Dokter Cool

Dokter Cool
BAB 73


__ADS_3

" Sejak tadi kita ngobrol dan aku tidak tahu kamu adalah dokter yang menangani Mamaku, maaf karena aku tidak ingat wajah mu karena kita hanya bertemu saat pertama Mamaku dirawat, selebihnya hanya mendengar kabar dari perawat Mamaku saja."


Hana masih memeluk Rubel, mereka berdua sangat bahagia karena Rubel begitu di butuhkan di tempat ini.


" Tidak apa-apa Tuan Antonius, saya merasa belum pantas untuk menjadi sesuatu yang berharga." ungkap Rubel merendah.


" Jangan merendah, kami disini membutuhkan dokter yang punya dedikasi tinggi, juga dokter yang sangat rendah hati dan baik seperti anda, saya sangat kecewa ketika Vierra membuat anda keluar dari Rumah Sakit Tuan Parkinson, padahal waktu itu saya sangat membutuhkan Anda." jelas Antonius panjang. sambil memohon penuh harap pada Rubel.


Hana memberi semangat, dia tahu Rubel tidak bisa menolak siapapun yang membutuhkan nya. dokter yang setia dalam Kondisi apapun Pasien nya, membuat Rubel sangat dicintai oleh siapapun.


Rubel menatap wajah Hana sangat lama, dia ingin memastikan bahwa Hana memberikan izin untuk dia melakukan tugasnya disini.


" Apa yang Ino tunggu? bukan kah ini adalah rencana yang Allah berikan untuk kita." jawab Hana sambil menangkupkan pipi rubel memberikan semangat dengan mencium hidung Rubel.


" Makasih sayang." jawabnya lembut sambil menggandeng tangan Hana. menunjuk kan kebahagiaan nya pada semua orang.


" Aku akan berusaha untuk kesembuhan putera anda, dan ingat kesembuhan hanya milikNYA kita hanya berusaha." jawab Rubel optimis.


Tuan Antonius menyalami Rubel, tanda kesepakatan untuk kelanjutan operasi putera nya. Claudia dan Irfan ikut bahagia, Rubel dan Hana juga merasa sangat bahagia walaupun itu hanya sementara setidaknya Rubel punya kesempatan untuk membantu Siapapun yang membutuhkan nya saat ini.


" Baiklah, saya akan menunggu anda di Rumah Sakit XXX jika kamu sudah punya waktu luang datanglah, Pintu Rumah Sakit ku terbuka luas untuk mu." ucapnya begitu antusias.


Sungguh liburan yang penuh kejutan dan kebahagiaan hari ini. mereka kembali ke Hotel sebelum matahari tergelincir. raut kebahagiaan terpancar dari wajah Rubel dan Hana. tak henti-hentinya mereka mengucap syukur. walaupun hanya sekali setidaknya menjadi pengalaman yang paling berkesan ditengah-tengah masalah yang sedang mereka hadapi. untuk selanjutnya mereka masih belum tahu apa yang harus mereka lakukan.


******


Waktu terus berjalan, hari ini mereka harus segera cek out dari Hotel. Irfan dan Claudia sudah lebih dulu pergi karena waktu cuti telah habis. Rubel dan Hana segera keluar dari Hotel, mereka menyempatkan diri untuk singgah di Rumah Sakit Tuan Antonius. Rumah Sakit yang sangat mewah dengan area parkir yang yang sangat istimewa. Rubel dan Hana turun dari mobil.


Mereka bertemu dengan seorang dokter perempuan di loby Rumah Sakit, dan di name tage nya tertulis Alisha dan menanyakan keberadaan Tuan Antonius.


" Maaf dokter Alisha apakah kami bisa bertemu dengan pemilik Rumah Sakit ini tuan Antonius?" tanya Rubel dengan bahasa inggris yang sangat lancar.


" Maaf, Tuan Antonius nya saat ini tidak ada ditempat kebetulan saya adalah orang kepercayaan Tuan Antonius, Direktur Rumah Sakit XXX ini, ada yang bisa saya bantu?." ungkapnya menjelaskan dan bertanya dengan sopan pada Rubel.


" Oh maaf Nona Alisha, saya Rubelino saya ada keperluan dengan Tuan Antonius." ucap Rubel jelas.


" Baiklah saya akan menghubungi Tuan Antonius terlebih dahulu, setelah itu silahkan kalian berbicara."


" Hallo, Tuan Antonius ada yang mencari mu."


" Ya Hallo Alisha siapa yang mencari ku??


" Namanya Rubelino."


" dokter Rubelino?" tanya Antonius meyakinkan. Alisha kembali bertanya pada Rubel.


" Anda dokter Rubelino??"


" Iya saya dokter Rubelino." ungkap Rubel dan Nona Alisha melanjutkan telepon nya pada tuan Antonius.


" Iya Tuan Antonius dia dokter Rubelino.


" Baiklah suruh dia datang ke rumah ku saja.


" OK. dan telpon pun di tutup.


Nona Alisha mengembalikan ponselnya kedalam saku baju dokter nya, kemudian berbicara pada Rubel.


" Tuan Antonius meminta anda untuk kerumahnya, alamatnya di jalan xx."


" Baiklah, terimakasih." jawab Rubel dan segera berlalu, sambil menggandeng tangan Hana menuju parkiran.


Tidak berapa lama mereka pun tiba di Rumah Antonius. Rumah yang sangat besar dan terdapat pos jaga di depan pintu gerbang masuk kerumahnya. Rubel turun dan menyapa security di pos itu.


" Selamat siang pak." sapa Rubel.


" Iya siang tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya nya begitu sopan.

__ADS_1


" Saya ada janji bertemu dengan Tuan Antonius." jawab Rubel. tanpa menunggu waktu lama security itu langsung membuka pintu gerbang dan Rubel pun segera melaju mobilnya masuk kedalam halaman Rumah Antonius. Rumah itu kurang lebih seperti kediaman Agiawan. bahkan ornamen nya lebih kurang sama. security itu mengantarkan mereka, Rubel dan Hana masuk, mereka berdua di buat takjub, bahkan ketika mereka masuk suasana itu mengingatkan mereka pada Rumah Hana.


" Seperti Rumah Agiwan yah sayang." ucap Rubel tiba-tiba, membuat mereka merindukan Ibu dan Ayah juga semua keluarga yang ada di Indonesia.


" Iya, jadi kangen Ibu dan Ayah selama disini kita belum menghubungi Ibu." ucap Hana sedih.


" Nanti sampai di Rumah Mama kita telpon Ibu dan Ayah yah sayang." ucap Rubel menenangkan sambil mencium kening Hana dan memeluknya. mereka berjalan beriringan benar-benar Rumah ini seperti duplikat kediaman Agiawan. membuat tanda tanya di benak Hana dan Rubel.


" Hai Rubel dan Nona Hana masuklah." panggil seseorang yang sedang duduk diruang tengah. dia sedang duduk di sebuah sofa dengan sentuhan etnik sehingga terlihat sangat unik dan mewah.


" Wow." Rubel terkagum-kagum. pasalnya sudah sejak lama dia menginginkan Sofa etnik itu tapi belum kesampaian. mulut Hana. yang sudah komat-kamit sedari tadi tak lagi bisa ditahannya. dia pun segera memberanikan diri untuk bertanya tentang kediaman Antonius


" Tuan siapa yang mendesain Rumah anda?" tanya Hana tanpa Ragu.


" Rumah ini di desain oleh seseorang yang sangat jauh di Indonesia dia pengusaha properti, Abangku adalah sahabat baik dari adiknya dia Seorang pengusaha jasa importir untuk cina Indonesia." ungkapnya panjang. membuat Hana belum puas dengan ucapannya.


" Maaf tuan, Rumah anda mirip sekali dengan Rumah saya yang di Indonesia." ucap Hana pelan takut membuat Antonius tersinggung.


" Benarkah???" tanya dia tak percaya dan kemudian berfikir sedikit lama.


" Kata Abangku Rumah ini hanya dua di Dunia, dan satu-satunya di Indonesia, apakah satu-satu itu milik tuan Agiawan??" Tanya Tuan Antonius penasaran.


" Anda mengenal Agiawan??" tanya Hana tak percaya.


" Saya tidak mengenal Tuan Agiawan tapi saya mengenal kedua anaknya dan salah satu dari mereka yang mendesain Rumah ini." jelasnya begitu panjang.


" Om Purnawan Agiawan??" tanya Hana dan Rubel bersamaan.


" Wow, Kalian berdua sangat mengenal beliau?" tanya Tuan Antonius cepat. karena tidak menyangka respon Hana dan Rubel yang sangat cepat.


" Beliau Abang Ibu ku." jawab Hana pelan.


" Abang??? maksud anda mereka berdua mempunyai adik perempuan??" tanya Antonius bingung. setahu Antonius mereka hanya berdua.


" Iya, ini foto mereka." sambung Rubel sambil menyodorkan ponsel, foto ibu dan kedua abangnya, Om Purnawan dan Om Purwanto.


" Iya, Cerita nya panjang Ibu ku sempat pergi dari Rumah saat dia menikah dengan ayahku mereka di usir oleh Om ku Purnawan sehingga Ibu dan ayahku pergi dan kawin lari." cerita Hana panjang.


" Oh maaf saya tidak tahu, sebaiknya kita bicara masalah lain saja." ucap Antonius mengalihkan pembicaraan.


Hana dan Rubel tersenyum, karena mereka tidak menyangka bahwa Mereka akan bertemu dengan sahabat Om mereka. bisa jadi Antonius dan abangnya lah yang pernah diceritakan oleh Om Purwanto.


" Kapan kamu siap?" tanya Antonius pada Rubel.


" Kapan anda mau, saya akan siap membantu." jawab Rubel cepat.


Antonius memandang mata Hana sekilas dia seperti melihat seseorang tapi dia tidak ingat, pandangan itu membuat Hana tertunduk tidak seharusnya dia membalas tatapan itu. Rubel melihat Hana yang tertunduk.


" Kenapa sayang?" tanya Rubel bingung.


" Enggak apa-apa Hana sedikit pusing." jawab Hana datar. tapi Rubel tidak terlalu memusingkan ucapan Hana barusan, apalagi kondisi Hana yang sedang hamil tentu hal yang wajar di alami Hana. Rubel kembali melihat kearah Antonius. Antonius segera mengalihkan pandangannya. dan berpura-pura melihat jam dinding.


" Baiklah Rubel aku harus mempersiapkan mental aku dan anakku jika kami siap,aku akan segera menghubungi mu." ucap nya sedikit beralasan. seperti ada sesuatu yang mengganjal di fikiran nya.


" Baiklah, kami pamit dulu istri ku sedang tidak enak badan." jawab Rubel cepat. Rubel dan Hana segera meninggalkan Rumah Antonius.


Antonius masih terbayang-bayang dengan tatapan mata Hana, dia mencoba mengingat bentuk mata itu. saat matanya melihat ke sebuah Freme foto yang terpajang di depannya seketika itu dia terkejut. karena mata itu sangat mirip dengan Almarhumah istrinya. hanya saja dia tidak melihat wajah Hana.


Tiba-tiba saja bulir kecil jatuh di pelupuk matanya. dia teringat bagaimana isterinya bertarung nyawa demi melahirkan sang buah hati Si Brian mungil yang ganteng. namun takdir memilihnya untuk menjadi pejuang setelah Brian kecil melepas kan tangisan lengkingnya menguasai seisi Ruang Operasi.


Kesedihan tak hanya sampai disitu kejadian demi kejadian dia alami, Ibunya mengalami kangker otak, walaupun saat itu dia sangat beruntung karena saat itu Rubel segera menangani Mama nya, walaupun satu tahun kemudian Ajal menjemput sang Mama karena usia. dan kemudian Brian juga mengalami tumor otak.


Brian berlari ke arah Antonius, bocah laki-laki itu berteriak kegirangan pasalnya dia baru saja mendapatkan pesawat mainan nya kembali yang dia lemparkan ke atas atap dan tertiup angin yang sangat kencang hingga pesawat kecil itu jatuh ke tanah.


" Dady lihat pesawat ku mendarat." ucapnya begitu senang.


" Oh iya, memang nya pesawat mu terbang kemana?" tanya Antonius berpura-pura.

__ADS_1


" Para pilot itu terbang ke atas atap." ucapnya polos. dengan wajah tanpa dosa.


" Hahahaha." Antonius tak lagi bisa menahan tawanya. begitulah Brian dia tidak pernah membohongi siapapun dengan hayalan anak-anak seusianya. dia selalu berkata apa adanya sesuai yang ia lihat. tiba-tiba seseorang datang menghampiri keduanya.


" Aunty Alisha." teriak Brian kegirangan.


" Come on baby." panggilnya pada Brian kecil, dan dengan cepat Brian kecil berlari dan menghamburkan pelukannya pada Alisha.


" Kenapa Dady mu tertawa sayang?" tanya nya begitu perhatian sambil mengelus lembut rambut Brian Kecil, menciumnya pipinya bergantian dan berulang-ulang.


" Dady bertanya kemana pesawat ku terbang? dan aku bilang para pilot pesawat ku terbang ke atas atap, kemudian Dady tertawa." jawabnya jujur dan sangat polos.


" Oh, anak pintar imajinasi mu tidak muluk-muluk sayang." ucapnya senang dan kembali mencium pipi Brian berulang-ulang.


" Aunty, sering-sering kemari aku bosan bersama Dady, dia selalu saja sibuk dengan laptopnya dan mengabaikan aku, aku dibiarkan bermain dengan bibi, kalo bibi sedang memasak aku hanya membantunya memetiki sayuran segar dan mengupas bawang hingga mata ku berair." ucapnya bersedih.


" Tenang saja Aunty akan sering datang padamu." ucapnya menyemangati.


" Sungguh??" tanya Brian dengan mata yang berbinar-binar.


" Iya sayang."


" Janji?" ucap Brian sambil mengulurkan kelingkingnya agar Alisha menyambutnya dan membuat sebuah perjanjian.


" Iya sayang, Aunty akan kemari menjaga mu, jadi mulai sekarang kamu harus tidur siang dan beristirahat lah." ucapnya mengingatkan kemudian memanggil bibi untuk membawa Brian ke kamarnya.


" Bibi tolong antarkan Brian ke kamarnya." ucapnya begitu lembut. bibi segera datang dari arah dapur dan meraih tangan Brian dan membawanya ke kamar.


Alisha duduk di samping Antonius, yang sibuk dengan labtopnya, dia melepaskan pakaian dinasnya, dan hanya memakai baju kaos oblong.


" Siapa dokter Rubel?" tanya Alisha begitu penasaran.


" Oh, jadi kamu kemari hanya ingin menanyakan soal itu?" tanya Antonius dengan nada tidak senang. sembari meletakkan laptop nya sedikit kasar ke atas meja.


" Bu-bukan itu, aku kemari karena aku sudah lama tidak pulang." ucap Alisha pelan takut Antonius semakin kesal.


" Kamu adalah adik bungsu ku, dan dirimu masih tanggung jawabku sekalipun kamu sudah bekerja." ungkapnya begitu kesal.


" Aku sudah besar kak, lagi pula aku kan bekerja sesuai prosedur dan tidak ada sedikitpun aku melakukan kesalahan selama aku menjabat jadi Direktur di Rumah Sakit XXX, dan kamu tahu itu." jawab Alisha membela diri. sambil memasang wajah manyun nya kepada Antonius.


" Sayang, aku tidak ingin kamu terjerumus dalam pergaulan bebas. seperti orang-orang pada umumnya apalagi saat ini usiamu masih sangat labil." ucapnya begitu perhatian sambil meraih kepala Alisha dan mendekatkan ke dadanya. kemudian seseorang datang dan mendekat.


" Alisha." panggil Abang tertuanya yang baru saja datang.


" Wow, ada apa ini kenapa seperti sebuah kebetulan saja kita berkumpul." ucap Antonius menyindir Abang dan adiknya yang sudah sangat lama tidak pernah datang mengunjunginya.


" Maafkan aku, kebetulan aku akan tinggal bersama kalian untuk beberapa bulan kedepan." ucapnya dengan rasa bersalah.


" Benarkah?" tanya Alisha tak percaya.


" Iya sayang." jawabnya meyakinkan.


Seseorang sedang memperhatikan mereka dari jauh, karena rasa penasaran dia berjalan begitu hati-hati sehingga tidak ada yang tahu dia datang. kemudian dia memecahkan balon di dekat mereka sehingga semuanya terkejut apalagi Abang sulung mereka yang baru saja tiba adalah laki-laki yang sangat latah.


" Meletus.. meletus... dor... dor " ucapnya berulang-ulang. membuat Brian kecil terkekeh bahagia.


" Dasar Bocah kecut." umpatnya begitu kesal, dia pun memeluk Brian dan mencium sikecil Brian dengan senang.


" Uncle Sam." panggilnya begitu bahagia dan membalas ciuman Sam. sungguh pemandangan yang Sangat langkah sejak kepergian sang Mama. ini adalah kali pertama mereka berkumpul bersama sejak setahun yang lalu.


"


"


"


"

__ADS_1


" Hai sahabat Dokter Cool Jangan lupa, Vote Like dan komennya yang banyak terimakasih 😍🤗."


__ADS_2