Dokter Cool

Dokter Cool
BAB 40


__ADS_3

Hari ini hari Minggu, hari yang panjang buat semua orang, yang libur dari aktifitas hariannya.


Rubel mengajak semua keluarga untuk pergi jalan-jalan ke pantai.


" Berhubung Mama dan Papa Joe besok pulang gimana kalo hari ini kita ke pantai."


" Boleh, lagian Mama udah lama gak kepantai." jawab Mama.


" Ibu sama Ayah ikut yah." ajak Rubel.


" Boleh." jawab Ibu.


" Den Bibi ikut yah!" ucap Bibi tiba-tiba.


Rubel hanya mengangguk.


" Bibi sama Nyai ikut di mobil Wati aja yah." Ucap Ibu.


" Ya udah berarti Mama dan Papa Joe naik mobil Rubel yah." ucap Rubel.


" Hana dimana?" tanya dia pada semua orang.


" Mungkin masih di Kamar." jawab Mama.


Rubel pun segera mencari Hana kedalam kamar.


" Sayang..." panggil Rubel pada Hana yang sedang berbaring.


" iya." jawab Hana pendek seperti tak bersemangat.


" Kamu, kenapa? tanya Rubel bingung.


" Risih, si Mis sakit.


" Mis?? tanya Rubel bingung.


" iya si Mis." ucap Hana sambil menunjukkan ke arah bawah si Mis.


Sontak Rubel tertawa, dia gak mikir Hana kasih julukan si Mis.


" Gak apa-apa ntar juga si Mis nya sembuh." ucapnya sambil mengecup bibir Hana lembut.


" Sayang, kita ke pantai yok, Ino mau bawa Mama sama Papa Joe kepantai, besok kan mereka pulang." ucap Rubel sambil tiduran memeluk Hana.


" Boleh tapi ana gak mau turun si Mis sakit gak enak jalannya, entar pada curiga." jawab Hana polos.


" Iya, ntar kita berdua ngadem di mobil sambil kikuk-kikuk. " ucap Rubel menggoda.


" Ah enggak ah, Orang masih sakit. lagian gak ada kerjaan apa kikuk-kikuk didalam mobil."


" Emang lagi ga ada kerjaan kan libur." jawab Rubel asal.


" Ah ada aja jawabannya." ucap Hana sedikit kesel.


Rubel mengecup bibir Hana.


" Jangan marah-marah entar cepet tua." ucap Rubel dan mengeratkan pelukannya.


" Kalo Ana sudah tua, apa Ino masih cinta Ana." tanya Hana.


" Tergantung..." ucap Rubel pendek.


" Tergantung apa?" tanya Hana penasaran.


" Yah tergantung masih cantik, kalo gak cantik lagi Ino cari lain lah." ucap Rubel membuat Hana kesal.


" Kalo kek gitu kemarin seharunya kita batalin aja nikahnya." jawab Hana kesal.


" Ye ngambek." ucap Rubel sambil mencubit hidung Hana.


" Dengerin Ino yah sayang, Kalo Ino gak cinta sama Ana Ino gak akan nikahin Ana. jadi jangan mikir yang aneh-aneh yah." ucap Rubel sambil mencium kening Hana.


Hana membalas pelukan Rubel,dia merasakan begitu damai berada didekat Rubel, wangi maskulin Rubel membuat Hana betah terus di dekatnya.


" Sayang maafin Ana yah, terkadang Ana seperti anak kecil yang merengek manja. kemudian ingin menang sendiri, egois,semua itu karena Ana ingin Ino perhatian sama Ana terus." ucap Hana jujur.


" Sayang, Ana itu segala nya buat Ino, seandainya Ino bisa Ino akan berikan apapun untuk Ana." Ucapnya sambil mengecup lembut bibir Han. Hana membalas kecupan itu, tanpa di sadari seseorang mengetuk pintu kamar.


" Sayang jadi pergi ke pantainya?" tanya Mama.


Rubel dan Hana bangun mereka berdua pun keluar kamar.


" Jadi Ma, ini lagi bersiap-siap." jawab Rubel dan berlalu kedalam kamar untuk mengambil baju ganti.


" Yah salah kamar." ucapnya linglung dan berlalu keluar membuka pintu kamar sebelah.


" Dia mengambil beberapa pakaian santai dan pakaian dalam.


" Banyak amat." ucap Hana yang tiba-tiba masuk ke kamar Rubel.


" Buat jaga-jaga.


" Emang mau jaga apa? tanya Hana mengerjainya.


" Mau Jaga pantai." jawab Rubel ngasal.


" jadi Baywatch dong." ujar Hana menggoda.


" iya jadi Baywatch di hati mu." ucap rubel menggoda sambil menunjukkan ke dada Hana.


" Ah bisa aja." ucap Hana dan berlalu.

__ADS_1


" Ana bawa baju ganti juga yah sayang ntar kita mandi di pantai. ucap Rubel setengah berteriak.


" Gak mau." jawab Hana cepat. tapi tetap beranjak ke kamar mengambil baju dan mukena dari dalam lemarinya.


Semua orang telah bersiap-siap, Hana dan Rubel berjalan beriringan menemui semua keluarga.


" Apa kita pergi sekarang?" tanya Rubel.


" Enggak, besok." jawab Hana asal.


Spontan Rubel mencubit hidung Hana.


Semua orang tersenyum melihat kedua sejoli yang lagi kasmaran itu.


*****


Ibu dan Bibi membawa beberapa bekal makan siang, dan nyai membawa mukena. mereka semua sudah masuk kedalam mobil.


Nyai dan Bibi masuk kedalam mobil ayah. Mama dan Papa Joe masuk kedalam mobil. tiba-tiba mama bersuara.


" Papa Joe duduk di depan aja yah." pinta Mama.


" Kenapa?" tanya papa Joe yang masih berdiri di depan pintu belakang.


" Mama pengen ngobrol sama anak gadis Mama." akhirnya Hana yang sudah masuk ke mobil keluar kembali masuk ke belakang.


Hana dan Mama terlibat sebuah obrolan yang sangat serius. Rubel sesekali melirik ke kaca mencuri pandang ke arah Hana.


" Sayang, jangan menunda hamil yah." ucap Mama tiba-tiba.


Hana hanya tersenyum, dia tidak menyangka mama akan berbicara begitu.


" Kalian juga jangan menunda malam pertama." tiba-tiba mama menyinggung malam pertama.


" Ah mama bisa aja." jawab Hana malu-malu.


" Sayang, nanti kalo Rubel ambil cuti. kalian ke Sydney yah." ucap Mama lembut. sambil memeluk menantunya.


" Iya, ma insyaallah, do' ain Hana sehat terus yah ma.


" Tentu dong, orang tua pasti mendo'kan yang terbaik untuk anak-anak nya..


Di sepanjang jalan mereka di suguhkan pemandangan indah, ada bukit indah yang terhampar pepohonan hijau yang membentang. dan tibalah mereka di pantai Putri walet. Pantai itu terlihat landai dan ombak-ombak tidak terlalu besar, di pantai itu terdengar suara burung walet yang sangat riuh.


Rubel memarkirkan mobil di dekat pantai. di daerah itu tidak ada pondokan yang ada hanya batu-batu besar untuk beristirahat sejenak. mereka semua pun turun, di belakang ada mobil ayah nya Hana.


Hana masuk kembali menggantikan celana panjangnya dengan celana pendek. Rubel yang melihat langsung menegur nya.


" Sayang mau pamer yah!" ucap Rubel sedikit keras.


" Pamer apa?" tanya Hana polos.


" Tuh." ucap Rubel sambil menunjukkan ke arah paha Hana yang mulus.


" Tadi katanya gak mau main air."


" Tergoda mendengar deru ombak berkejaran." ucap hana membela diri.


" Ya udah tapi celananya pake yang tadi aja yah." pinta Rubel lembut.


Hana pun menurut, Rubel benar tidak seharunya dia mengumbar pahanya, apalagi sekarang status nya sudah istri orang. Hana harus patuh terhadap perintah suaminya.


Mama dan Papa Joe sudah turun mereka berjalan sambil bergandengan tangan, sesekali mereka tertawa dan terlihat sangat bahagia.


" Sayang, Mama dan Papa Joe kaya orang lagi pacaran yah padahal mereka udah lama menikah." jawab Hana yang membuyarkan lamunan Rubel.


" Eh, iya." jawab Rubel kaget.


" Kok kaget." ucap Hana heran.


Rubel memeluk Hana erat, dia mencium Hana dengan lembut.


" Apakah Ana bersedia hamil lebih cepat?" tanya Rubel tiba-tiba.


" Iya sayang, do' ain Ana sehat yah." ucap Hana meyakinkan.


" Ino takut Ana ngedrop, apa lagi Ana kan belum sembuh." ucap nya lirih.


Hana tersenyum, dia membalas pelukan Rubel.


" kita serahkan sama Allah yah sayang. seandainya jika nanti saat Ana hamil tiba-tiba ngedrop yah mau bilang apa. yang penting kita tetap berusaha dan ikhtiar agar ana bisa segera sehat." ucap Hana bersemangat dan mencium Rubel.


Mereka berdua terlihat asik berciuman.


Mama dan papa Joe tertawa melihat anak dan menantunya itu.


Rubel sadar orang tuanya sedang memperhatikan aksi mereka.


" Sayang sambung malam aja yah, banyak mata yang selalu melihat ke arah kita." bisik Rubel di telinga hana.


Mereka berdua pun berjalan. di bibir pantai mereka saling menyiramkan air, Rubel mengambil air dan menyiramkan ke wajah Hana, mereka berlarian ditepi pantai, dan terkadang Rubel menggendong Hana. hari itu hari yang indah untuk keduanya. selama ini mereka tidak punya kesempatan untuk bebas beraktivitas.


Waktu istirahat tiba, Nyai telah bersiap untuk sholat. Rubel dan Hana mencari tempat untuk mengganti pakaian mereka yang sudah basah. Ibu dan Bibi, menyiapkan makan siang. Mama dan Papa Joe sedang mengabadikan momen liburannya.


Toilet umum sangat jauh dari tempat mereka beristirahat, Mereka berjalan beriringan terkadang Rubel menggandeng tangan Hana dengan mesra. sesekali terdengar suara canda dan tawa dari keduanya.


Hana masuk kedalam toilet, dan Rubel juga ikut kedalam.


" Sayang gantian aja yah." ucap Hana pada Rubel.


" Gak ah, sekalian aja sama-sama. disini sepi nanti kalo Ino lagi ganti baju Ana malah di Culik gimana." ucap Rubel khawatir.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua masuk bersama, Rubel membantu Hana mengganti kan pakaiannya dan kemudian Hana menggantikan pakain Rubel. setelah selesai kedua nya segera bergegas mengambil wudhu.


Mereka kembali ke tempat beristirahat. Rubel dan Hana menyusul keluarga yang telah sholat lebih dulu. selesai sholat mereka makan bersama. Rubel dan Hana saling bersuapan. terkadang mereka saling mengerjai satu sama lain.


" Sayang, kita pulangnya jangan telat yah. mama dan papa Joe mau cari oleh-oleh buat rekan kerja dan juga untuk Lia." ucap Mama.


" Lia siapa Ma?" Tanya Hana penasaran


" Oh Lia sahabat nya Rubel dari sejak sekolah dulu." Jawab mama.


Rubel terdiam dia, tidak ingin membahas apapun soal Lia, dan dia berharap Mama pun mengerti untuk tidak menceritakan keinginan awalnya untuk menjodohkan Rubel dengan Lia.


" Oh, kirain ceweknya Rubel." Sindir Hana.


Rubel yang mendengar langsung mengalihkan pandangannya ke arah Hana.


" Oh, gak sayang Lia cuma teman akrab nya Rubel gak lebih." ucap Mama membela Rubel.


" Oh." Dia pun mencoba tersenyum melihat Rubel yang menatap nya sinis.


" Jangan marah yah ganteng." ucap Hana menggoda.


Rubel mencubit hidung Hana pelan. dia ingin sekali mencium Hana, tapi di urungkan niatnya karena semua keluarga sedang berkumpul.


terdengar sayup-sayup seseorang meminta tolong.


" Tolong!!"


" Tolong!!"


" Tolong!!


Mereka semua pun mencari sumber suara.


mereka semua berlari ke arah wanita yang berteriak.


" Tolong anak saya, dia terbawa arus gelombang." teriak wanita itu begitu histeris.


Mereka tidak menyangka ternyata pantai yang landai itu gelombang nya begitu kuat.


Tanpa pikir panjang Rubel segera berjalan ke tengah dan dia pun berenang. dengan susah payah dia berusaha untuk terus mendapatkan kan anak yang hampir tenggelam itu.


Dia tidak menyangka volume ombak kian besar. dia telah mendapatkan tangan anak itu. dia berusaha kembali ke tepian. dengan bersusah payah untuk menyelamatkan diri dan anak itu.


Dan akhirnya dia pun berhasil ke tepian pantai, semua keluarga begitu khawatir.


Rubel segera membaringkan anak itu, ia mendekatkan telinganya ke mulut dan hidung anak itu memastikan anak itu masih bernafas. dia mencoba mengajak bicara anak itu. tapi tak ada respon, dada anak itu juga tidak bergerak. dia seegra memeriksakan nadi anak itu kurang lebih 10 detik. dia tidak merasakan nadi anak itu, segera dia melakukan CPR.


Rubel melakukan CPR di tengah dada anak itu, dia melakukan nya dengan menggunakan kedua tangannya. yang saling tumpang tindih.dia melakukan hingga 30 kali dengan kecepatan 100 kali tekan per menit. dan Alhamdulillah anak itu berangsur-angsur bernafas. teriak suka cita dan tangis terdengar riuh.


" Sayang tolong ambil oksigen portabel nya di dalam mobil." pinta Rubel.


Hana segera ke mobil mengambil Oksigen portable nya, dan anak itu pun segera ditolong.


" Ya Allah, Alhamdulillah, makasih mas." ucap sang ibu. Ternyata sang ayah dari anak itu baru saja kembali dari toilet. diapun menghamburkan pelukan kepada anak nya.


" Segera bawa anak Bapak dan ibu kerumah sakit terdekat."


" Mudah-mudahan anak Bapak dan ibu bisa segera ditangani." ucap Rubel.


" Makasih mas, kami tidak tahu harus membalas kebaikan mas." ucap ibu itu lirih.


" Gak apa-apa Bu, sudah kewajiban saya sebagai seorang Dokter menolong siapa pun."


" ya Allah makasih Dok, makasih banyak semoga Dokter sehat selalu, dan berlimpah rezeki."


" Aamiin." jawab semua orang.a


" terus gimana dengan oksigen nya." tanya sang bapak.


" Di bawa aja pak, jangan sungkan." ucap Rubel.


Kedua orang tua anak itu pun segera berlalu.


Hana meneteskan air mata bahagia, dia begitu meng khawatir keadaan Rubel, dia tidak sanggup meluapkannya rasa haru nya, dia pun memeluk Rubel begitu lekat.


" Sayang..... Ana khawatir banget sama Ino." ucap nya terisak-isak.


semua keluarga begitu terharu melihat mereka berdua.


" Seandainya Rubel tenggelam gimana?" tanya Rubel membuat Hana semakin menangis.


" Gak mau Hana jadi janda." ucap Hana semakin terisak.


" Kan asik jadi janda kembang." ucap Rubel menggoda Hana.


" Gak lucu ah." ucap Hana tanpa melepaskan pelukannya.


" Sayang, udah Ino gak apa-apa. gak enak tuh diliatin sama orang." ucap Rubel sambil melirik Ayah, Ibu, Bibi, Nyai, Mama dan Papa Joe


" Kan bukan orang lain." jawab Hana, enggan melepaskan Rubel. Rubel pun segera menggendong Hana di punggungnya. mereka pun berjalan di tepi pantai sesekali Rubel menunduk mengambil air dengan tangannya dan memercikkan kemuka Hana, dan mereka pun tertawa.


sungguh kebahagiaan terpancar di wajah keduanya. tanpa terasa waktu terus beranjak, mereka semua pun segera berlalu dari tempat itu.


" Mama jadi belanja nya? tanya Rubel pada Mama.


" Gak usah entar malam aja sayang, Rubel pasti lelah, mama juga kasihan lihat Hana dari tadi sedih terus." ucap Mama begitu perhatian.


" Gak apa-apa Ma, kita pergi ke Galeri Suvenir aja yah. jadi gak usah terlalu capek muter-muter." Ucap Hana.


Tibalah mereka di sebuah Toko Suvenir, Mama sudah bingung memilih oleh-oleh yang akan dibelinya. di toko itu memang sangat lengkap. selesai berbelanja mereka pun pulang kerumah.

__ADS_1


Matahari telah tergelincir di ufuk barat, disambut suara azan magrib. mereka pun segera mandi, membersihkan diri.


Hai sahabat Dokter Cool, maaf yah sedikit lambat Up-nya.. Dukung terus karya Author, jangan lupa, Vote, Fav, like dan Komennya yang banyak biar makin semangat Updatenya. I love U All.


__ADS_2