila, Dion, Haikal dan Ustadz serta beberapa orang untuk menghadiri acara lamaran nya dengan Hana.
tapi dia lupa mengabari mama dan papa Joe. "bisa-bisa mama membenci ku gara-gara jadi anak durhaka tidak memberi tahu sedikit pun tentang lamaran ini." ujarnya pelan. sambil memandang langit-langit kamarnya. meraih ponselnya dan menelpon melalui pesan chat ya.
"hari masih pagi dan Sydney paling jam 10 ujarnya." tak berapa lama telp pun tersambung.
"assalamualaikum." ujarnya pada mama.
"wa'alaikum salam, gimana kabar mu sayang?" tanya mama cepat.
"Alhamdulillah, Ma Rubel mau nyampein sesuatu sama mama, tapi maaf Rubel telat kasih tahu." ujarnya agak pelan.
"hari ini Rubel mau melamar gadis pujaan Rubel." ujarnya menjelaskan.
mamanya tersedak dia tidak menyangka hanya dengan waktu sangat singkat Rubel akan segera menikah, bahkan melamarnya pun hari ini.
"kok mama baru di kasih tahu." ujar mama sedikit kecewa.
"maafin Rubel yah ma, karena terlalu sibuk jadi Rubel baru sempat kabari mama." Ucapnya menyesal.
"seandainya kamu kabari lebih awal mungkin mama bisa hadir." ucapnya sedih.
"mama jangan sedih yah, nanti sebelum hari H Rubel segera kabari mama dan papa Joe agar bisa hadir dihari pernikahan Rubel."
"siapa gadis yang telah mengambil hati anak mama?" tanya mama penasaran.
"dia Hana ma, dia teman Rubel waktu TK dan SD dia juga teman mengaji Rubel waktu kecil." jawabnya menjelaskan.
"apakah dia dari keluarga baik-baik?" tanya mama agak sensitif.
"Alhamdulillah ma, dia anak keluarga baik-baik ayahnya hanya seorang tukang bangunan dan ibunya tukang kue keliling." dulu ibu nya sering kerumah nyai bawain makanan.
mama Melisa terdiam, dia tidak menyangka akan mendapatkan besan dari keluarga biasa saja. tapi dia tidak ingin menyakiti hati anaknya. walaupun sebenarnya dia kecewa akan pilihan Rubel.
"ya sudah terserah padamu, mama hanya bisa mendoakan kebahagian kalian."ujarnya agak berat.
"makasih yah ma, makasih udah mengizinkan Rubel untuk memilih pasangan yang Rubel mau."
"iya." jawabnya pendek.
Rubel sangat bahagia, rasa bahagia itu mengalahkan fikiran akan mamanya yang menjawab tanpa semangat.
dia meminta Lila untuk membantunya mempersiapkan segalanya, dari seserahan lamaran, buah tangan bahkan cincin pertunangan. Lila dengan senang hati membantunya.
Rubel menelpon seseorang temannya yang bekerja sebagai MUA. dia meminta Sinta untuk kerumah Hana untuk mendandani calon istrinya. dia ingin hari ini menjadi hari yang sangat spesial baginya. hari dimana dia menepati janjinya untuk melamar gadis yang dulu dia tinggalkan sebelum dia ke Australia.
suara ponselnya berbunyi, dia segera menerima telpon itu.
"assalamualaikum." suara dari seberang.
"wa'alaikum salam." jawab rubel.
"iya ada apa tanya Rubel agak tergesa-gesa." fikirannya agak sedikit gusar karena belum memilih pakaian yang akan dipakai nanti malam.
"Hana pake baju apa yah?" tanya Hana bingung.
"karena ibu dan ayah belum punya uang buat beli baju." ucap Hana pelan dan agak tercekat.
"barulah dia sadar." karena dia hanya memikirkan persiapan saja tapi tidak memikirkan keadaan mereka berdua yang tidak ada persiapan apapun.
"astagfirullah. kenapa bisa seperti ini."ujarnya kesal.
untung acara nanti malam kalo tidak dia akan memakai pakaian dokternya.
"ana tunggu dirumah yah nanti Ino akan kirim orang untuk mengantarkan baju buat ana. ujarnya menjelaskan.
"iya." makasih yah sayang." ucap Hana sambil menutup telp.
Rubel menelpon temannya yang punya butik, dia meminta kemeja dan semi kebaya. dan meminta orang untuk mengantarkan kemeja casual berwarna abu-abu kerumahnya dan baju semi kebaya berwarna silver kerumah Hana di kampung K.
tidak terasa waktu telah jam 2 siang karena terlalu sibuk memikirkan lamarannya dia lupa belum sholat Dzuhur. bergegas dia mengambil wudhu dan melaksanakan sholat. selesai sholat dia langsung ke meja makan karena perutnya sudah bernyanyi minta di isi ulang. nyai yang melihat tingkah Rubel tidak biasa segera menghampiri nya.
__ADS_1
"kok telat makan?" tanya nyai pada Rubel yang tidak biasanya.
"Ino terlalu panik, padahal orang lain mengurus semua keperluan lamaran, tapi Ino sampai lupa bahwa Ino dan ana belum ada pakaian untuk nanti malam." Ujar nya menjelaskan.
"trus.?" tanya nyai bingung.
"Alhamdulillah Ino langsung hubungi teman yang punya butik dijalan P meminta baju kemeja untuk Ino dan semi kebaya untuk Hana." ujarnya menjelaskan kepada Nyai. kemudian menyelesaikan makannya.
"bagaimana dengan mama? apa ini sudah mengabari mama soal lamaran ini?" tanya nyai penuh harap. dia juga lupa memberi tahu dari hari-hari sebelumnya kepada anaknya Melisa.
"udah nyai, tadi pagi Rubel menelpon mama. dan memberi tahukan soal lamaran ini, tapi mama kaget karena Ino mengabari sangat mendadak seperti ini, kalo lebih awal mungkin mama bisa segera kemari." jawab Rubel menjelaskan.
"apa mama setuju?" tanya nyai agak ragu.
"mama bilang terserah sama Ino, mama hanya bisa berdoa untuk kami berdua. jawabnya pada nyai.
Perkataan Rubel seperti menjadi beban pikiran Nyai. karena dia sangat hapal selera anaknya Melisa. di tidak suka dengan orang yang tidak berpendidikan, papa Rubel adalah orang terpandang dan berpendidikan.
Tapi dibelakang nya papa Rubel mempunyai Simpanan sehingga dia meminta cerai dari papa Rubel. dan berangkat ke Australia saat Rubel masih sangat kecil kemudian dia menikahi Joe karena laki-laki itu seorang yang berpendidikan dan bertitel walaupun pada saat itu Joe pernah terpuruk tapi karena kecerdasannya, dan kesetiaan Melisa mereka bisa hidup lebih baik hingga saat ini dan bisa menyekolahkan Rubel hingga menjadi dokter bedah seperti saat ini.
Rubel berkaca melihat dirinya mengenakan kemeja casual. berwarna abu-abu yang baru saja datang di antar oleh pegawai butik temannya. baju itu pas di badannya dia berbalik ke arah kanan dan kiri meyakinkan bahwa dia cukup ganteng Dengan kemeja itu dengan lengan yang sebatas siku. dia mengenakan celana panjang berwarna hitam.
*****
Dirumah Hana, sudah datang orang untuk menyulap rumah kecil Hana menjadi sebuah tempat yang istimewa. dengan sentuhan seorang yang ahli dalam mendekorasi ruangan dengan tema balon hati.
para emak-emak tetangga Hana telah sibuk membantu ibu nya Hana untuk menyiapkan hidangan untuk nanti malam. ada yang membantu menyediakan cemilan untuk para pendekor ruangan.
semua sibuk dengan tugas nya masing-masing. Hana hanya duduk diam melihat mereka yang bolak balik berlalu lalang. Hana hendak membantu para emak-emak tapi mereka melarang nya. Hana masuk kekamarnya dia merasa bosan hanya duduk diam tanpa membantu siapa pun.
"Hana ada tamu." teriak seseorang kepadanya dari luar. diapun bergegas menuju keluar.
"maaf mbak Hana ini ada pesanan dari dokter Rubel untuk mbak Hana." ujar orang itu sambil menyodorkan sebuah kotak pada Hana, dan hana menerimanya dengan antusias.
"terimakasih sudah diantar." jawab hana.
dia hendak membuka kotak itu tapi lagi-lagi para emak-emak mengomelinya.
Hana tersenyum dan berlalu membawa kotak itu kedalam kamar.
dibukanya pelan-pelan kotak itu, dia sangat terbelalak sebuah baju kebaya berwarna silver dengan kain batik berwarna hitam. dia melihat masih ada Lebel harga nya disitu harganya 2,5 jt. ana tertegun melihat Lebel harga itu secara selama ini dia hanya pake baju dengan harga 50 ribu dan paling mahal 150 rb. itu pun dibeli ibunya dengan cara menyicil dari tetangga yang jualan baju kredit.
******
waktu terus berlalu, sudah waktunya sholat magrib, dia bergegas mengambil wudhu karena kemarin datang bulannya telah selesai.. dan segera melaksanakan sholat.
selesai solat tiba-tiba seseorang mengetuk pintu. hana menghampiri tamunya,ada dua orang sedang berdiri di depan pintu dengan sebuah tas kecil ditangan nya.
"maaf, apa benar ini rumah mbak Hana?" tanya perempuan itu padanya.
"saya MUA yang di pesan oleh Rubel." ujarnya menerangkan.
Hana tidak begitu paham apa yang dibicarakan oleh perempuan itu, tapi dia segera mempersilahkan kedua tamunya untuk masuk.
"mbak kita make-upnya dimana?" tanya salah seorang dari mereka.
barulah ana sadar bahwa yang dimaksud perempuan ini hendak merias nya.
"dikamar aja mbak." ucapnya pada mereka berdua.
setelah hampir 1 jam Hana pun selesai di makeup. dia pangling melihat wajahnya di cermin. dengan rambut yang di sanggul.
selama ini dia tidak pernah berdandan berlebihan hanya bedak bayi dan lipstik baby pink yang selalu dia pakai.
kali ini dia dirias sangat berbeda dengan make up flawless, dengan lipstik baby pink, dan alisnya terlihat lebih tegas matanya terlihat lebih besar. dan sungguh berbeda.
selesai make up Hana mengenakan baju semi kebaya nya. para MUA izin pamit karena masih ada pekerjaan di tempat lain. hana keluar menghampiri ibu dan ayahnya. mereka pangling melihat anak gadisnya seperti itu.
"alangkah cepatnya waktu, gak terasa Hana udah dewasa dan sebentar lagi akan dilamar orang." ujar ayah padanya.
Hana hanya tersenyum dia tidak tahu harus bilang apa pada ayahnya.
__ADS_1
"emangnya mau anak nya jadi anak kecil trus.". celutuk ibu pada ayah.
"yah enggak,cuma begitu cepatnya waktu berlalu gak terasa dia sudah dewasa." ucap ayahnya mengulang perkataan tadi. ibu dan ayah pun memeluk anak gadisnya itu bersamaan. raut wajah bahagia terpancar dari wajah mereka semua.
******
Rubel mondar mandir kaya setrikaan. nyai mengerti kegelisahan cucunya itu. dia ingin semua segera terlaksana, tak perlu menunggu waktu lama.
"duduk dulu,nanti kamu kecapean dari tadi mondar-mandir udah kaya setrikaan. ujar nyai pada Rubel.
tidak berapa lama teman-teman Rubel tiba dikediaman nya. barulah wajah kusam itu terlihat sangat senang.
"barang-barang seserahan nya mana? tanya rubel pada lila, Seperti takut belum dipersiapkan.
"ada tuh di mobil, tinggal kamu cek aja. kalo dibawa turun tambah repot. ujar Lila padanya.
"trus cincinnya?" tanya dia lagi.
teman-temannya tertawa melihat Rubel begitu panik.
"tenang, gak usah panik, semuanya udah selesai dipersiapkan oleh lila. kita hanya tinggal berangkat kerumah hana." ucap Dion menenangkan.
Haikal hanya tersenyum,dia tidak ingin mengomentari Rubel hari itu, harapannya Rubel bisa menjaga dan mencintai Hana setulus hatinya.
Mereka hendak berangkat, Diko menyetir mobil X berwarna silver milik Rubel, didalamnya ada nyai, bibi dan Rubel yang duduk di depan.
Haikal bersama Mila naik mobil nya sendiri, sedangkan Lila bersama Dion. dan beberapa orang bersama pak Ustadz.
tidak berapa lama mereka tiba di kampung K, mereka berhenti 10 meter sebelum masuk kedalam rumah Hana. mengatur jalan agar semua bisa membawa seserahan. di depan rumah Hana mereka di sambut dengan suka cita oleh kerabat pihak dari perempuan.
Pak Ustadz memimpin masuk kedalam Rumah. dan di iringi iringan-iringan seserahan yang dibawa oleh rombongan pihak pria. mereka pun dipersilahkan masuk kedalam rumah. walaupun rumah itu kecil namun tidak mengurangi hikmahnya prosesi lamaran.
Pak Ustadz menyampaikan, maksud kedatangan mereka. dan menanyakan kesedian keluarga calon mempelai perempuan untuk kesediannya menikahkan anak perempuannya.
Pihak keluarga perempuan dengan senang hati menerima lamaran dari pihak pria. dan Alhamdulillah selanjutnya penyerahan seserahan kepada calon mempelai perempuan.
"apakah kami bisa melihat calon perempuan nya?" tanya pak Ustadz kepada pihak keluarga Hana.
"tentu saja pak Ustadz." jawab ayah.
Hana keluar dari kamarnya, Rubel memandangi Hana tanpa berkedip, dia tidak menyangka gadis pujaannya nya itu bisa secantik ini. Semi kebaya yang di kenakan Hana terlihat sangat mewah. tidak hanya Rubel yang terpanah tapi semua orang melihat berdecak kagum melihat kearah Hana.
Karena gugupnya Rubel tak bisa berkata apa-apa.
nyai dengan kursi rodanya di dorong oleh bibi membawa kotak berisi cincin pertunangan.
Hana mencium tangan nyai. dan disambut begitu haru oleh nyai.
nyai memasangkan cincin berwarna gold itu ke jari manis Hana. orang-orang mengucapkan syukur atas kelancaran proses lamaran. dan selanjutnya kotak itu diserahkan ke ibu Hana untuk memasangkan cincin yang sama persis ke jari manis Rubel.
Selanjutnya pak ustadz memimpin do'a agar diberikan kelancaran pernikahan nantinya.
"Mak, Wati telah menyiapkan sedikit balasan seserahan, mungkin tidak seberapa mudah-mudahan bisa diterima." ujar ibu kepada Nyai sambil menyalami nyai Rubel dan mereka pun berpelukan.
semua keluarga berkumpul, dari pihak Rubel dan pihak Hana mengadakan rapat kecil untuk acara pernikahan. Rubel mengajukan pendapat nya.
"ayah, Rubel mau Minggu depan acara nikahnya." ujarnya pada ayah.
semua orang terkejut tidak menyangka Rubel akan mengatakan secepat ini.
"apa tidak terlalu terburu-buru tanya ayah tak percaya.
"tidak ayah semua sudah Rubel fikirkan baik-baik Rubel tidak mau menundanya lagi."
jelasnya pada Ayah. ayah tidak tahu harus mengatakan apa yang penting yang terbaik buat semua pihak keluarga.
ibu dan nyai menangis haru, mereka tidak percaya Rubel berhasil membuktikan cintanya pada Hana, walaupun alur pertemuan mereka bisa dibilang sangat unik. tapi semua karena kehendak Allah. para tamu undangan dipersilahkan untuk mencicipi hidangan yang telah disediakan.
tiba-tiba Hana terlihat sangat pucat, tangannya sudah sangat dingin. matanya berkunang-kunang dan dia pun jatuh, dengan cepat Rubel memeluk gadisnya itu. dan membawanya ke kamar. prosesi lamaran telah berjalan lancar tapi kondisi Hana sangat tidak stabil. semua terlihat sangat panik. tapi Rubel dan Lila selalu membawa alat dokternya kemanapun mereka pergi tak terkecuali ke acara lamaran ini.
Bantu vote, like dan komennya yang banyak yah teman. terimakasih dukungannya 😍🤗
__ADS_1