
"Ma Minggu ini Rubel akad nikahnya maaf baru kasih tahu tahu Mama." ucap Rubel pada mamanya di telpon
"Kok mendadak lagi?" tanya mamanya.
"jangan bilang kamu sudah hamilin dia yah." ucap Mama nya yang begitu menohok hatinya.
"Enggak Ma." bukan itu tapi nanti Rubel ceritakan kalo Mama udah disini.
"Kalo Mama jadi ke tanah air tolong Mama kabari yah, nanti Rubel jemput.
"Da, mama, Assalamualaikum." ucapnya dan telp pun di tutup.
"Nyai Rubel berangkat ke rumah sakit yah." ujarnya pada nyai setelah mereka semua sarapan.
"Iya sayang, hati-hati yah di jalan." Ucap Nyai nya.
Rubel pun berpamitan dengan semua yang ada. Hana tak muncul batang hidungnya dia pun mencoba melihat Hana di kamar nya.
"Kenapa sayang?" tanya Rubel pada Hana.
"Gak apa-apa Hana cuma pengen di Kamar aja." jawab Hana.
Rubel mendekat dan mencoba mengecek suhu tubuh Hana. sedikit hangat.
"Kamu demam apa demen." ledek Rubel pada Hana.
"Gak demam dan Gak demen." jawab Hana cepat.
Dia hendak bangun untuk menyatakan dirinya baik-baik saja. tapi perutnya malah terasa sakit, dan tiba-tiba dia berlari ke kamar mandi.
"Uek." Hana memuntahkan semua isi perut nya.
Rubel mengikuti nya dari belakang. dan menggosok punggungnya pelan. dan Hana pun membersihkan mulut nya.
"Udah jangan lama-lama dikamar mandi nanti kamu tambah pusing." Ujar nya pada Hana.
Hana berlalu dan kembali ke tempat tidur.
"Ino berangkat aja, nanti Ino kesiangan." ucap Hana perhatian.
"Gak apa-apa belum terlambat." jawab Rubel.
"Ino, kita batalin aja nikahnya yah." ucap Hana tiba-tiba. Dan duduk di tepi ranjang.
"Eh kok gitu?" tanya Rubel heran.
"Ana sakit-sakitan gini kalo pun nikah sama Ino ana gak bisa menjadi istri yang baik buat Ino." ucap Hana lirih. sambil menunduk lesu.
"Eh, udah - udah gak usah di fikirin. bentar lagi juga Hana sembuh kok. Hana kan manusia Super." ucap Rubel menguatkan. sambil mencubit pelan pipi Hana.
"Tapi, Ana akan terus menyusahkan Ino." ucap nya makin lirih.
"Udah, Ino gak merasa di susahin kok." ucap Rubel,tapi didalam hatinya dia merasa sangat sedih melihat Hana. dia pun bingung harus berbuat apa untuk saat ini kecuali menyemangati Hana.
Hana diam, tak terasa air matanya mengalir di pipi. Rubel segera menyeka air mata itu.
"Dengerin Ino yah sayang. apapun yang terjadi Hana adalah impian Ino, bukan hanya sekarang tapi sejak kita kecil. kita sudah berjanji akan menikah. dan Ino ingin menepati janji itu." ucap Rubel panjang. sambil membelai lembut pucuk kepala Hana.
"Ya, udah Ino kerumah sakit nanti telat." ucap Hana mengingat kan.
"Iya, nanti jangan lupa minum vitaminnya yah!" ingat Rubel pada Hana. dan Rubel mencium kening Hana kemudian berlalu pergi.
******
Di Rumah Sakit Z, rubel ada jadwal bedah hari ini dia segera mempersiapkan dirinya dan meminta asisten bedahnya untuk mengurus segala keperluannya.
2 jam pun berlalu, operasi bedah pun selesai. Rubel segera ke ruang polinya karena masih ada pasien yang mengantri. pekerjaan nya sudah selesai, dia beristirahat sebentar duduk di depan ruang polinya.
Rubel memang berbeda dengan dokter-dokter lain setelah selesai mereka praktek, mereka langsung beranjak dari tempat itu. tapi Rubel lebih suka berbaur dengan pasien-pasien yang duduk di dekat situ, sambil mendengarkan keluhan-keluhan mereka. sesekali dia diam dan termangu.
"Dok kenapa kau?" tiba-tiba Zaena muncul. melihat wajah Rubel seperti sedang kesusahan.
"Gak cuma istirahat sebentar." ucap Rubel.
"Tapi kulihat wajah mu kek kusut kali." ucap Zaena lagi.
"Emangnya baju, kusut?" tanya Rubel asal.
"Ya gitulah kira-kira muka mu gak ada senyumnya sikit pun. masam kaya asam cuka." jawab Zaena seenaknya.
"Aku cuma nerves." ucap Rubel lagi.
"Ngapa pulak kau Nerves?" tanya Zaena penuh selidik.
"Bentar lagi kan Aku mau nikah, jadi bawaannya Nerves." jawab Rubel berbohong.
"Ah gampang lah itu." ucap Zaena.
"Emang nya Kau sendiri udah menikah?" tanya Rubel Pada Zaena.
"Belom." jawab Zaena pendek.
"Yah wajarlah Kau gak tahu kek mana rasa Ku ini. kan Kau sendiri pun belum nikah."
"yah kek manalah, cantik udah, pintar udah tapi laki-laki tak maunya dekat Aku. takut mereka dengar suara Ku ini." ujar Zaena polos.
Tiba-tiba Rubel tertawa dia merasa terhibur dengan kejujuran Zaena.
"Jangan kek gitulah. Aku serius ini masa Kau ketawak in Aku."
"Ok, serius." ucap Rubel mencoba serius.
"Aku mau kekantin. Kau mau makan apa? tanya Rubel pada Zaena.
"Emangnya Kau Mau Balen kan Aku?" tanya Zaena.
"Balen?" tanya Rubel bingung.
"Maksud Ku apa Kau mau bayari Aku." ucap Zaena.
__ADS_1
"Iya Aku yang bayarin Kamu." jawab Rubel.
mereka pun tiba dikantin memesan makanan dengan menu makan siang 2 nasi soto daging, dan 2 jus alpukat.
mereka pun menyantap makanan itu tanpa menunggu lama.
"Dok, kek mana calon mu itu?" tanya Zaena
"Maksudmu?" tanya Rubel bingung.
"Kek mana keadaan nya?" tanya Zaena memperbaiki pertanyaan nya.
"Itulah yang sedang aku fikirkan kan."
"Boleh gak ku kasih saran?" kasian aku dengar kau kek gitu.
"Ehm saran apa?" tanya Rubel pada Zaena.
"Mau nya kau?" tanya Zaena pada Rubel.
"Maulah." jawab Rubel singkat.
"Aku sedang belajar Chikung. kalo aku tak salah ilmu Chikung ini bisa meregenerasi sumsum tulang belakang dengan sendirinya, dan bisa menaikkan stamina laki-laki biar tambah perkasa dia." ucap Zaena berbisik kepada Rubel.
"Ha.. ha... ha... ha... ha.... hha.... sontak Rubel tertawa mendengar Zaena berbicara. tertawa Rubel membuat semua mata tertuju padanya. Rubel segera mengecilkan suaranya.
"Bisa aja kamu."
"Ya bisalah mana berani ku bohong sama kau. "Ucap Zaena membela diri.
"Dari pada Bini Kau di operasi belum tentulah dia cocok dengan transplantasi sumsum tulang belakang itu. ada saja kemungkinan yang bisa terjadi sama Dia. bukan Aku gak percaya dengan dokter. ini untuk menghindari resiko yang berbahaya pada nya." ucap Zaena jelas.
"Namanya juga usaha, ya enggak?" tanya Zaena lagi.
"iya, aku ingat dia sempat beberapa kali belajar Chikung dengan Diko tapi gak dilanjutkan lagi."
"jieh kenapa kek gitu. udah mantap lah itu kalo kau sudah ada suhunya jadi tak payah lagi Kau ke tempat Aku latihan." ucap Zaena.
"Ngomong-ngomong suhunya itu masih single gak?" tanya Zaena penuh harap.
"Pastilah, emangnya kau mau?" tanya Rubel pada Zaena.
"Kulihat dulu lah, mana tahu cocoklah Dia ma Aku." ucap Zaena.
"Cocoklah itu, Kau cantik dan Dia ganteng pas lah itu." jawab Rubel menghibur Zaena.
"Serius Kou? ucap Zaena cepat dan semakin keluar aslinya.
"Serius lah masa Aku bohong?" jawab Rubel yakin.
"Sip lah itu, nanti kou kenalkan dia sama awak yah yah." pinta nya berulang-ulang.
"Ya udah. makasih yah usul mu itu. Baek kali lah Kawan awak nih." ucap Rubel meniru logat Zaena.
βIsh dah, udah pande kou bahasa awak." ucap nya keras.
"Gara-gara Kau ketularan lah awak. ha ha ha ha ha ." sontak Rubel tertawa. bikin risih Orang se kantin.
"iya iyalah dokter Zaena kan orangnya suka humor walaupun mulut nya ember kek gitu dia orangnya care banget sama Orang. paling ngertiin Baek dah."
"Macam aja nih Orang, ge-er Awak di puji kek gitu, udah besar kali kuping Awak rasanya." ucap Zaena malu-malu.
Rubel tersenyum mendengar ucapan Zaena, dia gak berani lagi tertawa takut mengundang mata orang-orang ke arahnya.
*****
Rubel telah tiba dirumah. memarkirkan mobilnya di dalam garasi mobil. dan masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum" ucap Rubel sebelum masuk kerumah.
"Wa'alaikum salam." jawab nyai.
"kok sepi nyai?" tanya Rubel pada nyai.
"Ayah dan Ibunya Hana sedang keluar." jawab Nyai.
"Hana nya ada?" tanya Rubel lagi.
"ada dia sedang istirahat." jawab nyai lagi.
Rubel bergegas ke kamar, berganti pakaian dan melaksanakan Sholat Dzuhur. setelah itu dia keluar rumah menemui Diko di pos jaga.
"Mas Diko." panggilnya pada Diko.
"Iya mas." jawab Diko.
"Mas ajarin Hana latihan Chikung lagi yah." pinta Rubel pada Diko.
"gimana yah?" ucap Diko bingung.
"Saya kalo lagi ganti sift saya ke kantor mas takut gak sempat." ucap Diko menolak dengan halus.
"Ngajarnya seperti kemarin aja waktu Kamu lagi jaga kan cuma berapa jam. gak akan masalah dengan pos jaga. untuk honor akan Saya tambahin. jawab Rubel meyakinkan.
"Gak usah repot-repot Mas, Saya dan Leo udah dikasih Gaji sama Ibu nya Mbak Hana udah lebih dari cukup." ucap Diko.
"Gak apa-apa anggap aja nabung buat tambahan ngumpulin mahar." goda Rubel pada Diko.
"Ah mas Rubel bisa aja. kaya tahu aja Saya lagi ngumpulin duit buat beli mahar." jawab Diko.
"Serius Kamu?" tanya Rubel pada Diko.
"Harus Saya usahakan dari sekarang Mas, walaupun calonnya belum ada." ucap Diko malu-malu.
"wah hebat kamu. masih sempat memikirkan masa depan."
"Iya Mas biar nanti gak terlalu panik. cari mahar. apalagi biaya nikah sekarang mahal nya minta ampun, belum mahar, uang hangus, resepsi, sama seserahan."
"Ehm iya sih, apalagi sekarang apa-apa mahal. mudah-mudahan dilancarkan rezeki terus sama Allah." ucap Rubel pada Diko.
__ADS_1
"Aamiin. makasih mas Rubel."
"ok bentar lagi kalo Hana sanggup Kamu ajarin yah, Aku juga ikut latihan." ucap Rubel pada Diko.
"Sip bos."
*****
Tak berapa lama mereka pun berlatih Chikung di teras belakang rumah.
Ini adalah kali pertama nya Rubel latihan Dia benar-benar awam.
Rubel dan Hana mengikuti instruksi Diko.
"Metode pertama. pertama-tama duduk lah senyaman mungkin, agar bisa melatih pernapasan dengan baik."5
bisa duduk di kursi atau pun dilantai pokoknya se rileks mungkin.
Kalo mau di kursi duduklah dengan punggung tegak sambil menjejakkan kaki dilantai dan regangkan kedua lutut selebar bahu.
kalo mau di lantai boleh silangkan kaki atau pun berlutut.
"Kedua bernafaslah dalam-dalam, lakukan pernapasan perut menggunakan otot diafragma. bukan pernapasan dada. ini akan membuat mas Rubel dan Mbak Hana mampu menghirup dan menghembuskan udara lebih banyak. lakukan latihan ini setiap hari dan selama6 beberapa Minggu sampai mas Rubel dan Mbak Hana terbiasa.
"Ketiga tenangin fikiran, fokus pada hal tertentu. ini bukanlah hal yang mudah. fokuslah pada irama nafas. udara masuk dan udara keluar dari rongga hidung seperti Yin dan Yang. dua hal yang saling bertolak belakang tapi saling tersambung.
"Keempat ber nafaslah dengan waktu yang sama selama 5 sampai 10 menit. tarik nafas selama 5 detik, kemudian tahan nafas selama 5 detik. buang nafas selama 5 detik,tahan nafas lagi selama 5 detik. lakukan hingga 5 - 10 menit.
"metode kedua.
Pertama berlatih Taici.
kedua melakukan Wuji atau berdiri dalam posisi kuda-kuda.
ketiga melatih lengan.
"metode ketiga
Latihan Chikung, melatih fisik sambil bernafas dan bergerak untuk merasakan Chi, untuk meningkatkan mental dan spiritual QQ dengan mengolah Chi. untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi dan memberdayakan kekuatan sejati dari Chi.
Berfokus pada energi, ini membuat Mas dan Mbak Hana pada tingkat Chi yang lebih tinggi.
Berusahalah menyatu kan, tubuh dan fikiran dan jiwa untuk mencapai tingkat Chi yang lebih tinggi. latihan ini membutuhkan waktu se umur hidup. untuk mencapai tingkat Chi yang lebih tinggi salah satunya melakukan meditasi.
Rubel dan Hana pun hanyut dalam latihan ini.
tak terasa badan mereka mulai terasa lebih rileks, tenang dan wajah Hana mulai lebih segar.
"Gimana?" tanya Diko pada mereka yang mulai merasakan reaksi meditasi.
"Susah sih tapi badan berasa lebih enteng." jawab Rubel.
"Mbak Hana gimana." tanya Diko pada Hana.
"Sepertinya udah lumayan enak badannya." jawab Hana.
"Ok, besok kita ulangi lagi. aku pamit dulu yah mas." ucap Diko pada mereka berdua.
Rubel melirik ke arah Hana. setelah Diko benar-benar tidak lagi bersama mereka.
"Sayang." panggil Rubel pada Hana yang masih terus mencoba untuk fokus.
"he..." jawab Hana singkat.
"Tahu gak manfaat Chikung nya?" tanya Rubel pada Hana .
"Biar badan sehat lah." jawab Hana cepat.
"Apalagi? tanya Rubel lagi.
"Mang manfaatnya ada yang lain?" tanya Hana masih memejamkan matanya.
"Iya, mau tahu? apa mau tahu banget?" tanya Rubel mulai menggangu konsentrasi Hana.
"Dua-duanya." jawab Hana tegas.
"beneran nih? tanya rubel.
"serius? tanya Rubel lagi.
"Ana kepo ah." ucap Rubel mengerjai Hana.
"Iya ana kepo, puas?!" jawab Hana ketus.
"Kata si Zeana, temen Ino bisa meningkatkan stamina buat kikuk-kikuk." ucap Rubel polos.
"Ah Ino gak asik, kita lagi serius ngomong nya malah ngarah ke situ." jawab Hana kesal.
"Buat latihan nanti malam pertama." goda Rubel pada Hana.
"Bodo." ucap Hana kesal.
"Betul nih gak mau?" sindir Rubel.
"Enggak."
"Serius?"
"iya."
"Iya udah entar malam pertama nya Ino sama cewek cantik aja lah." goda Rubel pada Hana.
"Apa?" tanya Hana kesal dan membuka matanya menatap sinis ke arah Rubel.
"Siapa Cewek cantiknya?" tanya Hana kepo.
"Akhirnya penasaran kan." ledek Rubel merasa puas membuat Hana panas.
Hana hanya memanyunkan mulutnya.
__ADS_1
Hai **mans teman makasih suportnya untuk Author, dukung terus Author dengan, Vote, Favorite, Komen dan like yang banyak dukungan kalian semua, membuat Author semangat untuk terus belajar berkarya. pejuang impian walau hanya lulusan SMU mudah-mudahan kedepan bisa lebih baik lagi π€π
Note ini hanya kisi-kisi untuk belajar Chikung yah π€π