Dokter Cool

Dokter Cool
BAB 82


__ADS_3

Pagi ini Hana masih meringkuk di tempat tidur tidak biasanya dia telat bangun, Rubel yang sudah menyelesaikan sholat subuh segera menghampiri isteri nya itu.


" Sayang bangun sholat dulu." bisiknya pelan di telinga Hana.


" Gak enak badan." jawab Hana.


" Kamu kenapa? badanmu tidak panas." ucap Rubel sambil meraba kening Hana.


" Cuma pusing, dan perutnya sedikit begah."


" Oh, biasa itu kan normal buat ibu hamil, Ino buatkan susu untuk kamu yah dan kamu sholat dulu." pintanya halus.


Hana segera ke mengambil wudhu, kemudian sholat subuh. tiba-tiba dia merasa sangat pusing seakan-akan kepalanya berputar-putar. dan dia pun pingsan di atas sajadah nya. Rubel datang membawa kan Hana segelas susu. karena melihat Hana yang tertidur di atas sajadahnya Rubel meletakkan susu di atas meja rias, setelah itu Rubel segera segera membangunkan nya.


" Loh kok malah tidur di atas sajadah?" tanya nya pada Hana." sambil memegang pipinya Hana. dan menepuknya pelan.


" Bangun cinta, bobo di tempat tidur yok!" ajaknya.


Rubel segera memegang tangan Hana, yang dingin bagai es. dia pun mencoba menggoyang-goyang tubuh Hana tapi tak ada respon. dia segera memeriksa nadi Hana.


" MasyaAllah, sayang." panggilnya dan segera mengangkat Hana ketempat tidur.


Rubel segera mengambil tensinya dan memeriksa tekanan darah Hana.


" 70/40 mmHg, pantesan tekanan darahnya rendah." gumannya pelan.


Rubel hanya mengambil minyak kayu putih dan membangunkan Hana.


" Uek."


" Jauhin minyak kayu putihnya!" pinta Hana cepat.


" iya sayang, makanya jangan tidur di lantai." sindir Rubel.


" Bukan tidur tapi kepalanya pusing." kilahnya.


" Ya sudah minum susu ini dulu habis tuh makan."


" Ana mau bubur ayam Mbak Sumiyem." Ucapnya dengan manja.


" Ya udah tunggu sini Ino pesan sama Haikal aja yah."


" Enggak mau, Ana pengen makan di tempat Haikal pengen jumpa mbak Sumiyem, habis itu mau kerumahnya Ibu Maemunah,habis itu mau jumpa, Zaena, Lila, sama Zana."


" Ya ampun banyak bener daftar jumpa nya kaya artis mau jumpa fans." ledek Rubel.


" Kuangeeeeeen sayang." jawab Hana panjang.


" Gak gitu juga kali." goda Rubel sambil mencubit pipi Hana.


" Tapi kamu gak bisa kemana-mana tensi darah kamu rendah."


" Sayang, pokoknya mau jalan." rayu nya dengan manja.


" Sayang, dengerin yah Ino sayang sama kamu kalo terjadi sesuatu sama kamu, gak cuma Ino yang sedih, tapi Ibu, Mama dan juga yang lainnya." ucap Rubel mengingatkan sambil mencium kening Hana.


" Tapi--.


" Enggak ada tapi-tapi pokoknya kamu harus dengerin Ino, okey!!" untuk jumpa fans akan Ino atur biar mereka yang datang kemari."


" hehehe segitunya, tapi mereka kan sibuk." ucap Hana memberi alasan.


" Buat kamu mereka akan selalu ada waktu, percaya deh sama Ino." ucap nya meyakinkan.


" Buburnya??"


" Tenang ada delevery online." jawab Rubel cepat. Hana percaya saja apa yang dikatakan Rubel. Rubel berjalan keluar kamar segera menelpon Haikal.


" Assalamu'alaikum." sapa Rubel pada Haikal.


" Wa'alaikummussalam." jawab Haikal.


" Kal, tolong pesanin bubur ayam dong 2 porsi yah."


" Astagfirullah, belum juga tanya kabar udah main pesan bubur emangnya aku Delevery online apa?? lagi pula gimana antarnya, pake jet ke Sydney??." ucap Haikal ketus.


" Hahahaha maaf Kal, kita gak kasih kabar kalo kita udah pulang."


" Woi, yang bener aja gak kasian kamu sama Hana, gimana sih jadi laki tega bener bawa istri pulang dengan kondisi hamil muda gitu."


" Nanti aku ceritakan semuanya sama kamu tapi janji gak bilang sama ibu dan yang lain yah."

__ADS_1


" Kok main rahasia-rahasiaan?"


" Ini masalah Antonius, makanya kami segera terbang ke Indonesia.


" Oh, okelah aku ngerti kok kalo aku jadi kamu aku juga akan mengambil tindakan yang sama, tapi syukurlah kalian sudah sampe dengan selamat, yah sudah bentar lagi aku kerumah sekalian bawa bubur nya."


" Sip makasih yah Kal."


" Ok. Assalamu'alaikum."


" Wa'alaikummussalam." telpon pun ditutup.


Rubel segera mengabari sahabat-sahabat dokternya, mulai dari Lila, Zaena, Dan Andre juga Zana. Mereka tidak menyangka bahwa Hana dan Rubel akan segera balik ketanah air karena Haikal bilang bahwa Hana sedang hamil muda Tidak Mungkin akan kembali ke tanah air secepatnya. obralan ngulur ngidul mengisi percakapan mereka ditelepon dan mereka berjanji akan datang waktu istirahat siang. Rubel memberi tahu ibu, bahwa para sahabatnya akan datang karena Hana ingin sekali bertemu dengan mereka, dan Ibu menyuruh bibi untuk berbelanja ke pasar.


Rubel kembali ke kamar, dan melihat Hana yang sedang duduk sambil membuka galeri ponselnya.


" Sayang kamu ngapain?"


" Aku lihat foto waktu kita bulan madu."


" ayo, kamu pengen yah?" goda Rubel.


" Pengen? apa?"


" Pengen bulan madu."


" Bulan madu, enggak tuh pengennya uang bulanan aja." ledek Hana membalas Rubel.


" Entar yah kalo Ino udah gajian lagi kalo sekarang kita bulan madu aja dulu gimana." ucapnya sambil menempelkan hidungnya ke hidung Hana. membuat Hana tersipu.


" Hehehe pipi kamu merah.


" Ah Ino sih nempel hidung segala, kan jadi alergi pipinya." sindir Hana.


" jiah hidung yang ditempel kenapa pipi yang yang alergi.


" Kamu sih kasih cabe jadinya kan pedes pipi nya Ana."


" ehm comelnya banyak banget ngelesnya.


Rubel tidak segera memberi tahu Hana bahwa sahabat-sahabat dokternya akan datang waktu istirahat siang.


Setengah jam telah berlalu, Haikal datang bersama Mila, sejak Rubel mengundurkan diri Mila juga berhenti bekerja, dia lebih fokus untuk mengurusi kebutuhan Haikal.


" Wa'alaikummussalam, eh Haikal sama Mila sini masuk." jawab ibu yang sedang duduk di ruang tengah.


" Hana nya mana Tante?" tanya Haikal tanpa basa-basi. sambiil menyalami tantenya diikuti Mila.


" Loh kok tahu?"


" Nih Rubel pesan bubur ayam, tadinya mau dipaketin sih mau kirim ke Sydney tapi karena pesawatnya gak jadi lepas landas jadi antar ke rumah Tante aja." ucap Haikal menggoda.


" Bawel." ledek ibu pada Haikal.


" Bawel-bawel gini ponakan Tante yang paling ganteng sekotamadia loh." jawab Haikal begitu pedenya.


" Iya ganteng banget ponakan Tante dilihat pake microskop." goda ibu dan mengajak Mila meninggalkan Haikal ke dapur.


" Segitunya, tega bener sih Tan." sungutnya lemas dan segera ke kamar Hana.


" Tok!"


" Tok!"


" Bubur !! Bubur !!! teng teng teng!!!!" teriak Haikal sambil mempraktekkan abang-abang yang lagi jualan bubur pake grobak.


" Dasar Jae!!" celutuk Rubel kesal karena baru saja melakukan pemanasan dengan Hana. Hana hanya tertawa melihat tingkah Rubel. mereka menghentikan aktifitas ranjang nya karena Haikal sangat mengganggu.


" Sabar woi, lagian dari tadi ditungguin, giliran Ular cobra mau masuk goa dia gangguin." maki Rubel. dia segera memakai baju nya. Rubel segera membuka pintu kamar. Haikal segera menyelonong masuk sambil menenteng 2 cup bubur ke dalam kamar.


" Hehehe, sengaja emang teriak-teriakan kaya abang-abang jualan bubur buat gangguin kalian berdua." sindirnya dengan senyuman kemenangan dan menyodorkan bungkusan bubur pada Rubel.


" Nih uangnya!" ucap Rubel sambil menyodorkan 2 lembar uang berwarna biru, dan diambil oleh Haikal.


" Dih, pelit amat servis nya udah sampe ke dalam kamar cuma dikasih cepek." ucap Haikal nyinyir.


" Masih bagus di bayar." Ucap Rubel sedikit kesal.


" Hehehe kasihan, senewen kan kalo lagi hot-hotnya di gangguin." godanya dan segera keluar kamar. Haikal memilih meninggalkan mereka dan berjalan kearah dapur.


Hana bangun dari tempat tidur, dan duduk di Ottoman, Rubel segera menghampiri Hana dan mereka berdua segera menghabiskan buburnya. Rubel penasaran sama Hana karena selama ini Hana hanya mengidam bubur ayam, tapi tidak pernah meminta sesuatu yang aneh-aneh apalagi yang asem-asem layaknya ibu-ibu yang sedang hamil muda.

__ADS_1


" Kamu gak kepengen makan yang asem-asem gitu???" tanya Rubel ingin tahu.


" Enggak, cuma mau bubur ayam sama mie ayam pangsit aja,tapi sekarang udah kenyang cuma pengen tidur." ucap Hana sambil menutup mulutnya yang menguap ngantuk.


" Sayang, lanjutin yang tadi Yook!" ajak Rubel genit.


" Ngantuk." jawab Hana pendek.


" Gak baik loh ibu hamil tidur pagi-pagi entar badannya bisa bengkak kaya gajah." ucap Rubel menakut-nakuti.


" Tapi ngantuk banget.


" Makanya biar gak ngantuk si EmPi nya main tembak-tembakan sama si mis." goda Rubel tak mau kalah.


" Genit." ucap Hana ketus.


" Genit-genit kan cuma sama kamu sayang." ucapnya lembut dan terus menganggu Hana.


Rubel terus mengerjai Hana, hingga akhirnya Hana menyerah karena dia juga sangat ingin bermesraan dengan Rubel, alhasil pertahanannya pun ambyar. godaan dan rayuan maut serta gerakan demi gerakan membuat dia tidak bisa manahan lagi hasratnya. mereka habiskan waktu bersama hingga waktu makan siang tiba. Rubel melakukan nya dengan lemah lembut hingga Hana merasakan kenyamanan, apalagi kandungan Hana sangat lemah. tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dan memanggil nama Hana.


" Mbak Hana ada tamu." serunya dari luar kamar. dari suaranya barulah Hana tahu bahwa yang memanggil adalah Bisa Ifah. Rubel dan Hana yang sedari tadi masih bermalas-malasan di dalam kamar setelah aktivitas ranjangnya segera bangun bergegas untuk mandi, karena tidak ingin membuat para tamunya menunggu lama mereka berdua mandi bersama-sama.


Diluar ruangan, semua sahabat sudah menunggu, sambil menunggu Rubel dan Hana keluar mereka menikmati makan siang yang sudah disiapkan oleh bibi dan ibu, setelah itu mereka mengobrol dengan Mila karena selama menikah Mila dan mereka tidak pernah bertemu lagi. canda dan tawa menggema riuh. apalagi Zaena yang terkenal cetar membahana membuat mereka tak henti-hentinya tertawa.


" Lambat kali lah si Rubel sama Hana ini apa mereka lagi asik belah duren yah." ucapnya tanpa kontrol, semua yang mendengar pun tertawa, kecuali Zana karena dia tidak paham dia pun hanya tersenyum kecil. Maria yang melihat gadis itu segera mengajak nya pergi dari situ.


" Sayang, ayok ikut mama." bujuknya lembut disambut anggukan Zana.


" Duh kenapa pula mulut ku udah kaya kereta api, kau juga dre masak kau lupa ingatin ada anak kau disini." ucapnya dengan sangat menyesal.


Dokter Andre hanya tersenyum dia memang tidak banyak bicara, dia pun segera beranjak meninggalkan Lila, Zaena, dan Mila, menyusul Maria dan Zana ke teras belakang.


" Makanya ada mulut itu di kasih rem cakram jadi gak nabrak." ucap Lila sedikit kesal.


" Kau juga sudah tahu ada ponakan kau disini tak bilangnya kau padaku."


" Makanya matanya di pake biar jelas sekalian tuh pake kaca pembesar biar tahu ada anak kecil di dekat kamu." ucap Lila dengan nada masih kesal.


" Ish, dah kek gitu kali kau sama ak--."


Wajah Zaena bersemu merah, saat Haikal datang dengan salah seorang sahabat nya. seketika mulut bawelnya berhenti berkoar karena sang penganggum nya tiba. sudah lumayan lama mereka tidak bertemu Karena kesibukan mereka masing-masing.


" Kok diem?" tanya Dedi yang menghampiri ketiga sahabat itu. Haikal pun menghampiri sang istri dan duduk bergabung bersama mereka.


" Enggak barusan ada lalat lewat." ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Dedi.


" Hehehe terkesima dia ded, lihat aja pipinya udah berubah warna." ledek Haikal disambut gelak tawa Lila dan Mila.


" Ish dah kenapa pulak kau datang?" tanya Zaena sedikit kesal.


" Suka-suka akulah Rumah Tanteku." jawab Haikal tak mau kalah.


Dedi tersenyum, dia benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan Zaena disini, karena Haikal hanya mengajaknya untuk makan siang disini karena kepulangan Hana dan Rubel.


Zaena dan Dedi bertatapan sangat lama, mereka duduk bersebelahan hingga mereka mangabaikan teman-teman yang lain. Haikal yang iseng segera melancarkan aksinya. Zaena yang sedikit latah pun dibuat kacau oleh Haikal.


" Kecoa." teriak Haikal tiba-tiba sambil melemparkan sesuatu kearah Zaena. karena geli tanpa sengaja Zaena mengangkat kakinya. dan wajahnya seketika pucat. Semua orang tidak pernah melihat Zaena seperti itu, Zaena yang terlihat kasar dan jutek hanya lah gadis lemah tak berdaya.


" Hust." ucapnya lemas. sambil mengusir kecoa yang dirasanya masih merayap ditubuhnya. Lila benar-benar tidak menyangka Zaena yang periang bisa begitu phobia dengan kecoa. Dedi benar-benar tidak tahu harus memenangkan Zaena.


" Udah gak apa-apa kecoanya gak ada kok." ucap Dedi meyakinkan. tapi Zaena masih saja memeluk kakinya, wajahnya benar-benar pucat membuat Haikal merasa bersalah. Mila segera ke dapur untuk mengambil kan air teh manis untuk Zaena. Lila mencoba membujuk Zaena dia pun mencoba memeluk sahabatnya itu. suasana riuh berubah sangat tegang melihat Zaena begitu lemas.


" Maaf Na, aku gak tahu kamu phobia sama ke-."


" Jangan lagi sebut nama binatang kecil itu, aku benar-benar lemas." ucapnya tak berdaya. Dedi tiba-tiba meraih tangan Zaena.


" Kita keluar yuk, biar kamu bisa tenang." ajak Dedi pada Zaena.


Tinggallah Mila, Haikal dan Lila. Lila merasa risih karena semua orang berpasang-pasangan sedangkan dia seperti nyamuk yang menganggu.


" Aku keluar dulu yah." ucap nya hendak beranjak.


" Jangan, biar aku yang pergi. kalian kemari kan untuk menemui Hana sebentar lagi juga mereka keluar." ucap Haikal dan segera bangun meninggalkan Mila dan Lila.


Mereka berdua pun bercerita melepaskan kerinduan selama tidak berjumpa, bertanya tentang keadaan rumah sakit dan sebaliknya Lila bertanya tentang keseharian Mila sekarang. akhirnya suara pintu kamar Hana berbunyi. mereka berdua segera melihat kearah suara.


"


"


"

__ADS_1


" Hai sahabat Dokter Cool maaf yah,.author jarang up dan sekali up juga gak banyak-banyak maklum lagi ada kerjaan yang harus kejar tayang 😁,untuk itu dukung terus karya Author jangan lupa Vote Like dan komennya, mampir juga ke Manusia Batu Cintaku, Terimakasih 🤗😍"


__ADS_2